
Wei Linqin itu berjalan dengan langka ringan. Dia menelusuri jalan dengan kecepatan standar. Sheng Feng mengikutinya dari belakang seperti ekor tampa mengucapkan apapun. Selama beberapa waktu Wei Linqin hanya diam tidak mengatakan apapun.
Wei Linqin seperti terganggu akan sesuatu untuk waktu yang lama. Wajahnya berkerut karena memikirkannya, dia tidak bisa menahan nya lebih lama jadi dia tiba-tiba bertanya. "Apa kau sudah tau kalo toko kecil itu adalah milik Sekte Lemba Obat?"
Mendengar pertanyaan itu Sheng Feng terdiam sejenak, lalu dia mengangguk sebagai tanggapan. "Uhmm."
Faktanya resepsionis di penginapan Teratai yang memberi taunya. Mengingat resepsionis itu membuat Sheng Feng berpikir kembali.
Ah, ya aku bahkan belum tau namanya! Dia sudah banyak membanruku, aku harus berterima kasih dengan benar lain kali.
Tunggu! Kenapa dia membantu orang asing begitu saja? Jangan bilang dia punya tujuan lain. Sheng Feng masih trauma tentang kejadian beberapa hari yang lalu.
Mendengar jawaban Sheng Feng ahkirnya Wei Linqin mengkonfirmasi tebakannya. Dia tertawa kecil penuh kebanggaan itu terlihat seperti rubah lucik. Dia merasa seperti detektif dalam film yang ahkirnya memecakan teka-teki yang sangat sulit.
Aku benar-benar pintar! hehehe!
Melihat ekspresi aneh itu Sheng Feng membuat semua pikiran Sheng Feng tentang resepsionis itu hilang. Dia menatap Wei Linqin dengan ekpresi aneh.
Sepertinya ada yang salah dengan kepala bocah ini!
"Apa?" Melihat tatapan aneh Sheng Feng, Wei Linqin juga menatap Sheng Feng dengan ekpresi bertanya-tanya. Dia sebenarnya juga tidak sadar bahwa ekpresi wajahnya cukup menakutkan.
"Tidak ada." Sheng Feng tidak ingin membahasnya lagi, jadi dia mencoba melupakan topik itu dan membuka topik baru.
"Jadi apa yang di inginkan gurumu pada ku?" Sheng Feng menanyakan hal itu dengan santai ke Wei Linqin.
Wei Linqin hanya mengelengkan kepala. " Tidak tau, aku hanya di suruh menemukanmu. Jadi apa yang di inginkan guru kamu hanya akan tau saat kamu melihatnya nanti," tegas Wei Linqin.
Pernyataan pemuda itu menurut Sheng Feng ada benarnya. Jadi jika anda ingin mengetahui apa yang di ingin kan oleh grand master arcemis itu. Anda harus menanyakannya secara langsung sendiri.
Kalau pun Wei Linqin tau tentang itu apakah dia akan memberitau? Pada ahkirnya mereka berdua hanyalah orang asing. Mereka hanya perna bertemu sekali dan tidak ada ikatan apapun. Kali ini Wei Linqin mengawalnya itu hanya semata-mata karena di perintakan oleh gurunya. Jika tidak apakah dia akan perduli? Mungkin dia akan mengusirnya seperti terahkir kali.
"Ngomong-ngomong siapa yang memberitaumu?" Wei Linqin menjadi sangat penasaran.
"Resepsionis dari penginapan teratai," jawab Sheng Feng jujur.
Mendengar ini Wei Linqin hanya mengaguk sambil memegang dagu."Hem, tidak heran, tidak heran."
"Ada apa?" Tanya Sheng Feng yang kebingungan.
"Aku hanya murid baru di Sekte ini, sudah selama tiga tahun aku bergabung di Sekte dan disuruh untuk menjaga toko itu. Selama tiga tahun toko itu sangat sepi tampa seorangpun pelanggan. Itu membuatku bosan dan menjadi terbiasa tertidur." Wei Linqin malah curhat tentang nasibnya. Itu tidak membuat Sheng Feng beraimpati malah Sheng Feng menjadi semakin bingung.
'Benar-benar ada yang aneh dengan otak bocah ini. Apa ini efek dari terlalu lama tidur?'
Melihat Sheng Feng menatapnya dengan aneh. Wei Linqin melanjutkan, "Aku tidak tau kenapa toko kecil itu harus di operasikan padahal di Sekte Lemba obat banyak orang berantrian untuk bisa di sulingkan obat.
"Mengantri!?" seru Sheng Feng.
__ADS_1
"Ya bahkan banyak kota tetangga mengantri berbulan-bulan." Kata Wei Linqin nadanya penuh dengan kebanggan.
Lalu setelah mengatakan itu Wei Linqin langsung berhenti. Matanya menatap lurus ke arah depan dengan senyum.
Lalu Sheng Feng juga berhenti berjalan dan beridiri tepat di belakang Wei Linqin. Lalu pandangannya di tarik ke arah yang di pandang oleh Wei Linqin. Yang di temukan Sheng Feng adalah bukit kecil sama seperti gunung. Gunung itu sangat asri dengan banyak pepohonan dan tumbuan herbal tentunya.
Dan di kaki gunung itu terdapat segerobolan orang yang mengantri untuk di sulingkan pil. Mereka terlihat seperti gerombolan semut yang mengerumuni gunung gula.
Sheng dapat melihat sebagian kecil rumah yang ada di gunung jelas bahwa pengguni gunung itu tidak lah banyak.
