
Tapi sialnya. Mereka datang dengan sia-sia. Karena sesampai saat mereka menyerbu tempat tersebut.
Hanya ada beberapa pengawal saja. Dan terlihat tempat itu telah kosong
Ternyata, Tuan Carlos telah mengetahui kebocoran tempat persembunyian mereka.
Maka di saat yang lengah, ia membuat siasat. Seolah saat itu. Ada segerombol pengawal yang keluar dari villa tersebut.
Serta hendak melaksanakan sesuatu.
Padahal di dalam mobil tang terlihat sederhana itu.
Telah berada, Tuan Carlos yang bersembunyi, menyelinap keluar agar tak ketahuan serta mencurigakan. Dan disertakan pula, Lusiana yang telah dibius. Agar mudah untuk memindahkannya.
Mereka kecolongan, dan teramat, amat kesal saat ini.
Andreas dan sang mertua mengumpat, dengan segala umpatan.
Merasa musuh mereka saat ini sangatlah berat. Hingga mereka akan lebih waspada dan teliti lagi, bila sampai menemukan jejak kembali.
Tuan Geoff pun berkata kepada sang menantu, sambil memegang sebelah bahunya, menghadap sisi yang berlawanan. Ia oun berkata.
Aku tunggu pembuktian mu untuk menyelamat kan putri ku itu.
Ku serah kan semua ini kepada mu dan jangan sampai gagal kembali.
Lalu melenggang pergi, meninggal kan tempat tersebut.
Dan kini, tinggallah Andreas yang memeriksa di seluruh sekitar tempat tersebut.
Terus mengobrak abrik, mencari bukti, agar mendapat sedikit cela, dan dapat segerah menemukan siapa si penculik serta dibawa kemana sang istri saat ini.
Disela-sela mereka memeriksa. Andreas seperti melihat sesuatu.
Itu seperti kebiasaan sang istri. Yang mana Lusiana yang perna menghilang dan memakai baju ini.
Yah ...benar, ini memang baju yang di pakainya saat di culik waktu itu.
Pakaian itu tergeletak ditinggalkan disudut lemari, dan masih tercium wangi tang sama persis dengan milik sang istri.
Andreas merasa yakini, ini memang milik istrinya. Dan merasa mereka memang sudah mengetahui prihal penggerebekan ini.
Hingga sang penculik melarikan kembali sang istri ke tempat yang berbeda.
Andreas merasa kesal hingga menghancurkan semua benda di sekitar.
Dengan banyaknya pengawal yang penculik yang sudah terkulai, katena telah di kalah kan oleh mereka.
Dan tampa sengaja pula, Andreas seperti menendang sesuatu.
__ADS_1
Ini ...bukankah ini seperti milik seseorang. Tapi aku tidak yakin.
Dan apakah aku harus membawanya, untuk menyelidikinya.
Ah....baiklah, sebaiknya aku bawa saja benda ini.
Mungkin dengan membawa benda ini. Aku akan menemukan titik terang dari dalang semua ini.
Dan tak lama, Andreas pun melenggang pergi, meninggalkan tempat tersebut, dan segera kembali ke kantornya, untuk terus melanjutkan pekerjaannya yang sepat tertunda.
Sambil mencari tau, benarkah benda ini milik seseorang yang dicurigainya itu.
Kini disisi lain. Tuan Diego telah kembali ke sisi sang istri.
Sekarang sang istri merasa ada seorang saingan. Ia merasa perhatian sang suami telah terbagi tidak seperti saat itu, yang selalu mengejarnya, hingga memaksa nya untuk selalu bertemu dan bercinta dengannya.
Kini, sang suami bila, sudah bersama wanita itu, selalu melupakan dirinya, dan bila tidak ditelpon, ia pun tidak akan menelpon dirinya.
Maka dari itu, sang istri merasa mara, hingga kali ini, ia pun menelpon kembali, Tuan Diego.
Agar kembali kondisinya dan tidak terlalu memperhatikan wanita itu lagi.
Sang istri mulai melakukan triknya. Agar selalu tetap disisi Tuan Diego dan melupakan perhatiannya kepada wanita itu.
Hingga saat ini. Mereka bertemu kembali. Dan sang istri mencoba memuaskannya, hingga selalu mengalih kan semua perhatiannya kepada dirinya saat ini.
