
author pov......
"sebenarnya gue ngundang kalian karna ingin mengatakan hal yang sangat penting pada kalian, karna ini sangat penting menurutku jadi aku ingin kalian semua yang tahu lebih dulu" ucap randy memulai pembicaraannya
" kayaknya berita bahagia nih sampai
kita jadi orang pertama" jawab raka antusias tapi tidak denga ken dan doni mereka hanya diam sambil menunggu lanjutan dari ucapan randy yang sedang dia beri jeda sedikit.
" dea kan udah mau lulus sekolah , dia tinggal menunggu ijazahnya saja karna pengumuman kelulusan sudah di lakukan minggu lalu"
"trus?" tanya ken yang mewakili isi hati doni juga
" dia mau kuliah?, kuliah dimana?" tanya raka juga dengan tak sabarnya
" bentat gue mau nafas dulu " ucap randy untuk menenangkan dirinya sedikit karna dia merasa sangat gugup
" lanjutin" perintah doni , hanya kata itu saja yang keluar dari mulutnya setelah dari tadi hanya menyimak pembicaraan mereka.
__ADS_1
" gue mau tunangan sama dea" ucap randy dengan satu kali tarikan nafas
DEG
doni yang mendengar kalimat itu seketika menjatuhkan gelas yang sedang di pegangnya sambil batu batuk karna dia tersedak minuman yang dia minum baru saja. dia tak dapat menyembunyikan keterkejutannya pada berita ini. hati yang dulu terluka sekarang sudah hancur tak berbentuk. kata tunangan terus berputar dikepala doni. mukanya sudah memerah dan rahangnya mengeras menahan gejolak dalam dadanya.
" lho kenapa don?" tanya raka yang melihat perubahan pada mimik wajah sahabatnya " kenapa gelas lho bisa jatuh" lanjut raka lagi tapi doni tak menjawab dian masih tetap diam dengan wajah terpaku menatap satu arah padahal sudah jelas disana tak terdapat apapun tapi doni tetap tak bergeming
" tadi gue ngga sengaja nyenggol lengan doni makanya gelasnya jatuh trus dia keselek" jawab ken menyelamatkan doni dari tatapan penasaran yang dilayangkan oleh raka pada sahabatnya.
" selamat ya untuk pertunangan kalian, kapan acaranya" tanya ken berusaha mencairkan suasana yang sedikit canggung.
" rencananya sih minggu depan terus pernikahannya di adakan bulan depan"
"me-me-menikah?" tanya doni dengan rasa yang sangat amburadul di dalam dirinya, ada rasa marah, rasa kecewa dan sakit hati di dalam dadanya
" iya,,,, lho ngga denger tadi randy ngomong apa?" jawab raka.
__ADS_1
" selamat ya,,, "ucap doni dan segera berdiri dari kursinya sehingga menimbulkan pertanyaan dari randy
" mau kemana lho?"
" sorry ran gue harus cabut dulu ada urusan mendadak, ken lho mau cabut bareng gue" tanya doni basa basi
" gue bawa mobil sendiri" jawab ken. sebenarnya dia sudah tahu urusan yang di sebutkan doni hanya alasan untuk meninggalkan tempat tersebut , hingga dia berfikir untuk memberikan waktu sendiri pada sahabaynya tersebut.
" ya udah,,,, sekali lagi selamat ya "ucap doni mengulurkan tangannya pada randy dan dea, dan di sambut dengan hangat oleh mereka" sorry ya gua harus pergi sekarang" lanjut doni lagi sambil melangkahkan kakinya menuju area parkir dengan langkah yang sangat terburu buru.
sampainya di dalam mobil , air mata yang sejak tadi di tahannya akhirnya lolos juga, rasa sakit yang tak dapat terbendung lagi di hatinya, sekarang dia benar benar sudah hanur tak ada yang bisa membuat die tersenyum lagi
" kenapa kamu harus tunangan dan menikah sama sahabatku dea, kenapa harus randy?, begini caramu menyakitiku dea?, begini caramu membunuhku dea"
" kenapa harus menikah dengan nya dari banyak nya pria kenapa harus randy dea,,,, sekarang kamu benar benar telah membuatku mati dea, kamu udah berhasil membunuhku" teriak doni di dalam mobilya, dia sudah tak sanggup menerima semua ini. orang yang paling di cintainya menikah dengan sahabatnya tanpa memberikan dia kesempatan sekali lagi. die terus berteriak dan terisak dalam kesendiriannya, beberapa saat kemudian dia memutuskan untuk pergi ke tenpat rahasia mereka. di tempat tersebut dia mengeluarkan semua rasa sakitnya dia berteriak dengam sangat kencang karna tak akan ada orang yang mendengarnya.
lelah dengan rasa sakit yang dirasakannya hingga akhirnya dia ambruk di atas kursi besi panjang yang ada disana.
__ADS_1