Penyesalanku

Penyesalanku
PILIHANKU TELAH MEMILIH YANG LAIN


__ADS_3

keheningan diantara mereka terpecah tatkala doni melnjutkan kalimatnya setelah dia berhasil mengatur nafasnya


" dan hari ini aku mau tanya sama kamu, apa kamu bahagia?" pertanyaan doni membuat dea mengangkat kepalanya dan menoleh ke arah doni, dia sedikit terkejut melihat ke adaan doni yang nampak kacau karna sedari tadi dea hanya menundukkan kepalanya.


"iya.... aku bahagia"


" selamat ya.... kalo kamu bahagia itu artinya aku sudah tak ada harapan lagi "


" kamu hiduplah dengan bahagia juga" ucap dea


" bagaimana caranya?"


" maksud mu" jawab dea dengan alis yang berkerut menandakan bahwa dia tak paham dengan maksud dari lawan bicaranya


" alasan ku untuk bahagia sudah tak ada, kamu tahu alasan aku bahagia selama ini adalah kebersamaan kita dan sekarang sudah tak ada lagi"


" kamu bisa memilih wanita manapun untuk mu"

__ADS_1


" tapi pilihanku telah memilih yang lain" "dan sekarang kamu mentaku untuk memilih sementara hati yang aku gunakan untuk memilih sudah tak ada, alasan aku tersenyum pun sudah tak ada. dan dengan mudahnya kamu memintaku untuk memilih?, jika aku memilih mu apa kamu akan kembali padaku?" pertanyaan doni tak mendapatkan jawaban hingga doni melanjitkan kalimatnya " tidak , itu jawabanmu bukan?" " karna kamu sudah bahagia sementara laki laki ini?, huh sangat menyedihkan bukan mencintai calon tunangan dari sahabtnya bahkan aka segeta menjadi istri tapi aku juga tak bisa berhenti mencintainya"


"kamu pasti bisa mendapatkan wanita manapun"


" selain kamu... iya kan" " satu hal aku minta sama kamu:


" apa"


" jangan memintaku untuk berhenti mencintai mu"


" tapi kamu tak bisa mencintai istri orang" sentak dea pada doni tapi doni hanya terkekeh


" sudah sore aku haru pulang"


" kenapa buru buru" ucap doni sambil meraih pergelangan tangan dea yang sudah mulai beranjak dari tempat duduknya. " aku masih ingin bicara, sebentar saja. ini akan menjadi pembicaraan terakhir kita" " jika suatu saat nanti kamu tak bahagia datanglah padaku dea,,, aku bakalan nunggu kamu selama yang aku bisa"


" kamu udah gila?"

__ADS_1


"kamu baru tahu aku gila?"


" kamu harus bisa bahagia don, temukan wanita yang mencintai kamu"


" untuk apa aku mencari sementara hati aku sudah menetap di rumahnya walaupun aku sudah di usir dari sana tapi ternyata hati aku masih tetap ingin tinggal disana, dan tumah yang aku maksud adalah hati mu" " aku sudah mencinyaimu selama ini kadi jangan memintaku untuk mencintai wanita lain karna aku tak akan bisa."


" pulanglah"


" baik... qku akan segera pulang karna mama mungkin mencariku"


" dulu dia tak pernah melarangmu perui bersama ku tapi sekarang untuk melihat wajahku saja tante risma seakan engan" " sebelum kamu pulang bolehkah aku memeluk mu untuk yang ta


erakhir kalinya karna mungkin setelah ini hanya randy yang akan memiliki seluruh tubuhmu dan seluruh cintamu" ucap doni dengan wajah yang kembali meerah menahan air matanya untuk jatuh. membayangkan dea akan dipelukan randy setiap hari mebuat dadanya tiba tiba kembali terasa sangat sesak. dea hanya menganggukan kepalanya menandakan bahwa dia mengijinkan doni untuk memelukanya.


" berbagialah bersamanya sayang..... aku mencintaimu dan akan tetap seperti itu selamanya, tak akan ada yang mengantikan posisimu di dalam hati ku" ucap doni sesaat setelah melepas pelukan mereka, doni juga memberikan kecupan yang sangat lama di kening dea, di iringi dengan lelehan air mata di mata doni.


" pergilah,,,, ken sudah menunggumu di depan" ucapnya lagi sembari melepas pelukannya.

__ADS_1


dea mulai melangkahkan kakinya meninggalkan tempat tersebut dengan hayi yang juga sedikit kacau . doni menatap setiap langkah yang di ambil oleh dea hingga dea sudah tak nampak lagi di indera pengelihatannya, dan doni jatuh tersungkur di atas rerumputan karna sudah tak sanggup lagi menahan sakit hatinya, dia sendiri yang melepas gadisnya untuk pergi bersama laki laki lain. kenapa sesakit ini Tuhan..... teriak doni di dalam hatinya. tak pernah dia membayangkan bahwa akan tiba waktunya gadisnya benar benar pergi darinya, wanita satu satunya yang sangat dicintainya sepenuh hatinya kini memilih sahabatnya di sisa hidupnya.


__ADS_2