Perjalanan Hayra Didunia Novel

Perjalanan Hayra Didunia Novel
EPISODE 24


__ADS_3

Hari kelima mereka bertanding dan kini Hayra harus kembali melawan time dari JBHS yang di ketuai oleh Kevaro dari time dua, yang hari kemarin-kemarin kalah main sama time PPHS adalah time satu perwakilan dari Gilang yang sempat mencegat Hayra dengan pertanyaan random yang tak bermanfaat.


Kali ini Hayra tidak bisa menggunakan hero Fanny karena sudah di ban oleh time musuh, jadi Hayra tidak masalah toh dia juga banyak hero yang lebih kuat bisa dia gunakan, Hayra memutuskan menjadi tank maka dari itu Hayra memutuskan untuk menggunakan hero Belerick karena dia sangat suka dengan hero satu ini, apa sih yang nggak Hayra sukai ....


Pertandingan di mulai, mereka bermain seperti biasa, panas dan sengit karena time dari Kevaro begitu nafsunya untuk menghabisi time dari Hayra, mereka akan membuktikan bahwa time mereka tidak lemah dan bisa di kalahkan oleh Hayra yang notabenenya adalah seorang cewek.


Dari kejauhan sesosok pria bertopeng menonton pertandingan Hayra dari jarak jauh dengan senjata senapan sniper yang di todong ke arah mata Hayra yang menunduk begitu serius dengan permainan gamenya.


"Jungler hancurin turtle dulu!" suruh Hayra yang sedang be one dengan Kevaro yang menggunakan hero Hanzo Hayra jelas tersenyum geli dengan Kevaro yang sangat nafsu untuk mengalahkannya.


shut down!


Kevaro mengeram kesal karena kalah dengan Hayra sehingga sebuah tragedi mengejutkan mereka semua yang ada di dalam aula besar itu, beserta pekikan histeris.


Bunyi retakan pada tv besar itu hancur seketika sehingga permainan langsung di hentikan karena kabel data seluler yang tiba-tiba terputus sehingga permainan di berhentikan.


Hayra berjongkok di bawah meja sambil menutup kedua telinganya, jelas-jelas peluru itu mengarah ke dirinya tapi dengan tubuhnya yang tiba-tiba reflek menunduk sehingga peluru itu tidak jadi mengenai dirinya dan beralih pada tv besar yang sedang menayangkan pertandingan itu kena.

__ADS_1


"Ra, gak pa-pa kan?" tanya Qamal menarik tangan Hayra untuk pergi kebelakang karena suasana di depan mereka sangat ricuh, karena suara tembakan tadi, para panitia segera melaporkan kasus tadi ke pihak berwajib agar di tindak lanjut, karena ini menyangkut nyawa anak didik mereka jika terjadi sesuatu.


Hayra dia masih shock dengan kejadian tadi, sehingga dia mengingat tulisan yang berkata bahwa tokoh jahat di novel ini sudah muncul dan tengah mengincar dirinya, Hayra bingung dia harus bagaimana sekarang.


. . .


"Terjadi tembakan di tengah pertandingan antar sekolah, dan sempat membuat situasi menjadi ricuh!" jelas presenter itu dan menayangkan sebuah video anak-anak yang sedang menonton berteriak ricuh takut terkena peluru nyasar.


"Di duga itu adalah peluru yang nyasar dari arah barat, dan kini time polisi tengah melakukan penyelidikan, para penonton dan siswa yang berada di sana di himbau ke tempat yang aman, guna menghindari adanya tembakan susulan!"


Xavier berlari dengan kencang sehingga menabrak beberapa orang tapi dia tidak memperdulikannya, Xavier kadang ingin menangis saja karena hidupnya berubah seratus persen dalam satu malam yang dulunya anak orang kaya dan kini dia malah cosplay jadi gembel tidak punya apa-apa dan lebih memalukannya lagi, biaya hidupnya di tanggung oleh gadis SMA, huh sangat miris.


. . .


"Maaf anda di larang masuk!" tolak pak polisi pada Xavier yang tengah ngos-ngosan akibat berlari terlalu kencang tadi.


"Hah, hah, maaf pak, saya hanya ingin menemui adik saya, saya takut terjadi apa-apa," jelas Xavier agar di perbolehkan masuk.

__ADS_1


"Sekali lagi maaf dek, kami tidak mengizinkan orang lain masuk, tolong hargai karena kami tengah melakukan proses pemeriksaan," jelas polisi itu dengan sabar. "Dan untuk para penonton dan siswa lainnya kami sudah memulangkan mereka, jadi siapa yang anda cari?" tanyanya kemudian.


"Adik saya yang sedang bertanding itu pak, saya mohon pak saya hanya mau memeriksanya saja, saya takut terjadi apa-apa sama adik saya, saya mohon pak izinkan saya masuk!" mohon Xavier pada pak polisi.


"Maaf nak, kami tidak bisa, dan untuk para pemain mereka akan di pulangkan nanti malam, dengan secara privasi, jadi kamu tunggu saja di rumah," bisik pak polisi itu lalu pergi dari hadapan Xavier.


Xavier menghela nafas lega, lalu melirik kedalam dan melihat suasana yang sepi yang hanya di isi oleh beberapa aparat kepolisian untuk berjaga-jaga. Matanya tak sengaja melihat salah satu anggota brimob yang tengah pergi secara diam-diam ke belakang sekolah, Xavier yang melihatnya dari luar gerbang hendak mengikuti tapi dia ingat dia tidak boleh masuk.


. . .


"Dasar bodoh! Sia-sia saya membayar kalian mahal-mahal, tapi tidak becus untuk mengasih wanita sialan itu pelajaran!" marah Amelia pada seorang pria yang menunduk mendengarkan ocehannya. Sebenarnya itu tidak masalah yang penting duit ngalir.


"Nanti malam, dia akan pulang jangan lupa tugas kalian, saya tidak mau kalian gagal lagi, jika gagal .... Maka ..... Gaji kalian saya potong 40% dari bayaran kalian." ancam Amelia lalu pergi dari sana.


"Dasar anak sialan itu, jika bukan karena uang sudah ku bunuh kau sialan! Bedebah!" umpatnya lalu ikut pergi dari gudang belakang sekolah itu.


Hay gaes maaf ya aku up'nya Sedikit karena waktu nulis aku mepet sekali, 🙏 besok kita akan melihat pergulatan hayra yang sangat hot nan membakar semesta, jangan bosen gaes sama cerita ku ini 🙌🏻🙂

__ADS_1


__ADS_2