Perempuan Tangguh

Perempuan Tangguh
Kelahiran Putri Tuan Diego dan lamaran kepada nona Diana


__ADS_3

Tuan Ricardo, yang walau saat ini sedang berada di penjara. Yang mana, karena ulahnya sendiri, saat itu. Dan setelah ia mendapat hukuman dari Tuan Andreas.


"Tapi kini, ia juga mulai menyadari kesalahannya. Dengan segerah memerintahkan seseorang. Walau sedang didalam penjara.


Merasa bersalah, dan terus mencari tau kabar tentang wanita itu.


Yah ..."wanita itu. Dialah Nona Laura. Wanita yang pernah ditipunya. Hanya untuk timbal balik kesepakatan dan saling menguntungkan.


Ia wanita pertama, yang masih bersi, dari sekian banyak wanita yang sempat bersamanya.


Maka dari itu. Ia sungguh merasa bersalah, kepada nona Laura.


Dan kini, sang asisten mengunjunginya. Serta memberi informasi. Kalau saat ini, Nona Laura sudah melahirkan dan sudah menikah.


Tuan Ricardo sedikit kecewa. padahal, ia ingin sekali bertanggung jawab, saat setelah ia keluar nanti.


Tapi...takdir berkata lain. Mungkin, ia memang bukan jodohnya.


Lalu ia mengambil napas, dan bertanya lagi. Bagaimana dengan anakku ?


Ia melahirkan seorang putra, dan keadaannya kini mulai sehat. Walau awal ada sedikit masalah Tuan.


Kirimkan tunjangan untuk anak itu. Walau bagaimana pun, dia tetap putra ku.


Dan setelah aku keluar atau bebas. Aku ingin mengambilnya dan membesarkannya nanti.


Dan Karena wanita itu telah menikah, maka akan ada kemungkinan besar, mereka nanti akan memiliki penerus lainnya.


Tapi Tuan ..!


Tidak ada tapi-tapian ! Urus dari sekarang, atau nanti akan sangat sulit.


Karena aku tidak yakin, nanti aku akan ada penerus atau tidak.


Maka dari itu. Aku akan menyiapkan masa depan, mulai dari sekarang.


Buatlah perjanjian kepadanya. Aku akan memikirkan, apa permintaanya nanti.


Dan kini ! urus semua itu ke Pengadilan, atau sudah ku bilang tadi. Bila ini sudah berlarut. Akan sangat susah mengurusnya nanti.


Baik Tuan, segerah saya laksanakan.


Lalu kini, dengan segera Tuan Ricardo kembali kedalam kamar tahanannya.


Memikirkan masa tuanya nanti. Yang mana, Ia sudah harus mempunyai penerus. Dan itu sudah ia dapat dari Nona Laura. Serta ia tak akan lepas tangan begitu saja.


Andai nona Laura belum menikah. Mungkin ia akan menikahinya saat ini. Walau ia saat ini, masih berada, didalam tahanan.


Ia akan tetap bertanggung jawab.

__ADS_1


Disisi lain. Nona Laura kini sudah sampai dirumahnya. Menata tempat dan bercengkrama dengan bahagia.


Sampai beberapa hari, ia mendapat panggilan dari pengadilan tentang hak asuh anak.


Nona Laura sungguh terkejut. Cobaan apa lagi, yang akan dihadapinya kini.


Ia menangis terseduh di pelukan sang suami. Dan kini Roy, mencoba menenangkannya, sambil memeluknya erat.


Sampai sidang di pengadilan pun kini mereka mulai berdebat.


Nona Laura tak ingin melepas sang bayi. Walau diberi kompensasi sebesar apapun.


Ia masih ingin terus bersama sang putra. Merawatnya hingga besar, dan melihat pertumbuhannya.


Tapi perekonomian mereka memang sungguh sulit. Hingga membuat mereka kalah dipersidangan.


Tuan Ricardo, hanya memberinya waktu bersama sang putra. Hingga ia bebas nanti.


Serta kompensasi yang besar, hingga tunjangan untuk sang putra, sudah dipersiapkan semua.


Dan juga ada perjanjian, bila ia bisa berkunjung, serta menemui sang putra, setiap saat diakhir pekan.


Ini juga yang membuat, Nona Laura kalah dipersidangan. karena ia juga belum bisa mencukupi, atas semua keperluan putra nya ini.


Maka....dengan berat hati, nona Laura pun, harus mengalah, dan melepas sang putra tercinta.


"Dan ini, yang terjadi pada Nona Diana. Ia masih dikurung, didalam kamarnya.


