
Tuan Carlos berteriak keras, dan menahan kesakitan. Tapi ia tidak marah sama sekali kepada Lusiana.
Malah saat ini, ia mulai menghapus jejak darah tersebut dan mulai berkata, "kau sungguh berani juga sayang.
Tapi ini seperti di gigit semut bagi ku, dan sebaiknya kau segerah beristirahat saja saat ini sayang.
Karena saat ini, sepertinya kau sedang kelelahan, setelah perjalanan tadi. Dan Aku tidak mau terjadi apa-apa terhadap anak kita nantinya.
Apa Anda sudah gila !
Ini bukan anak Anda, jadi tolong lepaskan saya Tuan. Dengan memohon, Lusiana berharap akan dilepaskan.
Tidak sayang. Sudah lama kita tidak berjumpa. Maka dari itu. Aku tidak akan mau lagi berpisah darimu lagi.
Ya Tuhan....
Dan maaf Tuan, Saya tidak mengenal Anda ! Jadi saya mohon untuk segerah lepaskan saya.
Tidak sayang. Aku tidak mungkin, untuk melepaskan mu sayang. kita baru saja bertemu, jadi bagaimana Aku bisa melepaskan mu saat ini sayang.
Dan ah...sebentar, aku akan segerah melepaskan ikatan tali ditangan mu dan penutup matamu ini.
Lalu Lusiana mulai bernapas lega sambil memegangi lengannya yang terasa sakit sehabis di ikat tadi.
Dan mulai menatap wajah Tuan carlos, sambil memastikan, apakah mereka perna bertemu.
Otak Lusiana terus berpikir, hingga mentok tak berujung. Tapi pikiran itu tidak juga menemukan sedikit pun, ingatan tentang Tuan ini, dan kalau pun mereka perna bertemu, dengan alasan apa ia mencoba menahannya, serta berkata kalau ia adalah wanitanya.
Lalu Lusiana yang merasa heran, sungguh penasaran dengan maksud dari pria yang menculiknya ini, hingga membawanya kemari.
Dan berkata, "Tuan....! Apakah Tuan salah menangkap orang ?
Tuan Carlos tersenyum dan tidak begitu menanggapi Lusiana.
Ia hanya berkata, kau tidak usah berpikir yang macam-macam sayang.
Cukup kau menuruti semua perintahku. Maka aku akan selalu memanjakan mu sayang.
Lusiana menatap jijik, dan menjauh kan dirinya dari Tuan yang baru ditemuinya ini.
Dan berpikir, Kenapa Tuan ini menganggap dirinya adalah miliknya, dan Tuan ini juga tidak mau menjawabnya, serta menganggap dirinya terus sebagai miliknya.
Tuan Carlos tau apa yang dipikirkan oleh Lusiana saat ini.
Baiklah sayang ! Aku akan pergi bekerja terlebih dahulu, dan kau baik-baik lah disini.
Tapi Aku akan tetap selalu mengawasi mu, walau pun itu dari jauh.
__ADS_1
Dan maaf sayang. Pintu kamarmu ini akan selalu ku kunci, karena aku tak mau sampai kehilangan mu kembali.
Yang kini meninggalkan Lusiana sendiri, berada didalam kamar ini, dan tah apa yang akan dilakukannya.
Hah...Lusiana mengambil napas berat, hingga menatap datar Tuan Carlos, yang kini telah pergi.
Ia pun bingung dan mulai berpikir. Kenapa laki-laki selalu bersikap seperti ini.
Selalu ingin mengurungnya. Hingga kadang menyiksanya.
Ia tak mau lagi merasa seperti ini seterusnya.
Tapi kini, Tuan Carlos telah berlalu dan benar, saat ini pintu kamarnya telah di kunci dari luar.
Ia merasa seperti tahanan kembali. Serta kini mulai merindukan Tuan Andreas.
Sambil mengusap perutnya lembut. Lusiana berusaha mengajak bayi yang didalam perutnya ini, untuk berbicara, hingga mengusapnya sayang.
Menstabilkan pikiran, agar sang bayi tidak stress, karena kejadian ini.
Dan mencoba menahan amarahnya saat ini.
Dan kini Lusiana mulai terasa mengantuk. Tapi ia tak berani tidur, karena takut akan kembali Tuan yang barusan ia temui tadi itu. Dan akan kembali serta, tah apa yang akan di lakukannya, di saat ia tertidur nanti.
