Perjalanan Hayra Didunia Novel

Perjalanan Hayra Didunia Novel
EPISODE 35


__ADS_3

Berita Hayra yang ikut menjadi saksi viral di media masa, karena wajahnya yang paling di sorot yang di mana dia hanya anak SMA yang ikut terseret dalam kasus besar kelurga Mahardika.


Madipurna begitu khawatir dengan tindakan bodoh para penjahat yang dia sewa, apakah dirinya akan itu terseret? Tentu saja iya, karena dia adalah orang yang paling berseteru dengan Soni.


"Sialan, awas saja jika saya ketahuan, akan ku hancurkan kalian!" gumam Madipurna di dalam kamarnya.


.  .   .


"Dunia bisnis memang mengerikan, bahkan hal kotor sekalipun mereka akan lakukan, demi mencapai puncak!" gumam seorang pria misterius dengan segelas anggur merah beserta tv yang menyala menayangkan berita tentang kasus keluarga Mahardika.


"Seru sekali melihat peserteruan keluarga besar ini!" kekehnya. "Tanpa saya bertidak terlebih dahulu, mereka sudah perang duluan!" sambungnya.


.   .   .


Pada malam harinya yang kebetulan malam Jumat, Hayra merasa ngeri-ngeri sedap berada di rumahnya sendirian, menunggu Xavier pulang Hayra merasa ngantuk, karena sudah jam 11 malam, tapi Xavier tak kunjung pulang.


"Tuh abang-abang, kemana dah, kok belom pulang?" tanya Hayra pada dirinya sendiri, menyingkap gorden kacanya untuk melihat ke luar yang sangat gelap. "Apa dia menginap di rumah bosnya?" gumamnya. "Tunggu aja dah, siapa tau masih di jalan."


Hayra menunggu Xavier hingga jam satu malam, malahan dia ketiduran sambil duduk. "lah? Tidur di luar toh aku?" bingungnya dengan mata yang masih berkedip. Ia melihat sekitar yang masih seperti semula. "Keterlaluan Lo, Xavier!" lirih Hayra.


.  .  .


Pagi harinya Xavier tak kunjung pulang, Hayra? Dia hanya acuh saja, menurutnya Xavier terlalu berlebihan, Hayra mengaku salah, atas tindakannya yang ceroboh, dan harusnya Xavier mengerti itu, bukan malah mendiaminya seperti ini, dengan cara tidak pulang seperti dari malam. Hayra menyetop angkot untuk ke sekolah, setelah kasus ini selesai Hayra akan mencari kerja lagi, jika tidak biaya makan dari mana dia.


Untuk kalung berbandul love, Hayra sudah menemukannya, dan benar dia anaknya Violetta dan Arlos, Hayra turut senang dan sedih, senang karena di dunia aneh ini, Hayra masih mempunyai orangtua yang lengkap, sedih karena mengingat ibu dan neneknya.

__ADS_1


"Kira-kira ibu sama nenek ngapain ya? Apa mereka baik-baik aja?" batin Hayra tak sadar air matanya jatuh. "Bismillah!" gumam Hayra, berdoa di pagi hari semoga urusannya bisa lancar dan cepat selesai.


"Kalo aku ketemu orangtuanya Hayra, kira-kira apa yang akan terjadi?" tanya Hayra pada jiwa Phoenix yang berada di dalam tubuhnya.


"Bahagia!" jawab Phoenix malas.


"Aku mau kasih tau mereka bahwa aku anak kandungnya yang hilang, tapi aku takut kalo nanti di kira berbohong, untuk menipu mereka," gugup Hayra di dalam hatinya.


"Anda bodoh, apa bagaimana, nak! Jelas-jelas sekarang ada yang namanya rumah sakit untuk melakukan tes DNA, jangan pusing begitu lah ...." kesal Phoenix itu, mengganggu saja Hayra ni.


.  .  .


Sesuai dugaannya namanya kini sudah di sebut, dan di panggil oleh polisi untuk datang ke kantor polisi, guna menanyai dirinya perihal kasus Mahardika.


