PERJALANAN DEWA RENKARNASI

PERJALANAN DEWA RENKARNASI
Jalan yang sama.


__ADS_3

Tatapan Sheng Feng sangat ganas membuat mereka merinding. Aura hitam keluar dari tubuh Sheng Feng. Itu mengembun menjadi uap dan menyebar ke sekitar.


Dan hal yang sangat mengejutkan untuk mereka semua terjadi. ratusan mayat yang berada di area itu tiba-tiba bergerak seperti boneka. Mayat-mayat itu perlahan berdiri dan menjadi zombie mayat hidup.


Arrr.


Zombie-zombie itu berteriak, menggeram, dan mulai berlarian menyerang para bandit. Ini terlihat seperti adegan menyeramkan dalam film zombie.


Ini adalah teknik kultivasi keempat Sheng Feng, Yaitu teknik 'Penyuling mayat'. Meskipun teknik tersebut belum mencapai lapisan pertama akan tetapi Sheng Feng sudah sepenuhnya memahaminya.


Hal itu di karenakan saat penyembuaan penyakit Sheng Feng dia di dalam tungku obat. Karena namanya adalah pemurnian mayat itu hampir sama dengan permurnian obat. Bedanya, jika pemurnian pil yang di murnikan adalah herbal, tapi pemurnian mayat yang di murnikan adalah mayat.


Teknik ini akan menjadikan mayat sebagai media kultivasi. Mayat akan di murnikan menjadi mayat hidup dan dapat di beri perintah untuk mengendalikannya. Mayat itu dalam bentuk zombie atau dalam bentuk tengkorak.


Selain itu berbeda dari pemurnian pil yang harus menggunakan tungku. Teknik Sheng Feng tidak menggunakan tungku atau bisa di bilang dirinya adalah tungku itu sendiri. Lalu dia menggunakan yin qi dalam tubuhnya untuk memurnikan nya.


Beberapa mayat ada yang menyerang Sheng Feng. Namun itu di tangkis dengan mudah olehnya. Hal ini di sebabkan Sheng Feng masih belum bisa mengendalikan sepenuhnya di samping tekniknya belum mencapai lapisan pertama, faktor lain adalah zombie itu terlalu banyak sehingga dia tidak bisa mengontrol mereka.


6 orang yang berada di sana memiliki ekpresi yang sangat terkejut. Terutama Li Mingyu dia menatap Sheng Feng dengan tatapan kosong.


Beberapa zombie ingin menyerang mereka namun di hentikan oleh para kriminal tua. Walau beberapa zombie menyerang ke arah Li Mingyu, namun Li Mingyu seakan tidak mengetahuinya tatapannya hanya terpaku pada sosok Sheng Feng.


Satu zombie lolos dari eksekusi para kriminal itu. Dan itu melesat berniat menyerang Li Mingyu. Li Mingyu hanya menatap zombie itu dan zombie itu kembali seperti di perintakan untuk pergi.


Setelah itu Li Mingyu menenangkan dirinya dan berteriak, "Aku adalah Li Mingyu, orang yang kau cari!"


"Jadi itu kau?" Sheng Feng langsung memelototinya dengan ganas. Ekspresinya menggambarkan dendam yang sangat mendalam hampir seperti membunuh orang tua dan merebut istri.


"Kau seperti memiliki dendam yang sangat mendalam padaku," kata Li Mingyu.


"Bukankah itu sudah jelas?" jawabnya.


"Kenapa? apa kau tidak mau membicarakannya dulu sambil minum teh, Bukankah tidak baik bertamu ke rumah orang dan membuat kekacauan seperti ini?" Kata Li Mingyu denan nada yang sangat santai. Seperti yang di harapkan dari seorang pemimpin. Dia sama sekali tidak gentar di hadapan seorang master pratisi qi lapisan ke-3.


"Apa kau bodoh?" Tujuannya datang ke marih itu untuk membalas dendam bukan bertamu. Bagaimana mungkin dia harus mengetuk pintu? setelah itu minum teh sambil berdiskusi?

__ADS_1


Bagaimanapun juga bukankah akan lebih cepat di selesaikan dengan baku hantam? lalu kenapa harus berdiskusi?


Ucapan Sheng Feng sangat tidak menghargainya. Itu ibarat Li Mingyu telah memberi kue kepada Sheng Feng yang telah memecakan kaca rumahnya, namun bukan malah menerimah kue itu dengan sopan, Sheng Feng malah mengambil kue itu dan melemparkan ke wajah Li Mingyu.


Harga dirinya sebagai seorang pemimpin seperti terinjak-injak. Namun dia tetap santai seperti ejekan Sheng Feng hanyalah angin lalu. Karena dia tau bocah yang ada di hadapannya bukanlah orang bisa di bunuh dengan mudah.


"Hehe, aku mengatakan ini bukan berarti aku takut padamu, meskipun ranahmu sedikit lebih tinggi dariku pada ahkirnya kau baru saja mencapai itu dan belum stabil, bukan begitu?" kata Li Mingyu.


"Sebenarnya apa yang ingin kau katakan?" Sheng Feng sedikit kesal dengan basa-basi Li Mingyu.


"Aku akan mengatakan aku bisa membunuhmu, apa kau percaya?" kata Li Mingyu.