Tuan Diego menjaganya dengan sangat ketat. Hingga beberapa bulan telah berlalu kini.


Sang istri dari Tuan Diego, saat ini, telah lama ia cerai.


Setelah masalah yang terjadi saat itu. Tuan Diego sudah memutuskan, untuk segerah berpisah, dan bila sang istri tidak mau.


Ia pun mengancam dengan, akan melaporkan, dan memperpanjang, masalah penembakan saat itu, hingga kekantor polisi.


Maka ! dengan kesal dan berat hati. Sang istri pun, segerah menyetujuinya.


Tuan Diego berniat. Setelah nona Diana melahirkan, dan ia akan segerah menikahinya.


Hingga beberapa bulan berlalu. Dan kini, tiba saat nona Diana merasa kesakitan. Dan tiba waktunya, ia akan melahirkan.


Maka ...! dengan segerah pula. Sang pelayan melapor dan membawanya kerumah sakit dengan menggunakan helikopter, yang memang sudah dipersiapkan, untuk saat seperti ini.


Kini...di rumah sakit. Tuan Diego, dengan cemas menunggu kelahiran anaknya.


Dan tak lama, terdengarlah suara tangisan bayi tersebut.


Tuan Diego sungguh bahagia. Hingga melihat sang perawat keluar, yang sedang mendorong sang princess nya kini.

__ADS_1


Ia pun, tak sabar menghentikannya, untuk segerah melihat wajahnya.


Ini wajah anakku. Aku punya anak. Dengan senang, ia berteriak.


Hingga ia berkata kepada sang asisten. Agar saat ini, akan membagikan makanan terenak, diseluruh rumah sakit ini.


Sebagai tanda syukurnya, atas kelahiran sang putri. Dan tak lama, keluar pula sang dokter, trus sambil berucap:


Selamat Tuan ! Putri anda lahir dengan selamat, dan sang Ibu juga, keadaan nya saat ini, juga baik-baik saja. Serta akan segerah dipindahkan ke ruang perawatan sebentar lagi.


Ah ...! terima kasih dokter. Dengan senang terus tersenyum dan kini menuju ke ruang perawatan dan menunggu nona Diana, yang akan segerah dipindahkan.


Tapi tak lepas pula. Ia dengan segerah juga, memerintahkan sang asisten untuk memberi penjagaan ketat pada sang putri.


Karena, masih takut dengan rencana sang mantan istri.


Dan ia sangat tau watak sang istri, yang tak mau, membuatnya merasa kalah itu.


Serta akan mencari segala cara, agar ia bisa kembali kepadanya.


Sampai benar. Ia mendapat kabar dari sang penjaga, yang ditugaskan nya. Kalau saat ini, ada wanita yang mencurigakan.


Dan saat ini, sedang mendekati sang putri Tuannya.


Serta membuat, Tuan Diego langsung menuju kesana.


Dan benar saja ! Saat ini, sang mantan istri, hendak menyuntikan sesuatu, kepada sang putri tercintanya.


Untung saat itu. Tuan Diego datang tepat waktu, serta menahannya. Dan kali ini, ia tidak akan melepaskannya lagi.


Hingga Tuan Diego segerah memerintahkan sang asisten. Agar menyerahkan nya, dengan segerah kekantor polisi, beserta lengkap dengan barang buktinya itu.


Yang kini, akhirnya membuat sang mantan istri, masuk kedalam sel tahanan.


Tuan Diego kini sedang berada didalam kamar nona Diana.


Ia kini ingin mengungkapkan perasaanya, yang ia pendam selama ini. Serta mulai melamarnya.


Seluruh dokter dan perawat yang ada disana menjadi saksi. Kalau saat ini, ia sedang serius.


Dan kini, ia mulai melamarnya. Serta membuat nona Diana terkejut dan terharu, hingga menangis.


Tuan Diego takut membuatnya tertekan, hingga bertanya dan mematikan, bila ia memang tidak bisa menerimanya. Ia akan segerah melepaskan nya kini. Seperti perjanjian mereka, yang mereka sepakati, beberapa bulan lalu.


Tapi nona Diana mulai berkata dan mengejutkan Tuan Diego, dengan berucap:


Aku menerima mu saat ini !


Seakan dunia berhenti berputar. Tuan Diego ingin melompat saat ini juga. Lalu, langsung mendekat dan memeluknya erat, hingga menciuminya.

__ADS_1


Sampai terdengar tangisan bayi, yang membuat mereka semua menoleh, hingga terkejut. Tapi juga membuat mereka semua tertawa senang.


__ADS_2