
Di pernikahan
Semua teman irena sudah sampai di acara pernikahan, merekapun berkumpul dan mengobrol,
"Hey,, bagaimana kabar kalian,,?" Tanya andi yang baru datang, dan di sambut oleh mereka,
"Wahh kak andi,, ternyata datang juga,!" Kata nindi menyalaminya,
Andi merupakan kakak kelas mereka sekaligus mantan kekasih irena, yang nampaknya sengaja di undang ke pernikahan itu.
"Mm di mana irena,,?" Tanya andi melihat sekelilingnya mencari irena, "ahhh apa kamu sudah sangat merindukannya,?"
Andi hanya tersenyum,
"Tadi sih kita sudah bertemu, tapi kayanya dia ada urusan," ujar nindi
"Gimana dia sekarang,,?" Tanya andi penasaran, mereka pun berusaha menahan tawa,
"Kalian kenapa,,?" Tanya andi bingung,, "lihatlah, semua orang memakai pakaian yang cantik dan anggun, tapii,, nih,?" Sembari menyodorkan hpnya, menunjukan photo irena yang di ambil di kedai copy.
"Ya ampun,,?" Ujar andi lalu meneguk minumannya,
***
Irenapun telah tiba di pesta,,
Ketika irena masuk kedalam gedung pernikahan itu, semua orang memandang dan terpukau akan kecantikan irena.
"Hah gue gak salah lihat,,?" Kata teman irena tak percaya
"Itu irenakan,,?" Tanya andi terpana akan ke cantikkannya,
"Yaa, jadi dia ganti pakaian,," ucap nindi.
Andipun segera menghampirinya
"Hi, apa kabar,,?" Tanya andi menyodorkan tangannya, irena hanya terdiam mematung melihat andi,
"Ahhh kenapa dia juga di undang.?" Gumamnya dalam hati, sungguh kehadiran andi di depannya membuat irena ingat akan masa lalu yang membuat ia tidak percaya cinta.
"Mmm, apa kamu masih marah,,?" Mengepalkan tangannya karena tidak di sambut irena,
"Aku pergi dulu,," ucap irena seraya pergi meninggalkan andi, dan memberi salam kepada pengantin, sembari memberikan kado yang ia bawa,,
"Hi, selamat ya ran,,!"
"Ehh irena, ya makasih, kamu kapan nyusul,,?" Tanya rani, seraya berpelukan dengan irena
"Ahhh do'ain aja,," ujar irena lalu menghampiri mempelai pria,,
__ADS_1
"Hi selamat ya,"
"Ahhh makasih,"bersalaman.
"Okhh ya ren, andi ke sini ya, maaf ya aku undang dia, entah kenapa nindi sama yang lain minta agar andi di undang,," ujar rani menjelaskan
"Okhh iya gak apa kok ran,," jawab irena kecewa, karena ternyata mungkin temannya sengaja meminta andi di undang.
"Aku kesana dulu ya ran,,!"
"Ahhh ya, cari makan dan minumlah,," ucap rani tersenyum.
Setelah irena mengetahui kenyataannya, irena jadi males bergabung dengan nindi dan yang lain, di tambah andi pun ikut gabung dengan mereka, jadi irena memilih untuk menyendiri.
"Irena, kesini dong, gabung sama kita,,!" Teriak nindi melambaikan tangan, kemudian andi menghampiri irena, "ahhh apa kamu merasa tidak nyaman karena ada aku, begitu bencikah kamu terhadapku, ahh aku sangat minta maaf,," kata andi, membuat irena semakin tidak nyaman berada di sana, ia terus memalingkan pandangannya dari andi, karena jika melihat andi sungguh membuat irena teringat akan hal menyakitkan itu.
"Sudahlah sayang, mungkin dia belum siap memaafkan kamu yang sudah meninggalkannya," hati irena semakin terpukul mendengar perkataan wanita itu, lalu irena memaksakan diri untuk melihat siapa wanita yang memanggil andi dengan kata sayang, karena penasaran dan tak asing.
Sungguh ia semakin terpukul ketika melihat pemandangan seorang wanita yang merangkul tangan andi dan menyandarkan wajahnya di bahu andi, ternyata wanita itu tak lain dan tak bukan adalah ara sahabatnya dulu, ternyata mereka berpacaran.
Mata irena berlinang, ia berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh di hadapan kedua orang yang telah membuatnya terpuruk.
"Irena," sapa seorang peria yang baru datang dan irenapun menolehnya, pria yang sangat tampan dengan berpakaian rapih, pria yang tak asing ia adalah kenan tuannya sendiri,
Semua mata terpana ketika melihat kenan yang sangat tampan itu
Semua orang yang melihatpun terkejut atas perlakuan kenan terhadap irena
"Tuan, kenapa bisa ada di sini,,?" Bisik irena sambil berjalan,
"Ahh kau sedang tidak bekerja saat ini, jadi jangan panggil aku tuan," ujar kenan, membuat irena bingung,
"Selamat,," bersalaman dengan mempelai wanita, dan langsung berpindah ke mempelai pria,
"Wahh tuan, terimakasih sudah datang,," ternyata mempelai prianya adalah kariawan di kantor kenan
Mereka pun mengambil beberapa gambar untuk menjadi kenangan, kenan di samping mempelai pria sementara irena di samping mempelai perempuan,
Kenan pun menggenggam tangan irena dan menariknya turun mencari sesuatu untuk di makan/ minum.