Yang di katakan Li Mingyu ada benarnya. Sheng Feng baru saja mencapai pratisi qi lapisan ke-3 baru-baru ini, sehingga kultivasinya sedikit kurang stabil. Namun bukan berarti dia dapat di klaim bisa di bunuh oleh seorang yang masih diranah pratisi qi lapisan ke-2.


Sheng Feng menjadi penasaran. Apa dia punya kartu truf? Tidak heran dia begitu percaya diri!


Padahal Sheng Feng telah menghancurkan pasukannya, namun sifat acuh-takacuhnya seperti tidak perduli dengan anak buahnya membuat Sheng Feng sangat bingung dengan apa yang Li Mingyu pikirkan.


Kemudian Sheng Feng membalas itu dengan pertanyaan. "Lalu kenapa kau tidak membunuhku sekarang."


Sheng Feng sedikit hati-hati karena ada pepatah mengatakan. Hal yang paling menakutkan bukanlah ketika mungsumu memiliki pasukan yang kuat dan besar. Tapi ketika kau sama sekali tidak tau apa yang di rencanakan mungsumu.


Melihat ini Li Mingyu sedikit tersenyum dan berkata, "Begini menjadi lebih baik, lagi pula bukankah semuanya sudah imbang bahkan kau membunuh lebih banyak."


"Itu belum." tegas Sheng Feng.


Seperti memahami apa yang di pikirkan Sheng Feng, "Apa kau ingin membalaskan dendam seorang gadis kecil?"


Mendengar itu, murka Sheng Feng kembali lagi, wajahnya menjadi merah karena marah, dia langsung memadatkan qi sejatinya dan melesat menujuh ke arah Li Mingyu.


Sedikit senyum muncul di sudut mulut lalu dia juga melesat menghadapi serangan Sheng Feng.


Sheng Feng menyerang dengan kekuatan yang sangat besar.


Bomm.

__ADS_1


Mereka bertrubukan di udara lalu Sheng Feng dan Li Mingyu mendarat di tanah bersamaan. Li Mingyu memiliki ekpresi yang sedikit tertekan.


"Sepertinya kau sedikit melebihi ekpetasiku," Li Mingyu berkata dengan wajah yang sedikit kesakitan. Tangannya berdarah dan sepertinya tulangnya juga patah.


Aku tidak berpikir dia begitu kuat! Hemm sepertinya dia lebih kuat dari orang rata-rata. Namun bagaimana jika dia kuat bahkan seorang pratisi qi lapisan ke-3 sekalipun aku masih bisa melawannya. Bocah ini mungkin sedikit lebih merepotkan! Terutama teknik kultivasi apa yang dia gunakan sebenarnya?


Li Mingyu menatap luka di lengan Sheng Feng yang sembuh dengan cepat.


Sheng Feng seperti tidak merasakan apa-apa. Dia benar-benar tidak perduli dan ingin menyerang lagi. Sesaat Sheng Feng akan menyerang lagi dengan ekpresi marah.


"Tunggu, gadis itu masih hidup!" Teriak Li Mingyu.


Sheng Feng berhenti secara tiba-tiba mendengar Shi Mei masih hidup. "Apa?"


"Benar." Kata Li Mingyu sambil mengangkat tangan.


Lalu Sheng Feng merasa Li Mingyu mengatakan itu bukan berarti dia takut Sheng Feng. Melainkan seperti dia tidak ingin membuat masalah dengan Sheng Feng. Memikirkan ini Sheng Feng bertanya, "Sebenarnya apa yang kau rencanakan?"


"Ah, jadi kau mengetahuinya? walaupun kau sedikit melebihi ekpetasiku, tapi aku masih mempunyai cara untuk mengalahkanmu." Kata Li Mingyu sambil tertawa.


Mendengar ini Sheng Feng mengkonfirmasi kalo Li Mingyu mempunyai kartu truf.


Lalu Li Mingyu melanjutkan, "Dan sejak awal tujuanku adalah untuk menangkapmu, sayangnya saat anak buahku ke desa itu lagi kau sudah tidak ada. Anak buahku mengetahui hubunganmu dengan gadis itu jadi mereka mencoba menangkap gadis itu untuk memancingmu kemari. Tapi mereka mengatakan saat mengejar ke hutan, gadis itu di selamatkan oleh 2 orang wanita. Dan ahkirnya ada yang punya ide untuk membakar desa dan meninggalkan bendera kami di sana agar kau kemari. Tapi aku tidak berpikir akan terjadi kekacauan seperti ini."


"Jadi kau yang membunuh seluruh penduduk desa?" Sheng Feng sedikit lega karena Shi Mei selamat tapi dia masih sedikit marah karena mereka membunuh penduduk desa. Walaupun Sheng Feng tidak terlalu terikat tapi mereka adalah orang baik.


"Bukankah kau membunuh lebih banyak." ucap Li Mingyu dengan acuh-takacuh.


Mendengar pernyataan itu Sheng Feng hanya terdiam.


"Lagi pula jika aku ingin membunuhmu atau menangkapmua itu bisa saja, Namun aku menemukan sesuatu yang membuatku berpikir sebaiknya kita menjadi rekan."


Rekan dengan para bandit? Sheng Feng sedikit jijik mendengar kata itu. tapi dia tetap bertanya "Apa?"


"Karena kita di jalan yang sama."

__ADS_1


__ADS_2