
Suasana festival yang didatangi oleh Rimuru beserta Veldora, Diablo, dan Sora sangat ramai. Para pengunjung bermondar-mandir untuk mencoba, melihat, dan memainkan apapun yang ada disana.
"Rimuru! Ayo ke stand makanan! " Veldora menarik tangan Rimuru, membuat sang empu hampir saja terseret dengan bokong ditanah.
"Jangan langsung menarik ku, Veldora! Dasar aho! " protes Rimuru dan dibalas cengiran dari Veldora
Sora tertawa geli melihat kelakuan tuannya atau lebih tepatnya 2 tuannya? Dirinya juga sedikit kebingungan dengan situasinya, meski Veldora bermarga sama dengan Rimuru, tetapi pada dasarnya mereka hanya bersahabat.
"Emm... Aku ingin ke toko baju, apa kau mau ikut Diablo-san? " Sora bertanya pada Diablo dan dibalas anggukan sekilas
Mencari sebuah toko yang memiliki kualitas baju yang bagus sangat mudah ditemukan bila terjadi festival. Mereka berdua mampir di sebuah toko yang sangat ramai pengunjung.
"Wahh!! Pengunjungnya begitu ramai, sepertinya aku bisa menemukan baju yang berkualitas dan bagus disini! " ucap Sora dengan mata yang berbinar-binar
"Sebaiknya kita langsung masuk saja"
"Haik! " Sora bersemangat dan langsung mengapit lengan Diablo, sepertinya akibat semangatnya dia tidak tau apa yang baru saja dilakukannya
Belum sempat kaki Sora melangkah, teriakan pilu dari seorang wanita memekakkan telinga.
"Tolong!! Kumohon tolong aku!! Hikss!! " sang wanita berjalan terseok-seok, seluruh badannya berlumuran darah, tanah yang menjadi pijakan nya membuat bekas berwarna merah.
Sora berniat untuk menolong wanita tersebut, tetapi dengan sigap Diablo menahan lengannya.
"Tetaplah disini"
"Ta-tapi Diablo-san, dia akan-"
"Fufufu, aku tidak menyangka ini... Seorang iblis rendahan berani menginjakan kaki dan mengeluarkan hawa keberadaannya dihadapanku" Diablo tertawa, senyumannya berubah menjadi mengerikan, gigi taringnya juga mulai terlihat.
Sora bergetar ketakutan, ini adalah pertama kalinya dirinya melihat senyum mengerikan Diablo. Sora berjalan mundur, menjaga jarak dengan Diablo akibat aura yang terpancar dari tubuh Diablo.
Tanpa Sora sadari, Diablo merengkuh tubuh kecil nan mungil milik Sora, mendekapnya dalam pelukan hangat lalu membisikkan sesuatu di telinga Sora.
"Tetaplah disini dan jangan kemana-mana"
Sora hanya menganggukkan kepalanya pelan.
{Diablo}
Diablo melepas pelukannya, lalu berlutut saat mendengar suara tuan yang dicintainya berbicara dengan pikirannya.
{Saya disini Rimuru-sama}
__ADS_1
{Aku punya tugas untukmu}
{Apapun tugasnya akan saya kerjakan bahkan jika nyawa saya taruhannya}
Rimuru yang mendengar jawaban tersebut dari mulut Diablo tersenyum dengan puas.
{Saat ini aku sedang emosi, melihat iblis yang dengan santainya memakan manusia dihadapan ku, ditambah yang dimakan adalah perempuan. Aku perintahkan padamu bunuh iblis ini, kalau bisa aku ingin kau memberinya 'rasa sakit' dan bunuh wanita yang berlumuran darah di festival, karena darahnya tercampur dengan iblis ini nanti dirinya bisa menjadi iblis. Aku tidak ingin ada korban lainnya, setelah itu berikan jiwa nya padaku}
{Sesuai perintah anda Rimuru-sama }
Telepati pun terputus, sementara Sora hanya menatap bingung Diablo yang tiba-tiba berlutut dan menyilangkan kedua tangannya didadanya.
"Rimuru-sama sudah memberiku perintah pertama saat didunia ini, tidak akan pernah kubuat kecewa" gumam Diablo yang masih didengar Sora
"A-apa yang sedang terjadi Diablo-san? " tanya Sora dengan gemetar akibat rasa takutnya
"Sora, bisa bantu aku untuk membawa wanita itu ke gang sepi? Kuharap kau tidak banyak bertanya" Diablo berbicara dengan Sora, raut wajahnya hanya mengekpresikan satu kata, yaitu datar
Sora mengangguk dengan cepat, tanpa mau membantah, dirinya dengan cepat berjalan menuju wanita tersebut yang sedang dikerumuni oleh para pengunjung.
"Nona! Biarkan saya membantu anda! Saya adalah dokter disini! " ucap Sora setelah berhasil menerobos kerumunan tersebut, Sora berakting, membuat wajahnya dapat dipercaya dan meyakinkan.
Wanita tersebut mengangguk dengan cepat, Sora membopong wanita tersebut, jangan remehkan kekuatan Sora walau tubuhnya kecil dan mungil.
