Perempuan Tangguh

Perempuan Tangguh
Menyelidiki wanitanya Andreas dan nona Diana yang mencoba merayu Tuan Carlos


__ADS_3

Dokter Felix, membalas dengan senyuman sinisnya.


Kini dibenci Andreas, ia tidak takut seperti saat itu. Dan malah ia senang bisa melindungi Lusiana dari suaminya ini.


Lalu ia bergegas pergi meninggal kan Andreas yang masih sangat kesal kepada nya.


Karena tadi, ia yang masih tidak sehat. Membuat Andreas sedikit kepalanya berkunang-kunang.


Walau bagaimana, Andreas itu sahabatnya sedari kecil. Selepas Dokter Felix diusir oleh Andreas.


Ia segerah menemui sang asisten sahabatnya itu. Lalu dengan segerah memberikan resep yang harus ditebus.


Andreas yang sudah semakin lemas, didalam Ruangannya. Kini ia mencoba menghubungi sang asisten untuk membantunya pergi ke Rumah sakit.


Akan tetapi, sang asisten kini muncul, dengan sekantong obat. Yang diresepkan oleh dokter Felix tadi.


Andreas yang sudah tidak kuat lagi ini. Ia hanya pasrah, dan segerah meminum salah satu obatnya.


Baru setelah itu, ia memakan bubur, yang diperintahkan oleh dokter Felix tadi.


Agar segerah dimakan dan dihabiskan, baru setelahnya ada sebagian lagi obat yang harus diminumnya.


Dan setelah meminum obat ini. Andreas merasa tubuhnya, ada sedikit berkurang rasa yang menyiksa seperti tadi.


Karena rasa sakit ini. Andreas tidak tau, kalau yang meresepkan obatnya ini, adalah sahabatnya sendiri. Yang baru saja ia usir dari ruangan ini.


Dan kini ia mulai merasa mengantuk, hingga tertidur dikamar, yang berada disebelah ruang kerjanya tersebut.


Dan saat tertidur, ia bermimpi, kalau istrinya ini akan dibawa seseorang pergi jauh.


Dan saat ia memanggil-manggil, istrinya malah pergi semakin jauh hingga menghilang dari pandangannya.


Andreas sampai mengigau, dan terus memanggil-manggil nama istrinya tersebut, hingga ia terbangun, dan mengeluarkan banyak keringat tidak sehat dari tubuhnya saat ini, dengan napas yang tersengal-sengal.


Dan melihat, ternyata ia masih berada didalam kantornya, serta tertidur sangat lama.


Di Mansion Tuan Carlos. Kini ia telah memerintah kan seseorang, seperti yang telah di saran kan tadi oleh Nona Diana.


Ia akan terus mencari tau, siapa dan ada hubungan apa, wanita itu dan Tuan Andreas.


Dan saat ini, ia yang sedang berada didalam kantornya. Tiba-tiba ada seseorang yang menotok ruangannya.


Ia segerah saja, memerintahkan masuk. Yang memperlihatkan kini Nona Diana, dan ia pun berucap.


Siang Pak Carlos.


Hemmm ! Jawab Tuan Carlos, yang terus bekerja, dan tampa menghiraukan Nona Diana saat ini.

__ADS_1


Nona Diana pun kembali berucap, "Maaf pak mengganggu ! Ini saya datang membawakan makan siang untuk Anda pak.


Karena sara pikir, Anda sangat repot, dan susah buat saat ini, untuk makan siang diluar.


Maka saya berinisiatif seperti ini. Sekalian juga untuk ucapan terimakasih saya Pak.


Taruh saja disitu ! Masih dengan cuek dan dingin ia menjawab. Hingga Nona Diana bingung, akan memulai dari mana percakapan ini.


Dan ada rasa kecanggungan saat ini di antara mereka. Serta Nona Diana masih terus mencoba mendekati Tuan Carlos hingga ia berusaha menawarkan sebuah pijatan untuk Tuan Carlos ini.


Tuan Carlos nampak melototkan matanya , hingga ia menghentikan pekerjaannya saat ini.


Yang membuat Nona Diana panik, tapi berusaha tetap tenang.


Lalu Tuan Carlos berusaha menetralkan dirinya, dan berucap lah Tuan Carlos. Kau bersiaplah nanti malam. Karena Aku akan mengajak mu nanti bertemu dengan salah satu klienku dan sekalian mengajak mu makan malam diluar.


Nona Diana seakan mendapat angin segar. Ia tersenyum merekah, hingga ingin melompat tinggi.


Diajak keluar oleh Tuan Carlos, itu suatu kemajuan dan keberkahan. serta kemudian nanti, dia akan terus berusaha, hingga Tuan Carlos ini, jatuh kedalam pesona dirinya.


Dan dengan senang hati pula, ia menjawab.


Lalu Tuan Carlos berucap kembali. Maka segeralah pulang saat ini, dan persiapkanlah dirimu untuk nanti malam.


