Perjalanan Hayra Didunia Novel

Perjalanan Hayra Didunia Novel
EPISODE 37


__ADS_3

Sepulangnya dari sekolah Hayra langsung pergi ke kediaman Pramaja, dia ingin menemui Xavier untuk menjelaskan kebingungan pria itu, mereka tengah marahan tapi, seolah lupa.


"Tuan, ada seorang gadis yang memaksa untuk masuk, menemui tuan muda!" beritahu bodyguard itu.


"Usir saja!" titah Louis, melanjutkan acara minum teh bersama rekan kerjanya yakni Arlos.


"Saya sudah melakukannya tuan, tapi dia terlalu keras kepala, katanya ada berita penting yang harus di sampaikan kepada tuan muda Xavier." jelas bodyguard itu panjang kali lebar.


Louis terdiam sebentar. "Ya sudah suruh dia masuk, dan menemui saya di sini!"


"Baik tuan."


Bodyguard itu pergi keluar untuk menemui Hayra yang sudah duduk emperan di samping gerbang besar itu. "Di sini rumahnya gede-gede semua!" gumam Hayra menatap deretan rumah mewah itu.


"Anda di izinkan masuk, silahkan?"


"Dari tadi kek!" kesel Hayra lalu bangkit.


.  .  .


"Siapa kamu?" tanya Louis langsung pada Hayra yang telah duduk di hadapannya, begitu juga dengan Arlos yang diam menatap Hayra.


"Itu kan ayahnya Hayra Mahalani?" batin Hayra menatap Arlos sebentar lalu mengalihkan pandangannya ke arah Louis yang tengah menatap dirinya dengan tajam. "Saya ke sini untuk menemui putra sulung anda tuan Louis," jawab Hayra tersenyum manis.


"Untuk apa anda menemui anak saya?" tanya Louis geram dengan perlakuan Hayra yang sangat menyebalkan di matanya.

__ADS_1


"Ya ... untuk menjelaskan kenapa dia bisa punya kelurga, pasti anda bingung kan, kenapa perlakuan putra anda seperti itu?" tanya Hayra dengan senyum mengesalkan.


"Ceritakan langsung, saya tidak suka orang yang bertele-tele!" tegas Louis tak sabar ingin mendengarkan, kenapa anaknya bisa berubah seperti itu, apa yang anaknya alami sehingga bisa seperti itu.


"Ett .... Informasi ini tentu tidak geratis--"


"Saya akan bayar berapapun, asalkan anda memberitahukan informasi itu kepada saya!" sahut Louis memotong ucapan Hayra.


"Saya tidak ingin uang, tapi saya butuh ...." Hayra berdiri lalu berbisik pelan dengan jarak yang tidak terlalu dekat, dia masih punya akal sehat untuk tidak sembarangan berdekatan pada seseorang. "Bagaimana tuan Louis? Setuju tidak?" tanya Hayra.


"Oke!" final Louis.


"Baik, tunjukkan kamar anak anda, nanti setelah selesai saya akan memberitahukannya kepada tuan Louis yang terhormat!" ucap Hayra dengan nada lagu di akhir kalimatnya.


.  .  .


"Kok Lo bisa masuk dengan tenang sih, tuh pencu--"


"Sett, kayaknya Lo gak bakal percaya deh bang tentang yang Lo alami saat ini, jadi saya mohon sama Abang Xavier yang ganteng untuk tidak memotong ucapan adek Hayra yang cantik ni, okey!?" ucap Hayra panjang lebar.


Tak ada respon dari Xavier. "Oke, jadi ini mungkin sulit masuk di akal Lo! Sebenarnya Lo itu adalah anak kandung kelurga Pramaja kamu di nyatakan hilang enam bulan yang lalu, yang di mana kamu mengalami perpindahan dimensi ke dunia nyata, dan ingatanmu di hapus sementara," jelas Hayra.


"Hahaha, ngelawak ya Lo!" tuding Xavier tertawa dengan tidak jelas.


Hayra hanya mendengus sabar, karena ia sudah menduga Xavier akan seperti ini. "Coba ingat, di dunia nyata Lo punya orang tua kagak?" tanya Hayra.

__ADS_1


Xavier termenung, dia mencoba untuk mengingat, yang bisa dia ingat hanya dirinya mempunyai adik perempuan yang di mintai untuk menemaninya untuk menonton konser NCT sehingga dirinya terjatuh di tengah hutan.


"Cuma ingat adik perempuan mu aja kan?" tanya Hayra. "Xavierus Alexander Pramaja, pewaris sah perusahaan Pramaja Gurp," gumam Hayra mengelilingi tubuh Xavier yang bergetar gelisah.


Hingga hitungan ketiga Hayra menjentikkan jarinya di depan wajah Xavier lalu pingsan, Hayra menghela nafasnya pelan. "Mulai sekarang kita akan merasa asing ...," gumam Hayra menunduk menatap sedu ke arah Xavier yang sudah tergeletak pingsan. "Babay, Abang Xavi."


. . .


Sepulangnya dari rumah Xavier Hayra terduduk menung di depan teras rumahnya menatap anak-anak yang tengah bermain di depan, Hayra merasa berat akan kehilangan Xavier, tapi mau bagaimana lagi, demi mendapatkan koneksi yang kuat Hayra harus rela bolak-balik mengancam para orang terkaya dan tersohor di novel ini, Hayra mengancam Hendrawan untuk membelanya di pengadilan nanti, begitu juga dengan Louis.


"Huh, kira-kira kasus ini kapan selesai, perasaan masalah Mulu yang datang di hidup gue," lesu Hayra. "Dah lah, lelah gue."


"Oh ya, Phoenix, antagonis laki-lakinya kok gak pernah muncul?" tanya Hayra pada jiwa Phoenix.


"Belum waktunya, sebentar lagi juga dia akan muncul, dan membuat kerusakan pada dunia novel ini," jawab Phoenix.


"Kok di sebut dunia novel? Kan kata Phoenix ini tuh dunia yang sama kek dunia nyata?" tanya Hayra. "Aneh!"


"Sudah terlanjur, dan penulis kisahnya juga, sudah jadi gila, gegara tidak bisa memecahkan misteri di balik ceritanya!" kasih tau Phoenix pada Hayra, bahwa Zulfa si pembuat novel sudah menjadi gila dan kini telah di rawat di rumah sakit.


"Hahah, syukurin!" ledek Hayra, karena dia masih kesal akibat masuk ke sini, mana gak ada yang bener lagi!


. . .


Maaf pendek 😌🙏

__ADS_1


__ADS_2