Perempuan Tangguh

Perempuan Tangguh
Menahan Lusiana


__ADS_3

Bagaimana Lusiana tidak percaya. Kini ia berada ditempat yang sangat tidak asing baginya.


Yah ...ini benar didalam kamar Tuan Andreas. Bagaimana mungkin. Dan mungkinkah itu semua drama dari Tuan Andreas.


Tapi tidak mungkin Dokter Felix berkhianat kepada ku. Dengan terus menatap sekeliling.


Lusiana terus mencari kebenaran, dan bagaimana ia bisa berasa disini, serta apakah ini mimpi ataukah ini benar nyata.


Lusiana mencoba mencubit lengannya sendiri. Dan itu ternyata sakit sekali. Yang menandakan, benar ini nyata.


Tapi tak lama, datanglah Tuan Andreas dengan membawakan nya sarapan untuk ibu hamil, beserta lengkap dengan minuman nya dan makanan penutup.


Lusiana menatap tajam, ingin marah. Tapi saat ini. Tuan Andreas tetap bersikap tenang dan mulai mendekatinya, dengan trus mendorong meja troli yang membawa semua sarapan tadi.


Hingga kini, mereka sudah saling dekat dan saling tatap.


Dan dengan santai pula. Tuan Andreas kini duduk disamping berbaringnya sang istri, hingga membelai perut sang istri, dan lanjut memeluk sambil mendekatkan telinga, diperutnya sang istri.


Ia sangat senang, saat ini ia bisa merasakan pergerakan bayi yang berada didalam perut sang istri.


Hingga tampa terasa ia tertawa sambil meneteskan air matanya.


Yang berbeda dengan Lusiana. Walau ini bertentangan dengan perasaannya saat ini. Tapi ia tetap masih merasa sakit hati dan tak mau terus sakit hati, hingga ia mencoba menutup hatinya saat ini.


Lusiana masih belum bisa menerima kembali sang suami dan kembali percaya kepadanya.


Ia yang terlalu takut akan kecewa lagi. Terus melawan perasaannya kini. Hingga ia berkata.


Untuk apa lagi Tuan membawa ku kemari. Dan yang ku tau Tuan hanya menjadikan ku mainan saja selama ini.


Yang mana Tuan sendiri sudah tau, kalau aku sendiri tidak ada hubungan darah dari pembunuh Keluarga mu itu. Dan Aku sudah banyak mengalah dengan berdiam diri selama ini, serta sebagai balas budi dari orang tua angkat ku itu. Dan juga sebagai balasan, selama ini mereka telah membesarkan ku Tuan.


Jadi...Tolang lepaskan lah diri ku Tuan ! Dengan memelas, merendahkan dirinya yang tak berharga ini.


Agar tidak lagi mendapat harapan palsu dari sang Tuan Andreas, dan membuatnya semakin sakit hati saja.


Dan di jawab oleh Tuan Andreas dengan tegas. Aku tidak akan melepaskan mu kembali, dan terlebih saat ini kita masih berstatus suami istri, serta terlebih kau saat ini sedang mengandung anak ku.


Jadi kenapa aku harus melepaskan mu. Dan soal Nona Laura. Apakah kau tidak melihat berita saat bersamaan kau menghilang.


Aku yang saat itu, ingin menjebaknya, dan sengaja tidak memberitahumu.


Tapi saat ku ingin berkata jujur, kau malah sudah menghilang.


Maka dari itu. Untuk saat ini dan seterusnya, Aku tidak akan melepaskan mu kembali.

__ADS_1


Tapi Aku masih belum bisa percaya kepada mu Tuan !


Yah....tidak apa-apa. Dan asal kau tetap saat ini terus bersama ku. Maka aku akan terus berusaha membuatmu percaya suatu saat nanti.


Asal jangan kau pergi lagi dan membuatku semakin gila, bila kau kembali menghilang dan jauh dari ku.


Hah...! Lusiana mengambil napas panjangnya. Masih terus berpikir.


Mungkin kah ia akan memberikan kesempatan dan terjebak kembali didalam Tuan Andreas ini. Dan Lusiana pun bertanya kembali. Bagaimana keadaan Dokter Felix saat ini.


Serta di jawab dengan kesal oleh Andreas. Akankah cuma dia yang kau pikirkan.


Tapi baiklah. Keadaannya saat ini sangat baik. Dan Aku teman sepertumbuhannya.