Sampai perhatiannya, benar-benar lupa akan wanita itu.
Nona Diana kembali senang saat mengetahui Tuan Diego telah pergi kembali.
Mereka kembali bertemu kembali secara diam-diam.
Dan kini, mereka sangat berhati-hati sekali.
Ditambah saat ini. Pengawal Tuan Diego, mulai memperhatikan gerak gerik mereka, seperti perintah Tuannya, sebelum pergi saat itu.
Mereka kadang berkomunikasi melalui surat, dan meninggalkannya ditempat rahasia.Dan jadan juga bertemu di saat pengawal yang sedang lengah.
Hingga bila mereka bertemu, terlalu melimpah kan segala cintanya dengan sepenuh hati.
Mereka langsung berpelukan, berciuman dan bercumbu, melampiaskan semua rasa rindu yang tertahan selama beberapa waktu.
Tapi tetap waspada, karena selaku ada yang mengawasi mereka saat ini.
Setelah menyelesaikan pertemuan itu. Mereka kembali berpisah, dengan perasaan yang berat.
Sampai, Nona Diana meneteskan air matanya.
Dan kini. Kembali ke villa, seperti tidak terjadi apa-apa.
__ADS_1
Ia merasa sangat berat melakukan ini semua. Sampai ingin rasanya ia lari dari tempat ini. Saat ini juga.
Tapi ia sendiri tidak berdaya, karena ia pun telah terikat perjanjian, dan kini, ia harus bertahan, hingga waktu yang ditentukan itu.
Dan di tempat Lusiana kini, ia telah di pindahkan ditempat lain.
Dan kini Lusiana juga merasa heran, tapi malas untuk bertanya kepada si pria yang terlihat narsis bagi Lusiana kini.
Ditambah, saat ini saja. Tuan carlos berlaku manis.
Datang dengan membawa secangkir susu hamil rasa coklat dan sebuket bunga untuknya.
Ia dengan gaya yang menurut Lusiana sangat memuakkan.
Karena merasa tidak perna mengenal, tapi dalam sekejam mengatakan kalau dirinya adalah miliknya.
Membuat Lusiana merasa tidaklah etis, memaksa kehendaknya. Perasaan ini yang memang sudah dimiliki oleh orang lain.
Sungguh Lusiana di buat kesal oleh-nya.
Lusiana mencoba mengacuhkan. Mengalih kan dengan tidak berucap apapun kini.
Tapi Tuan Carlos tidak patah semangat. Ia segerah menaruh buket itu. Dan segerah mengambil pas bunga, serta menatanya rapi. Dan segerah menaruhnya disisi tempat tidur Lusiana.
Dan kini ia melihat Lusiana Yang belum menyentuh sedikit pun susu itu.
Tuan Carlos melirik hingga berkata, "Baiklah, kau tidak mau meminum susu ini kan.
Aku akan membantumu untuk meminumnya. Maka dari itu. Lusiana langsung melirik saat Tuan Carlos yang mulai mengangkat gelas susu tersebut, dan hendak meminumnya saat ini.
Lusiana tau apa yang akan terjadi selanjutnya. Dan langsung menyambar gelas tersebut. Serta langsung menenggaknya habis.
Hingga membuat Tuan Carlos melihat dan tersenyum senang.
Bagus, ucap Tuan Carlos. Tetaplah menjadi wanita penurut seperti ini selalu.
Karena aku suka wanita yang seperti ini. Dan kini, segerah lah istirahat, serta tak lupa ia memberikan, sedikit ciuman di keningnya.
Yang membuat Lusiana terkaget, hingga tertegun sejenak. Dan tampa sadar, kini Tuan Carlos telah berlalu dari kamarnya saat ini.
Lusiana merasa lega, setelah kepergian Tuan Carlos. Dan kini ia baru menyadari.
Kalau tempat yang ia tempati ini telah berubah dan sangat berbeda.
Ia mulai berpikir. Kapan ia dipindahkan ke tempat ini. Dan kini melirik kearah jendela.
Dan benar saja, tempat ini telah berbeda. Dan mulai berpikir.
Apakah tempat lama telah ditemukan oleh sang suami.
__ADS_1