PERJALANAN DEWA RENKARNASI

PERJALANAN DEWA RENKARNASI
apa.


__ADS_3

Di gelap malam dengan suhu yang dingin namun sebuah reruntuan terbakar di tengah kota. Angin berhembus dengan tenang membawah suhu dingin ke seluruh penjuru. Terkenah angin dingin api itu tidak padam melainkan semakin tinggi dan merambat mengoyak ke sisi bangunan lain. Api itu bergoyang-goyang penuh semangat semakin mematikan.


Orang-orang kota yang penasaran menonton dari kejauhan. Mereka tidak mendekat karena takut terbakar. Karena mereka meresakan itu bukanlah api biasa.


"Bukankah ini markas dari kelompok serigala?"


"Ya, apa yang terjadi?"


"Aku tidak tau."


"Sepertinya api itu bukan api biasa."


Mereka berdiskusi mengutarakan mereka pendapat mereka masing-masing.


.


Di tengah-tengah api seorang pemuda berdiri di sana. Tubuhnya hangus terbakar dia seperti ikan gosong, Bau daging terbakar sangat menyengat. Dagingnya banyak terkoyak sehingga memperlihatkan beberapa tulang. Dia berdiri di kobaran api seperti bukan apa-apa.


Tangan kanan pemuda itu mencengkram leher seorang pria parubaya. Pria parubaya itu mencoba melepaskan diri namun dia sama sekali tidak berdaya di bawah cengkraman pemuda itu.


Tubuh pemuda yang terbakar itu secara perlahan membaik. Kulitnya yang terkelupas tembuh lagi kulit baru dan menutupi tulangnya. Tampilan yang seperti hantu tadi telah beruba menjadi sosok Sheng Feng yang gagah kembali.


Pria paru baya di cengkraman pemuda itu sangat terkejut. Dia menatap pemuda itu dengan tatapan tercengang dan juga permungsuan.


Dia awalnya meremekan pemuda itu dan bahkan berniat membunuhnya. Siapa yang tau pemuda yang dia incar akan menjadi bencana bagi nya dan kelompok nya. Siapa yang tau hanya demi misi sialan itu kehidupanya berahkir seperti ini. Dan siapa yang tau kalo ikan kecil itu telah menjadi naga dengan begitu cepat dan membalas ikan hiu yang pernah akan memakannya.


Menyedikan! Jadi untuk apa aku berjuang! Semuanya sudah hancur! Hancur! Hancur sudah!


Sudah berahkir semua nya sudah berahkir.


Di bawah keputus asaan yang luar biasa, dia hanya bergumam satu kata.


"Monster." Sebelum dia di bunuh oleh Sheng Feng.


Sheng Feng berdiri di sana dengan linglung. Dia melihat pecahan cermin yang berceceran. Dia mulai mengambil pecahan yang sedikit lebih besar. Lalu dia menghadap kearah cermin itu.


Yang dia lihat hanyalah seorang pemuda telanjang. Dia memiliki tubuh yang gagah dengan otot-otot yang kuat. Kulitnya berwarna putih namun pucat seperti kehabisan darah. Sekujur tubuhnya terceripat darah terlihat sangat menyeramkan.


Sepertinya Sheng Feng telah berganti kulit sama seperti ular.


Wajah pemuda itu cukup tampan namun senyum menyeramkan terpancar di sana. Selain itu salah satu matanya bersinar dengan cahaya merah yang membuatnya menjadi lebih menyeramkan.


Mata itu adalah teknik mata iblis pemusnah milik Sheng Feng. Meskipun itu belum mencapai lapisan pertama akan tetapi itu sudah muncul sepertinya Sheng Feng membangkitkannya secara tidak sengaja.

__ADS_1


Dia melihat sosok menyeramkan di cermin itu lalu mengusapnya dengan tangan.


"Apa ini masih aku," gumamnya.


Dia awalnya sangat ketakutan jika harus membunuh tapi sekarang dia merasa sangat senang. Perasaan jijik itu sudah hilang dan di gantikan oleh kepuasan.


Saat dia mulai menebas mungsu-mungsu itu. Dia merasa sangat bahagia seperti ada sesuatu yang terpuaskan dalam dirinya. Rasa kepuasan dalam jiwa yang bahkan sulit untuk di ucapkan dengan kata-kata.


"Apakah ini rasanya balas dendam?" gumamnya lagi.


Sheng Feng kembali ke kenyataan dan membuang semua pikiran itu. Dia menyadari kali dia telanjang katena bajunya telah hangus. Lalu dia mengumpulkan kantung semesta milik 3 pratisi qi di sana dan pergi.


Kantung semesta cukup kuat dan tidak rapuh jadi itu tidak ikut hangus.


Kantung semesta yang lain mungkin tidak berharga. Sekarang dia adalah pratisi qi jadi apakah dia harus merampas harta milik seorang master penyempurnaan qi.


