
Hayra kembali mengalami perundungan dari sekolah PPHS karena di duga telah merebut Azka dari Amelia dan membuat kedua pasangan itu putus, kuat dugaan karena ada foto Hayra dan Azka yang tertempel di mading, dan itu semakin membuat anak PPHS mencemooh Hayra.
Di dalam asrama Hayra hanya duduk termenung, memikirkan nasibnya yang hanya begini-begini saja tidak ada perubahan, rasanya Hayra ingin menyerah saja, padahal dia sudah pernah melewati rintangan yang lebih dari ini, tapi kenapa rasanya tetap sakit?
"Lo gak pa-pa?" tanya Fandi yang melihat Hayra hanya diam termenung.
"Gak pa-pa," jawab Hayra tersenyum menyakinkan lalu kembali berlatih bermain walaupun dengan hati dan pikiran yang berkecamuk.
Bohong rasanya jika mengatakan 'tidak apa-apa! Nyatanya ini begitu sakit, dia hanya orang asing yang tidak punya siapa-siapa tapi kenapa nasibnya malah semakin seperti ini, dosa apakah yang telah di buatnya di masa lalu sehingga dia mendapatkan nasib buruk seperti ini.
Nyatanya mengalami time travel tidak semenyenangkan yang di bayangkan, yang di mana kita harus bisa berbaur dengan orang baru, bisa menyesuaikan diri kita, seperti kita yang pergi merantau ke negeri orang dan jauh dari orang tua, rasanya sangat berat!
. . .
"Ternyata itu si Hayra yang cupu itu ya?"
"Kok dia bisa masuk sih!"
"Dasar wanita murahan, berani sekali dia membuat princess SMA PPHS menangis!"
"Padahal wajahnya biasa saja, letak kecantikannya di mana? Buta si Azka tuh!"
"Dasar wanita murahan pasti dia tidak pernah di ajari sopan santun oleh orangtuanya!"
"Dia kan miskin, mana punya etika! Mungkin otak orangtuanya dangkal tidak bisa mendidik anaknya!"
Hayra hanya menatap lurus ke arah panggung dengan layar lebar yang menanyakan para pemain yang sedang adu mekanik, Hayra menulikan pendengarannya agar tidak mengamuk di sini, dia dengan sekuat tenaga untuk menahan emosinya Hayra tidak mau nama sekolahnya jelek hanya karena perilaku buruknya.
Qamal menatap kebelakang di mana ada banyak penonton yang rata-rata dari PPHS menggunjing Hayra dengan sadisnya mereka mengatai Hayra anak wanita malam murahan segala macam.
__ADS_1
"Jangan di dengerin!" bisik Qamal membawa kepala Hayra, untuk bersandar di dadanya dengan kedua telinga Hayra yang di tutup.
Sehingga air mata Hayra mengalir dengan sendirinya, baru kali ini dia merasakan yang namanya menangis, Hayra merasa tersentuh karena ada yang membela dirinya. "Makasih ..." lirih Hayra.
"Setelah merebut Azka dari Amelia sekarang dia bersama pria lain, dasar murahan!" teriak salah satu siswi fans berat AzLia, atau Azka Amelia, dia merasa tidak terima putusnya Azka dan Amelia hanya karena Hayra.
"Penonton yang di depan mohon bersikap sopan!" tegur salah satu panitia sehingga penggunjing tadi diam dengan bibir komat-kamit menyumpah-serapah Hayra.
. . .
"Aku mau kalian harus terus menyebarkan berita ini, sampai dia muak dan keluar dari sekolah ini!" titah Amelia kepada siswi yang ia bayar untuk merundung Hayra, dia sangat tidak terima jika Hayra bersama Azka.
"Baik, Lo terima beres aja!" ucap siswi itu tersenyum sinis dengan segepok uang dan beserta foto Hayra yang di edit sedemikian rupa.
. . .
"Ehh .... Liat lo*tenya Azka gaes udah muncul nih?" teriak Putra pada Hayra yang kebetulan lewat sendiri. "Ternyata oh ternyata, gue gak salah tebak dong! Kalo Lo cewek cupu emang murahan!" ejek Putra merasa sangat senang dengan ekspresi wajah Hayra yang terlihat tertekan.
"Terus masalahnya sama kalian apa?" tanya Hayra bersandar pada pembatas koridor karena mereka ada di lantai dua.
