PERJALANAN DEWA RENKARNASI

PERJALANAN DEWA RENKARNASI
Bertemu Grand Master Arcemis.


__ADS_3

Di depan Sheng Feng sekarang terdapat sebuah gubuk tua yang cukup kecil. Gubuk itu terbuat dari kayu dan atapnya terbuat dari anyaman jerami. Gubuk itu sangat sederhana namun siapa yang berpikir kalo itu sebenarnya adalah tempat tinggal dari seorang grand master arcemis tingkat pratisi qi lapisan ke-3.


Ini seperti anjing cihua-hua yang mahal yang seharuanya tinggal di istana raja. Namun dia memili untuk tinggal di daera kumu bersama anjing jalanan lainnya.


Begitukah seorang master seharusnya?


Seharusnya jika grand master arcemis mau meperlihatkan diri semua orang bahkan pasukan kelas dua seperti Sekte Hong Lian pasti menghormatinya. Semua yang di ingin kan olehnya pasti akan terwujud. Namun beliau malah memili untuk mengasingkan diri di banding mengespor dirinya ke dunia luar. Hanya keharuman namanya yang di ketahui semua orang namun jarang ada yang tau seperti apa rupanya.


Sheng Feng tiba-tiba mengingat kelompok serigala. Kekuatan dan ketenaran mereka tidak ada apa-apanya di banding grand master arcemis ini. Tapi mereka hidup dalam kemewahan dan berfoya-foya.


Benar-benar berbeda 180 derajat. itu ibarat langit dan bumi, bulan dan matahari. Benar-benar berbedajauh.


Sheng Feng merasa kagum atas kesederhanaan grand master itu. Di dalam hati Sheng Feng menjadi lebih dan lebih menghormatinya. Sheng Feng menjadi semakin yakin kalo mereka adalah orang baik.


Setelah itu Wei Linqin berteriak. "Guru aku telah membawah orang yang kau cari!"


Setelah teriakan Wei Linqin sebuah suara tua namun penuh energi terdengar.


"Murid sialan, tidak bisakah kau lebih menghormati gurumu? Kenapa kau berteriak di seperti tidak punya sopan santun?"


Lalu pintu gubuk itu terbuka dan keluar seorang lelaki tua. Rambut lelaki itu sudah putih penuh uban dan dia juga memiliki jenggot. Kulitnya sedikit ada kekeriputan. Namun di samping tanda-tanda penuahan itu, tubuh lelaki tua itu cukup kekar penuh dengan daya ledak. Dia terlihat sangat sehat di usianya yang sudah tua.


"Bukankah aku terbiasa seperti ini?" kata Wei Linqin.


"Makanya kau perlu mengubah kebiasaan mu, kamu baru bergabung ke sekte ini selama 3 tahun dan sudah mencapai ranah penyempurnaan qi. Selain itu bakatmu dalam alkimia sangat baik kau mungkin bisa mewarisi jubah lelaki tua ini.Tapi kenapa ahkir-ahkir ini pertumbuanmu menurun? Apa kau malas berlati? Apa ini karena wanita?" Ucap Lelaki tua itu memarai Wei Linqin tampa ampun.


"Bukankah ini semua karenamu guru? kau yang menyuruh ku menjaga toko sepi itu?" Bantah Wei Linqin merasa tidak puas atas tuduan gurunya.


"Kau selalu saja membanta kalo di nasehati. Jika toko itu sepi bukankah lebih baik kau berlatih bukan tidur." Kata pak tua itu sambil memukul kepala Wei Linqin yang membuat nya jatuh tersungkur. Pukulan itu tidak keras atau bahkan tidak serius. Jika pak tua itu serius dari perbedaan kultivasi saja Wei Linqin akan mati dalam sekali pukul.


Namun walaupun tidak serius kepala Wei Linqin mengalami sedikit benjolan. Dia duduk dan mengelus benjolan di kepala nya. Lalu merengek kesakitan, "Aduh, sakit."


"Jangan cengeng kau itu pria harus lebih tahan pukul," kata pak tua itu.


"Apa aku kan seorang arcemis kenapa harus bertarung?" bantah Wei Linqin.


"Bahkan jika kau seorang arcemis bukan berarti kau tidak bisa bertarung sama sekali!" tagas kakek tua itu.

__ADS_1


Ini membuat Sheng Feng berpikir tentang tubuh kakek itu yang cukup kekar.


Jadi dia juga melatih tubuhnya walaupun dia seorang. arcemis?


"Lupakan saja, jadi di mana orang itu." Pak tua itu sudah puas mendidik muridnya dan mengingat lagi apa yang akan dia lakukan.


"Ah aku di sini." Sheng Feng mengangkat tangan untuk menunjukan dirinya. Sebenarnya dari tadi dia berdiri di sini tapi kakek tua itu mengabaikannya dan malah memarahi muridnya. Jadi Sheng Feng hanya diam dan menonton adegan itu.


"Ah, jadi itu kau." Kakek tua itu menatap Sheng Feng dengan mata berkilau. Dia seperti binatang buas yang kelaparan selama 1 tahun dan ahkirnya melihat kelinci putih kecil untuk dia makan. Dia menatap Sheng Feng dengan teliti seperti merasakan selembut apa daging kelinci itu saat di makan.


