Perempuan Tangguh

Perempuan Tangguh
Pencarian Lusiana dan Pekerjaan baru Nona Laura


__ADS_3

Andreas yang ingin menyelamatkan istrinya saat itu. Tapi ia terlambat serta membuatnya, istrinya terjatuh dan mulai mengamuk serta memukul secara membabi buta Tuan Ricardo.


Lalu kini, ia segerah memerintahkan anak buahnya agar, dengan segerah pula menahan Tuan Ricardo.


Dan kini ia juga memerintahkan, agar mengerahkan seluruh bawahannya. Dan dapat segera menemukan istrinya, dengan keadaan apapun itu.


Akan tetapi karena posisi jurang yang terjal, dan saat ini sudah larut malam.


Sehingga sangat sulit bagi mereka, untuk melakukan pencarian.


Selain hutan tersebut yang sangat terjal dan lebat, dan dengan kondisi malam dan gelap seperti ini.


Membuat semua menjadi kewalahan dalam proses pencarian. Dan kini Andreas dengan menggila ingin ikut menuruni tebing tersebut. Karena tak sabar, ingin segerah menemukan sang istri, hingga memeluknya erat dan mencoba menenangkannya saat ini.


Ia begitu terpukul, sampai sang asisten mencoba menenangkannya dengan berkata, "Tuan...! Jangan lakukan hal itu. Karena hal tersebut sangat berbahaya bagi Tuan bila sampai ikut turun.


Bagaimana kalau Tuan nanti celaka, dan kita semua akan semakin sulit untuk menemukan Nyonya.


Apalagi sampai musuh Tuan tau, kalau kondisi Tuan sampai seperti ini. Maka semua kerja keras Tuan akan semakin sia-sia.


Dan yang terpenting saat ini adalah, semua pengawal kita, sudah diperintahkan untuk pencarian ini.


Maka... Tuan sebaiknya segerah beristirahat, dan besok Tuan juga masih harus mengurus soal penuntutan di pengadilan. Yang menyangkut Nona Laura.


Dan juga, masih ada pertemuan dengan semua petinggi pimpinan di Perusahaan, yang menjelaskan tentang ketidak seimbangan dalam indeks saham beberapa hari belakangan ini.


Dan ini juga menyangkut soal nama baik Tuan juga. Karena mereka meminta penjelasan dengan adanya konprensi pers ini. Maka nama baik anda akan dibersihkan, dari segala berita buruk ini.


Dan ditambah pula, dengan urusan Tuan Ricardo yang sekarang sudah kita sekap dia di markas Tuan. Karena kita belum menginterogasinya serta menghukumnya.


Yah...! Aku tau.


Tapi Aku merasa sakit dan tidak berguna, karena tidak bisa melindungi istri dan anak ku yang ada didalam tubuh istriku saat ini.


Jadi kalian harus dengan teliti dan segerah menemukannya.


Baik Tuan ! Kita akan usahakan.


Dan sekarang, sebaiknya Tuan pulang dan segerah beristirahat.


*


*

__ADS_1


Dan dilain sisi, kondisi Nona Laura saat ini, sangat memprihatinkan.


Ia seperti gembel, dan sangat sulit pergi kemanapun, karena sedang di awasi yang membuatnya bersembunyi hingga kini.


Lalu ditambah pula ia tidak dapat menarik uang dari ATM nya, karena...dengan begitu, keberadaan nya akan segera terlacak.


Ia sangat kelaparan. Uang tunai pun hampir habis. Hingga ia mencoba memasuki sebuah diskotik dan memohon meminta pekerja disana.


Si Bos pun menatapnya jijik, karena memang penampilan nya saat ini, tidak memungkinkan.


Akan tetapi ada salah satu, pekerja wanita malam disampingnya saat ini, yang seperti melihat kelebihan dibalik kondisinya saat ini.


Ia pun, mulai membisikan kepada si Bos, dan akan berjanji mengubahnya saat ini, hingga menjadi yang terbaik.


Si Bos pun, mulai berpikir, serta memberinya kesempatan, agar segerah ditangani.


Dan tak lama, Nona Laura pun berubah, dari upik abu menjadi angsa yang sangat cantik.


Si Bos pun puas, Dan segera memerintahkannya. Agar segerah melayani tamu VVIP nya, di kamar XXXII.


Dan bila ia gagal melayaninya. Maka jangan salahkan ia akan memberinya hukuman saat itu juga.


Nona Laura mengangguk patuh, hingga ia pun dengan segerah dibawah oleh sang wanita yang merubahnya tadi.


