PERJALANAN DEWA RENKARNASI

PERJALANAN DEWA RENKARNASI
mulai basmi.


__ADS_3

Sheng Feng kembali ke penginapan teratai. Dia membayar uang ke resepsionis untuk kamar dan makanan.


"Apa kau mendengar keributan tadi." Kata resepsionis itu sambil menatap Sheng Feng.


"Apa?" Tanya Sheng Feng dengan nada kebingungan.


"Ledakan tadi, kabarnya ledakan itu ada di markas dari pemburu serigala dan sepertinya mereka sudah di hancurkan," jelas resepsionis itu.


Sheng Feng ahkirnya mengerti apa yang di maksud. Dia hanya mengelengkan kepala sambil berkata "Tidak."


"Begitu ya." Jawab resepsionis itu menatap Sheng Feng dengan curiga. Faktanya dia yang memberi tau Sheng Feng untuk ke guild pemburu bayaran. Namun apapun itu bukan urusan nya jadi dia tidak membahasnya lebih lanjut.


Melihat ini Sheng Feng ahkirnya tenang dan pergi ke kamarnya. Sesampainya di kamar Sheng Feng duduk di atas kasur. Dia duduk dalam posisi bersila setelah itu mengeluarkan 4 kantung semesta yang dia peroleh. Salah satu dari kantung itu adalah miliknya dan yang lain adalah milik dari 3 pratisi qi di kelompok serigala.


Dia mencari dan menemukan salah satu darinya terdapat kotak kayu. Sheng Feng tidak asing dengan kotak kayu itu karena itu adalah kotak yang di berikan Zhang Mo padanya.


Sheng Feng mengeluarkan kotak itu dan membukanya. Dia menemukan kristal kebiruan yang memancarkan qi sejati terus menerus. Itu sama saja seperti sumberan qi sejati. Sheng Feng bisa merasakan aura qi yang padat yang mengalir terus dari kristal itu.


Dia mengambil kristal itu dengan hati-hati. Dia memperharikan setiap sudut dari kristal itu untuk memastikan bahwa tidak ada yang lecet. Setelah beberapa waktu lamanya dia ahkirnya menghela nafas lega. Dia benar-benar sangat kawatir jika benda yang di titipkan Zhang Mo itu lecet.


"Untung itu baik-baik saja." Gumam Sheng Feng setelah itu dia meletakan kristal itu di kotak itu lagi dan mengecek isi kantong lainnya.


Isi kantong lainnya tidak terlalu banyak dia mengeluarkan sekitar 1000 koin emas dari 3 kantong itu. Lalu ada sekitar 500 batu roh terkumpul. dan sisanya adalah barang-barang seperti baju, sendal, pedang dan lain-lain.


"Cih, miskin sekali!" gerutu Sheng Feng. Dia tidak bisa menahan untuk tidak mengutuk karena dari 3 kantung hanya terdapat sekitar 1000 emas. Apa kau yang terlalu kaya?


Di sisi lain Sheng Feng juga senang karena mendapatkan sekitar 500 batu roh. Meskipun itu masih kurang akan tetapi ini masih merupakan sebuah kemajuan.


Setelah mengecek itu semua Sheng Feng mulai membereskannya. Dia mematikan lampu lalu segera tidur.


Keesokan harinya.


Setelah selesai makan Sheng Feng segera pergi ke guild pemburu. Dia berniat mendapatkan lebih banyak batu roh. Dia benar-benar membutukannya secepat mungkin. Sekarang dia telah mencapai pratisi qi lapisan pertama dan untuk kenaikan kedepannya pasti akan lebih sulit dan menyakitkan. Maka dari itu dia berniat mendapatkan batu roh secepat mungkin.

__ADS_1


Karena herbal yang dia butukan cukup banyak. Dia menghitung paling tidak itu butuh sekitar 5000 batu roh. Jadi dia harus mengumpulkan mulai dari sekarang.


Dia awalnya ragu untuk membunuh orang namun setelah kejadian hari itu dia sedikit berubah. Selain dia membutukan batu roh untuk membeli obat. Dia juga merasa itu bukanlah hal yang buruk untuk membasmi para penjahat.


Jadi bagaimana jika Sheng Feng membunuh? pada ahkirnya yang dia buru bukanlah orang yang baik! Bukankah jika yang mengalakan penjahat itu di sebut palawan?


"Jadi bukankah aku adalah palawan?" gumam Sheng Feng penuh percaya diri sambil membaca poster-poster yang ada di papan pengumumaan di depan nya.


Setelah itu dia mengambil satu poster dari papan itu. Kemudian dia berjalan menuju resepsionis.


Melihat Sheng Feng berada di depannya resepsionis itu berkata dengan sopan. "Ada yang bisa saya bantu?"


"Aku akan memburu ini." Sheng Feng berkata sambil memperlihatkan poster dari seorang buronan. Di situ terlihat seperti kakek tua dengan wajah yang keriput seperti handuk basa. dengan jenggot dan rambut masih berwarna hitam.


