
Pemuda itu melihat nama-nama herbal itu dan sedikit kebingungan muncul di matanya.
Apakah orang ini tau? Kalo toko ini adalah properti milik Sekte Lembah Obat? Apakah ini tujuan guru untuk mendirikan toko kecil ini? Agar para master tertentu yang mengetahuinya!
Lagi pula, berapa banyak orang yang mengantri untuk dibuatkan obat di Sekte Lembah Obat. Namun guru bahkan tidak pernah memperdulikan nya. Bisa di bilang dia hanya menyuruh murid nya untuk menyuling kebutuan mereka.
Semakin dia memikirkan nya semakin mungkin kemungkinan ini benar. Jadi dia mulai menghaluskan nada bicaranya.
"Maaf atas kelalaian saya pelanggan yang terhormat, jadi anda membutukan herbal tingkat bumi kualitas teratas?" tanyanya dengan sopan.
"Benar, apakah itu ada?" Mendengar herbal yang dia cari ada, Sheng Feng menjadi bersemangat.
"Tentu saja ada, semua yang anda tulis ada di tempat kami. Namun!" Sambil mengangkat jari seperti memperingatkan.
"Namun?" Sheng Feng juga bingung.
"Namun anda harus membayar. Herbal tingkat bumi kualitas tertinggi bukanlah hal yang murah." jelas pemuda itu sambil menunjuk kearah herbal yang ada di rak.
"Tentu saja aku akan membayar, Aku masih punya banyak koin." Sambil mengeluarkan sekitar 7000 koin emas.
Pemuda itu melihat koin emas dengan mata berkilau. Namun dia segera mengibaskan kepalanya dan ekspresinya berubah menjadi marah.
"Apa maksud mu koin emas? Harga satu herbal tingkat bumi kulitas tertinggi itu sekitar 70-100 batu roh."
"Batu roh?" Sheng Feng menatap dengan bingung. Apa itu batu roh?
"Jika kau tidak punya batu roh sana keluar!" teriak pemuda itu kesal dan kembali tidur.
Karena tidak punya batu roh Sheng Feng berjalan keluar toko itu. Dengan alis yang turun wajahnya terlihat kecewa. Dia terlihat seperti seorang anak kecil yang kecewa karena tidak di belikan mainan.
Jadi begitu kenapa Kak Mo mengatakan dia sedang miskin. Dia bukan kekurangan emas namun kekurangan batu roh. Di dunia kultivasi para kulivator mengunakan batu roh untuk bertransaksi.
Emas mungkin sangat berharga di mata manusia namun di mata para kulivator emas tidak lebih dari logam tidak berharga. Di banding dengan batu roh yang memiliki banyak sekali kegunaan.
Sheng Feng menghela nafas barat. Begitu ya, tadinya dia berpikir dia sangat kaya. Namun sekarang dia merasa sangat miskin.
Sheng Feng kembali ke penginapan dan bertanya kepada resepsionis. Bagaimana caranya untuk mendapatkan batu roh dengan cepat. Dia mendapatkan jawaban yang sangat simpel yaitu.
"Pemburu bayaran."
Jadi dia mulai berjalan ke tempat yang di arahkan resepsionis. Setelah sampai dia menemukan bangunan besar yang tertulis 'Guild Pemburu Bayaran'.
Memasuki tempat itu Sheng Feng menemukan sebuah ruangan yang luas dan ramai. Banyak orang duduk di kursi dan minum sambil berbicara satu sama lain. Berbeda dari Penginapan Teratai tempat ini terlihat lebih hidup. Jika suasana di Penginapan teratai adalah tenang dan damai, suasana di tempat ini adalah hidup dan berisik.
__ADS_1
Karena selain tempat ini adalah 'Guild Pembunuh Bayaran', ini juga merupakan sebuah bar maka dari itu wajar jika sangat berisik.
Di kejauhan seorang wanita muda yang terlihat berumur 20-an berdiri di belakang meja tinggi. Dia mengenakan dress berwarna merah mencolok. Bibirnya semerah bunga mawar. Wajahnya berkilau seperti cahaya rembulan. Dia berdiri di sana dengan tenang seakan semua kebisikan itu tidak mengganggunya.
Sama seperti penginapan teratai tempat ini ternyata juga memiliki resepsionis. Jadi Sheng Feng bejalan menuju ke resepsionis itu.
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya resepsionis itu.
"Aku ingin mendaftar jadi pemburu bayaran." jawab Sheng Feng singkat.
Mendengar ini resepsionis itu mengeluarkan selembar kertas dan memberikan pena ke Sheng Feng.
"Tolong isi formulir ini!" perintah resepsionis itu.
"Baik." Kata Sheng Feng menjawab itu dan mulai mengisi formulir.
Setelah menyelesaikan itu Sheng Feng di beri sebuah tabled giok. Tablet itu berbentuk persegi panjang seukuran telapak tangan. Terdapat ukiran naga merah yang menyemburkan api.
"Ini adalah tabled pembunu bayaran, sebagai kartu identitas bahwa anda adalah angota dari guild pemburu bayaran," jelas resepsionis itu.
