Perempuan Tangguh

Perempuan Tangguh
BAB 18


__ADS_3

"ah ervan, ya dia membayar semua orderan teman - temanku atas nama diriku, kau tahu ekspresi teman - temanku seolah tak percaya,," ujar irena tertawa kecil


"Okhh ya sampaikan terimakasihku sama ervan,," sambung irena


"Wahh, sudah tertawa saja, baru saja tadi mengeluarkan air mata begitu banyaknya,,!" Ledek kenan, seakan heran dengan perubahan suasana hati irena begitu cepat


"Mmm aku gak mau terlalu berlarut - larut dalam kesedihan, kau tahu, menangis itu adalah kekuatan perempuan, tapi laki - laki berpikir itu lemah, setelah kita menangis, rasanya semua beban menghilang dengan air mata yang mengalir" kata irena melebarkan senyumannya.


"Wahhh kau memang PEREMPUAN TANGGUH ya, Bisa Beladiri, Sudah Mandiri, Cepat Bangkit Dalam Kesedihan pula." Puji kenan merasa kagum


"Iss berlebihan,," ketus irena


" Okhh ya, Tadi kau bilang tak percaya cinta,?"


"Yaaa, semenjak ******** itu meninggalkanku saat aku sangat membutuhkannya, sampai sekarang aku gak pernah ada hubungan dengan siapapun, Padahal banyak orang yang mendekatiku, aku sama sekali tak sedikit pun memberi hati untuk mereka,," kata irena


"Mmm, kau tak percaya cinta, justru aku sangat mempercayai cinta, Sampai saat ini aku masih menunggu cinta yang tak pasti, semua temanku bilang, aku sangat bodoh, tidak membuka hati untuk yang pasti, karena aku sangat percaya cintaku itu pasti kembali, meskipun sampai saat ini ia tak memberi kabar,," ujar kenan dengan mata mulai berlinang.


"Hah bukannya perempuan itu,,?"


"Maksudmu alexa, ahh dia perempuan yang memang mencintaiku, dan masih saja berharap aku membukakan hati untuknya, Dia selalu ada untukku, heh tapi entah kenapa sedikit pun aku tidak ada hati untuknya, dia pun tahu, tapi masih saja begitu." Potong kenan yang sudah pasti irena pikir alexa adalah pacarnya.


"Ahh jadi dia bukan pacarmu,, okhh ya, sudah malam kita pulang yuk,," kata irena melihat jam sudah menunjukan pukul 22:25, lalu ia berdiri, namun tiba - tiba kenan memegang tangannya "irena," sembari menarik tangannya untuk duduk kembali,


"Mmm sebenarnya aku,,," entah apa yang mau kenan katakan, ia sendiri pun bingung mau bicara apa, lalu kenan pun melepaskan genggamannya untuk membuyarkan kecanggungannya itu, irena yang tampak bingung hanya diam dan memperhatikan tuannya itu.


"Huh,,(memberanikan diri) jujur sebenarnya, entah kenapa,? Saat aku mengenalmu, aku rasa semakin hari ada yang berbeda, aku merasa nyaman, tenang ketika bersamamu, kadang aku mulai berpikir kalau memang aku bodoh, karena menunggu cinta yang tak pasti, aku juga mulai tak memikirkan dan tak berharap lagi dengan cinta itu, Semua terjadi, setelah aku mengenalmu." Kata kenan kembali menggenggam tangan irena,


Sementara irena hanya diam karena tak percaya atas apa yang tuannya katakan, ia tak tahu harus mengatakan apa, dan mulai salah tingkah..


"A,,A,, Ahh lebih baik kita segera pulang, ini sudah malam,,!" Kata irena salah tingkah lalu berdiri dan bergegas pergi, kenanpun tersenyum melihat tingkah irena yang terlihat jelas gerogi,


Kenan pun berdiri dan menyusul irena,, saat irena hendak masuk mobil yang di bawa rama dan tegar, "irena, masuk kedalam mobilku,," teriak kenan, "ini perintah tuanmu," sambung kenan karena irena nampak tak menggubrisnya,


Irenapun pasrah karena tidak ada pilihan, dan berputar balik ke arah mobil ferrari kenan, kenan membuka kunci mobilnya, dengan segera irena membuka pintunya dan masuk tanpa menunggu tuannya dulu,


Kenan hanya tersenyum puas dan masuk mobil lalu menghidupkan mesinnya, kenan pun memperhatikan irena yang hanya menatap ke arah luar, kenan tersenyum lalu menancapkan gasnya, kemudian mempercepat laju mobilnya yang membuat irena syok


"Kenan,," teriak irena keceplosan dan menatap ke arah kenan,,


"Ahh sudah lama kau tak mengomeliku,," ujar kenan tertawa kecil dan mengurangi laju mobilnya.


"Isstt kau ingin aku mengomelimu ya,,?" Kata irena sedikit kesal


"Yaaa, daripada kau mengacuhkanku," ketus kenan

__ADS_1


"Ahhh bukannya begitu,,"


"Terusss gimana,,?" Goda kenan


"Ahh kau ini,, menyetirlah dengan baik gak usah banyak bicara,,!" Kata irena memukul kecil lengan kenan, kenan pun hanya tersenyum melihat tingkah perempuan di sebelahnya itu.


