PERJALANAN DEWA RENKARNASI

PERJALANAN DEWA RENKARNASI
Keributan.


__ADS_3

Melihat tuan muda dari keluarga Lie itu berdiri. Tiba-tiba 3 orang berjubah hitam di belakang tuan muda keluarga Lie juga berdiri. Ini menandakan bahwa mereka adalah pengawal dari tuan muda keluarga Lie.


"Bajingan kecil, kalau kau tidak ingin meminta maaf kepada tuan muda kami. Keluarga Lie tidak akan melepaskan mu." kata salah satu orang yang berjubah hitam itu.


"Apa? kenapa aku harus minta maaf? Bukankah dia yang menyiramku duluan?" Sheng Feng seperti tidak terima atas tuduan itu.


"Kamu sialan, kau lah yang membuat nafsu makan ku hilang!" Tuan muda Lie berteriak sambil menunjuk ke arah Sheng Feng.


"Kau terlalu berani nak." kata pengawal itu dalam nada bicara nya dia terlihat sangat marah. Dia maju dan ingin menghajar Sheng Feng.


"Tunggu." Tuan Muda keluarga Lie menghentikan nya.


"Ada apa tuan muda?" Pengawal itu terkejut dengan tindakan tuan muda nya.


"Biar aku yang mengurusnya." bisiknya.


Pengawal itu tersenyum dan berkata."Baiklah."


Lalu tuan muda keluarga Lie itu berdiri dengan angku. Mengambil nafas dalam-dalam lalu berteriak.


"Hari ini tuan muda keluarga Lie, 'Lei Yu' calon patriak masa depan keluarga Lie akan memberi sedikit hukuman kepada tikus kecil yang mengganggu makan nan kalian." mengatakan itu dengan bangga dan penuh percaya diri.


Orang-orang yang ada di sana merasa sangat bergembira dan terkejut. Mereka bertanya-tanya.


Apakah Lie Yu benar-benar Patriak selanjutnya dari keluarga Lie? Jadi seperti apa kemampuan dari calon patriak keluarga Lie?


"Dia berulah lagi." Di sudut ruangan seorang gadis manis dengan wajah yang menawan berkata dengan ekpresi acuh-takacuh. Dia seperti sudah terbiasa melihat ini.


Lie Yu tiba-tiba memperhatikan gadis itu.


"Ah, nona Gong apa yang kau lakukan di sini?"


Melihat Lie Yu memanggil gadis itu dengan 'Nona Gong'. Orang-orang pun mengetahui siapa gadis itu.


"Jadi itu nona muda dari keluarga Gong? Gong yun!"


"Ya, bukan kah dia yang di katakan akan di jodohkan dengan tuan muda Lie Yu!"


Orang-orang berseru kaget. Mereka yang makan di rumah makan ini adalah orang-orang berkelas. Paling tidak mereka adalah pedagang kaya.


Dan untuk perebutan posisi Patriak di perlukan koneksi dan pengakuan dari golongan atas seperti mereka. Agar patriak akan mudah untuk mengurus bisnis keluarga di masa depan.


Maka dari itu Lie Yu mencoba memanfaatkan bocah bodoh ini. Untuk meningkatkan popularitas nya.


Sheng Feng tidak tau banyak dan hanya memperhatikan orang-orang berbicara. Dia hanya dapat memahami kalo pemuda itu adalah tuan muda keluarga Lie. Dan nona itu adalah tunangannya.


Mendengar pertanyaan Lie Yu. Gong Yun hanya bejalan maju mengabaikan nya.

__ADS_1


"Lakukan apapun yang kau ingin kan."


Meskipun dia di abaikan Lie Yu tetap tersenyum seperti dia tidak tau kalo Gong Yun tidak perduli, jadi dia berkata." Maka suami mu ini akan menunjukan kehebatan nya."


Gong Yun hanya berjalan lurus ke repsesionis.


"Apa kau tidak ingin menghentikan keributan ini?" Tanya Gong Yun dengan tenang menatap resepsionis yang berdiri di depan nya.


"Situasi sudah sampai sejauh ini, biarkan mereka melakukan apa yang mereka inginkan. Kalo situasi menjadi lebih rusuh aku akan menghentikan nya. Lagi pula kami tidak ingin ada yang mati di restouran kami." jawab resepsionis itu.


"Bagus." kata Gong Yun sebagai tanggapan. Lalu berjalan ke kursi di belakang resepsionis dengan malas.


"Hehehe ayo kita mulai."


