Perempuan Tangguh

Perempuan Tangguh
kemarahan Ayah Lusiana


__ADS_3

Ayah Lusiana berteriak keras, hingga sampai di kantor Tuan Andreas sang menantu.


Mereka sangat marah saat ini. Hingga membuat keributan di kantor sang menantu.


Ia tampa permisi, menyelonong keruangan Andreas sambil berteriak.


Andreas.... Dimana putri ku saat ini...?


Andreas yang terkejut langsung mendingan dan segerah berdiri.


Mencoba menghampiri, hendak memberi penjelasan hingga saat ini, kedua orang tua Lusiana menolak didekatinya.


Mereka hanya butuh penjelasan saat ini. Tidak ..stop sampai disitu.


Tapi Ayah....!


Siapa Ayah mu ?


Aku bukan Ayah mu dan cepat katakan dimana putri ku saat ini.


Tapi kau tetap Ayah dari istri ku, dan berarti kau juga Ayah ku. Dan dial istri ku.


Saat ini Aku juga sedang pusing mencarinya Ayah.


Kau baj***an ! Sudah ku katakan untuk menjaga putri ku dengan baik.


Bila tidak, konsekuensinya. Kau tidak akan bisa bertemu dengannya lagi.


Jangan begitu Ayah. Aku sangat menyukai putrimu. Tapi soal kemarin memang kecerobohan ku, hingga terjadi hal seperti ini Ayah.


Aku mohon dan Aku juga sudah memerintah kan semua anak buah ku, untuk menemukan istriku secepatnya dan memberi pelajaran ke pada si penjahat itu.


Tidak bisa ! Bila Aku yang terlebih dahulu menemukan putri ku, maka jangan harap kembali kau bisa bertemu selama nya dengan putri ku itu.


Aku mohon Ayah...! Jangan seperti itu. Dan beri aku kesempatan sekali lagi.


Aku berjanji tidak akan terjadi hal yang seperti ini lagi. Dan masalah kemarin, itu memang kecerobohan ku Ayah.


Aku mohon. Sambil merendahkan dirinya, mencoba berlutut di hadapan kedua mertuanya ini.


Tuan Geoff mulai luluh dan di tambah sang istri istri yang berbisik, untuk membiarkannya, serta memberikan kesempatan sekali lagi.


Laku Tuan Geoff dengan gaya angkuh nya berkata, "Baiklah....kali ini ju berikan kau kesempatan, tapi lain kali tidak lagi dan secepatnya kau temukan istri mu itu.


Atau bila sampai terdengar di telingaku, sampai terjadi apa-apa terhadap putri ku itu.


Maka kau harus menerima konsekuensinya dari ku kembali.


Baiklah Ayah, terimakasih. Dan kini Tuan Geoff beserta sang istri telah pergi meninggal kan kantor Andreas.


Dan Andreas pun mulai berdiri, sambil memanggil sang asisten, untuk menanyakan tentang perkembangan pencarian mereka saat ini.


Tapi dengan tertunduk pula, sang asisten mengatakan, belum mendapat jejak hingga kini.

__ADS_1


Andreas sangat kesal hingga menggebrak meja, dan berkata, "cepat ...cari dengan benar dan secepatnya aku mau dengar ada sedikit cela di mana istri ku itu berada, mengerti.


Mengerti Tuan ! Lalu Andreas dengan segerah mengusir sang asisten, dan lanjut menatap poto sang istri yang berada di dalam ponselnya.


Ia mulai mabuk serta terus bergumam, menyesal kenapa saat itu ia tidak bisa menyelamatkan serta menjaga istrinya dengan benar.


Ia terus menyalah kan dirinya sendiri. Hingga ia mabuk berat dan kini tertidur dikantornya.


Dan saat sang asisten melapor, melihat keadaan ini. Ia hanya bisa mengambil napas berat dan segerah memindahkannya, ketempat peristirahatan di kamar khusus sebelah ruang kerjanya.


Disisi lain, Nona Laura kini mulai luluh dengan segala perlakuan dari Roy kepada dirinya.


Hingga ia mulai memutuskan, untuk segerah menerima lamaran dari pria yang menyelamatkannya ini.


Sampai saat ini. Saat mereka sedang menyantap sarapan malamnya. Dengan gugup dan mereka telah menghabiskan sarapannya.


Nona Laura bingung harus memulai dari mana, hingga ia berdehem, untuk menghilangkan kecanggungan ini.


Yang menyebabkan Roy langsung menoleh serta ingin tau dan menunggu serta kini menatapnya dengan lembut.