Baik Tuan ! Lalu permisi dan segerah pulang.


Tak lama Tuan Carlos memanggil sang asisten ke ruangan nya. Dan segerah memerintahkan, untuk segerah membuang sarapan yang dibawakan oleh Nona Diana tadi. Hingga memerintahkan kembali untuk membelikannya sarapan yang baru untuk dirinya saat ini.


Setelah sore, ia bersiap pulang dan menanyakan ke pada sang asisten, prihal info baru apakah yang didapat dari orang suruhannya itu.


Serta dijawab sang asisten dengan berkata, "Perempuan itu, memang awal ia tiba, serta di bawa ke Mansion itu. Ia selalu ditindas Tuan. Hingga sesuatu hal terjadi, dan kembali dibawa pulang oleh Tuan Andreas.


Maka perlakuan Tuan Andreas mulai berubah. Seperti saat ini, Tuan Andreas yang semakin menggilai pekerjaannya juga berdampak saat wanita itu kembali hilang, dan bahkan terdengar kabar, karena wanita itu telah meninggal jatuh ke jurang.


Yang disaat tragedi, penculikan yang di lakukan oleh Tuan Ricardo, yang saat itu sedang bekerja sama dengan Nona Laura.


Dan seperti nya. Bayi yang di kandung nona Laura pun itu, janin dari Tuan Ricardo Tuan.


Hemmmm....! Jadi seperti itu kejadiannya.


Dan apakah, kalian sudah menemukan keberadaan Nona Laura saat ini !


Belum Tuan ! Karena saat kita kemarin menanyakan alamatnya ke pada pemilik clap tersebut. Dan segerah kita semua menuju ke alamat tersebut.


Lalu ternyata ! Kontrakan Nona Laura saat itu, telah ditempati oleh orang lain. Serta sang pemilik, saat ditanya pun. Dia menjawab dengan jawaban tidak tau, serta tidak mau tau tentang apapun yang berhubungan dengan Nona Laura lagi.


Begitupun juga dengan istrinya, yang nampak menyimpan amarah, saat di sebutkan namanya.

__ADS_1


Hem..."Apakah mereka terlibat masalah ?


Mungkin Tuan ! Karena, saat kita menanyakan dan menyebut nama Nona Laura, raut wajah mereka semua berubah.


Baiklah ! Dan cari terus, dimana keberadaannya hingga dapat.


Siap Tuan.....


Hingga kini mereka sampai di Mansion tampa terasa. Dan segerah memasuki Mansion nya.


Malam pun menjelang. Kini Nona Diana sedang berdandan dengan sangat cantik, agar bisa memikat Tuan Carlos nantinya.


Dan kini ia telah sampai di Mansion Tuan Carlos. Dan Tuan Carlos menatap sebentar, hingga berkata, "Ayo kita segerah berangkat.


Sesampainya disebuah Hotel ternama. Hati Nona Diana berdebar kencang, karena sampai dibawa ketempat ini.


Mereka pun memasuki sebuah restoran, yang berada didalam Hotel tersebut, dan berada di sebuah ruangan privat, serta tertutup.


Yang di khusus kan, hanya untuk orang-orang besar dan mempunyai nama saja.


Sesampainya diruangan tersebut. Disana sudah berada seseorang yang juga sepertinya dari kalangan bisnis juga, sama seperti Tuan Carlos dan sedang melakukan suatu kerjasama.


Mereka mulai bercakap sebentar, hingga menuju kesepakatan. Sampai kini dilanjutkan dengan makan malam beserta penutupnya.


Dan tak lepas pula sang rekan kerja Tuan Carlos tersebut, terus menatap dirinya dengan berbeda.


Hingga Tuan Carlos berucap dan mulai bertanya kepada Nona Diana.


Maaf Nona Diana ?


Ya Tuan Carlos.


Kau ingin membayar hutang mu itu dengan melakukan apa saja perintahku kan ?


Benar Tuan Carlos !


Maka...Aku baru saja menyepakati kerjasama ini. Dengan Tuan Diego yang kau ketahui bersama kita saat ini.


Dan kesempatan itu bukan cuma bersangkutan dengan keuntungan didalam bisnis, tapi juga kepuasan.


Maksudnya Tuan ! Saya masih belum mengerti.


Nona laura, saat ini saya perintahkan Anda untuk segerah ikut dan layani dengan puas, klien saya ini.


Apa Tuan ! "Nona Laura terkaget, dan tak percaya hingga menjatuhkan gelas minumannya.


Kenapa ! "Kau ingin menolak. Tapi barusan kau berkata, akan bersedia melakukan apapun perintahku itu.

__ADS_1


Maka dengan pasrah dan lemas pula dan memanggutkan kepalanya. Ia pun menyetujuinya.


Hingga saat ini, ia pun mengikuti Tuan Diego, dengan berjalan dan di rangkul pinggangnya, menuju kamar yang telah mereka siapkan.


__ADS_2