Melihat tatapan itu membuat Sheng Feng bergridik ngeri. Wajahnya menjadi jelak, dia berpikir seperti apa ahkirnya nanti.


Apakah setelah selamat dari sarang serigala aku ahkirnya terjatuh di mulut buaya?


Pak tua itu menenangkan pandangannya setelah itu berkata." Ini bukan tempat yang bagus untuk bicara. Ah, bagaimana kalo kita langsung saja ke paldium pil."


"Ikuti aku," lanjutnya.


Sheng Feng menengkan diri lalu bertanya. "Paldium pil?"


Wei Linqin yang telah berdiri di belakang Sheng Feng menjelaskan. "Paldium pil adalah tempat kami para arcemis untuk memurnikan pil."


"Tentu saja bisa, namun ada tempat kusus yang mengandung api bumi. Sehingga tingkat keberhasilan bahkan kualitas pil menjadi lebih tinggi. Selain itu bagi arcemis akan menjadi lebih mudah saat pemurnian," jelas Wei Linqin.


Sheng Feng mengangguk mengerti. Kemudian mereka berdua pergi mengikuti ke arah yang di tujuh pak tua itu.


Setelah beberapa waktu lama ahkirnya mereka sampai di tempat yang di tuju.Tempat itu sangat besar dan megah namun itu terbuat dari batu seperti gua. Penuh dengan lorong dan ruangan dan tentu saja terdapat tunggku alkimia.


Di pinggiran sana banyak bangunan rumah yang mega dan indah. setelah bertanya ke Wei Linqin rumah siapa itu. Dia menjawab kalo itu rumah para murid Sekte Lembah obat. Ini membuat Sheng Feng bingung kenapa rumah muridnya sangat mega. Malah rumah dari masternya terlihat seperti gubuk yang akan runtuh.


"Meskipun rumah guru tidak terlalu mewah tapi energi di sana yang paling padat, jadi berlati di sana sama saja dengan 2 kali lipat di tempat lain di Sekte Lembah Obat."Melihat wajah Sheng Feng bingung, Wei Linqin menjelaskan kepada Sheng Feng.


Mendengar ini Sheng Feng menjadi mengerti.


Ku kira kakek itu sangat sederhanya ternyata ada maksud tersembunyi. Aku mulai meragukannya!


Setelah itu kakek tua itu mengajaknya duduk di bawah pohon. Sheng Feng dan kakek tua itu duduk di bangku kecil dengan meja bundar kecil di antara mereka. Wei Linqin menyiapkan teh untuk melayani mereka. Lalu dia berdiri di belakang gurunya.

__ADS_1


Setelah menyeruput teh itu dengan tenang Sheng Feng menjadi damai dan tenang. Teh ini seperti di buat dari herbal kusus.


"Bagaimana?" tanya pak tua itu.


"Sangat baik," jawab Sheng Feng. Faktanya dia baru kali ini dia merasakan teh yang sangat nikmat seperti ini. Ini seperti teh dari surga yang di seduh oleh bidadari.


"Ini teh kas dari Sekte ini yang di seduh dari daun herbal terpilih. Ini juga memiliki sedikit efek penyembuh" Pak tua itu memperkenalkan teh itu kepada Sheng Feng.


"Wow!" Sheng Feng berseru penuh kejutan. Dia tidak membayangkan bahwa teh biasa seperti ini bisa begitu ajaib. Apakah banyak hal luar biasa di dunia ini yang dia tidak tau. Sheng Feng menjadi bersemangat dia tidak perna berpikir bahwa dunia kultivasi begitu indah. Tidak heran orang berlomba-lomba untuk menjadi kuat. Bukan cuma hanya menjadi abadi akan tetapi banyak hal ajaib dan luar biasa yang orang awam tidak akan tau.


"Jika kau mau kau bisa membawah beberapa." Pak tua menawarkan.


"Benarkah?" Sheng Feng berpikir bahwa kakek tua ini benar-benar baik.


"Tapi kau harus Membanruku." kata kakek tua itu.


"Apa?" Sekarang Sheng Feng berpikir kakek tua itu sangat licik.


"Jangan terkejut begitu aku tidak akan merampokmu selain itu ini kau juga akan di untungkan." Melihat ekpresi aneh Sheng Feng pak tua itu hampir bisa menebak apa yang dia pikirkan.


Sheng Feng hanya menatapnya dengan rasa ingin tau seperti mengatakan. Apa yang kau maksud keuntungan ku?


Melihat ini pak tua itu tersenyum dan mengeluarkan selembar kertas. Itu adalah kertas yang dia bawah dari toko obat dimana di sana tertulis beberapa herbal tingkat bumi kulitas tinggi.


"Bukankah kau yang menulis ini?" tanya pak tua itu.


"Benar," jawab Sheng Feng jujur.


"Jika kau ingin membeli ini semua setidaknya kau butuh 100.000 batu roh, apa kau tau?" tanya pak tua itu lagi.


"Apa?" Sheng Feng tidak berpikir akan semahal itu.


"Tetapi aku akan menggratiskannya untukmu!" kata pak tua itu.


"Benarkah?" Sheng Feng benar-benar terkejut sekaligus bahagia. Sekarang di berpikir pak tua ini benar-benar baik.


Maaf telah berburuk sangka padamu pak.

__ADS_1


.


.


__ADS_2