Maka Aku tidak akan mungkin mencelakainya. Terlebih Ayah nya, sangat berjasa bagi ku dan keluargaku.


Tapi kini, sudahlah. Tidak usah lagi kau bicarakan dia. Dan ini makan lah sarapan mu terlebih dahulu sebelum dingin.


Agar bayi ku. Tidak kelaparan didalam perutmu itu. Dan nanti dikatakan pula Aku Ayah yang jahat, karena membuat ibu dan anaknya ini menjadi kelaparan.


Tapi Lusiana menggeleng sambil berkata tidak napsu.


Dan selanjutnya, Tuan Andreas menyuapi dirinya sendiri, lalu menciumnya.


Lusiana terkaget hingga melototkan matanya. Dan mencoba mendorong. Melepaskan dari ciuman itu.


Hingga ia marah dan terus memaki Tuan Andreas.


Andreas dengan santai menghadapinya, sambil tersenyum kecil dan berkata, "kau masih mau kusuapi lagi seperti itu, atau mau makan sendiri.


Maka dengan kesal pula, ia mulai mengambil sendoknya dan mulai makan dengan muka cemberut dan keterpaksaan hingga semua habis tampa tersisa.


Andreas yang melihat ini, mulai menggoda dengan berkata, "Tadi tidak selera, tapi kini sepertinya tiada sisa, sambi terus cekikikan, menertawakan tingkah istrinya itu.


Yang membuat Lusiana malu, hingga ia berbaring sambil menutup seluruh wajahnya.


Andreas yang merasa gemas dengan tingkah istrinya ini.


Ia mulai melepas rindunya dengan ikut berbaring, serta memeluknya dari belakang dengan erat.


*


*


*

__ADS_1


Tiba saat telah menjelang malam. Sesuai kesepakatan, Nona Diana kini bersiap dengan cantik. Untuk segerah pergi ke pesta. Menemani Tuan Ryco.


Hingga terdengar suara mobil jemputan datang. Nona Diana kini mulai keluar serta segerah menghampiri Tuan Ryco.


Tuan Ryco tersenyum melihat Nona Diana yang sudah, kini duduk di sampingnya.


Dengan mesum ia tampa kata langsung saja mencium ganas bibir Nona Diana.


Nona Diana mencoba menahan. Tapi sepertinya, Tuan Ryco sudah sangat berhasrat.


Sampai ia merasa puas, barulah ia melepaskan ciuman itu dari Nona Diana.


Nona Diana manyun, berdalih saat ini ia sedang merajuk, karena makeup nya telah rusak gegara Tuan Ryco.


Tuan Ryco terkekeh, dan berkata, "kau tidak perlu cantik dihadapan orang, karena kau sudah terlihat cantik bagiku.


Dan kini mereka telah sampai di sebuah pesta besar tersebut.


Tuan Ryco dengan bangga menggandeng Nona Diana.


Tapi kini, Nona Diana yang nampak pucat. Karena telah bertemu dengan Tuan Diego di pesta ini.


Walau saat ini, Tuan Diego bersama dengan istrinya.


Tapi tatapan itu, seakan membunuhnya saat ini. Tuan Diego terlihat tidak senang saat ini.


Dengan melihat simpanannya bersama pria lain. Membuat darah Tuan Diego mendidih.


Ditambah Tuan Ryco yang dengan bangganya memperkenal kan Nona Diana ke pada semua rekan nya.


Hingga membuat Tuan Diego selalu mengawasinya.


Sampai ia melihat, Tuan Ryco memerintah sang pelayan untuk mencampur minuman, yang akan diberikan kepada Nona Diana.


Tuan Diego semakin berang serta membuat siasat. Setelah sampai didepan Nina Diana. Tuan Diego menyambar minuman yang tampa obat tersebut, untuk diberikan kepada Nina Diana, dan yang berisi obat ia berikan ke pada Tuan Ryco.


Setelahnya ia minum dengan canggung.


Mereka berbincang, layaknya rekan kerja. Tiba sampai kepala Tuan Ryco terasa pusing.


Dengan segerah Tuan Diego memerintahkan pelayan. Untuk segerah membawanya ke kamar yang telah dipesan nya.


Serta kini, ia mulai menarik Nona Diana, untuk segerah mengikutinya. Menuju kekamar yang ia pesan pula.


Maka dengan cemas, Nona Diana kini berpikir. Apa yang akan dilakukan Tuan Diego kepada dirinya kini.

__ADS_1


__ADS_2