
Di sebuah ruangan yang cukup luas. Dinding dan lantai terbuat dari bebatuan, ini seperti batu gua yang di ratakan. Ruangan itu di terangi dengan cahaya lampu berwarna keemasan.
Ini berada di salah satu ruangan di dalam paldium pil. Terdapat tungku berbentuk bulat dengan ukiran tertentu. Tungku itu seeluas dua meter. Shu mu duduk bersila di sebelah tungku sambil mengatur api di tungku itu.
Api terus menyala besar dan kecil secara berirama. Bahan-bahan telah di masukan dan mulai melelh di dalam tungku. Cairan berwarna hijau keemasan mendidi secara terus-menerus.
Suhu di sini cukup panas, itu tidak di karanakan pemurnian hebal yang lakukan oleh Shu mu. Melainkan karena ruangan itu berada di dekat sumber api bumi.
Sheng Feng menanyakan tentang api bumi. Ternyata bukit ini adalah gunung berapi kecil. Dan tepat di bawah paldium pil adalah kolam lava.
Sheng Feng cukup terkejut pada awalnya. Jika ada gunung berapi kenapa ada kota besar di sini? Bukankah kota itu akan hancur jika gunung itu aktif?
Ternyata tidak seperti yang di pikirkan Sheng Feng. Justru karena paldium pil ada di atas gunung itu yang membuat gunung itu sulit meledak. Shu mu mengatakan kalo Gunung itu bisa menghasilkan energi terus menerus seperti sumberan. Jadi jika gunung itu meledak, itu di karenakan energi yang berlebihan. Gunung itu tidak bisa menahan energinya yang menyebabkannya untuk memuntakan energi api tersebut.
Namun bagaimana jika energinya di gunakan untuk arcemi ataupun menempa artefak. Maka yang terjadi adalah energi itu akan setabil. Itu seperti mengisi balon dengan air secara terus menerus, maka lama kelamaan balon itu akan meledak. Namun bagaimana jika ada yang menguras air di balon itu?
Sheng Feng berdiri di belakang Shu mu. Dia menatap air mendidih itu dengan tatapan ngeri. Apakah benar-benar harus berendam di situ?
"Cepat masuk," desak Shu Mu. Dia mulai berkeringat di dahinya seperti hal ini sangat membebaninya.
Mendengar ini Sheng Feng tidak lagi ragu-ragu dia menanggalkan pakaiannya lalu menjebur ke air mendidih itu. Jadi bagaimana jika itu panas dan menyakitkan. Dia harus melakukannya jika ingin melanjutkan kultivasinya.
Setelah masuk ke dalam tungku Sheng Feng merasakan panas yang luar biasa. Setiap inci tubuhnya seakan di koyak. Dia merasa kulitnya akan melepuh kapan saja.
"Ahhhh!"
Dia berteriak dengan sangat keras dari waktu ke waktu. Teriakannya seperti dia merasakan rasa sakit yang luar biasa. Setelah berlangsung lama teriakkannya perlahan menjadi geraman pelan. Suaranya menjadi serak karena terlalu banyak berteriak.
__ADS_1
Lalu perlahan dia mulai diam dia sepertinya mulai terbiasa. Sheng Feng merasa sangat sakit sebelumnya. Dia merasa panas dari obat itu 10 kali lebih panas dari air mendidih namun anehnya itu tidak membuat kulitnya melepuh.Malahan itu menyembukan tubuhnya dan meresap melalui pori-pori.
Sheng Feng dapat merasakan setiap inci kulitnya dibor melalui pori-pori. Lalu dia dapat mendengar dengan jelas di benaknya ada suara seperti cermin pecah dari waktu kewaktu.
Setelah beberapa waktu berlalu Shu mu tiba-tiba membuka mata. Tangannya bergerak kesana-kemari dengan berirama. Dia seperti seorang dirigen dalam sebuah pertunjukan musik. Lalu gerakan terahkir dia mencengkram tangan.