Di situ tertulis nama nya adalah Ximen Long, kultivasi pratisi qi lapisan pertama, kejahatan meracuni satu kota, julukan 'Racun Hidup'. hadiah 500 batu roh.


Melihat ini resepsionis itu menatap Sheng Feng dengan sangat terkejut.


"Ada apa?" Sheng Feng merasa bingung dengan reaksi dari resepsionis itu.


Walaupun guild adalah milik kerajaan namun dia tetaplah seorang manusia biasa. Mungkinkah kerajaan untuk melindungi hak asasinya?


Kalo pun terjadi masalah, bukankah sebaiknya membantu yang menurut kerajaan berguna dan membuang yang tidak berguna. Dia hanya orang biasa, bahkan jika itu mati ribuan kali, dirinya masih bukanlah hal yang berarti.


Dia hanya manusia biasa yang beruntung menjadi pekerja di tempat ternama seperti ini. Jadi dia menjaga sikapnya dan berbuat apa saja untuk melindungi hidupnya.


"Benar, apa ada yang salah tentang itu?" jawab Sheng Feng mengkonfirmasi.


"Apa anda juga seorang master qi sejati?" tanya resepsionis itu ingin mengkonfirmasi sesuatu.


Sheng Feng tidak tau apa yang ingin resepsionis itu konfirmasi. Mungkin resepsionis itu berpikir dia akan mati jika melawan Ximen Long ini, jadi Sheng Feng menjawab. "Ya."


Mendengar ini resepsionis ahkirnya mengerti meskipun pada awalnya dia sudah menebak namun dia masih sedikit terkejut setelah Sheng Feng mengkonfirmasi.

__ADS_1


Bukan hanya resepsionis itu tetapi juga para pemburu juga menatap Sheng Feng dengan takjub. Apakah akan ada master qi sejati lain selain di kelompok serigala?


Dan seketika susana menjadi ramai orang-orang membicarakan Master qi sejati yang baru di guild pemburu bayaran. Tentu.saja tidak lupa tentang kehancuran kelompok serigala yang menjadi berita hot ahkir-ahkir ini.


Dengan ini resepsionis itu dan orang-orang sangat senang menatap Sheng Feng. Di karenakan semakin kuat guild semakin ternama dan misi dari masyarakat yang tidak ada hubungannya dengan penjahat, akan lebih banyak karena rakyat akan menjadi lebih mempercayai guild.


Selain itu kematian 3 pratisi qi guild itu merobohkan kepercayaan masyarakat terhadap guild. karena para pemburu tidak hidup untuk memburu penjahat saja.


Namun mereka bertahan hidup dengan cara menerima misi dari masyarakat. ya meskipun hadianya tidak seperti bounty pada para penjahat yang mahal. akan tetapi itu sudah lebih dari cukup untuk makan dan bersenang-senang.


Selain itu walaupun 3 pratisi qi itu bagian dari guild. Mereka tidak perna mau menyelesaikan misi. Karena mereka adalah maskot dan tidak ingin di perinta oleh guild.


Selain itu mereka seperti tidak berani untuk memburu penjahat. Karena mereka sudah hidup enak disini kenapa harus pergi untuk mempertarukan nyawa? mereka sudah hidup enak di sini kenapa harus melawan orang yang kultivasinya sama dengannya dan tidak punya jaminan menang. Bukankah itu sama saja dengan bunuh diri.


Juga mereka sangat sombong merasa kalo mereka tidak ada, pasti guild ini tidak akan berkembang.


Setelah melihat sifat Sheng Feng, mereka lebih menyukai Sheng Feng dari pada grub serigala itu.


Segera itu resepsionis memberitau Sheng Feng informasi tentang Ximen Long.


"Kalo begitu terima kasih." kata Sheng Feng setelah itu bergi keluar guild.


"tidak masalah," jawab resepsionis.


Resepsionis itu menatap ke arah pintu dengan tenang. setelah itu beberapa menit setelah kepergian Sheng Feng. Seorang pemuda masuk ke guild dengan cepat.


Dia bernafas dengan cepat seperti telah di kejar anjing 7 konpleks. Reaepsionis itu melihatnya dan berniat menanyainya. Pemuda itu mengangkat tangan kanannya mendakan tolong berhenti.


Dia perlahan menenagkan nafasnya dan berkata dengan tenang. " Apa kalian melihat pemuda bernama Sheng Feng?"


Mendengar ini resepsionis mengingat sosok Sheng Feng itu lagi. Dia baru ingat namanya adalah Sheng Feng.


"Oh maksudmu pemuda itu? dia sudah pergi beberapa waktu yang lalu." Jawab resepsionis dengan tenang dan sabar.

__ADS_1


"Apa!" kata pemuda itu terkejut dan seperti tubuhnya menjadi lemas dan mati rasa.


dia sangat kelelaan.


__ADS_2