
Tuan Diego sungguh panik. Dengan susah payah ia mendapatkan anak ini, dan tak ingin kehilangan.
Ia akan melakukan apa saja untuk mempertahankannya.
Tapi kini, ia sungguh tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Nona Diana.
Hingga Dokter datang dan segerah memeriksanya. Kini Akhirnya Nona Diana dapat terselamat kan dan kandungan nya pun juga baik-baik saja.
Ia harus menjaganya dengan ketat, serta menjaga suasana hatinya juga. Hingga kini, nona Diana masih belum tersadar.
Dan kini sang istri pun mengetahuinya hingga ia pun ikut memarahinya.
Sang istri mengetahui hingga menelpon dan berkata, "Bagaimana ini bisa terjadi.
Aku tidak mau tau, pokoknya kamu harus bisa mempertahankan wanita itu dan bayi itu untuk sementara.
Atau keluarga kita, akan terus memojokkan ku dan bisa jadi jabatanku saat ini akan tergeser kan.
Maka...."Hanya dengan bayi ini, kita bisa membuktikan kepada keluarga besar kita maupun ke pada masyarakat.
Kalau kita memang keluarga yang kuat. Dan dengan adanya keturunan ini, maka membuktikan, keluarga kita tidak akan dapat tergeser kan. Mengerti...!
Aku sungguh tau dan tak perlu kau ajarkan. Kalau bukan karena kau yang terlalu bebas bermain di luar. Semua ini tidak akan terjadi.
Jadi...jangan kau hanya menyalahkan ku saja, tapi juga kau yang mengakibatkan kebebasan mu, hingga mengakibat kan kau saat itu kecelakaan bersama mainan mu dan menyebabkan indung mu di angkat.
Saat itu, sudah ku peringatkan kau, aku sungguh mencintaimu dan tapi masih kau lakukan.
Dan kita memang mempunyai perjanjian. Tapi perasaan ku ini benar adanya. Walau Aku suka bermain di luar.
Tapi nasi sudah menjadi bubur. Terpaksa aku melakukan ini. Dan kau masih menyalah kan ku.
Baiklah....! Maaf sayang.
Mungkin aku yang terlalu stres memikirkan ini semua.
Tekanan semua keluarga serta pekerjaan yang berat membuat ku pusing.
Coba kau bujuk lagi dan bahagikan wanita itu. Mungkin ia akan menjadi lebih lunak kepada mu.
Hilang kan juga cara kasar mu itu. Walau pun aku suka itu. Karena aku juga menikmati permainan mu itu.
Oh...yah, aku juga merindukan permainan kasar mu itu.
Semua mainan ku tak berguna. Karena mereka tidak bisa melakukan yang seperti diri mu sayang.
Oh sayang ku. Aku juga merindukan permainan liar mu itu.
Wanita ini juga tidak seperti dirimu yang selalu dapat menyeimbangi permainanku.
Aku sungguh menggilai mu sayang. Tapi kau yang terlalu memikirkan pekerjaan mu, dan kita selalu jauh.
membuat ku selalu melampiaskan kepada wanita lain.
__ADS_1
Aku ingin menyiksamu dan memakan mu saat ini sayang. "Aaaahhh...membayang kan saja, aku sudah tak tahan sayang.
Cukup sayang. Coba kau sabar terlebih dahulu. Demi bayi kita.
Ah...anak itu akan segerah menjadi anak kita. Tak terbayang kan, aku akan menjadi seorang ibu.
Jadi bersabarlah, Aku akan memuaskan mu nanti setelah misi kita ini berhasil sayang.
Baiklah sayang. Nanti aku akan cari waktu yang tepat agar kita bisa bertemu dan melakukan itu.
Tapi tidak mungkin dalam waktu dekat ini sayang.
Tidak apa-apa sayang. Aku juga disini sedang sibuk bekerja. Kau juga bisa menghubungiku kapan pun kau siap.
Aku akan mengosongkan jadwal ku saat itu. Dan akan menunggu mu disini.
Ah...sayang, kau memang yang terbaik. Baiklah sayang sampai jumpa.
Aku takut wanita itu terbangun. Dan mulai mencari masalah lagi.
Iya sayang. Sampai jumpa juga dan jaga kesehatan mu, Aku mencintaimu muuaahhh.
