
Sheng Feng menatap kosong ke arah guru dan murid di depannya. Wei Linqin melihat perubahan Sheng Feng dengan ekpresi sangat terkejut. Namun di sisi lain Shu Mu menatap Sheng Feng dengan tidak percaya.
Melihat keduanya memperhatikan nya Sheng Feng bertanya dengan pelan. "Em, ada apa."
Kenapa mereka menatapku seperti itu?
Mereka berdua tidak menjawab. Sheng Feng menjadi lebih bingung. Dia menengok ke bawah dan menemukan batang lunak yang bergelantungan.
Sekarang dia baru sadar kalo dia telanjang. Sheng Feng langsung menutupi harta berharganya tersebut dengan dua tangan dan berlari mengambil pakaian.
Melihat Sheng Feng sudah berlari pergi, mereka berdua ahkirnya kembali sadar dari lamunannya. Sheng Feng selesai berpakaian dan dia mendekati kedua guru dan murid.
"Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanyanya.
Wei Linqin tiba-tiba mengeluarkan cermin dari kantung semesta dan melemparnya ke Sheng Feng. Sheng Feng menangkap cermin itu dan menggunakannya.
Dia melihat seorang pemuda tampan dengan kulit halus seperti bayi baru lahir. Alisnya sedikit tebal dengan mata yang tajam. Salah satu matanya memancarkan sedikit cahaya merah.
Sheng Feng Mengelus bayangan di cermin itu. Apakah ini aku? Kenapa menjadi sangat tampan?
"Efek obat yang luar biasa!" Suara seruan terdengar mengagetkan Sheng Feng yang sedang kebingungan.
"Apa? jadi ini efek obat itu!" Sheng Feng menyadari maksud dari perkataan Shu Mu. Dia juga berseru kager.
"Ya tapi itu juga karena tubuh fisik 'merindian tertutup' milikmu. Jika itu orang lain aku ragu dia masih hidup. Bukan hanya itu! kultivasimu, kultivasimu juga meningkat cukup jauh." Kata Shu Mu, nada bicaranya penuh dengan ketidak percayaan.
"Kultivasi?" Sheng Feng mulai meperhatikan tubuhnya. Sekarang dia merasakan tubuhnya sangat ringan seperti kapas. Dia memiliki perasaan kalo dia bisa terbang.
Dia belum tau cara mendeteksi tingkat kultivasi jadi dia bertanya. "Sampai di mana kultivasiku?"
"Apa kau tidak tau?" Shu Mu menatapnya dengan aneh. Bagaimana mungkin seorang pratisi qi tidak bisa mengetahui tingkat kultivasinya.
Sheng Feng Menggelengkan kepala.
Yang Shu Mu tidak tau adalah Sheng Feng baru saja mencapai pratisi qi lapisan pertama beberapa hari yang lalu. Dia belum mempelajari banyak hal. Selain itu cara membedakan tingkat kultivasi itu bisa dengan tekanan yang di pancarkan oleh master tersebut.
Itu seperti aura yang di pancarkan oleh Monster Beast untuk mendominasi Monster Beast lain.
Namun aura membunuh dan tekanan biasanya tidak di keluarkan oleh manusia setiap waktu seperti monster beast. Itu hanya keluar jika mereka dalam pertarungan. Jadi Sheng Feng sama sekali tidak tau bagaimana caranya menilai tingkat kultivasi pratisi qi.
"Fokuskan energimu di mata." Shu Mu tidak memberi tau Sheng Feng secara langsung melainkan dia mengajarinya.
Sheng Feng melakukan apa yang di katakan oleh Shu Mu. Dia mempelajari tubuhnya dan dia melihat seperti aura misterius yang mengalir di sekitarnya. Tapi dia masih belum mengerti. Lalu dia menatap Wei Linqin dan aura yang di pancarkan olehnya sedikit redup.
__ADS_1
Jadi seperti itu aura penyempurnaan qi. Lalu dia menatap ke Shu Mu. Namun aura yang di pancarkan tidak pasti. Dan sangat sulit untuk di tebak.
Melihat ini Sheng Feng menatap Shu Mu dengan ekspresi seperti bertanya.
"Menentukan kultivasi melalui aura sangat sulit terutama untuk ranah yang lebih rendah," jelas Shu Mu.
Sheng Feng ahkirnya mengerti dia bertanya."Lalu apa ranah kultivasiku?"
Sheng Feng mungkin sudah melihat energi yang di pancarkan. Namun dia masih belum terbiasa jadi dia masih belum bisa menentukannya.
"Pratisi qi lapisan ke-3," jawab Shu Mu singkat.
"Apa!" Sheng Feng berseru terkejut, dia tidak pernah berpikir bahwa dia akan mencapai tingkat itu begitu mudah. Pasalnya pada awalnya dia harus merasakan penyiksaan yang luar biasa. Itu hanya untuk mencapai pratisi qi lapisan pertama.
Dia seakan di siksa di neraka untuk bisa berkultivasi ketingkat tersebut. Namun sekarang menyerap qi menjadi sangat mudah. Ini seperti makan dan minum tidak lagi menyakitkan seperti dulu.
