Perempuan Tangguh

Perempuan Tangguh
Kemarahan sang Ayah


__ADS_3

Nona Diana dengan cemas, kini ia pasrah mengikuti Tuan Diego.


Hingga sampai dikamar yang dipesan mereka. Dengan cepat pula Tuan Diego kini menghempas tubuh Nona Diana di atas tempat tidurnya.


Dan tak lupa pula ia mengunci pintu kamar mereka serta langsung mengambil cambuk yang telah disediakannya serta, mencambuknya dengan tampa menghiraukan rasa sakit yang dirasa oleh Nona Diana saat ini.


Nona Diana menjerit dengan kuat, karena kali ini Tuan Diego mencambuknya, dengan teramat perih.


Sehingga sampai kulit Nona Diana kini terkelupas dan mengeluarkan darah. Sambil terus berucap, "Ampun Tuan Diego.


Kau berani melayani pria lain dan sampai menunjukkan nya kepada ku. Maka inilah konsekuensinya.


Tidak Tuan ! Ampun, Aku sungguh hanya menemaninya untuk ke pesta ini dan tidak ada niat untuk melayaninya Tuan.


Tapi kulihat tadi, ia mencampuri obat kedalam minuman mu itu.


Aku sungguh tidak tau Tuan. Sekali lagi ampun Tuan, dan biarkan saat ini aku melayani mu lagi sampai puas.


Benarkah ! Kalau begitu, cepat kau layani aku saat ini.


Baik Tuan ! "Dan Nona Diana mulai mendekat serta membuka pakaian Tuan Diego serta dirinya sendiri.


Masih dengan terus menahan perih sehabis dicambuk tadi.


Kini Nona Diana mulai menunduk dan memainkan senjatanya, hingga membuat Tuan Diego mengerang nikmat serta, mendorongnya ketempat tidur. Lalu mereka mulai melanjutkan dengan berbagai gaya.


Tuan Diego mulai menikmati pelayanan Nona Diana.


Dan disisi lain, Tuan Ryco terbangun dengan ditemani sang istri, yang entah kapan, ia sudah berada disampingnya.


Hingga sang istri, yang diberi kabar, kalau sang suami sedang di beri obat oleh seseorang.


Ia dengan bergegas datang ke hotel tersebut, hingga melayani sang suami, yang menganggap itu adalah Nona Diana.


Serta tampa sadar, ia pun beberapa kali menyebut nama Nona Diana, yang membuat Amarah serta rasa penasaran pada istri Tuan Ryco ini.


Tapi, biar bagaimana pun ia sedang kesal. Sang istri dengan setia melayaninya hingga pagi menjelang.


*


*


*


Saat ini, Di gubuk sederhana, biasa tempat tinggal Lusiana.

__ADS_1


Sang Ayah dengan gelisah, menunggu kepulangan sang putri, yang hingga pagi belum juga mendapat kabar darinya.


Hingga sang Dokter Felix, yang baru dibebaskan. Serta langsung menelpon kedua orang tua Lusiana. Karena tau. Pasti mereka sangat khawatir saat ini.


Sampai mendapat telpon ini pun, mereka menyangka itu telpon dari sang putri mereka.


Dokter Felix pun menjelaskan. Dan membuat marah kedua orang Tuanya.


Hingga, kedua orang tua Lusiana memutuskan, untuk segera menyusul ke Mansion Tuan Andreas dan segerah menjemput, putri mereka kembali.


Dan sesampainya disana. Tuan Andreas sudah menyiapkan mentalnya.


Saat mendengar kedatangan orang Tua Lusiana. Mereka masuk dengan berbagai pelayanan.


Walau dari awal, hingga saat ini. Mereka masuk dengan membawa keributan.


Karena masih marah atas kebohongan yang dilakukan oleh suami putrinya ini.


Dan saat sampai di ruang tamu. Mereka masih dijamu dengan baik. Dan mempersilahkan mereka, untuk segerah menunggu dan dengan berbagai macam sajian.


Tuan Andreas kini, turun hendak menemui sang mertua.


Saat melihat Andreas. Tuan Geoff selaku Ayah Lusiana langsung mendekat dan menghajar Andreas, dengan memberi bogem mentah di pipinya. Yang mengakibatkan, keluar darah dari sudut bibirnya.


Andreas diam dan tidak membalas, sambil mengelap darah itu dengan ibu jarinya.


Andreas masih diam dan tidak membalas. Membiarkan sang mertua puas dengan segala cacian untuk dirinya.


