Perjalanan Rimuru Di Kny

Perjalanan Rimuru Di Kny
11. Jatuh cinta?


__ADS_3

Rimuru keluar dari halaman rumah Kagaya, dia hendak pergi ke kediaman miliknya sendiri, mengistirahatkan tubuhnya walau sebenarnya tidak diperlukan.


"Malam ini indah ya, Ciel? "


[Anda benar master]


"A-anu.... " seseorang dari belakang Rimuru memanggilnya, Rimuru menoleh, ditatapnya seorang perempuan dengan seragam kakushi, seseorang yang pernah dengan berani dan lancangnya menasehati dirinya.


"Ah maafkan aku! " dia membungkukkan badannya, tubuhnya bergetar akibat rasa takutnya, menarik nafas dalam-dalam, diapun memberanikan diri berbicara dengan Rimuru sekaligus menatap matanya.


"Maaf? " beo Rimuru


"Untuk apa? " lanjutnya


"Maafkan aku karena telah membentak mu! Aku tidak bermaksud seperti itu! Sungguh! Aku... "


"Sebelum kau melanjutkan kata-kata mu, aku ingin bertanya, ada urusan apa kau disini, menemuiku? " tanya Rimuru


"Aku diperintahkan oleh Oyakata-sama untuk menjadi pelayan anda, mulai sekarang saya akan terus bersama anda" ucapnya tersenyum sumringah


"Aku tidak butuh" jawab Rimuru sambil berbalik pergi dari tempat itu.


Kakushi itu tidak menyerah sedikitpun, dia terus mengejar Rimuru dan merengek padanya. Dengan nafas beratnya Rimuru akhirnya menyetujuinya.


Rimuru berjalan kearah hutan dengan tenang, sementara kakushi yang ada dibelakangnya sedikit ketakutan akibat suasana hutan yang menegangkan.



Tidak lama kemudian, sebuah rumah besar- tidak! Lebih dari kata besar terpampang jelas didepan kakushi itu. Dia melotot kan matanya, membuat seseorang mengira bahwa matanya akan segera copot dari kelopaknya.


Pagar besi dengan batu bata sebagai penyangga nya. Taman dengan rumput berwarna hijau segar. Bunga tulip, mawar, sakura, dan lain-lain sebagainya bermekaran, menambah keindahan dari kediaman tersebut.


Rumah batu gaya eropa, membuat dirinya berfantasi berada di abad pertengahan, bertemu dengan seorang raja. Dia melihat kearah Rimuru yang ternyata sudah berjalan duluan.


Dia mengikuti dari belakang, melihat-lihat sekitar, membuatnya tersenyum tanpa henti jika Rimuru tidak menyadarkannya.


"Berhenti melihatnya dengan tatapan seperti itu"


"Eh?! Maafkan saya! " sekali lagi, gadis itu membungkus sambil meminta maaf berkali-kali.


Rimuru kembali menatapnya dengan dingin, membuat gadis itu bergetar ketakutan saat melihat wajah Rimuru.


"Namamu?" tanya Rimuru


"Kizuki sora"


Rimuru hanya melirik sekilas lalu menganggukkan kepalanya.


"Dia sangat dingin" batin kakushi


"Omong-omong rumahnya sangat besar, pasti dia bukan orang biasa, latar belakang orang ini pasti menakutkan! " lanjutnya


Saat sampai di depan pintu, seorang laki-laki membuka pintu dengan semangatnya, pintu berwarna coklat muda dengan hiasan permata berkilau dan indah terbuka secara kasar.


"Kau sangat lama, Rimuru! Kau tau aku kesepian tanpamu! "


"Kau kesepian tanpaku atau kesepian karna tidak ada manga disini? " tanya Rimuru


Dengan semangatnya pria itu menganggukan kepalanya dan menjawab dengan lantangnya.


"Tentu saja keduanya! "


"Tch! Dasar! " Rimuru menggerutu, sambil melihat pria lain yang ternyata tengah berlari dibelakang pria didepan Rimuru.


"Anda akhirnya pulang Rimuru-sama! Selamat datang kembali! Anda tau, saya sangat merindukan anda! Tanpa anda hidup saya terasa sangat hampa!..... " pria itu terus berceloteh, dan menuangkan kerinduannya pada tuannya, walau sebenarnya baru ditinggal 3 hari saja, tapi itu sudah cukup untuk membuat dirinya berada di neraka.


"Sudah cukup Diablo"


"Baik! " tanpa dosanya Diablo tersenyum berseri-seri, mengabaikan kuping Rimuru yang sudah panas sejak Diablo berceloteh dengan panjangnya.


Sora hanya diam melihat interaksi 3 makhluk didepannya, lalu saat dirinya melihat mata Diablo, badannya kembali bergetar ketakutan, melangkah mundur dan bersiap untuk lari, jika saja suara lembut dari Rimuru menghentikan dirinya.