Dia mulai menyerang maju ke arah Sheng Feng dengan tangan kosong. Tusukan lurus meng arah ke uluh hati Sheng Feng. Namun sebelum bisa mengenai Sheng Feng, Sheng Feng sudah menangkisnya dengan tangan. Sheng Feng langsung membalas pukulan itu dan berniat meninju kepala. Akan tetapi itu di hindari oleh Lie Yu dengan muda. Melihat Serangan nya tidak berhasil Lie Yu melompat beberapa langka ke belakang dengan apik, itu adalah teknik gerakan keluarga Lie.


Jaraknya dengan Sheng Feng sekarang sekitar 10 meter. Dia tersenyum sinis menatap Sheng Feng.


"Lumayan." kata Lie Yu.


Gong Yun yang duduk di kursi jauh sedikit tersenyum. Dia melihat Sheng Feng dengan ekpresi menarik.


"Aku tidak perna berpikir kalo kau adalah seorang master penyempurnaan jiwa." kata Lie Yu lagi.


Melihat Sheng Feng bisa menandingi nya. Membuatnya berpikir kalo Sheng Feng adalah master penyempurnaan jiwa.


"Haruskah aku sedikit lebih serius?" kata Lie Yu lalu memanggil pedang dari kantong semesta. Dia mengangkat pedang itu lalu berpose anggun, yang membuat orang-orang terpesona. Seperti ada kilauan cahaya ilahi yang ada di sekelilingnya.


Pedang yang di keluarkan oleh Lie Yu berwarna merah api. dengan motif api yang berkibar. Itu adalah artefak tingkat bumi kualitas menenga. Itu bahkan bisa memotong seorang master ranah pratisi qi lapisan ke dua. Namun sekarang dia mengeluarkan nya hanya untuk melawan seorang dengan ranah penyempurnaan jiwa.


"Bukankah itu terlalu berlebian." kata Gong Yun kepada resepsionis di depan nya.


"Apa kau tau artefak apa itu?"


"Itu artefak tingkat Bumi kualitas menenga."


Resepsionis itu menanggapi dengan anggukan dan berkata.


"Itu memang terlalu berlebian untuk menggunakan artefak tingkat bumi."


"Lalu kenapa kau tidak menghentikan nya?"


"Kau liat ekpresi pemuda aneh itu." katanya sambil menunjuk ke arah Sheng Feng.


Medengar apa yang di katakan resepsionis itu Gong Yun pun menatap Sheng Feng. Apa ada yang aneh?


Lalu resepsionis itu melanjutkan "Pemuda itu terlihat tenang dan tidak panik. Dia sepertinya memiliki sedikit kemampuan."

__ADS_1


"Hemm, sepertinya begitu." Gong Yun setuju.


"Ya kita lihat saja, bukankah kau ingin tuan muda Lie kalah." resepsionis itu berkata menggoda.


Gong Yun tidak menjawab namun dari tatapan nya sepertinya dia sangat menantikan itu.


Setelah memamerkan artefaknya Lie Yu menghadap ke Sheng Feng.


"Tunjukan senjata terbaikmu. kau tau aku bisa mengalakanmu dengan mudah tidak penting sejata apa yang kau gunakan. hahahaha." Lie Yu tertawa sombong. sambil menunjuk kearah Sheng Feng menggunakan pedang dengan pose kuda-kuda.


Orang-orang juga menonton dengan antusias.


Sheng Feng tidak tau harus menggunakan apa. Karena di dalam kantung semestanya sama sekali tidak ada senjata. Hanya ada botol air, koin emas, dan kotak kristal sumber.


Dia masih berfikir cukup lama. ini membuat suasana menjadi sepi dan sunyi. Orang-orang mulai mengagumi keberanian Sheng Feng yang berani mengabaikan tuan muda keluarga Lie.


Lie Yu sangat kesal dengan perilaku Sheng Feng.


Sialan, apakah tikus tanah ini berani mengabaikan ku?


Dia tidak tahan lagi dan berteriak. "Hei!"


Sheng Feng ahkirnya tersadar dari lamunan dan menemukan ide "Ahha!"


Sheng Feng berjalan perlahan mendekati meja.


Membuat orang-orang berbisik.


"Apa? apa yang ingin dia lakukan?"


"tidak tau."


Nona Gong dan resepsionis itu juga kebingungan.


Apa yang ingin dia lakukan?


Lalu sampai di meja Sheng Feng dengan santai mengambil garpu. lalu berbalik menatap Lie Yu. Dia memegang garpu itu seperti memegang pedang dengan tajam menatap Lie Yu dan berkata.


"Ini senjata terbaik yang ku punya."


"Apaaaa?" semua orang berseru kaget.


Tolong katakan padaku apa dia bercanda?


Sepertinya dia tidak menganggap serius tuan muda Lie?


Bahkan Gong Yun dan gadis resepsionis menatapnya dengan aneh.

__ADS_1


"Jangan bilang memang ada yang geser dari otaknya?" kata Gong Yun.


"Sepertinya."


__ADS_2