PERJALANAN DEWA RENKARNASI

PERJALANAN DEWA RENKARNASI
Sampai Juga.


__ADS_3

Setelah perjalanan yang panjang, pada malam hari. Sheng Feng ahkirnya sampai di sebuah kota. Ya kota itu adalah kota Gang Ma, yang ingin di tujuh Sheng Feng selama ini.


Dia berjalan di depan gerbang masuk kota itu. Gerbang kota Gang Ma sangat tinggi sekitar 8 meter, dengan lebar 15 meter. Pilar untuk menyangga gerbang itu di sisi kanan dan kiri adalah patung berbentuk seperti kesatria kuda.


Kesatri itu terlihat sangat gagah dengan memakai full baju besi, dan kuda itu juga menggunakan armor besi. Tangan kesatria itu memegang pedang, dengan ngangkat pedang itu tinggi-tinggi. Dan ekpresi berteriak, itu mengamparkan sikap perjuangan dan kepemimpinan serta tidak akan menyerah di medan perang. Hanya dari melihat nya saja aura keagungan dan kebijaksanaan bisa di rasakan oleh Sheng Feng.


Sheng Feng melihat itu dengan penuh kekaguman. Sheng Feng mulai berjalan memasuki kota. Sesaat sudah ke dalam kota itu, Dia bahkan menjadi lebih kagum dengan pemandangan di sana. Kota ini sangat ramai dan banyak orang berkeliaran kesana kemari. Di pinggir jalan terdapat banyak pedagang jalanan yang membelanjakan jajanan mereka. Suasana sangat riuk dan ramai, seperti pasar.


"Ini bahkan lebih ramai dari pada kota Qing." gumam Sheng Feng dengan masih merasa sangat kagum.


Namun setelah masuk sedikit lebih dalam. Suasana menjadi lebih teratur, banyak toko di pinggir jalan. Ada toko senjata, kecantikan, obat, makanan, distrik merah dan masih banyak lainnya. Toko-toko itu dihiasi dengan lampu warna-warni sehingga membuat susana di kota ini pada malam hari begitu hidup.


Sheng Feng pun berkeliling sejenak sebelum tiba-tiba dia ahkirnya mengingat apa tujuannya datang ke sini. Dia bertanya pada orang di jalan.


"Maaf, bisa saya bertanya sesuatu." katanya dengan sopan.


Dua orang pria yang sedang mengobrol di pinggir jalan itu pun terdiam. Mereka menatap Sheng Feng seperti melihat orang aneh.


"Tidak ada hal gratis di dunia ini nak kalo kau ingin bertanya kau harus memberi kami 10 koin perak per satu pertanyaan." kata salah satu dari mereka.


Dan teman yang lain nya juga menatap dengan setuju. Siapa yang mau membayar sampai 10 koin perak hanya untuk sebuah pertanyaan. Dia melirik pakian Sheng Feng yang sobek-sobek dan lusu dengan tatapan menghina.


"Baiklah."


Sheng Feng hanya menganguk setuju lalu melempar mereka 1 koin. Mereka menangkap dengan sigap. Lalu membuka tangan ternyata ini koin emas.


Mereka sangat terkejud. 'Bagaimana ini mungkin'.


Tiba-tiba seorang pemuda dengan pakaian yang lusuh dan terlihat seperti gelandangan melemparkan koin emas begitu saja.


Dari pada senang mereka malah kawatir. Apakah dia sebenarnya seorang ahli beladiri? Kalo tidak, sulit untuk menebak dari mana koin emas itu berasal!


"Maaf senior kami tidak bermaksud." dia buru-buru ingin mengembalikan koin itu. Bukankah nyawanya lebih berharga dari pada sepotong koin emas.


Sheng Feng sedikit terkejut dengan perubaan sifat yang tiba-tiba itu. Dia hanya tersenyum dan berkata.


"Tidak masalah aku memberikan nya pada mu."


Melihat Sheng Feng tidak mempermasalah kan sikap nya tadi. kedua orang itu mulai santai.

__ADS_1


"Terima kasih senior, anda benar- benar bijaksana dan berhati mulia." katanya memuji sifat Sheng Feng.


"jadi apa yang ingin anda tanyakan?" lanjutnya.


"Aku mencari toko obat dan arcemis yang hebat." tanya nya singkat.


"Senior, maaf jika membuat mu kecewa. Jika anda mencari toko obat dan master arcemis. Anda harus mengunjungi Sekte Lembah Obat. Akan tetapi ini sudah terlalu larut, jadi Anda bisa mencoba besok.