"Ahh irenakan bodyguardnya tuan kenan, apa mereka,,?"
"Ahh sepertinya begitu, karena aku pernah melihat mereka sangat romantis," sambung suaminya.
Irena dan kenan tampak seperti sepasang kekasih yang membuat semua tamu undangan sangat iri hati melihatnya, bahkan kenan mengelap cream cake yang ada di ujung bibir irena dengan tisu, membuat suasana semakin romantis.
Setelah pesta selesai, tak habis - habisnya kenan membuat iri teman - teman irena, karena ketika hendak pulang, kenan membukakan pintu mobil kerennya itu dan mempersilahkan irena masuk
"Ahh ini berlebihan,," ujar irena hanya berdiri di depan
__ADS_1
"Ayolah untuk hari ini kamu menjadi tuan putri,!" Ujar kenan sembari menjulurkan tangannya, irena pun tersenyum dan menyambut tangannya talu melangkah masuk ke dalam mobil.
Irena terlihat sedih dan diam saja, ia hanya memandang ke arah kaca luar dengan tatapan kosong, penuh pikiran, Kenan nampaknya tahu harus berbuat apa, ia pun melajukan mobilnya ke sebuah taman dengan danau yang indah, kenan mengajak irena turun dari mobil,,
"Ahhh indah sekali,," gumam irena tampak senang, di taman itu ada banyak lampu kecil dengan danau di depannya, dan ada kursi untuk duduk nenikmati pemandangan indah itu.
Irena pun berjalan mendekat ke arah danau, sementara kenan mengikutinya dari belakang,
Kenan mengangkat tangan kanannya tanda rama dan tegar jangan mengikuti mereka,
Senyum irena seketika hilang lagi dan menghentikan langkahnya,
"Menangislah,," ujar kenan mengerti keadaan irena saat ini, mendengar itu tanpa sadar air mata irena terus berjatuhan, dan ia pun menangis meluapkan semua kesedihannya.
Hiks,, hiks,, hiks,,
Ini pertama kalinya kenan melihat irena menangis, kenan pun menyodorkan tisu, dan irena mengambilnya, setelah agak tenang, kenan menarik irena ke arah kursi di taman itu, dan mereka pun duduk dalam keheningan,
"Ceritalah,," pinta kenan untuk membuat irena merasa lega,
"Kenapa aku harus nenangis seperti ini,," gumam irena menangis kembali, lalu berusaha berhenti dan menenangkan diri.
"Lelaki itu, dan perempuan itu, entah kenapa melihat mereka hatiku sakit, bukan karena cemburu, tapi mereka membuatku teringat akan sakit hati yang teramat sakit itu,"
"Memangnya apa yang mereka perbuat sehingga kamu begitu bersedih, .?"
"Perempuan itu, dulunya sahabatku, dan lelaki itu dulunya kekasihku, Aku sangat bahagia memiliki mereka yang menyayangiku, Sampai suatu ketika ayahku mengalami kebangkrutan yang membuat keluargaku kehilangan segalanya, Aku mengikhlaskan semua yang terjadi, Tapi yang membuatku sangat sedih, justru mereka sahabat dan kekasih yang aku sangat percaya, justru meninggalkanku ketika aku terjatuh," kata irena menjelaskan
"Karena itu, sekarang sulit bagiku mempercayai siapapun, dan membuatku tak percaya lagi cinta." Sambung irena lagi
"Ahhh begitu rupanya," kenan merasa ikut sedih mendengar ceritanya,
"Okkk ya, kenapa kamu bersikap seperti tadi,, seolah kamu mengerti situasinya dan itu cukup membantuku." tanya irena merasa kenan tahu situasinya.
"Ahhh itu yaa,, sebenarnya ervan yang menelponku," ujar kenan tersenyum
Flasback on
"Ya, halo, ada apa,,?"
"Lo di mana nan,,? Gue barusan dari kedai copy mantap, Gue jumpa irena di sana, gue kesel banget sama teman - temannya,,"
"Memangnya kenapa dengan temannya,,?" Tanya kenan
"Aitss mereka membicarakan irena, mentang - mentang irena hanya seorang bodyguard, dan mereka tuh kelihatannya mau ngerendahin irena gitu, di depan irena, mereka tuh membicarakan kesuksessan, kuliah dan hidup yang mewah,
Mmm Gue, sudah sedikit tolong irena, Sekarang giliran lo nan," ujar ervan menutup telponnya.
Flasback off
__ADS_1