"Haha ..., masalahnya sama kami sih gak ada ya, tapi suka aja gue liat Lo di rundung sama anak sekolah sini, di tambah Lo udah dua kali permalukan gue!" ucap Putra menatap Hayra dengan tajam.
"Hayra-Hayra, sampai kapanpun Lo gak akan bisa saingin Amelia karena jelas-jelas Amelia lebih unggul dari Lo cewek miskin!" tekan Nolan.
"Lawak Lo! Siapa juga yang mau saingin cewek lemah kaya dia, gak level!" tekan Hayra balik pada Nolan, kayaknya Hayra akan mempunyai musuh baru selain Putra.
"Lo--!" geram Nolan hendak memukul wajah Hayra tapi di urungkan oleh kedatangan Azka.
"Selain tukang tikung Lo juga suka main tangan sama cewe ya?" ucap Azka di belakang Nolan.
__ADS_1
"Maksud Lo apaan, Ka?" tanya Putra.
"Dia udah menghina Amelia yang enggak-enggak, gue mau ngasih dia pelajaran Ka," ucap Nolan dengan entengnya membalikkan fakta.
"Bener kok yang di katakan Hayra, dia tuh gak pantes bersaing sama cewek lemah seperti Amelia, dan apa tadi Hayra merebut gue dari Amelia, perlu kalian tau, gue putusin Amelia karena Amelia selingkuh sama Nolan!" sinis Azka menatap remeh pada Nolan yang terkejut. "Lo pengecut juga ya?" kekeh Azka.
"Wah, gak nyangka gue!" ketawa Putra melihat hubungan asmara bos sama temannya ini, rumit!
"Apaan dah Ka, Lo jangan bercanda gitu, mana berani gue nikung lo," elak Nolan merasa canggung.
"Ngaku aja lah, gue juga gak marah kok, karena gue udah mutusin pertunangan gue sama Amelia, jadi Lo berdua bebas, mau ngapa-ngapain," ucapnya lalu pergi menarik tangan Hayra.
"Bused, ngeri juga ya Lo, Lan!" kekeh Putra. "Nikung sahabat sendiri! Jadi takut gue kenalin pasangan gue sama Lo, takut di tikung juga!" ucap Putra lalu tertawa dan pergi dari sana menyusul Azka yang entah kemana.
. . .
Di dalam kamar Hayra terduduk termenung, tinggal satu hari lagi, gerhana bulan merah akan terjadi, siap tidak siap Hayra harus siap, tinggal menentukan tokok protagonis prianya saja, apakah Azka atau orang lain, Silvia dia tidak masuk sekolah karena masih trauma atas penculiknya dan berakhir pingsan dan bangun di tepi jalan.
Hayra selalu memikirkan apakah di dunia nyata dia masih hidup atau tidak? Semoga ibu dan neneknya baik-baik saja, Hayra selalu berdoa agar tuhan selalu senantiasa memberikannya petunjuk.
. . .
Soni mengalami kerugian besar di perusahaannya akibat perusahaan ayah Amelia yang menarik semua dana investor yang ia setor di tarik kembali, jadi proyek mall yang mereka bangun kini tertutup akibat kekurangan dana, Soni tidak pernah berpikir bahwa Amelia dari keluarga kaya-raya, sehingga membuatnya kelimpungan seperti ini, salah sedikit Soni bisa gulung tikar!
"Kurang ajar keluarga Madipurna itu, awas saja akan ku balas semua perbuatan mu ini!" geram Soni menaruh dendam besar pada keluarga Amelia.
. . .
..."Yey .... Selamat! Misi kamu berhasil, kamu sudah mempersatukan protagonis wanita dan pria, mereka sudah bertemu! Dalam dua hari kamu akan menerima misteri box!"...
__ADS_1
Selamat kamu naik level 1.
Bukannya senang Hayra malah tambah bingung. "Apa lagi ini? Pusing gue lama-lama sama dunia aneh ini!" dumel Hayra, "tapi seenggaknya gue gak tereliminasi, gue masih mau pulang untuk ibu dan nenek, gue kangen mereka!" lirihnya. "Apa Xavier juga lolos? Semoga dia bisa lolos, karena dia satu-satunya temanku yang senasib seperti diriku di sini!"