Mereka ahkirnya kembali berjalan seperti tadi.
"Apa hanya ada sedikit murid di sini?" Tanya Sheng Feng karena penasaran. Setela melihat Sekte Lemba Obat Sheng Feng berpikir murid mereka sangat sedikit. Bahkan menurutnya itu tidak layak di sebut Sekte. Itu hanya sekelas keluarga besar.
"Benar, kami hanya merekrut para murid yang memiliki bakat arkemis," jelas Wei Linqin.
Mereka berdua berjalan menerobos kerumunan orang-orang yang berantri.
Melihat dua orang menyalip antrian orang-orang ingin protes namun segera murid dari Sekte Lembah Obat yang berada di sana mengenali mereka.
"Junior Wei?" sapa salah satu murid. Ada dua orang yang berjaga di gerbang. Keduanya adalah lelaki muda berusia sekitar 24 tahunan.
"Senior Zi, senior Yu." sapa Wei Linqin.
"Siapa dia," tanya Zi.
"Oh begitu ya," ucap mereka berdua.
"Kalo begitu aku duluan senior," kata Wei Linqin. Setelah itu dia berjalan ke depan lagi.
"Baiklah," jawab keduanya.
Sheng Feng Mengikuti Wei Linqin di belakang tampa mengatakan apapun. Dia terdiam setiap saat seperti boneka.
Menaiki bukit Sheng Feng di buat kagum oleh pemandangan di sini. Bukit ini benar-benar hijau dan tentunya banyak tanaman obat yang tumbuh. Sheng Feng menghirup udara dalam-dalam lalu menghempuskan nya secara perlahan.
"Kenapa aku merasakan aura qi sejati lebih padat dari biasanya?" Gumam Sheng Feng sedikit keras sehingga Wei Linqin mendengarnya. Sheng Feng merasa sangat hidup setelah memasuki tempat ini. Yang dia rasakan adalah qi di sini terasa 5 kali lipat lebih banyak dari pada dunia luar.
Mendengar hal itu Wei Linqin penasaran jadi bertanya ke Sheng Feng. "Apa kau seorang master qi sejati? Kau bahkan bisa merasakan qi sejati!"
"Um benar, aku baru saja menerobos beberapa waktu yang lalu," jawab Sheng Feng.
"Oh tidak heran, Apa kau tidak perna memasuki Sekte?" Wei Linqin bertanya ke pada Sheng Feng.
"Pernah." Sheng Feng hanya menjawabnya dengan jujur karena dia pernah memasuki Sekte Bunga Giok pada saat itu.
"Lalu?" pemuda itu menjadi aneh.
__ADS_1
"Oh mungkin saat itu aku tidak bisa merasakan aura qi sejati seperti sekarang," jelas Sheng Feng.
"Mungkin itu ada benarnya, Setiap pasukan di bangun di atas sebuah aray aura. Aku hanya seorang master penyempurnaan jiwa namun aku sudah bisa merasakan sedikit qi sejati," kata Wei Linqin.
"Array?"
Melihat Sheng Feng kebingungan Wei Linqin menjelaskan."Array adalah sebuah formasi sihir yangbdi lukis dengan batu roh. ada banyak jenis array dan salah satunya adalah array aura."
Mendengar ini Sheng Feng berpikir. Batu roh bukankah itu mahal.
"Begitu ya." Sheng Feng ahkirnya mengerti dengan semua ini.
"Tidak hanya itu saja, kebanyakan pasukan kelas tiga paling hanya memiliki aura 2x atau 3x dari biasanya." jelas nya lagi.
"Lalu kenapa aku merasakan aura di sini seperti 5x lipat lebih padat?" Sheng Feng merasa bingung lagi.
Tiba-tiba Wei Linqin tersenyum bangga dan berkata."Hehehe, Tentu saja karena kami kaya."
Mendengar ini Sheng Feng mengerutu. "Bukankah itu terlalu boros? Lagi pula hanya ada sedikit murid di sini."
"Tentu saja itu boros namun itu semua memiliki tujuannya sendiri," jelas Wei Linqin.
"Tujuan?" Sheng Feng masih bingung dengan apa yang di katakan Wei Linqin.
"Ya kau liat orang yang antri di pintu masuk?" tanya Wei Linqin.
"Ya ada apa dengan mereka." Sheng Feng menjadi labih bingung.
"Banya dari mereka di ranah prarisi qi," jelas Wei Linqin.
Ini mengejutkan Sheng Feng, dia tidak terlalu memperhatikan tadi setelah mendengar dia sangat terkejut.
"Apa ini tujuan?"
"Tidak juga tujuannya adalah ini." Wei Linqin tiba-tiba berjongkok dan memetik sebuah ramuan herbal.
"Apa?" Sheng Feng menjadi lebih pusing dengan tingka misterius pemuda itu. Kenapa tidak mengatakannya secara langsung, sialan.
"Karena energi di sini lebih padat 5 kali lipat .Ini hampir sama dengan pasukan kelas dua. Dengan itu membuat ramuan herbal tumbuh subur di bukit ini. Banyak ramuan kelas bumi kualitas tinggi bahkan tidak jarang ada ramuan tingkat langit." jelas Wei Linqin.
"Tingkat langit? apa itu tingkat yang lebih tinggi dari bumi?" Kata Sheng Feng penuh dengan semangat.
"Ya."
Tiba-tiba pemuda itu berhenti.
"Ada apa?" tanya Sheng Feng.
__ADS_1
"Kita sudah sampai."