PERJALANAN DEWA RENKARNASI

PERJALANAN DEWA RENKARNASI
Musnakan kelompok serigala.


__ADS_3

"Apa ini?" Tanya seseorang menatap bingung ke arah benda itu.


"Apapun benda itu, itu pastilah sesuatu yang berharga." Kata Cie Zhu yang bisa merasakan qi sejati yang padat di benda itu.


"Jika di lelang mungkin berharga tinggi," lanjutnya.


...


Dalam kegelapan malam yang mencengkam. Angin malam berhempus membawah hawa dingin. Seorang pemuda dengan berjalan menelusuri jalan malam. Tatapannya tajam lurus kedepan terdapat niat membunuh yang padat di tatapan itu. Dengan baju yang penuh koyakan dan sobekan. Dia membawah pedang dengan cara menyeret ujing pedang itu di tanah dan membentuk sebuah garis.


Dia adalah Sheng Feng.


Ahkirnya Sheng Feng sampai di gerbang kota Gang Ma. Dia menatap ke depan dengan susana kota Gang Ma yang riuh seperti pasar. Di depan gerbang ada dua penjaga seperti biasa yang memegang tombak dengan dada di busungkan sambil mengawasi orang-orang yang memasuki kota.


Sheng Feng berdiri dengan tenang menatap kearah kota, Menghela nafas lalu berjalan lagi menuju kota Gang Ma.


Melihat Sheng Feng berjalan membawah pedang para penjaga itu mulai bereaksi. Salah satu dari mereka mengatakan " Siapa kamu? jangan membuat kekacaun di kota ini!"


Sheng Feng tidak menggubris mereka dan hanya berjalan lagi tampa menengok mereka. Seakan mereka bukanlah sesuatu yang penting.


Melihat perilaku Sheng Feng yang acuh-takacuh membuat mereka seperti terhina. Siapa yang berani tidak menghormati penjaga kota seperti mereka.


Bisa dibilang mereka adalah pekerja langsung penguasa kota. Mereka juga yang berwenang menjaga ketertiban kota ini. Bagaimana mungkin mereka membiarkan orang yang mencurigakan memasuki kota, apalagi orang itu membawah pedang.


"Berhenti di sana!" Salah satu dari penjaga itu berteriak dan mencengkram pundak Sheng Feng dari belakang.


Merasakan cengkraman di pundaknya Sheng Feng berhenti. Dia perlahan menoleh kebelakang dengan pelan. Matanya melotot menatap kearah penjaga yang memegang nya. Dari matanya terpancar niat membunuh yang sangat padat.


Penjaga itu gemeter dari ujung kepala sampai ujung kaki. Tubuhnya menjadi lemas mati rasa kekurangan energi. Dia perlahan melepaskan cengkraman itu lalu mundur dan tersandung ke belakang.


Dia menatap Sheng Feng ketakutan penuh ketidak percayaan. Butiran-butiran keringat halus muncul di pelipisnya. Dia adalah master ranah Penyempurnaan qi yang cukup kuat. Namun baru kali ini dia merasakan niat membunuh yang begitu padat.


Hewan-hewan seperti kuda yang sedang berada di sekitar sana juga tiba-tiba berteriak. Dengan niat membunuh yang muncul tiba-tiba yang membuat mereka kehilangan kendali. Jadi selama beberapa saat suasana di situ menjadi ricuh.


Sheng Feng tidak memperhatikan suasana di sekitar. Dia hanya berjalan maju lagi dengan tenang seperti tidak ada yang terjadi.


...


Di dalam ruangan kelompok pemburu serigala.


Para pemburu itu bersenang-senang minum dan tetawa, Banyak makanan dan daging enak di meja.


"Kakak apa kau pikir bocah itu masih hidup?" kata seseorang.


"Seharusnya dia sudah mati dengan luka sedalam itu lalu tengelam ke sungai, tidak ada seorang master penyempurnaan qi manapun yang mampu selamat dengan situasi seperti itu." Orang lain berpendapat dia terlihat tua memiliki janggut putih.


"Ya, kecuali dia berhasil menerobos pratisi qi. itu pun kalo akan sangat sulit karena dia telah tertembus pedang peringkat bumi dan energi dari marter pratisi qi. Sudah pasti akan sangat sulit untuk di sembukan. Kalo pun dia berhasil selamat, maka kehidupan mungkin lebih buruk dari pada mati." Jawab Cie Zhu dengan senyum sinis.

__ADS_1


Seakan menyangkal semua itu pintu tiba-tiba bergetar dan ledakakan terdengar.


BOOOOM!


Pintu hancur berkeping keping, serpihannya terlempar kesana kemari. Debu naik ke atas orang-orang dapat melihat siluet orang yang menghancurkan pintu.


Setelah debu itu perlahan menghilang mereka menyaksikan siapa sebenarnya yang berani mengusik kelompok terkuat di kota Gang Ma. Sedikit kejutan muncul di wajah mereka, karena ternyata yang mereka liat adalah Sheng Feng.


"Apa, dia masih hidup?" kata seseorang.


"Sepertinya dia memiliki sedikit kemampuan," orang tua itu juga berpendapat.


Sheng Feng hanya diam. Setelah sekian lama ahkirnya Cie Zhu berkata.


"Hehe, kau berhasil menembus pratisi qi sangat kebetulan sekali, namun setelah lolos dari lumbang buaya kenapa kau memili untuk masuk lagi?" Dengan senyum menghina penuh dengan ejekan.


"Tentu saja aku ingin membunuh buaya!" kata Sheng Feng acuh-takacuh.