"Oh kalo begitu terima kasih." Lalu Sheng Feng berbalik pergi, Lalu tiba-tiba berhenti.


Melihat Sheng Feng berhenti kedua pemuda itu mengigil ketakutan.


Kenapa? Ada yang salah? Apa dia berubah pikiran?


Sheng Feng menghadap mereka dan bertanya." Oh, di mana penginapan?"


Pemuda itu menunjuk ke satu arah dengan tubuh yang kaku. Dia merasa seperti seekor tikus yang di tatap oleh kucing yang lapar.


"Terima kasih." Sheng Feng berjalan ke arah yang di tunjuk pemuda itu.


Melihat Sheng Feng pergi mereka mereka berdua menghela nafas lega.


"Tidak tau, yang jelas dia sangat aneh. Kenapa dia berjalan di keramain dengan baju yang acak-acakan." jawab yang satu nya.


"Tapi Bai apa kau tidak mencium sesuatu?" kata teman nya lagi.


Lelaki yang di sapa dengan nama Bai itu berkata."Apa?"


"Aku mencium bau darah kering, seperti nya dia baru saja membunuh seseorang."


Mendengar penjelasan itu Bai tiba-tiba mengingat bau yang tidak sedap saat di hadapan Sheng Feng. Dia mulai mengigil dari ujung kepala sampai ujung kaki.


Dia memang menciumnya namun tidak perna berpikir itu bau darah.


Banar-benar manusia berdara dingin!


Menahan ketakutan ahkirnya mereka memutuskan untuk pulang saja ke rumah.


...

__ADS_1


Sheng Feng ahkirnya menemukan penginapan yang dia tujuh. Dia masuk dan menemukan ini bukan hanya sebuah penginapan tapi juga rumah makan.


Banyak meja bundar dengan kursi kayu di tempat yang cukup luas. Banyak orang makan dengan tenang. di kejauan sana ada seorang gadis cantik. Dia memakai dress berwarna merah tua. Itu memperlihatkan lekuk tubuh yang indah dan dua gunung sedikit terekspor, yang membangkitkan semangat seorang pria. Sepertinya dia adalah resepsionis.


Melihat Sheng Feng masuk ke dalam penginapan itu. Dia menatap Sheng Feng dengan pandangan terganggu. Seperti melihat domba hitam di kerumunan domba putih. Dia ingin segera mengusir nya.


Orang-orang juga menatap Sheng Feng denga aneh.


Apa yang di lakukan orang bodoh ini? Kenapa dia masuk ke sini dengan penampilan seperti itu? Dia hanya gelandangan!


Sheng Feng secara perlahan berjalan dan sampai di depan resepsionis.


"Kenapa orang-orang menatap ku?" Sheng Feng bertanya ke pada resepsionis itu dengan bingung. Dia tidak memperhatika ekpresi orang-orang saat di jalan. Namun sekarang dia baru menyadarinya.


"Apa kau bodoh? Lihat penampilan mu?" kata gadis itu dengan kesal.


Sheng Feng pun mulai melihat ke bawah. Dan dia menemukan pakaian nya yang acak-acakan dan sangat kusut serta ada bekas darah kering yang tersamarkan.


Dia sudah tidak mandi dan bergelud di gunung selama lebih dari satu minggu. Dia tidak merasa terganggu.


Karena Shi Mei memeluknya dengan sangat senang membuatnya tidak pernah berpikir dia bau. Jadi dia tidak tau.


Tiba-tiba sebuah teriak an terdengar.


"Singkirkan gelandangan itu dari sini. Bau nya membuat nafsu makan ku hilang!" yang berteriak adalah seorang pria. Sambil melemparkan air ke arah Sheng Feng. Pemuda itu mengenakan pakaian bagus seperti dia adalah tuan mudah dari keluarga tertentu.


Sheng Feng sangat marah dia berteriak balik.


"Siapa orang bodoh itu? Apa begini caramu memperlakukan tamu?" sambil menunjuk ke arah pemuda itu.


Melihat Sheng Feng menunjuk nya dengan tidak sopan. pemuda itu berdiri dengan tidak senang lalu menggebrak meja.


Braakkk.


"Siapa yang kau panggil orang bodoh, Hah?"


Para tamu yang tadinya merasa tidak senang. Sekarang mulai bersemangat.


Siapa orang bodoh yang berani membuat marah Tuan Muda Keluarga Lie? Salah satu dari 5 keluarga besar di kota Gang Ma? Bukankah dia sama saja mencari kematian?

__ADS_1


.


__ADS_2