Tidak masalah untuk mengambilnya namun menurut Sheng Feng mungkin hanya ada berapa koin emas dan benda tidak berharga lainnya. Dan milik pratisi qi itu seharusnya lebih baik. Lagi pula yang dia butuhkan sekarang bukan emas maupun perak tapi batu roh.


Dia melihat kedalam kantong semesta milik Cie Zhu. Ada banyak harta sepertinya namun tidak ada waktu untuk mengurus itu. Dia hanya mengambil satu set pakaian dan memakainya.


Pakaian itu sepertinya setingkat dengan artefak peringkat bumi kulitas rendah. Lalu dia melihat ke arah mayat Cie Zhu. Dia melihat pakaian Cie Zhu masih utuh walaupun ada sobekan.


"Tidak heran," gumam Sheng Feng.


Di luar orang yang menonton kebakaran.


"Apa kau melihat ada bayangan tadi yang keluar dari sana?" tanya seseorang.


"Tidak, dimana?"


Sambil menunjuk ke arah yang dia lihat dan mengatakan. " Itu di sana."


"Tidak, mungkin hanya imajinasimu saja," jawab temannya.


"Mungkin." Balasnya dengan ragu karena dia melihat bayangan itu begitu nyata. Akan tetapi karena tidak ingin berdebat hanya dengan hal sepele dia melupankannya. Namun dalam hatinya masih ada yang menjanggal.


...


..


Di sebuah ruangan penuh obat. Ini adalah toko obat kecil yang di kunjungi oleh Sheng Feng beberapa waktu yang lalu.


Di kursi ada seorang pemuda yang duduk sambil tertidur. Dia menyandarkan kepalanya di meja dan menggunakan tangannya sebagai bantal. Sedikit air liur keluar dari sudut mulutnya seperti air terjun musim semi. Dia juga mendengkur seperti kucing pemalas.

__ADS_1


Tiba-tiba langka kaki terdengar suara dan suara pintu terbuka membuat pemuda itu sedikit terbangun.


Karena tidurnya yang terganggu pemuda itu berkata dengan tidak senang.


"Sudah ku katakan toko kami sudah tutup pergi saja cari toko yang lain." Katanya dengan mata sedikit tertutup. Dia menguap malas lalu kembali lagi tidur.


"Wei Linqin apa yang kamu lakukan?" Suara tua terdengar.


Seperti mengenali suara itu Wei Linqin langsun terbangun dengan sigap.


"Ah, guru apa yang kau lakukan di sini." Katanya dengan canggung mengingat apa yang baru saja di katakan tadi.


"Apa begini cara mu melayani tamu?" Lelaki tua itu berkata dengan menyindir.


Lelaki tua itu adalah Grend Master Arcemis dari Sekte Lembah Obat. Selain itu dia adalah seorang pratisi qi lapisan ke 3. Dia memiliki perawakan tinggi dengan dada yang lebar. Meskipun rambutnya dan jenggotnya penuh uban akan tetapi tubuhnya masih tetap kokoh seperti batu karang.


Mendengar ini Pemuda itu mencoba membuat alasan. "Maafkan aku guru tadi ada orang yang datang dan tidak masuk akal. Ku pikir yang datang orang radi jadi aku ingin mengusirnya."


Sebenarnya pak tua itu tidak terlalu menyalakan muridnya karena tidur lagi pula toko ini memang sepi namun setelah mendengar ada yang datang dan tidak masuk akal dia jadi penasaran.


"Apa yang tidak masuk akal?" tanyanya.


"Itu guru dia mencoba membeli herbal tingkat bumi kualitas tertinggi namun dia sama sekali tidak punya batu roh." jawab pemuda itu.


"Herbal bumi kualitas tertinggi! bisa aku liat herbal seperti apa itu?" Tanya lelaki tua itu dengan wajah penasaran.


Melihat gurunya penasaran pemuda itu hanya memberikan lembaran kertas yang di tulis oleh Sheng Feng.


Pak tua itu mulai membaca semakin jauh, semakin jauh dan semakin jauh matanya semakin bersinar. Ekpresinya juga perlahan menjadi senyum, senyum dan tersenyum sebelum dia ahkirnya tertawa terbahak-bahak.


Hahahahh


Melihat gurunya tiba-tiba tertawa membuat pemuda itu menatapnya dengan aneh. Apa gurunya mulai gila.


"Haha ahkirnya ini yang selama ini aku cari!" Mengatakan itu dengan tawa dan menepuk pundak muridnya.


Dia terlihat sedang sangat gembira.


Yang selama ini dia cari? Pemuda itu menatap gurunya dengan tidak mengerti. Bukankah gurunya adalah pratisi qi lapisan ke 3? Bukankah dari semua kekuatan kelas 1 di kota Gang Ma mereka yang paling kuat? Bukankah apa yang dia cari harusnya bukan hal sulit untuk mendapatkan nya.


Lalu kenapa dia begitu bahagia


Apa yang sebenarnya dia cari?

__ADS_1


__ADS_2