Perempuan Tangguh

Perempuan Tangguh
Mencari jejak, sang istri


__ADS_3

Kini pencarian pun, telah dilakukan secara besar-besaran.


Seluruh kota, sedang sibuk akan pemberitaan ini. Dan kedua orang Tua Lusiana, takut berdampak buruk pada sang cucu.


Mengingat, ia juga perna dulu mengalami ini. Hingga menyebabkannya. Berpisah lama dari sang putri.


Mereka menyuruh sang menantu Andreas, memblokir semua berita ini.


Buar kan mereka mencari secara diam-diam. Dan mengikuti permainan lawan.


Menunggu...apa maunya dari para si penculik tersebut.


Tiba mereka semua yang sedang sibuk untuk mencari keterangan dan menyelidiki secara diam-diam.


Tiba-tiba Andreas melihat Nona Laura yang hendak memeriksakan kandungannya, bersama seorang laki-laki yang tidak dikenalnya.


Andreas dengan segerah memerintahkan menangkap nya. Dan menatap curiga, bila semua. Bisa jadi ini ulah dari Nona Laura.


Karena mereka saat ini, yang sama-sama berada dirumah sakit. Serta masih ada masalah lama, yang belum terselesaikan.


Nona Lusiana, yang tidak siap dan tidak tau bakal terjadi seperti ini.


Menatap sendu sang suami. Begitu oun sang suami yang bingung. Karena tidak mengetahui masalahnya.


Ia mencoba berucap dengan menggunakan bahasa isyarat nya.


Nona Laura meneteskan air matanya.


Tau ini cepat atau lambat, bakal terjadi. Dan kini, ia pasrah akan dijebloskan kedalam penjara.


Ia meminta waktu sejenak. Untuk berbicara sebentar kepada suaminya.


Tapi Andreas tidak memberi izin. Hingga Nona Laura mengamuk dan hendak melawan.


Tapi ia di tahan oleh semua anak buah Andreas. Bahkan saat ini sang suami menjadi korbannya.


Karena dicurigai bersekongkol. Hingga mendapat serangan dari anak buah Andreas.


Nona Laura berteriak lantang. Ia akan mengikuti serta menuruti perintah Andreas.


Asal sang suami dibebaskan, karena ia tidak tau apa-apa tentang masalahnya.


Andreas sedikit ragu. Tapi ia akhirnya menurutinya. Sampai Nona Laura dibawa Andreas.


Sang suami mencoba menghampiri, tapi tidak bisa.


Karena terus ditahan oleh sang pengawal dari Tuan Andreas.


Dan kini, ia digiring menuju kekantor polisi. Serta dari sini, mereka semua, mulai menginterogasinya.


Nona Laura sungguh bingung dengan semua rentetan pertanyaan ini.


Ia ingin berteriak kepada semua, kalau ia sungguh tidak tau menahu tentang masalah bayi.


Terutama ini menyangkut bayi istri dari Tuan Andreas.

__ADS_1


Ia sungguh tidak tau, Kapan Lusiana hamil, apalagi sudah melahirkan.


Tapi saat ini, ia dipaksa mengakui, kalau saat ini, ia yang telah menculik bayi itu.


Nona Laura sudah menjelaskan semuanya. Tapi sepertinya sia-sia saja. Dan ia pun akhirnya pasrah mau di hukum seperti apa.


Sampai akhirnya, mulai saat itu. Ia telah menjadi tahanan tetap dan akan melanjutkan perkara ini di persidangan. Bila akan ada tuntutan lain lagi.


Tapi saat mereka yang akan menuntut nona Laura. Tiba-tiba mereka mendapat pesan kaleng.


Yang mengatakan. Bila ingin melihat sang bayi. Maka Nona Lusiana di harus kan mendatangi satu tempat yang telah ditentukan. Dan tampa ditemani satu orang pun.


Serta tidak bokeh melaporkan, masalah ini, kepada pihak yang berwajib.


Lusiana bingung. Tapi Andreas sudah membacanya.


Ia takut, keselamatan bayinya akan terancam.


Maka dari itu, ia mulai histeris.


Andreas bingung dan kembali berpikir. Mungkin kah, ini siasat kembali dari Nona Laura. Atau memang bukan dia pelakunya.


Mereka harus kembali, menyelidiki masalah ini.


Lalu kembali membuat strategi. Yang semula, Lusiana tidak menyetujuinya.