Cie Zhu sedikit mengangkat alisnya dengan pandangan menarik. Bukankah bocah ini terlalu sombong? Aura ini bukankah itu hanya pratisi qi lapisan pertama? Apa dia punya kartu tertentu? Tapi apapun itu kita harus membunuhnya saat ini juga.


"Hehe apa kau tidak perna mendengar istilah 2 telapak tangan tidak akan bisa menahan 4 tinju sekaligus? Serang!" teriak Cie Zhu.


Langsung sekitar 10 orang dengan 3 pratisi qi maju bersama berniat membunuh Sheng Feng. Sheng Feng pun bersiap dalam posisi.


Sheng Feng mulai mengedarkan teknik pedang kematian menyelimuti pedang dan menggunakan gerakan yang epic untuk menangkis semua serangan yang datang itu.


"Tidak perduli apa kita harus membunuhnya saat ini juga." Melihat Sheng Feng yang bisa mengimbangi sepuluh dari kelompoknya. Cie Zhu menjadi ketakutan. Ini bahkan dia baru saja mencapai pratisi qi dan dia sudah bisa mengimbangi kelompok terkuat di kota Gang Ma. Jadi bagaimana jika dia bibiarkan hidup. Bukankah ini sama saja dengan memelihara boom waktu.


Bocah ini terlalu berbahaya! Dia tidak boleh hidup!


Sheng Feng yang sedang bertarung sudah memotong beberapa tangan dan membunuh sekitar 2 orang.


"Ah, tidak mungkin! bagaimana mungkin bisa begitu kuat?" Seseorang ahkirnya tertusuk dan begumam seperti itu. Dengan ekpresi tidak percaya lalu dia memuntakan dara dan mati.


Yang lain juga berpikir sama namun karena sudah sejauh ini mereka harus menyelasikannya.


"Tebasan serigala." Teriak Cie Zhu yang menyebabkan sebuah angin kencang berbentuk bulan sabit melesat kearah Sheng Feng.


"Tebasan kematian." Pedang Sheng Feng di penuhi dengan ki gelap yang padat dan dia menangkis pisau angin itu. Lalu.mengembalikan sebuah tebasan ke arah Cie Zhu. Karena kekuatan tebasan sudah berkurang Cie Zhu ahkirnya bisa nenahan serangan itu.


Ahkirnya salah seorang pratisi qi menyerang.


"Tusukan taring." Lalu dia menusuk ke Sheng dengan cepat dan auranya cukup kuat. Orang itu adalah orang yang menusuk Sheng Feng dengan pedang tingkat bumi kualitas rendah.


Sheng Feng menangkisnya dengan punggung pedang namun pedang yang di gunakan Sheng Feng langsung patah.


"Ah!" serunya terkejut.

__ADS_1


Memanfaatkan ini orang itu lalu menusuk mengincar jangtung Sheng Feng.


"Mati!" teriaknya dengan ganas.


Melihat ini Sheng Feng mencoba menangkis dengan telapak tangan untuk menghindari kejantung langsung. Tangannya langsung tertusuk sampai pangkal pedang. Seperti tidak merasakan rasa sakit dia mencengcram pedang itu kuat-kuat agar orang itu tidak bergerak. Lalu dengan senyum mengerikan yang membuat orang itu ketakutan Sheng Feng meletakan telapak tangan lainnya di wajah orang itu.


"Teknik tubuh mayat." gumamnya.


Dengan itu secara tiba-tiba seluru tubuh pria itu bergetar. Seperti merasakan rasa sakit yang luar biasa pria itu berteriak.


"Ahhhhhkkkk!!" Lalu secara perlahan vitalitas pria itu menurun tubunya perlahan mengering dan menjadi seperti mummi. Sheng Feng membuang mayat itu kesamping dan mencabut pedang yang menusuk tangan nya. Dia melihat pedang itu dengan penuh minat.


"Hem, Pedang yang bagus." gumam Sheng Feng.


Melihat hal ini mereka yang masih hidup merasa ingin menyerah. Bahkan ada yang menjatukan senjata mereka.


"Tidak mungkin."


"Jika pratisi qi bisa di bunuh semuda itu...."


"Bukan kah kita tidak punya kesempatan."


Seseorang berniat untuk kabur.


"Jangan memiliki pemikiran untuk kabur!" teriak Cie Zhu.


"Bos apa kita masih punya kesempatan?" Teriak orang itu dengan tidak senang. Tidak perduli trik apa yang anda gunakan di depan kekuatan absolut itu hanya leluacon.


"Ulur waktu sebentar." kata Cie Zhu.


"Baiklah."


Cie Zhu ahkirnya melompat ke belakang dan menjauh dari medan perang. Hal ini membuat 2 kepala lagi terbang namun dia terlihat acuh-takacuh.


Lalu dia mengeluarkan 3 jimat tingkat bumi sekaligus dan mengaktifkannya. Itu adalah jimat tipe api dan petir di mana tingkat serangan yang paling kuat.


"Maafkan aku kalian." kata Cie Zhu dengan senyum.


Api dan kilat bersatu cukup besar dan meluancur ke arah Sheng Feng dan yang lainnya.


"Tidak mungki, bos."


"Dia mengorbankan kita?"


Ahkirnya ledakan hebat di kota yang mengagetkan semua orang. Rumah itu hancur serpian-serpian puing-puing terlempar di udara dan Cie Zhu hanya menatap rumah yang dia bangun dari nol dan pasukan nya hancur dalam 1 malam.


Tidak ada kegembiraan dari tatapannya.

__ADS_1


"Paling tidak dia mati." gumamnya dengan kejam kata-kata itu seperti di penuhi denggan rasa sakit.


__ADS_2