Nona Laura gugup ditatap seperti itu, dan kini ia mulai menundukkan wajahnya, sambil berkata, "Aku telah memutuskan untuk menerima lamaran mu saat ini.


Dengan senang pula, Roy yang mendengarnya sampai ia terkaget dan mulai berdiri, lalu menarik tubuh Nona Laura hingga memeluknya erat.


Mereka tampak canggung, tapi terlihat bahagia. Sampai Roy mulai mencium lembut kening Nona Laura.


Mereka masih terlihat canggung. Sampai Nona Laura berucap, "Ah...Ayi kita bereskan dahulu susa sarapan kita yang berantakan ini.


Kalau biarkan ia saja yang membereskan ini semua. Tapi Nona Laura menolak, hingga mereka memutuskan untuk membereskan bersama-sama.


Setelahnya kini mereka mulai memasuki kamar tidur mereka yang memang cuma ada satu ditempat itu.


Tapi mereka tidak pernah tidur dengan satu tempat. Karena hingga saat ini.


Mereka masih saking menghormati dengan tidur terpisah, dan dengan cara.


Roy yang mengalah tidur di lantai, serta Nona Laura yang berada di atas tempat tidur.


Sampai kini, mereka yang sudah berbaring dan mulai mengibrol sebelum mereka tertidur.


Mereka mulai membahas tentang hari penentuan pernikahan mereka.


Dan ternyata, itu semua sudah disiapkan oleh Roy semenjak jauh hari.


Dan kini mereka tinggal mendaftarkan pernikahan mereka saja.


Laura sangat terharu, sampai ia meneteskan air matanya.


Sampai kesepakatan, kalau pernikahan mereka, akan segerah diadakan pada minggu depan dengan acara yang sangat sederhana, karna mengingat kondisi mereka saat ini.


*


*

__ADS_1


*


Kini disebuah pulau. Tuan Diego telah kembali, ingin melihat keadaan Nona Diana.


Ia dan istrinya telah puas dengan permainan mereka, dan harus melanjutkan pekerjaan mereka kembali.


Sampai di villa, ia segera mencari keberadaan Nona Diana. Dan berteriak memanggil namanya.


Hingga ia memasuki kamarnya. Ia tidak juga menemukan Nona Diana.


Tuan Diego berkeliling villa, mencari keberadaan Nona Diana hingga menanyakan kepada sang pelayan dan para pengawal yang diperintah menjaganya.


Mereka dengan gugup berkata, kalau mereka sebelum nya telah melapor ke pada sang Tuan saat itu, dan Tujuannya lah juga yang memberikan izin itu.


Serta kini, mereka hanya bisa membiarkan Nona Nya, setiap hari keluar untuk berjalan-jalan keluar dan menghilangkan rasa bosannya itu.


Serta ia juga tidak mau untuk dikawal setiap saat, karena merasa sangat terganggu dalam segala kegiatannya, termasuk dalam hal yang privasi bagi Nona Diana.


Maka dari itu, semua pelayan dan pengawal hanya bisa menunduk, takut akan kemarahan san Tuan saat ini.


Hingga Diego menghembus napas berat, karena memang ia juga yang salah saat itu.


Karena kegiatannya bersama sang istri, hingga ia gegabah dalam memberi keputusan.


Dan kini, ia mulai keluar dari villa, mencoba mencari Nona Diana.


Melihat keadaannya dan ingin kembali mengajaknya bercinta.


Karena, memang sang istri nomor satu dalam permainannya.


Tapi Nona Diana juga, termasuk bisa memuaskan nya, karena telah terpilih dari beberapa wanita.


Hanya dia yang bisa bertahan disisinya hingga kini.


Sampai di pantai. Tuan Diego berteriak dan memanggil nama Nona Diana, berkeliling dan tetap tidak menemukannya.


Hingga Ia terlelah didekat sebuah rumah kecil di belakang villa nya.


Rumah salah satu karyanya ini. Memang tak jauh dari villanya.


Ia mencoba beristirahat hingga duduk disalah satu kursi kecil didepan rumah tersebut.


Dan terdengar samar-samar suara yang mirip dengan Nona Diana.


Serta suara itu terdengar sangat akrab dan intim.


Hingga ia memutuskan untuk segerah masuk untuk memastikan.


Yang kini memang rumah itu tidak terkunci. Karena hanya ditutup rapat saja.


Tuan Diego menerobos masuk, serta betapa terkejutnya Tuan Diego. Ia melihat dan berteriak Dianaaaa.....


Nona Diana dan Daniel oun terkejut hingga menjatuhkan gelas yang sedang mereka pegang saat ini.

__ADS_1


__ADS_2