Karena takut, para lawan mengetahui dan kembali mencelakai sang buah hati.


Dan tiba kini, Andreas mencoba membujuknya, serta menjelas kan semua.


Lusiana sedikit ragu, tapi akhirnya ia pun, mulai menyetujuinya.


Lusiana menjawab dengan setuju. Serta mulai mengikuti segala petunjuk, yang telah dikirim oleh si peneror.


Tiba kini, disebuah gang sempit dan sepi serta gelap.


Lusiana berdiri sendiri, di tengah gang yang sempit itu.


Dengan tubuh yang bergetar, hingga harapan yang besar, agar dapat bertemu dengan sang buah hati.


Lusiana berusaha kuat, dan tak takut saat ini.


Tiba saat ada sebuah mobil mendekat, lalu membekap mulut Lusiana. Dan Lusiana pun, pingsan dalam sekejap.


Serta saat ini, langsung dimasukkan kedalam mobil. Yang mereka bawa tadi. Serta melajukan nya, menuju ketempat yang mereka tuju.


Andreas mulai mengikuti, melalui alat GPS yang ia pasang di tubuh Sang istri, sebelum ia pergi tadi.


Lalu terus berjalan, hingga melewati dermaga, dan mulai memasuki sebuah kapal pesiar.


Andreas merasa kesal. Karena Ia tak dapat mengikuti sampai kesana.


Saat ini, ia tidak mungkin memasuki kapal pesiar itu.


Ia hanya bisa mengandalkan alat GPS nya saja.

__ADS_1


Masih memantau dari jauh. Sambil menunggu sang asisten membawakan juga kapal untuknya.


Setelah kapalnya datang. Andreas dan semua awaknya, dengan segerah memasukinya.


Masih dari jauh mereka memantau. Hingga didekat perbatasan.


Dan melihat ada sebuah bandara helikopter didepan.


Mereka semua turun dengan mobilnya memasuki bandara tersebut.


Hingga mendekati helikopter. Lusiana masih digiring dengan mata tertutup, menuju kesuatu tempat, dengan memakai helikopter tersebut.


Andreas yang melihat, helikopter tersebut telah terbang.


Ia dengan segerah pula. Memerintah sang asisten, agar segerah menyiapkannya, helikopter juga.


Dengan jarak jauh, Andreas masih tetap mengikuti, kemana, saat ini mereka membawanya.


Hingga alat GPS tersebut berhenti disebuah perdesaan, didekat sebuah bukit tinggi dan terlihat sebuah penthouse megah disana, dengan dikelilingi, pagar tinggi.


Andreas melihat melihat helikopter tersebut berhenti, dan disambung dengan dibawa sebuah mobil, menuju penthouse tersebut.


Andreas hanya bisa memantau dari Luar.


Ia belum mengetahui, siapa dalang dibalik ini semua.


Karena ia hanya melihat, sedari awal, hingga kini. Sang istri dibawa oleh seseorang, yang masih dalam perintah.


Sampai ia melihat, sang istri telah menghilang. Setelah dibawa masuk.


Dan kini, tinggal mereka mendengar, lewat alat mikrofon yang dipasang bersamaan dengan alat GPS tersebut.


Serta dengan garap cemas, bisa mengetahui. Siapa dalang, dibalik ini semua. Dan apa juga motif mereka, dibalik ini semua.


Andreas dengan cemas dan tegang kini. Karena baru bisa mendengar suara sang istri.


Ia juga mendengar ada suara bayi disana.


Dan....ingin rasanya, saat ini Andreas menerobos masuk


Tapi....ia tidak bisa gegabah.


Sampai saat Lusiana mulai memberontak, karena baru mendengar, suara tangis, dari bayinya itu.


Dan kini, mulai lah terdengar, suara seseorang yang, sangat tidak asing baginya


Hingga ia pun merasa yakin. Saat sang istri, kini berucap:


Siapa kau ?


Kembalikan bayi ku. Dengan menangis, dan rasa marah. Kini Lusiana. Ingin sekali menghajar, seseorang tersebut.


Dan pria itu, tiba-tiba tertawa lantang. Hingga...ia dengan segerah, membuka penutup matanya.


Dannnn....betapa terkejutnya, Lusiana.

__ADS_1


Saat ini melihat siapa sosok, yang ada, dihadapannya saat ini.


Hingga hampir saja, ia ketahuan. sampai ia, dengan cepat tersadarkan diri, dan mengikuti permainannya.


__ADS_2