Hingga Tuan Geoff merasa ia seperti dipermainkan. Karena sedari tadi, ia tidak merespon sedikitpun, cercaan darinya.


Tuan Geoff pun kini menghempaskan tubuh menantunya ini, dan kembali berucap, "Di mana putri ku kau sembunyikan ?


Dengan geram, ia berkata, dan berharap putri nya, akan segerah dikembalikan.


Tapi dengan tenang, Andreas kini merapikan kemejanya, serta mempersilahkan kedua mertuanya itu, untuk segerah duduk.


Lalu ia pun ikut segerah duduk dengan gaya yang formal, serta mulai berbicara.


Maaf Ayah mertua dan Ibu mertua !


Apakah layanan ku kini kurang memuaskan, dan kalau memang belum memuaskan. Maka katakan saja dimana bagian yang tidak memuaskan itu.


Lalu aku akan dengan segerah memperbaikinya. Masih dengan gaya dingin dan cuek. Tuan Andreas kini berkata didepan sang mertua dan yang kini membuat mereka melirik sinis dan merasa ini semua hanya trik saja. Dan kini ia mulai berkata.


Heh..."Aku tidak perlu jamuan mu itu. Yang aku perlu kan saat ini adalah, kau kembalikan putri ku itu.

__ADS_1


Maaf Tuan ! Ah....maksud ku, Ayah mertua.


Karena putri mu itu istri ku, maka saat ini, ia sedang beristirahat disini.


Dan saya akan bertanya kembali kepada Ayah. Apakah itu sebuah kesalahan. Bila salah, di mana salahnya.


Dan juga, bila ada hukum yang melarang ia beristirahat di rumah suaminya ini, maka katakanlah, hukum apa itu.


Dan bila Anda hendak melaporkannya. Maka pintu rumahku ini, selalu terbuka lebar. Tapi bila Anda ingin Aku berpisah dengan istri dan calon anak-anak ku itu. Maka jangan harap Aku akan bersikap sopan lagi Ayah.


Kau tau kan, bagaimana Aku bila marah. Dan Aku juga tau sisi lain sari diri mu itu Ayah.


Karena kita berdua mempunyai sisi yang gelap, hingga menyebabkan mu kehilangan sang putri selama bertahun-tahun.


Tapi Aku tidak mau bila aku kehilangan istri dan calon anakku itu.


Maka dari itu. Biarkan istri ku beristirahat, dan bila Anda sudah tenang.


Maka lain kali, Aku akan mempertemukan kalian kembali. Dengan pandangan jauh, tak tergapai. Tuan Geoff sungguh tidak percaya ini.


Bagaimana ia tidak takut, disaat ia tau, identitas aslinya, dan malah ia kini bersikap dengan tenang.


Hem.....kau tidak bisa mengambil putri ku itu, dengan begitu saja. Setelah selama ini, kau telah menyakitinya. Bagaimana Aku bisa yakin kalau, kali ini kau tidak akan menyakitinya.


Percaya tidak percaya, dia tetap istri ku. Anda tidak berhak, walau anda orang tua kandungnya.


Aku sudah bersikap sopan sedari tadi, dan saya harap. Anda dapat menerima ke keputusan ku ini.


Perkataannya mulai formal. Yang berarti, kini Andreas mulai emosi menghadapi mertuanya ini


Lalu sang Ibu mertua pun, ikut berkata, "Nak...sungguh kau tidak akan menyakiti putri ku itu !


Baiklah ! Kami akan segerah pulang. Tapi izinkan kami sebentar, untuk melihat keadaan putri kami itu.


Dia saat ini sedang tertidur. Lain kali, disaat kalian telah tenang, dan istri ku juga, dalam keadaan siap.


Aku akan segerah mempertemukan kalian kembali. Masih dengan gaya dinginnya, ia mulai mengusir secara halus mereka, dengan berdiri tegak dan kedua tangan didalam sakunya.


Menunjukkan dirinya saat ini. Masih sangat mampu melindungi sang istri.


Tapi sang Ayah masih merasa tidak rela, hingga mendekat dan "Bukkkk....!


Kembali ia memukul wajah Andreas dengan kesal dan berkata.


Aku akan kembali lagi, serta mengambil putriku dan akan menyembunyikannya lagi dari mu, agar kau bisa sadar diri.

__ADS_1


Lalu berbalik, pulang dengan kesal dan menahan amarahnya, serta dirangkul sang istri, dengan cara menenangkannya.


__ADS_2