Sheng Feng ahkirnya sadar. Jika aku pratisi qi lapisan ke-3, bukankah dia pratisi qi lapisan ke-4?
"Jadi kau berhasil?" tanyanya.
Shu Mu menganggukan kepala. "Teknik itu memang sangat mendalam aku merasakan itu bisa mendorong sampai pendiri yayasan."
"Benarkah?" tanya Sheng Feng.
"Ya, aku merasa butuh sekitar 50 tahun untuk mencapai itu. Namun sepertinya kau hanya butuh 1 tahun untuk mencapai pendiri yayasan." Shu Mu berkata sambil menatap Sheng Feng dengan iri.
"Rumor mengatakan kalo orang yang memiliki penyakit fisik 'merindian tertutup' di katakan akan memuliki bakat yang luar biasa. Namun setelah melihatmu sepertinya rumor itu tidak benar tapi tidak sepenuhnya salah," kata Shu Mu.
"...?" Sheng Feng bingung.
"Kau memiliki bakat yang sedikit lebih baik dari manusia berbakat lainnya tapi tidak luar biasa. Yang luar biasa adalah seluru merindianmu telah terbuka dan ini memungkinkan untuk mencapai pendiri yayasan dengan mudah. Tapi setelah itu kecepatan kultivasimu tidak akan segila itu lagi."
"Jadi begitu." Sheng Feng mengangguk paham.
"Jadi apa rencanamu selanjutnya?" tanya Shu Mu.
"Ya karena tujuanku sudah tercapai, aku akan mencoba kembali ke kota Qing." jawab Sheng Feng.
"Begitu ya, kalo begitu aku akan mengatarmu." Kata Shu Mu dengan antusias.
"Ah, tidak perlu, lagi pula aku cukup kuat untuk melindungi diriku sendiri," Sheng Feng menolaknya.
Melihat Sheng Feng menolaknya Shu Mu tidak memaksanya lagi. Dia mengepalkan tangannya dengan hormat. "Kalo begitu aku sangat berterima kasih atas metodenya."
__ADS_1
"Tidak, tidak masalah lagi pula kau juga membantuku." jawab Sheng Feng.
"Tidak bukan itu, berkat metodemu aku mendapatkan penceraan. Dan tidak lama lagi sekte ini juga bisa menjadi sekte tingkat 2 bahkan pertama suatu hari nanti, itu semua berkatmu jadi kalo ada sesuatu yang kamu butukan jangan ragu untuk datang kemari," kata Shu Mu.
"Ya kalo begitu aku tidak akan sungkan," ucap Sheng Feng.
Mereka terus mengobrol hingga pada ahkirnya Sheng Feng pergi dari Sekte Lembah Obat.
...
Di jalan kota Gang Ma.
Banyak orang lalu lalang berjalan ke sana kemari seperti arus air. Sheng Feng di antara orang-orang itu.
Saat sedang berjalan tiba-riba tatapan Sheng Feng terfokus pada sesuatu. Di sana ada seorang ibu dan anaknya. Anak laki-laki itu berumur sekitar 12 tahun. Dia memiliki tubuh yang sedikit gemuk.
"Ibu aku ingin makan itu!" teriak anak itu ke ibunya. Dia merengek ingin di belikan sebuah roti isi daging.
"Bukankah kau sudah memakannya pagi tadi?" tegur ibunya.
"Tapi aku mau lagi!" bocah itu merengek lagi.
"Tidak ada." tegas ibu itu.
"Ta-tapi." Bocah itu tersendak-sendak seperti ingin menangis.
Melihat anaknya akan menangis ibu itu seperti tidak tega. "Baiklah."
"Yea!" Anak itu berseru gembira melihat ibunya menyetujuinya.
Melihat anaknya yang tidak jadi menangis seperti semua itu hanya akting membuat ibu itu merasa di permainkan. Namun ibu itu tetap membelinya untuk menyenangkan anaknya.
Melihat hal tersebut mengingatkan Sheng Feng dengan Shi Mei. Gadis kecil yang dia temui begitu kurus dan tidak punya orang tua. Dia tidak merasakan kasih sayang orang tua. Dan makan seadanya menjadikan dia kurus.
Namun di samping tubuh yang kurus itu dia adalah gadis yang kuat. Walau di melalui kesusahan itu dia tetap menjalani kehidupanya dengan senyum. Tiba-tiba Sheng Feng mengingat kembali janji nya untuk menemui dan membawa Shi Mei.
Pada saat itu Sheng Feng tidak berani membawah Shi Mei karena takut hal yang tidak terduga terjadi. Dan yang dia kawatirkan benar-benar terjadi. Jadi bagaimana jika dia membawa Shi Mei.
Sheng Feng tidak tau ahkir seperti apa yang akan terjadi.
Banar aku akan membawahkannya hadiah.
Sheng Feng mulai membeli barang-barang yang menurutnya menarik. Dia mulai mancari makanan yang menurutnya Shi Mei suka.
__ADS_1
Setelah sibuk berbelanja dan menyimpannya di kantong semesta. Sheng Feng bergegas ke luar kota Gang Ma menuju ke desa yang dia laluhi saat itu.
...