"Dari keterangan korban, tentang kasus pembubuhan berencana itu, apakah anda ikut terlibat?" tanya polisi itu.


"Baik, tapi dari keterangan penjahat yang kamu tangkap, otak dari dalang ini, dari anda, betul?" tanya polisi itu lagi.


Madipurna yang mendengar itu, panas dingin, sial penjahat itu tidak bisa tutup mulut, kurang ajar. "Saya tidak terlibat, mereka hanya memfitnah saya, musuh kelurga Mahardika begitu banyak, tapi kenapa saya yang harus di panggil seperti ini?" emosi Madipurna.


"Dari gedung kedutaan Namalka, tempo dua Minggu lalu, pihak dari Mahardika telah mengajukan banding atas tuduhan penurunan saham, apakah itu benar? Jika anda berbohong hukuman akan semakin berat!" tanya polisi itu dengan nada tegas, Madipurna pikir ini sinetron yang bisa keluar begitu saja setelah di tanyakan hal yang tidak penting.


Polisi tidak bodoh, di lihat dari gelagat dan cara berbicaranya saja sudah membuat polisi curiga, dengan mata yang menatap kesana kemari. "Anda juga telah di laporkan oleh pihak Mahardika, karena telah menghasut beberapa investor untuk menarik saham mereka di perusahaan Mahardika, apakah itu benar, ini juga termasuk perbuatan legal, anda bisa di kenakan sangsi yang berat, karena telah merugikan salah-satu pihak." jelas polisi itu.


Madipurna tidak bisa berkutik, jika berbicara sedikit saja bisa-bisa dia masuk penjara, Madipurna menelpon pengacara terbaik untuk membebaskan dirinya, dia tidak akan sudi untuk menginap di dalam penjara.

__ADS_1


. . .


Xavier bertabrakan dengan seorang pria di mall tempat dia menemani anak majikannya yang meminta untuk bermain dan jalan-jalan.


"Maaf tuan saya tidak sengaja!" ucap Xavier spontan.


Pria gagah itu tidak menjawab pertanyaan Xavier dia malah bertanya balik. "Xavier?" tanyanya.


"Bapak tau nama saya?" tanya Xavier balik.


"You kidding son, it's daddy!" terkejut pria itu menatap putra sulungnya yang sudah menghilang selama enam bulan setengah.


"Serius om, saya gak kenal, siapa sih?" tanya Xavier begitu pusing dengan bapak-bapak gila ini.


"Ini daddy Xavier, dan apa ini? Kamu menjadi bodyguard, hey son! Kamu ini pewaris tunggal perusahaan Pramaja, kenapa malah jadi seperti ini?" tanya Louis pada anak sulungnya yang sudah enam bulan menghilang.


"Pramaja apaan? Gue gak kenal, satu lagi gue gak punya bapak, jadi mohon maaf saya pergi dulu!" pamit Xavier tak mau memperpanjang masalah.


Dengan kontak mata yang cepat, Louis menyuruh para bodyguardnya untuk memukul Xavier hingga pingsan, dan aksinya itu tentu saja di tonton bahkan sampai di video kan, tapi dia ini kelurga konglomerat jadi untuk menyogok orang satu mall ini pun bisa, agar mereka bungkam atas perlakuannya tadi.


"Akh ...!"


"Bawa ke mobil!" titah Louis dengan suara dingin entah hilang kemana suara gurauan tadi, bersama sang anak, hati Louis sangat lega karena putra sulungnya sudah ketemu, bahkan dia tidak bisa tidur dengan tenang akibat sang anak yang belum juga di temukan.


. . .

__ADS_1


Maaf gaes ceritanya lambat, soalnya aku lagi gak ada ide, 🙂 di tambah lelah juga, jadi maafkan jika alurnya lambat, insyaallah Bakan di usahakan biar alur ceritanya gak gitu² aja, solnya kalo alurnya lompat² tuh suka gak nyambung sama kejadian yang di awal. 🙏


__ADS_2