Ia pun berinisiatif, untuk segerah menaklukannya. Hingga membuatnya, menggilainya nanti.


Sang Tuan yang harus dilayaninya saat ini, adalah ikan kakap besar serta tak ada yang perna bisa menaklukan hatinya.


Ia terlihat sangat tegas dan dingin, serta berkuasa. Hingga membuat sang Bos ditempatnya bekerja saat ini kewalahan dalam mencari wanita yang dapat menghiburnya.


Hingga saat Nona Laura datang, dan mencoba duduk disamping si Tuan dingin tersebut.


Nona Laura masih bingung harus berbuat apa. Karena belum tau banyak akan apa yang disukai maupun tidak disukainya.


Nona Laura mencoba menuangkan air, serta memberikan kepadanya.


Dengan gugup dan gemetar, ia pun mulai memberikan airnya.


Si Tuan dingin itu pun menoleh, dan menatapnya tajam hingga ia berkata, "kau minum sendiri airnya, dan kalau perlu kau habiskan satu botol itu tampa sisa.


Nona Laura bingung dengan perintah kali ini. Kalau sampai ia meminumnya. Ia pasti akan mabuk, dan kehilangan akalnya.


Maka, bagaimana nanti ia akan melayaninya. Sangat besar kemungkinan, ia akan melakukan kesalahan nantinya.

__ADS_1


Dan ditambah satu botol penuh. Itu pasti akan membuatnya sangat mabuk dan sangat mengacau nantinya.


Tapi Tuan ...! Ucap Nona Laura ragu.


Kau tidak berani melakukannya !


Maka kau harus segerah keluar saja, saat ini juga. Karena Aku tidak butuh wanita yang tidak berguna seperti kau.


Dengan terus menganggap remeh Nona Laura dan menatap sinis, serta terus saja menghisap rokoknya, sambil menunggu apa yang akan dilakukan Nona Laura saat ini.


Nona Laura berpikir keras, hingga kepalanya sedikit sakit. Memikirkan apa yang terjadi pada dirinya dan berharap. Semoga laki-laki ini bisa ia taklukan dan bisa membantunya untuk memperbaiki dirinya serta membalaskan dendamnya.


Ia pun sudah bertekad. Lalu segerah menengguk segelas air minuman keras, yang telah ia tuang tadi, hingga habis tampa tersisa, dan melanjutkan, meminum juga air yang ada didalam botol tersebut. Maka sedikit-demi sedikit hingga kini juga mulai habis.


Si Tuan dingin tersebut, mulai menatapnya berbeda. Melihat kini Nona Laura yang sudah sangat mabuk.


Ia segerah memerintahkan pengawalnya. Agar segerah membawanya kedalam kamar yang biasa ia tempati saat beristirahat disini.


Dengan patuh pula. Mereka melaksanakannya. Dan diketahui oleh si Bos pemilik tempat bekerjanya dengan begitu tidak percaya.


Karena mengingat, banyak sekali wanita yang ditolaknya.


Kini Nona Laura sudah berada didalam kamar si Tuan Dingin. Dan ia sudah tidak sadar, karena sangat mabuk saat ini.


Si Tuan dingin pun mulai mendekat. Memperhatikan dari wajah hingga turun ke kaki.


Melihatnya kini yang kadang terbangun dengan meracau yang tidak jelas, hingga ia yang mulai mual, dan muntah.


Si Tuan Dingin mulai menggendongnya menuju ke dalam kamar mandi hingga ia yang tak tahan dan memuntahkan ditubuh si Tuan dingin.


Si Tuan dingin pun mengumpat kesal, dan segera membuka pakaian mereka berdua, hingga memandikannya serta ia pun saat ini ikut mandi bersamanya, karena pakaian yang kotor tadi, menyebabkan mereka berdua menjadi kotor, dan segerah membersihkannya.


Lalu setelahnya, ia mengangkat Tubuh Nona Laura ketempat tidurnya, yang masih tampa busana, serta Si Tuan Dingin mulai memperhatikannya kembali, hingga entah apa yang ada dipikirkannya saat ini.


Dan kini ia mulai menaiki ranjang tersebut, serta melihat Nona Laura yang masih belum tersadar.


Ia menatap dengan penuh arti dan mulai mengungkungnya.


Trus dengan tampa pikir panjang lagi, ia mulai menggauli Nona Laura. Dan itu ia lakukan dengan berulang dan tampa kesadaran Nona Laura.


Hingga pagi menjelang, setelah Nona Laura terbangun dengan memegang kepalanya yang sangat sakit dan menoleh....


Apa yang terjadi....!

__ADS_1


__ADS_2