Dan Lusiana yan terlihat waspada. Kini hingga ia terus menahan rasa kantuknya. Sampai tampa sadar, ia yang kelelahan pun, kini tertidur sambil duduk diujung pinggiran tempat tidurnya.
Dan entah berapa lama kini ia tertidur. Serta kini, dan tampa ia sadari, kalau Tuan Carlos telah kembali dan berada didalam kamarnya ini.
sejak kapan Tuan ada disini dan sedang apa Tuan disini ? Dengan bingung dan takut, Lusiana mulai beringsut, memundurkan diri, menjauh dari Tuan Carlos.
Dan dibalas oleh Tuan Carlos dengan senyum yang tak dapat diartikan.
Kini Tuan Carlos mulai berucap, "kamu tidur sangat nyenyak sekali, dan aku suka itu.
Itu menandakan kalau kamu saat ini, sudah mulai nyaman berada ditempat ku ini sayang.
Dan tenang saja, setelah urusan kita selesai, kita akan segerah menikah dan membesarkan anak kita ini bersama-sama.
Apa Tuan sudah gila !
Ini bukan anak Tuan. Tapi anak dari Tuan Andreas.
Aku tau ! Dengan santai Tuan Carlos menjawab.
Trus ...kenapa Tuan terus mengatakan kalau ini adalah anak Tuan.
Karena itu anak mu, yang berarti itu juga akan menjadi anak ku.
__ADS_1
Apa ...! Lusiana terkaget mendengar jawaban ini.
Dasar....pria stres, tidak waras.
Mana ada seperti itu. Dan aku sungguh tidak mengerti dengan jalan pikiran mu Tuan. Dengan kesal Lusiana menjawab.
Terserah ! Dan tujuan ku kemari tadi adalah, untuk segerah menyuruh mu mandi dan lekas turun untuk sarapan bersama ku.
Lalu berdiri sambil terus memberikan senyuman kepadanya.
Lusiana merasa takut lalu berlari menuju kedalam kamar mandi dan berpikir dimana salinan pakaiannya.
Ternyata, saat ia keluar. Semua telah tersedia dengan ukuran yang pas pula di tubuh Lusiana.
Lusiana yang melihat bergidik ngeri. Takut terjadi apa-apa kepada dirinya.
Lalu bergegas mengambil pakaian tersebut dan mulai memakainya didalam kamar mandi.
Dan di kantornya Andreas marah besar. Karena hingga saat ini. Sang bawahan belum juga menemukan sang istri.
Ia mengamuk hingga banyak barang yang berhamburan serta hancur akibat ulah Tuan Andreas.
Ia kembali terlihat sangat kejam. Hingga tak lepas semua karyawannya, bergidik ngeri, akibat kemarahan Tuan Andreas kini, yang sangat mudah marah.
Serta sering pula, melampiaskan semua masalah, kepada karyawannya.
Dan ini sungguh tidak baok dalam pekerjaan semua karyawan. Karena mereka menjadi banyak yang mengeluh.
Tapi karena mereka butuh pekerjaan ini, membuat mereka terus bertahan.
Dan kadang sedikit protes melalui sang asisten. Hingga membuat sang asisten pusing dibuatnya.
Tapi harus bagaimana lagi. Bawahan harus menurut dengan atasan.
Hingga kini, mereka menjadi kewalahan dalam menghadapi atasannya saat ini.
Tapi...yaaa mau bagaimana lagi. Sebelum sang Nyonya ditemukan, mungkin sampai saat itu pula, mereka harus bertahan.
Berita Tuan Andreas sudah menikah saat di pemotongan pita pun tersebar.
Sampai kini, san istri diculik pun, berita ini sampai memasuki halaman depan.
Mereka banyak yang berkomentar. Ada yang Pro dan ada juga yang kontra.
Tergantung dari mereka menggemarinya. Dan ini juga tidak dapat membantu nya.
Sampai berita ini didengar oleh orang Tua Lusiana, serta apa yang mereka takutkan selama ini, akhirnya terjadi juga.
__ADS_1
Sampai membuat mereka sangat marah, dan kini mulai mendatangi kantornya, sang menantu.
Andreas.... teriak dari Ayah Lusiana.....