
Maka setelah Tuan Diego sampai di pulau tersebut.
Dengan segerah ia menuju villa nya. Tapi lagi-lagi disaat ia pulang, ia tidak menemukan Nona Diana.
Tuan Diego mulai mengeram marah. Sampai salah satu pengawalnya membisikkan sesuatu.
Wajah nya langsung berubah merah, dan saat ini mereka sedang menuju ke suatu tempat.
Dan betapa terkejutnya Tuan Diego melihat penampakan ini.
Ia langsung saja meninju wajah Daniel. Dan untuk Nona Diana.
Ia masih menangis tersedu-sedu, dan terus mencoba mencari alasan.
Tapi saat ini, dengan segerah Tuan Diego mengeluarkan bukti, serta membuat mata nona Diana dan Daniel melotot tak percaya, mereka saat ini tak bisa lagi mengelak.
Bukti sudah ada ditangan Tuan Diego.
Nona Diana hanya terduduk lemas, dan memohon ampun.
Dan Daniel saat ini terus disiksa, dengan terus dipukuli oleh pengawal.
Nona Diana ingin membela, tapi kemarahan Tuan Diego sudah tak tertahan.
Sampai terlihat Daniel seperti hendak mati lemas. Dan melihat Tuan Diego masih belum juga melepaskannya.
Nona Diana sungguh tidak tega. Lalu melepaskan diri, berlari mencoba melindungi Daniel. Dan membuat Tuan Diego semakin marah.
Tolong Tuan ... jangan siksa lagi Daniel. Tapi siksa lah saya. Hukum saya sepuasnya dan bila perlu Tuan mau lakukan apa pun terhadap saya juga terserah Tuan.
Asal Tuan mau melepaskan Daniel Tuan. Saya mohon Tuan.
Dengan tersedu-sedu menangis pilu. Nona Diana tidak lah lagi memikirkan dirinya saat ini.
Tuan Diego mendekat dan mencengkram erat leher Nona Diana hingga membuatnya meringis.
Kau dalam keadaan seperti ini pun, masih membelanya.
Apa kau tidak takut dengan hukuman dari ku.
Dan kalau memang kau menginginkan hukuman dari ku.
Maka baiklah. Cepat lepaskan dia, dan segerah bawa ia keluar dari pulau ini, serta jangan sampai biarkan ia kembali masuk kedalam pulau ini.
Dan bila sampai kalian melihatnya. Maka detik itu juga, kalian boleh habisi dirinya.
Cepat laksanakan. Dan kau Nona Diana.
Cepat pulang ke villa, serta nantikan hukuman mu. Dengan wajah yang masih berapi-api.
Kini Tuan Diego hendak menghukum Nona Diana.
Dan kini, sesampainya di Villa serta sudah didalam kamarnya.
__ADS_1
Nona Diana di paksa bersujud di hadapannya. Sampai Tuan Diego mengambil Cambuk, serta mulai mencambuknya kera.
Tassss.....tassss....aaakkkkhhh.....
Tassss....Aakkkhhh, tasssss......aaakkkhhhhh.....
Bagaimana ! Sakit kah ? Dengan mengeluarkan senyum devil nya.
Tapi Nona Diana tetap diam, menahan rasa sakit itu.
Dan kembali terdengar cambukan, diseluruh ruangan tersebut.
Sambil kini rambutnya pun mulai dijambak. Dan kini di paksa untuk menjilat sepatunya.
Nona Diana meneteskan air matanya. Tapi tak jua meredakan kemarahan Tuan Diego.
Dia berkata, saat ini ia sangat jijik terhadap nya. Padahal kemarin, ia ingin menjadikan Nona Diana, sebagai wanita kedua disisinya.
Mengingat mereka yang akan mempunyai anak. Dan kini ia melihat penghianatan itu.
Sungguh membuatnya sakit hati, dan sangat marah.
Hingga kembali memaksanya untuk bersujud di lantai yang dingin itu, hingga ia mengatakan, kalau hukumannya telah selesai.
Dan aku melakukan ini, bukan karna diri mu lagi, tapi melain kan karena anak itu.
Anak itu adalah milik ku, dan selama kau mengandung anakku itu, maka selama itu pula kau tidak lagi di izin kan untuk keluar dari kamar ini.
Yang membuat Nona Diana menurut pasrah. Dan tidak menyangka, Kemarahan Tuan Diego hingga menjadi seperti ini.
