
Sudah pukul 1 siang, sudah saat nya Irena dan kedua sohibnya itu menjemput tuan kenan,
Mereka sudah standby menunggu d depan pintu masuk, bukannya kenan yang keluar justru malah ke empat temannya yang keluar tanpa Kenan
"Hi, kalian mau menjemput Kenan ya?" tanya salah satu dari mereka,
"Tampaknya Kenan ada sedikit urusan dengan Dosen, tunggu aja ya" ucap yang lain,,
"hey cepatlah nanti kita terlambat nonton konsernya," teriak salah satu nya lagi, mereka pun segera pergi penuh semangat.
Namun waktu sudah menunjukan pukul 01:45 pun Kenan belum juga keluar,
"kenapa tuan belum juga keluar ya,,?" pikir Tegar heran
"ya saya telepon pun gak aktif,," kata Rama gelisah,
sementara itu Irena menyadari ada yang janggal ketika sebelumnya teman-teman kenan menyapa mereka, ada seseorang yang mengenakan hoodie merah mengenakan penutup kepalanya berjalan menunduk dan buru buru terlihat mencurigakan.
Irena pun teringat oleh nona Keila adik Kenan yang memberi no hp, (ini,save ya,siapa tau kakak memerlukannya, kakakku itu sangat bandel,, kakak harus benar benar jeli,,)
Dengan segera Irena pun menelpon Keila.
"Halo nona Keila, maaf mengganggu,,, nona tau gak tuan Kenan nonton konser apa dan di mana...??" tanya Irena tergesa gesa,
"apa, konser? (kaget) saya tau, tapi Kakak jangan beri tahu Papah soal ini, karena papah pasti marah, dia gak suka kak Kenan nonton konser rock, kaka bujuk saja dulu, nanti Keila kirim lokasinya"
"Baik non, terimakasih" mematikan teleponnya "ting" pesan masuk dari non Keila mengirim alamat dan dengan segera mereka pergi ke tempat itu dengan cepat.
Mereka pun sampai di tempat yang di tuju, ketika mereka hendak masuk penjaga menahan mereka,
"maaf kalian harus menunjukkan tiketnya terlebih dahulu,," seraya menjulurkan tangan,
Irena pun menunjukan card identitas kerjanya.
"tolong, kami cuman minta waktu 5 menit saja" pinta Irena,
"baiklah nona,," penjaga itu mengijinkan karena mereka bodyguard.
"Ya ampun, bising sekali, cepat cari dia" teriak Irena sembari menutup kedua telinganya, mereka berpencar mencari,
Irena pun melihat laki - laki yang ia cari sedang melompat-lompat sambil mengikuti nyanyian rock itu,
dengan segera Irena menghampirinya
"Pulang, atauuuuu,,," teriak irena mengancam menunjukkan layar hpnya yang memperlihatkan kontak (bos Pernando)
Kenan pun terkejut karena Irena bisa mengetahui keberadaannya
"its, tunggulah sebentar saja, kita nikmatin ini dulu,," pinta kenan
"pulang atau,,," tetap pada pilihannya
__ADS_1
"ah baiklah, apa ini cukup" sambil mengeluarkan sejumlah uang (menyogok)
"hah, pulang atau," merasa di remehkan dan tetap pada pendiriannya,
"ayolahh,,," gerutu kenan,
Irena hanya menatapnya dengan sangat sinis dan perlahan ibu jarinya mendekati tombol hijau membuat Kenan mengalah dan pasrah,
"heh menjengkelkan" kata kenan kesal sembari pergi tanpa pamitan kepada teman-temannya, Irena pun tersenyum penuh kemenangan.
"Dari mana kalian tahu aku ada di sana,,?" tanya Kenan serius,
"itu gak penting,," jawab Irena membuat kena makin kesal "menjengkelkan,,"
Trt, trt, trt
dering telepon Kenan (Rendi) ia menjawab dengan malas "mmm,,,"
" lho kemana shob? kok ngedadak ngilang gitu aja," Tanya Rendi berteriak karena musik keras,
"gue sakit kepala,,," ketus Kenan dan langsung mematikan panggilannya,
Irena hanya tersenyum puas.
*****
Keesokan harinya, setelah para bodyguard mengantarkan tuan Kenan ke kampus, Irena meminta untuk mengantarkannya pulang ke rumah dulu.