****


Sesampainya di depan apartemen, irena membuka sabuk pengamannya,


"Mmm makasih ya, untuk semuanya," ucap irena begitu tulus,


"Heh, makasih saja tidak cukup," goda kenan lagi sembari menaikan alisnya dan tersenyum genit,


Irena pun menjitak kening tuannya itu lalu segera keluar "aww," kenan mengelus - elus keningnya dan tersenyum.


Entah kenapa irena tak bisa menahan senyumannya itu, sepanjang menaiki tangga, irena nampak senyum - senyum, mengingat semua yang di katakan kenan,


Deg deg deg jantungnyapun berdetak tak karuan, irena memegang dadanya dan berkata,


"Kenapa ini,, ahhh apa aku juga merasakan hal yang sama dengan kenan, apa aku mulai merasakan cinta lagi,,ahhh tidak,tidak," gumamnya dalam hati.


setelah masuk apartemennya, irena pun mandi dan Lekas berbaring di ranjang, namun entah kenapa irena tidak bisa tidur, meski sudah mencoba memejamkan matanya,,


"Apa kau sudah tidur,,?" Tanya kenan membuat irena tersenyum,


"Heh knp cman di R 😠"


" Yaa, sudah,," balas irena


" Ahh apa kau mmblsnya dalam mimpi,,?" Tanya kenan lagi, belum sempat irena membalas, ada pangilan Vidio call masuk,


"Ahhh kenapa dia VC sih ,," gumam irena lalu mengangkatnya.


"Mana muka jelekmu itu,?" Tanya kenan kesal, karena irena memang sengaja tidak menyoroti mukanya sendiri


"Ini,, ada apa tuan kenan pernando,?" Ujar irena dengan nada menggemaskan seraya menyoroti boneka owl kesayangannya, sambil menggerakan bonekanya, seakan bonekanyalah yang berbicara


Kenan pun tersenyum lebar dengan tingkah irena, sementara irena puas dan leluasa memandangi wajah tampan majikannya yang tersenyum itu, karena irena menggunakan camera belakang.


"Hi kau siapa, imut sekali, mana nona jelek itu,,?" Ujar kenan mengejek,


"Kalau jelek gak usah di lihat,!"


Ucapnya sedikit kesal

__ADS_1


"Tapi aku suka,, Ahhh aku tak akan menutup telpon, sebelum melihat wajahnya yang jelek itu," Kata kenan dengan nada kesal


Irena pun terpaksa menekan agar cameranya menjadi arah depan dan memperlihatkan wajah datarnya,


"Ada apa,,?" Tanya irena menatap tajam,


"Apa kau juga tidak bisa tidur,,?" Tanya kenan


"Ahhh ini aku baru mau tidur,," jawab irena berbohong, karena memang ia tidak bisa tidur


"Ahhh jangan tutup dulu sebelum aku tidur," ujar kenan lalu menyimpan hpnya di tepi di senderkan di bantal dan ia pun berbaring saling bertatapan dengan irena, tak lama kenan pun tertidur,


"Ahh dia sudah tidur,," gumam irena tersenyum seraya berbaring, dan menatap kenan cukup lama, sampai ia merasa mengantuk, lalu mematikannya,


akhirnya Mereka tidur dengan pulas.


Kring,kring


Suara dering telepon membangunkan irena, irena mengangkat teleponnya masih dalam ke adaan linglung,


"Yaaaa,," jawabnya dengan mata tertutup dan masih dalam ke adaan berbaring, kenan yang masih berbaring juga, tersenyum menatap irena yang memang sangat jelas camera memperlihatkannya,


"Ahhh kau juga baru bangun ya,, ahh kau makin jelek saja, apa kau masih mengantuk,,!" Tanya kenan seraya beranjak bangun dan dukuk di ranjangnya,


Mendengar itu irena langsung tersadar dan membuka matanya lebar, irena sungguh terkejut, ketika melihat wajah tuannya di layar hp.


"Ahhh tuan,," Sontak melepaskan hpnya, lalu segera bangun dan duduk, memegang kedua pipinya,


"Ya ampun,, dia melihatku baru bangun tidur,"


"Heyy dimana kamu, apa kau tidur lagi, cepatlah mandiii aku mau kesuatu tempat,," teriak kenan karena tiba - tiba irena menghilang dari pandangannya, irena hanya melihat ke arah hpnya tanpa menjawab, dan melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 8,


"Hey, apa kau mendengarkanku,?" Teriak kenan lagi, karena tidak ada jawaban


"Yaaa, aku mandi sekarang,," jawab irena tampa memperlihatkan wajahnya,


"Hey mana wajahmu,,?


"Aitss apa kau juga mau melihatku mandi,,?" Ujar irena kesal


"Mmm boleh juga,," jawab kenan tersenyum nakal,


"Ahhh dasar otak mesum,, bye," kata irena lalu mematikan telponnya,


"Aihhh berani - beraninya dia mematikan telponnya," gerutunya kesal, namun seketika tersenyum mengingat perkataan irena yang mengatakannya otak mesum.

__ADS_1


__ADS_2