Seperti merespon geraka Shu mu Air dalam tungku itu mulai bergerak naik dan turun. Itu mulai berputar mengelilingi Sheng Feng. Lalu mengurung Sheng Feng dalam bentuk bola. Setelah itu bola air itu mengeras dan menjadi sebuah pil besar di mana Sheng Feng masih di dalam.
Selesai dengan itu Shu mu menghela nafas lega Lalu dia mulai bermeditasi. Di sisi lain Wei Linqin menatap pil besar itu dengan kagum. Lalu Dia melirik gurunya bermeditasi jadi dia pergi dengan tenang. Dia tidak ingin mengganggu gurunya.
Dia hanya sangat terkesan dengan teknik pemurnian itu. Itu seperti teknik yang sangat luar biasa namun dia sama sekali tidak memahaminya. Mungkin karena kultivasinya yang terlalu dangkal.
...
Wei Linqin sedang duduk di bawah pohon sambil meminum teh. Dia menatap ke arah kejauan yaitu paldium pil. Tiba-tiba seorang pria yang tidak terlalu tua muncul di hadapan nya. Pria itu muncul secepat kilat yang membuatnya terkejut.
Wei Linqin sangat kaget sehingga dia tersendak dan memuntakan teh yang di minumnya. Dia mengangkat kepala dan menatap pria yang datang itu.
"Hehe, kenapa kau malah bermalas-malasan dan tidak berlatih. Bagaimana kau bisa maju jika seperti ini terus?" Tegur Shu mu. Dia sekarang terlihat lebih mudah dari biasanya. Rambutnya dan jenggotnya seperti lebih segar dan subur. Dia seperti seorang pria berumur 40-an.
"Aku menjaga pintu masuk agar tidak ada yang mengganggumu!" Jelas Wei Linqin.
Shu Mu mengangguk tidak ingin memarahinya lagi. Dia sekarang dalam suasana hati yang baik. "Sudah berapa lama?"
"Lima hari." jawab Wei Linqin.
"Hmm, cukup cepat itu benar-benar metode yang cukup baik," gumam Shu Mu.
__ADS_1
"Apa anda berhasil menerobos guru?" tanya Wei Linqin.
"Apa kau tidak melihatnya?" Shu Mu malah menanya balik.
Wei Linqin langsung melihat Shu Mu. Lalu dia menemukan Shu Mu yang sedikit lebih muda dari biasanya.
"Ah, jadi berhasil!" serunya.
Shu Mu lalu berjalan menuju ke paldium "Ayo kita lihat keadaan bocah itu."
Wei Linqin mengangguk, "Um."
.
Di Dalam tungku itu terdapat sebuah pil besar, Shu Mu dan Wei Linqin berdiri di samping tunggku itu.
Selang beberapa waktu lama pil itu pecah sedikit demi sedikit. Itu seperti telur ayam yang perlahan menetas. Semakin lama retakan di pil semakin banyak seperti kaca pecah. Dan ahkirnya pil besar itu pecah.
Kraaaaak.
Angin menyapu area sekitar. Bahkan Wei Linqin harus di paksa mundur satu langka. Sheng Feng berbaring di sana dengan tenang. Matanya tertutup rapat, dia tengkurap seperti bayi kucing yang baru lahir.
Tubuhnya sangat bagus seperti itu di ukir dari batu giok oleh tangan seorang bidadari. Kulit Sheng Feng yang dulunya kecoklatan sekarang menjadi putih halus. Dia seperti seorang bayi yang baru lahir. Dia menjadi sangat tampan.
Perlahan Sheng Feng membuka matanya, itu berkilau seperti mentari pagi. Dia lalu berdiri dan meregangkan tubuhnya. Tiba-tiba auranya meningkat lagi dan lagi. Angin menyapu area sekitar sekali lagi. Ini lebih besar dari yang tadi yang membuat Wei Linqin tidak bisa menahannya dan terlempar beberapa meter kebelakang.
Sheng Feng mengerak-gerakan tangannya. Dia merasa tubuhnya sangat ringan.
__ADS_1
Shu Mu tidak memperhatikan penderitaan Wei Linqin, Dia hanya menatap kosong ke arah Sheng Feng dan bergumam.
"Pratisi qi lapisan ke-3?"