"huh, udaranya sangat segar, ku pikir sangat tenang d iatas sana!" Pikir Irena sambil melihat ke arah rooftop apartemennya, ia pun segera naik untuk menenangkan diri,
Irena seperti banyak memikirkan sesuatu, karena dia hanya terdiam melamun dan merasa lelah, sampai tak sadar dia pun tertidur di sana.
"Aku benci semua ini. ,,hiks, hiks,hiks, aku benciiii,," Teriak seorang gadis membuat Irena bangun dari tidurnya.
"Aku gak bergunaaaa,, untuk apa aku hidup,,," gadis itu terus berteriak membuat Irena kesal
"Aisss, heyyyy, kenapa kau berisik sekali,," Teriak Irena merasa terganggu, membuat gadis itu diam karena terkejut
Irena pun berdiri dan berjalan menghampiri Gadis yang berdiri di atas tembok pembatas rooftop yang membangunkannya itu.
"Heh, Jangan mendekat," pinta gadis itu berteriak
"Hey, memangnya kau siapa,," terus berjalan tak menghiraukannya
"Ku bilang jangan mendekattt, atau aku lompat,," mengancam
Irena hanya menatapnya tajam tanpa menghiaraukannya
Irena berhenti di sebelah kiri gadis itu dan melihat kebawah, "wahhh,,," Irena terkejut karena banyak orang di bawah, ada yang berteriak
"jangan, jangan lompat,,"
__ADS_1
"kita menyayangimu"
Ada yang sampai histeris dan ada juga yang hanya menonton,
Bahkàn polisi dan tim penyelamat pun ada,,
Irena dan gadis itu pun saling menatap
"Brak,,brak,,,brak,," suara pintu masuk ke rooftop yang ingin di dobrak, mereka berdua pun langsung melihat kebelakang arah pintu.
"Ahhhh,, jadi kau mau bunuh diri,,,"
"Yaa,,,,jangan mendekekat, jangan coba menghentikanku,,"
Baru saja selangkah irena berjalan
"Heh siapa juga yang mau menghentikanmu,,! tapiiii, apa kau yakin akan mengakhiri hidupmu di sini?"
Gadis itu tak menghiraukannya dan siap-siap melentangkan tangan mau melompat.
"Huhhh,,(menghela napas) hahahaha"
Irena mendadak tertawa membuat gadis itu heran
"Kau benar-benar yakin, hahaha, ,yang benar saja,,melompat dari sini, apa kamu yakin langsung mati, lihatlah hanya tiga lantai," (bangunan apartemen itu hanya tiga lantai)
"Lihatlah di sana,,(menunjuk ke arah gedung tinggi) di sana baru cocok untuk bunuh diri, atau gak di seberang sana ada jurang yang tinggi,, yaaa kalau di siniii,, mending kalau langsung mati,, bagaimana kalau cuman patah tulang, geugeur otak,tulang remuk,, ya ampunnnn, (memejamkan mata dan menggeleng geleng) aku gak bisa ngebayangin deh kalau kamu malah jadi cacat,, pasti itu rasanya sakit,,"
Gadis itu pun terdiam merasa takut mendengar semua itu
"Tapiiii, akuuuu,," kata gadis itu terbata-bata sembari melihat ke bawah dengan murung
Irena mengerti apa maksudnya, dengan segera ia menarik gadis itu dan mereka pun terjatuh "brak,,"
"Bodohhh,, ,kenapa kau mau menyia-nyiakan hidupmu, kau pikir dengan begitu semua akan berakhir," bentak Irena kesal
"Kalian gak ngertiiii, gak merasakan,,"
"Heh,, perjalananmu masih panjang,, apa kau pikir kau saja yang menderita, ini belum seberapa, jangan sia-siakan hidupmu, hadapilah dunia ini sampai berakhir dengan sendirinya, hiduplah dengan tersenyum,," Kata Irena berusaha menyemangati gadis itu, namun gadis itu masih syok dan hanya diam mematung,,
"Brak,," pintu pun berhasil terbuka,
Sementara itu tim penyelamat segera menghampiri mereka, tapi ternyata ada wartawan di sana
Dengan segera para reporter pun mewawancarai Irena,,
"hi mbak bagaimana anda menyelamatkannya,,?"
Bla,bla,,bla, pertanyaan-pertanyaan itu membuat Irena risih,,,
"maaf, saya gk bisa memberi penjelasan apa-apa," kata irena sembari menutup camera mereka dengan tangan dan berusaha menghindar,,
__ADS_1
"Memangnya dia seleb apa,, mau bunuhdiri pun ada reporter segala,,"
Gerutu Irena sembari menepuk - nepuk debu di bajunya.