__ADS_1


"Tetap disana sora"


Sora kembali diam, badannya tidak berhenti bergetar, Rimuru berbalik melihat bawahan barunya, meneliti tubuh gadis yang ada dihadapannya.


"Dia ketakutan" batin Rimuru


"Tidak perlu takut, mereka tidak berbahaya" ucap Rimuru melihat Diablo mengisyaratkan untuk memperkenalkan diri.


Diablo Mengangguk paham dengan isyarat dari Rimuru. Dirinya maju selangkah, senyuman tidak hilang dari wajah Rimuru.


"Namaku Diablo, bawahan terkuat Rimuru-sama, sang demon god" kenalnya pada gadis yang dibawa Rimuru.


Rimuru menepuk jidatnya, jika tau begini sebaiknya dirinya saja yang memperkenalkan bawahan yang bego itu.


Demi mencegah hal yang sama, Rimuru maju kedepan, tangannya terulur memperkenalkan seseorang yang selalu tersenyum dan meminta manga itu.


"Aku perkenalkan padamu, dia.... "


"Aku naga badai Veldora Tempest, salam kenal! "


"Sialan! " batin Rimuru


Sora terkejut dia langsung berlari kearah pagar, tetapi sebelum dia sampai ke pagar, dirinya menabrak sesuatu yang tidak dapat dilihat.


"Apakah dirimu berpikir untuk lari dariku setelah mengetahui segalanya?" ucap Rimuru yang sudah berdiri di samping Sora


Sora limbung kebelakang, dirinya berangsut mundur, kakinya sudah tidak kuat menahan berat badannya sendiri. Airmata sudah berkumpul di sudut kelopak matanya.


"Kalau begitu, bukankah aku harus memperkenalkan diri lagi? " tanya Rimuru, mendekatkan dirinya, tangannya terulur mencengkram pipi gadis itu dengan kasar.


"Perkenalkan, namaku Rimuru Tempest. Seorang raja iblis sejati dari dunia lain, sekaligus true dragon, mohon bantuannya ya? " Rimuru tersenyum hangat pada Sora, lalu melepas cengkraman nya dengan kasar.


Sora menangis, dirinya merintih kesakitan saat Rimuru mencengkram pipinya dengan kasar. Berpikir dia akan mati, Sora menutup matanya pasrah.


"Aku tidak akan membunuhmu bocah, aku bukanlah raja iblis yang kau bayangkan, jadi jika boleh memohon. Tolong jangan katakan pada siapapun tentang identitas ku, sebagai imbalannya aku tidak akan membunuhmu, bahkan Kagaya-kun adalah bawahan ku, orang yang bijak seperti dirinya akan tau siapa yang dipilih nya" ucap Rimuru sambil berbalik.


Sora menatap punggung Rimuru dalam diam, dirinya tengah berpikir bahwa yang dikatakan Rimuru bukanlah kebohongan, jika itu adalah kebenarannya maka mau tidak mau dia akan menuruti pemimpinnya, sebagai bentuk balas budi dirinya yang ditolong oleh Kagaya saat masih kecil.


"Ide bagus Veldora! " Rimuru juga tertawa bahagia, dia dan Veldora masuk kedalam rumah, sebelum dirinya sepenuhnya masuk kedalam, Rimuru memberi perintah pada Diablo


"Diablo, bawa dia kekamarnya, berikan dia baju juga, aku ingin dia juga ikut melihat-lihat festival musim panas dan juga tolong bersikap lembut,ramah dan mengakrabkan diri padanya"


"Sesuai perintah anda, Rimuru-sama" Diablo membungkuk hormat pada Rimuru, setelah Rimuru menghilang dari pandangannya, kini pandangannya bergulir pada gadis yang masih setia duduk ditanah.


Tangannya terulur kedepan wajah gadis itu, Sora menutup matanya, dirinya masih takut untuk berinteraksi dengan mereka.


"Pegang tanganku" ucap Diablo lembut


Sora membuka matanya, tatapannya terpaku saat melihat senyuman Diablo, ditambah wajah tampannya yang disinari bulan, membuat jantung Sora berdegup dengan kencang, wajahnya sudah semerah tomat.


Dengan perlahan, tangan Sora menggapai tangan Diablo, Diablo membantu Sora berdiri dengan lembut, lalu pandangan Diablo melihat tangan Sora yang terluka. Sora yang menyadarinya langsung menutup tangannya, berniat dirinya tidak akan dimakan oleh iblis didepannya saat iblis ini hilang kendali melihat darahnya.


"Tangan mu terluka ya? Mau kuobati? " tanya Diablo, tanpa menunggu jawaban dari Sora Diablo langsung menyeretnya kedalam kamar.