Tuan Diego pun membalas juga ciuman ditelpon tersebut dan mereka mengakhiri telponnya.
Lalu kembali kedalam kamar Nona Diana, dan melihat keadaannya kini.
Serta meraba perutnya yang belun terlihat itu. Dan mulai menciumnya sambil berkata, "Papa dan mama mu menunggu mu hadir anak ku, sambil tersenyum senang dan membayang kan saat bayi ini lahir.
*
*
*
Walau ia seorang tuna rungu atau tak bisa berbicara. Tapi ia selalu memanjakannya hingga mengabulkan apapun keinginannya.
Sampai sang pria ini memutuskan ingin selalu melindunginya dan pernah ia mencoba melamarnya.
Nona Laura merasa dirinya yang terlalu jahat selama ini, dan juga ia yang merasa dirinya ini sudah kotor.
Maka ia merasa tidak pantas bila dijadikan pendamping bagi pria sebaik Roy ini.
Di tambah statusnya saat ini. Yang belum ia ceritakan hingga saat ini.
Karena ia sebenarnya adalah seorang buronan polisi. Dan sedang dicari-cari keberadaannya.
Ia sungguh tidak mau mengecewakan hati pria ini.
Ia sudah berbaik hati menolongnya hingga merawat nya sampai seperti ini.
Dan tidak membuatnya, terjerumus kembali ke dunia hitam.
Ini sudah termasuk keberuntungan baginya. Tapi bila menerimanya.
__ADS_1
Bukankah itu akan menambah bebannya saja.
Dan ini sungguh membuatnya dilema serta tak nyaman.
Tuan Roy yang merasa ditolak, walau ia tidak tau alasannya apa. Ia tidak berkecil hati.
Dipikirannya saat ini, yang terpenting adalah, ia bisa bersamanya. Itu juga sudah lebih baik.
Setelah kehilangan seluruh keluarganya. Ia merasa hidup kesepian, hingga muncullah Nona Laura ini.
Semenjak itulah, hidupnya kembali berwarna sampai ia memutuskan untuk segerah mengikatnya.
Tapi angan tinggallah angan. Ia telah ditolak dan kini mereka tetap menjadi sahabat atau saudara.
Dan kini semakin hari, kedekatan mereka semakin dalam, sampai pernah mereka hampir khilaf dan melakukan hal itu.
Tapi karena sesuatu, dan akhirnya mereka tersadar. Dan berlaku seperti biasa kembali, walau kini terlihat canggung.
*
*
*
Tiba saat hujan guntur yang hebat. Lusiana melihat lampu padam dalam sekejap.
Ia terus memanggil-manggil Tuan Andreas. Serta mulai ketakutan dan mencari alat penerangan.
Sampai ia mulai berdiri dan meraba-raba. Dan mulai berkeliling tampa tau arah karena gelap dan tak nampak apapun.
Ia sangat ketakutan hingga gemetar. Sampai ia meraba sesuatu dan semakin membuatnya takut dan berteriak.
Seseorang tersebut memeluknya erat, hingga menggendongnya dan menaruhnya di atas ranjang.
Lusiana yang tidak tau itu siapa. Ia pun menjadi semakin takut, hingga memundurkan dirinya, dan berteriak...!
Pergi kau.....
Menjauh lah dari ku....!
Jangan dekati aku ....!
Pergi ...!
Andreas tidak mengerti, mengapa istrinya se histeris ini.
Ia yang mencoba mendekat dan menenangkan, tapi malah membuatnya semakin takut, sampai sang asisten datang dengan membawa penerangan cadangan.
Barulah terlihat jelas semua dan, Lusiana merasa lega, serta langsung memeluk Tuan Andreas erat, hingga seperti tak mau dilepas atau ditinggalkan.
Andreas terus menenangkannya dengan cara membujuk dan mengelus punggung sang istri.
Mencoba melepas kan sejenak, tapi semakin dipererat oleh Lusiana, karena seperti masih ketakutan.
__ADS_1
Ia terus berpikir, apakah dimasa lalu ada sesuatu yang membuat istrinya sampai seperti ini, dan ia akan segerah menyelidikinya.
Lalu saat ini kembali menenangkan sang istri dengan berkata lembut, ia tidak akan meninggal kannya dan akan selalu menjaganya, serta mulai mengajaknya berbaring dan mulai menidurkannya dengan cara terus memeluknya.