Masih marah dan ingin melampiaskan pada sesuatu yang lain.
Sampai ia memerintahkan sang pengawal, untuk segerah mencarikan beberapa wanita ja**ng.
Agar dapat menghibur suasana hatinya saat ini.
Dan dengan cepat pula, wanita itu didatangkan. Serta kini mulai melayani, hingga memuaskanya.
Ia mulai menggiring semua wanita menuju kedalam kamar Nona Diana.
Tak luput dari itu. Nona Diana yang masih dibiarkan bersujut, hingga kini melihat pemandangan percintaan antara Tuan Diego bersama semua wanita yang dibawanya tadi.
Dan ini membuatnya sungguh tak nyaman. Dengan kini kaki nya pun mulai terasa kesemutan.
Dan tak lama, Nona Diana pun terpingsan.
Tuan Diego, yang memang masih menyimpan perasaan itu.
Ia langsung menghentikan permainannya dan segerah menghampiri Nona Diana, hingga menggendongnya dan segerah menaruhnya di atas ranjang.
Melihat Nona Diana yang masih belum tersadar itu. Ia dengan segerah mengudang seorang dokter.
Bukan hanya khawatir kepada Nona Diana saja. Tapi juga, ia khawatir, akan keadaan bayi yang dikandung oleh Nona Diana.
__ADS_1
Lalu segerah ia mengusir semua wanita itu dan sampai Dokter datang, serta kini mulai memeriksa Nona Diana.
Dokter mengatakan, saat ini, denyut nadinya sangat lemah. Ditambah ia sekarang ini, seperti sedang stres berat.
Dokter menyarankan untuk. Untuk sementara, membiarkannya, untuk lebih banyak beristirahat.
Tuan Diego enggan berkata iya. Tapi untuk sementara, iya lebih baik berkata iya saja.
Agar terhindar dari beberapa banyak lagi pencerahan, dari sang dokter.
Tuan Diego tampak malas mendengarkan nya. Ditambah bila iya mengingat penghianatan dari wanita itu.
Tuan Diego sungguh, sangat marah, bila mengingatnya kembali.
Sampai saat dokter pulang. Tuan Diego kembali cuek dan tidak perduli, terhadap kondisi, nona Diana saat ini.
Sampai ia keluar, dan kini meninggalkan Nona Diana sendiri, berada didalam kamarnya.
Hendak melanjutkan kembali permainan nya. Bersama wanita tadi. Menuju kekamar sebelah.
"Dan kini, apa yang terjadi pada nona Laura. Ia yang tingga menunggu hari menjelang, hari bahagianya.
Tapi cincin nikahnya, belun ia dapat, hingga saat ini.
Roy juga memutuskan untuk segerah mengambil ukuran saja. Dan biarkan ia sendiri, pergi membeli dan memilih cincin nya.
Karena lusa mereka akan segerah melaksanakan, hari pernikahan mereka.
Hingga saat malam menjelang. Roy yang sudah membeli cincinnya.
Hendak memberi kejutan, dengan menunjukkannya, disaat mereka selesai. Setelah makan malamnya.
Sampai mereka selesai makan malam, dan terkejut lah nona Laura.
Ia sungguh tidak percaya. Dan sungguh terharu. Cincinnya sungguh cantik dan dan pas di jarinya.
Yang mana, ia sudah pasrah, dengan menikah tampa cincin.
Karena setiap mereka hendak membelinya. Ada saja polisi disekitar situ.
Nona Laura tersenyum senang, hingga berduri mendekat, dan kini memeluk nya erat.
Kini tinggal mereka menunggu waktu hari pernikahan mereka.
Sampai tiba saat hari pernikahan mereka, masih tidak ada halangan, untuk pelaksanaan pernikahannya.
Kini...nona Laura sudah duduk, didalam mobil pengantin sewaannya.
Dan kini hendak menuju ketempat pelaksanannya.
Tiba di persimpangan jalan, ternyata ada kecelakaan mobil.
Yang membuat mobil mereka tidak bisa lewat, serta banyaknya polisi, yang berada disana.
__ADS_1
Membuat, Nona Laura gugup setengah mati, sampai terdengar suara hp berbunyi, dan ia menjatuhkan hp nya karena gugup.
Disaat itulah, polisi sedang memeriksa mobil mereka. Dan....