Mengobrak-abrik kamar bermaksud mencari benda untuk menyembuhkan luka, Sora masih diam di pintu kamar, dia mengerjapkan matanya berkali-kali, sungguh! Apa yang dilihatnya sangat mewah. Kasur yang besar, kamar yang sedikit redup namun terlihat elegan, dan... Apa itu? Jamur yang bercahaya? Entahlah, yang dipikiran Sora hanyalah kata indah.


"Apa yang kau lakukan disana? Masuklah"


Sebuah instruksi masuk kedalam pendengaran Sora, dengan langkah pelan, Sora masuk kedalam kamar. Sora duduk di kasur, dirinya terkejut saat menyentuh kasur tersebut.


"Sangat lembut, empuk dan nyaman" pikirnya


"Berikan tanganmu yang terluka padaku"


"Baik"


Tangan Sora sekarang berada dalam genggaman hangat milik Diablo. Diablo mengoleskan obat dengan lembut, seakan-akan Sora adalah barang yang mudah pecah.


"Ada dengan diriku? Entah kenapa aku merasa sangat nyaman, fufufu manusia kau sudah menarik perhatian ku" batin Diablo

__ADS_1


"Baiklah sudah selesai, sebenarnya aku bisa menyembuhkan luka dengan sihirku, tapi untuk manusia seperti itu akan berbahaya, oleh karena itu aku memilih jalan yang terbaik" ucap Diablo tersenyum


"Alasan? " tanya Sora


"Hmm? "


"Alasan kenapa kau menolong ku? Apakah ada imbalannya? " tanya Sora


Diablo menghela nafas nya lalu mengambil nafas dalam-dalam untuk mengutarakan alasannya.


"Rimuru-sama memberi kami peraturan, salah satunya adalah jangan membunuh manusia, tetepi beda cerita jika mereka yang mencari gara-gara terlebih dahulu" jawab Diablo


Sora terkejut, dirinya tidak pernah memikirkan seorang raja iblis yang tidak ingin membunuh manusia, yang selalu ada dipikirannya adalah raja iblis selalu menuai kebencian, dan kesengsaraan. Pemikiran itupun sudah tertanam sejak dirinya masih kecil.


"Kamar siapa ini? "


"Ini adalah kamarmu mulai sekarang, dan juga pakailah baju ini, hmm... Kurasa aksesoris yang ini juga bagus... " Diablo kembali mengoceh sambil memilih baju dan aksesoris yang bagus untuk dikenakan Sora.


"Semua sudah kusiapkan, kalau begitu segeralah bersiap, aku akan pergi"


"Anu... Terimakasih"


"Itu bukan apa-apa"


Pintu tertutup bersamaan dengan punggung Diablo yang menghilang, Sora segera mengambil pakaian yang sudah disiapkan Diablo untuknya.


"Sangat mewah dan mahal" batinnya.


Beberapa menit kemudian


Semua orang sudh menunggu di ruang tamu, pakaian yang mereka kenakan pun juga sudah sangat rapi dan wangi. Sebuah suara langkah kaki, membuat ketiga eksistensi menoleh keasal suara.


Sora berjalan dengan anggunnya, menuruni anak tangga, gemericik hiasan yang ada di rambutnya berbunyi senada.


"Bagaimana pakaiannya? " tanya Rimuru saat Sora sudah ada didekat Diablo


"Aku sangat nyaman" balasnya


"Kalau begitu mari kita berangkat"


Sora melirik Diablo sebentar, entah kenapa dirinya tidak dapat mengalihkan pandangannya pada sosok iblis disampingnya ini.


"Kupikir aku sudah terpikat oleh mu Diablo-san, tidak peduli dengan ras mu yang iblis, tunggu! Jika aku pergi dengannya bukankah ini sudah seperti kencan? " batin Sora, lalu wajahnya kembali bersemu


"Ada apa? Apa kau sakit? " tanya Diablo sambil menempelkan punggung tangannya di dahi Sora


"Eh?! Ti-tidak! " Sora mengelak


"Tapi wajahmu memerah"


"Itu karena panas! Iya benar panas! Hahaha" tawa canggung Sora


"Benarkah? Tapi ini malam, seharusnya dingin kan? " dengan polosnya Diablo menjawab seperti itu


"Su-sudahlah Diablo-san" ucap Sora


Rimuru memandang sekilas kebelakang, tersenyum bahagia mendapati interaksi 2 makhluk berbeda gender dan ras itu, lalu menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Dasar anak muda" gumam Rimuru


(penulis: bagi yang penasaran dengan wajah dan pakaian yang Sora pakai)



(ini pakaian Sora)



(ini wajahnya)


__ADS_1


(pakaian yang dipakai Diablo)


__ADS_2