Apa harus sampai harus pakai Itu? Sheng Feng bertanya-tanya.
Seperti mengerti apa yang di pikirkan Sheng Feng resepsionis itu berkata. "Guild pemburu adalah organisasi di bawah kerajaan jadi itu tersebar di seluru negri, jadi dengan giok identitas akan mudah jika anda berpergian ke guild lain."
Mendengar penjelasan ini Sheng Feng ahkirnya mengerti. Dia mengangguk lalu bertanya. "Lalu bagaimana aku bisa mendapatkan batu roh?"
"Silakan baca di sana, tuan." Resepsionis itu menunjuk ke arah kiri. Di sana terdapat sebuah papan pengumuman besar.
"Terima kasih," ucap Sheng Feng. Setelah itu pergi ke depan papan itu dan mulai membaca.
Jadi Guild pembunuh bayaran itu adalah lembaga keamanaan kerajaan Muen. Kerajaan Muen tidak bisa mengatasinya para penjahat sendiri. Jadi kerajaan Muen hanya membuat bounty untuk kepala-kepala mereka yang tercantum di daftar hitam kerajaan.
Orang-orang yang namanya tertulis di daftar hitam itu adalah mereka telah membuat kejahatan dan di laporkan ke kerajaan.
Harga buronan pun beragam tergantung dari seperti apa kejahatan mereka dan juga tingkat predisi kekuatan mereka.
Dan lagi semua harta milik buronan akan menjadi rampasan untuk pemburu. Itu membuat bounty hunter adalah profensi yang sangat menguntungkan.
Selain memburu buronan, guild juga menerima beberapa permintaan dari masyarakat. Seperti mendapatkan daging monster beast, herbal dan lain-lain.
Sheng Feng mulai memperharikan beberapa quest dari penduduk sekitar dan ternyata kebanyakan di gaji dengan perak atau emas.
Setelah itu Sheng Feng membaca para buronan. Dia menemukan bahwa yang harga kepalanya bernilai batu roh. Dan kebanyakan dari mereka adalah master ranah penyempurnaan qi dan di atasnya. Selain itu kebanyakan batu roh itu hanya sekitar 10 batu roh saja.
__ADS_1
Dia fokus ke salah satu nama yang tertulis. Apa cuma 1 batu roh? di situ tertulis. Su sixin, usia 65, master penyempurnaan qi, harga buronan 1 batu roh, kejahatan pemabuk dan pemerkosa.
Pak tua ini dia cukup perkasa! Tunggu dulu, Su? Apa hubunganya dengan Su Ming? Mungkin hanya kebetulan!
Dia segera menghilangkan pikiran itu dan mulai mencari buronan yang lain. Ah ini 1000 batu roh! Kenapa begitu banyak?
"Li Mingyu?" gumamnya.
"Halo." Tiba-tiba suara terdengar dari belakang Sheng Feng.
Sheng Feng berebalik dan melihat sekelompok sekitar 10 orang parubaya. Mereka menatap Sheng Feng dengan senyum yang membuat Sheng Feng kebingungan sekaligus ngeri.
"Apa kau berniat memburu bandit itu?" tanya seorang dari mereka.
Sheng Feng menggelengkan kepala. Dia bahkan belum mencapai pratisi qi lapisan pertama, bagaimana mungkin dia menantang pratisi qi lapisan kedua. Apakah kau bercanda?
"Tidak perkenalkan kami di namakan kelompok serigala, kelompok kami memiliki 5 pratisi qi lapisan pertama. Jika kau berniat mau membantu kami untuk memburu Li Mingyu." Kata orang yang terlihat seperti pemimpin dari kelompok serigala.
"Tapi kenapa aku," tanya Sheng Feng. Apakah dia terlihat kuat?
"Hehe kenapa kamu? bukankah kamu baru saja mempermalukan tuan muda Lie beberapa waktu yang lalu?"
Orang-orang menatap Sheng Feng dengan tercengang sekaligus kasian.
Tuan muda Lie? Sheng Feng kebingungan. Tiba-tiba dia mengingat seorang pemuda sangat sombong yang dia temui tidak lama ini. Sheng Feng mengangguk tanda bahwah, ya benar.
"Kamu sepertinya memiliki beberapa kemampuan," ucap pemimpin itu lagi.
"Ya, namun berapa batu roh yang aku dapat?" tanya Sheng Feng.
"Ya, selain itu meski hadianya adalah cuma 1000, setelah kita menaklukan nya itu mungkin ada sekitar 5000 di sana." Melihat Sheng Feng sangat membutukan batu roh dia mengatakan itu.
Mendengar pernyataan ini Sheng Feng menjadi bersemangat. Dia berkata, "Benarkah?"
"Jadi kau ikut?" tanya pemimpin itu.
"Ya," jawab Sheng Feng.
"Oke, kalo begitu kita bertemu di markas kelompok serigala. Oh benar perkenalkan namaku Cie Zhu." Mengatakan itu sebelum dia memperkenalkan yang lain.
"Salam kenal," ucap Sheng Feng.
"Oke jangan lupa untuk datang." Setelah itu dia berjalan keluar guild.
__ADS_1
"Baiklah," jawab Sheng Feng.
.