Perjalanan Hayra Didunia Novel

Perjalanan Hayra Didunia Novel
EPISODE 38


__ADS_3

Hari persidangan kembali di lakukan, kali ini Madipurna ikut di sidang, begitu juga dengan keluarganya yang ikut menonton.


Para jaksa, dan hakim sudah duduk di tempat masing-masing. Hayra sudah siap di tempat, bahkan persidangan ini semakin heboh karena kedatangan pemimpin perusahaan besar yakni Louis Vernando Pramaja dan Hendrawan Madipurna Jaya, Madipurna begitu terkejut melihat ke datangan Hendra.


"Sial kenapa bajingan itu bisa muncul!" batin Madipurna menatap tajam ke arah Hendra yang tersenyum sinis melihat dirinya.


"Apa penyebab anda melakukan hal seperti ini, tuan Madipurna?" tanya hakim.


"Tidak ada yang mulia," jawab Madipurna menunduk tak mau melihat ke arah hakim, karena banyak kamera yang menyoroti dirinya.


"Jawab dengan jujur, jika anda berbohong maka hukuman anda akan semakin berat!" gertak hakim.


Madipurna menghela napas pelan. "Saya melakukannya, karena anak saya di lecehkan oleh anaknya Soni!" jawab Madipurna.


"Apakah benar itu tuan Soni?" tanya hakim.


"Itu tidak benar yang mulai, bahkan anak dia yang sudah menipu anak saya, dengan menyamar sebagai orang lain!" bantah Soni.


"Baik-baik, jadi akar permasalahannya dari anak remaja lalu berujung pada tindak pembunuhan," ucap hakim. "kasus pembunuhan berencana yang di lakukan oleh tuan Madipurna akan di tahan selama 20 tahun penjara, jika tersangka terlibat kasus yang lain maka akan di penjara seumur hidup!" ucap sang hakim dengan lantang.


"Saya melakukannya kasus pembunuhan berencana tidak sendiri yang mulai!" sahut Madipurna menatap Hayra dengan tajam. "Gadis itu!" tunjuk Madipurna. "Dia salah satu komplotan saya, gadis itu melakukan pemalsuan data, dia ikut terlibat dalam kasus ini!" cerocos Madipurna.


"Apa benar itu, nona Hayra? Di keterangan anda mengaku ingin menemui orang tua anda, lalu anda tak sengaja melihat adegan pembunuhan berencana itu." jelas si hakim membolak-balikkan kertas yang ada di atas meja.


"Itu bohong, bahkan gadis itu tidak punya kelurga!" bantah Madipurna.


"Jawab dengan jujur nona Hayra, jika anda berbohong anda bisa menjadi tersangka!"


"Sebenarnya ...." lirih Hayra menatap ke arah dua bekinganya untuk meminta tolong.


"Saya adalah pamannya!" sahut Louis berdiri. "Keponakan saya terpaksa berbohong akibat di ancam oleh Madipurna, agar tidak membuka mulut, saat kasus ini mulai di buka, keponakan saya tidak terlibat sama sekali!" bantah Louis berdiri di belakang Hayra.


"Bagaimana bisa gadis licik itu mempunyai keluarga!" batin Madipurna.

__ADS_1


.


.


.


Selepas dari persidangan yang membosankan dan tidak jelas itu, akhirnya Hayra bisa bernapas dengan tenang, karena Madipurna tipuan itu sudah di jatuhkan hukuman mati, karena kasus keduanya terungkap yakni menggunakan identitas kelurga Madipurna Jaya, maka dari itu, Hendra sebagai kelurga Madipurna satu-satunya mengungkapkan bahwa dirinya lah Madipurna yang asli.


Sangat berbelit-belit, jadi pusing dan Silvia dia juga di jatuhkan kurungan penjara 15 tahun karena telah melakukan penculikan pada Hayra Minggu lalu sehingga menyebabkan patah tulang.


"Huh, sudah beres, tinggal menyusun para keluarga besar ini saja, setelah itu bum! Beres deh!" gumam Hayra lalu pergi dengan berlari kecil, sambil tersenyum manis, seolah semua beban di pundaknya terangkat dengan ringan.


"Dasar anak itu!" lirih Louis.


"Saya tidak menyangka tuan Louis akan bisa bertemu dengan gadis aneh itu!" sahut Hendrawan dari arah belakang.


"Memangnya kamu kenal?" tanya Louis.


"Saya berada di sini karena dia, karena jawaban yang saya minta di beritahukan langsung sama dia!" jawab Hendrawan, mengingat perkataan Hayra tempo lalu.


"Anda ingin menghancurkannya bukan?" tanya Hayra. "Saya siap membantu kok, asalkan anda membela saya nanti di pengadilan!"


"Gadis itu sangat unik, kenapa anak saya tidak berteman dengannya saja," gumam Hendra.


Louis tak menampik ucapan Hendra karena memang kenyataannya, bahkan gadis itu dengan berani bercanda di depan dirinya, karena kebanyakan yang bertemu dirinya hanya menampilkan senyum palsu dan senyum menarik beserta ajakan yang non faedah.


Memuakkan!


.


.


.

__ADS_1


"Kalian ngapain?" tanya Hayra pada teman-temannya yang sudah berkumpul di depan rumahnya, bahkan ada Tiwi sama Ema.


"Hehe, mau main, sekalian kita mau barbeque, boleh kan?" tanya Tiwi. "Nih, bahan-bahannya udah ada semua, tinggal nunggu malam aja!" sambungnya.


"Oke lah," setuju Hayra.


Hayra merasa senang sebab di rumahnya banyak orang, jadi dirinya tidak merasa sepi, karena mulai sekarang Hayra akan kembali seperti semula yakni hidup sendiri karena Xavier sudah pulang ke rumah orang tuanya.


"Udah gak usah melamun!" sahut Fandi ikut duduk di samping Hayra, "mending kupasin gue mangga?" suruhnya menyodorkan tiga butir mangga madu belum matang beserta nanas, jambu air, dan belimbing.


"Banyak banget, mau buat apaan?" tanya Hayra melihat buah-buahan asem itu.


"Kata Ema, ini buat cuci mulut, setelah makan nanti," jawabnya.


"Mending buat rujak, enak tuh!" seru Hayra.


"Rujak? Apaan tuh?" tanya Jayadi yang sudah membersihkan alat panggangan.


"Mau gak? Pake sambel, beh enak banget!" beritahu Hayra.


"Boleh deh, pen coba gue, seenak apaan sih!" sahut Jayadi dengan nada penasaran.


"Mau ya, ya udah gue mau kedepan dulu, mau beli kacang tanah." pamit Hayra lalu pergi.


"Mau kemana tuh?" tanya Tiwi yang sudah selesai mencuci ikan.


"Mau beli kacang tanah," jawab Fandi.


"Buat?"


"Rujak!"


. . .

__ADS_1


maaf gaje, solnya tuh ga mood nulis 😌🙂 pala we sakit cuy, jadi ya gitu, jadi kalian gak papa lah kalo mau skip 🤣😂


__ADS_2