Seketika tubuh wanita itu kembali bergetar ketakutan, tubuhnya limbung kebelakang, wajahnya sudah dipenuhi dengan air mata.
"Kerja bagus, Sora" puji Diablo, baju Diablo pun juga sudah berubah
Sang wanita menatap Sora dengan tatapan marah dan kecewa, dirinya tidak menyangka bahwa gadis ini telah bersekutu dengan iblis.
Wanita itu berdiri, mendorong tubuh Sora dengan kuat dan hampir terjatuh menabrak tembok, sebelum wanita itu pergi jauh, suara Diablo yang tertawa masuk kedalam pendengarannya.
"Hahaha"
Sang wanita melirik sekilas kebelakang lalu kembali melihat kedepan.
"Aku harus kabur! " batin wanita itu
Dengan gerakan kilat, Diablo sudah menenteng kepala wanita itu, gerakannya tidak dapat dilihat oleh orang biasa.
"Kenapa semua terbalik? " pikir wanita itu
"Sepertinya akibat gerakan ku yang terlalu cepat, pikiranmu masih belum terpotong" ucap Diablo sambil membenarkan kepala itu dan membalik nya, menghadap wajahnya .
__ADS_1
Sora terkejut, pupil matanya mengecil, dia tidak menyangka Diablo akan membunuh seorang wanita.
"Berarti peraturan yang dikatakan Diablo-san adalah kebohongan" pikir Sora
Kepala itu sudah menjadi pucat, bisa dikatakan itu sudah menjadi mayat, Diablo melempar sembarangan kepala wanita itu, lalu berjalan mendekat kearah Sora yang bergetar ketakutan.
"Jangan mendekat!! " Sora berteriak pada Diablo, membuat Diablo terkejut tetapi langsung terkendali dengan wajah datarnya
"Dasar pembohong!! Kau pembohong!! Kau bilang Rimuru memberi peraturan untuk tidak membunuh manusia!! Tetapi apa yang kau lakukan?! Kau bilang berbeda halnya jika mereka yang mencari gara-gara!! Tapi apa salahnya wanita itu hingga membuatmu membunuhnya?! "
"Sora dengarkan ak-"
"Aku tidak ingin mendengarkan ucapan dari seorang pembohong sepertimu!! Oh ya, sebelum kau membunuh wanita itu, kau berkomunikasi dengan Rimuru kan?! Itu pasti perintahnya, kalian semua sama saja!! "
Jika dirinya yang dicaci dia masih bisa menerimanya, tetapi jika sudah menyangkut tuannya itu akan menjadi hal yang berbeda. Diablo yang kehilangan kesabarannya pun, mendorong Sora ketembok dengan kuat, kedua tangan Diablo berada di sisi kanan dan kiri Sora.
Dorongan dari Diablo membuat tembok tersebut retak, Sekarang posisi mereka sudah sangat berdekatan, Sora bisa mendengar nafas dari Diablo, nafasnya terasa berat akibat menahan rasa amarahnya.
"Jangan pernah menghina Rimuru-sama! " ucap Diablo, tatapannya tajam menatap mata Sora
Seperti disihir, Sora tidak dapat mengalihkan pandangannya pada Diablo, bahkan tubuhnya pun tidak dapat bergerak sesuai keinginannya.
"Memang benar kami tidak akan membunuh manusia jika mereka tidak mencari gara-gara, tetapi pengecualian untuk wanita itu, jika kau ingin tahu jawabannya, ambil sampel darahnya, dan berikan pada orang dari golongan pemburu iblis, setelah penelitian darahnya, kau akan tahu jawabannya" ucap Diablo, lalu berjalan pergi meninggalkan Sora yang sekarang terduduk lemas ditanah.
Disisi lain
Rimuru memandang datar iblis yang tengah menyantap beberapa wanita dihadapannya, Rimuru menekan hawa keberadaannya, membuat iblis itu tidak dapat merasakan dirinya.
Itu semua terjadi beberapa menit yang lalu saat dirinya dan Veldora tidak sengaja mendengar jeritan seorang wanita, Veldora yang mendengar itu hanya biasa-biasa saja dan tetap fokus dengan takoyaki yang ada ditangannya.
Rimuru menghela nafas lelah kalau sudah seperti ini, artinya dirinya sendiri yang akan mencari tau. Mengikuti arahan dari Ciel serta hawa keberadaan dari iblis ini akhirnya Rimuru bertemu dengan iblis ini yang asik memakan buruannya.
Iblis itu berambut pirang panjang, kuku panjang, kulit putih, tinggi, dan mata yang berwarna pelangi. Baru kali ini Rimuru melihat iblis dengan mata berwarna pelangi, membuatnya tersenyum seram.
"Khukhu, seandainya kau tidak memilih menjadi iblis, aku yakin kau sangat populer sekarang" batin Rimuru, tiba-tiba wajah Rimuru berubah menjadi sedih, jika saja dirinya tau masa lalu iblis ini.
"Apakah hidupnya, begitu sengsara hingga membuat lebih memilih kejalan yang salah? Aku merasa kasihan" lanjutnya
Selang beberapa menit, kepompong besar berwarna hitam muncul dibelakang Rimuru, setelah menghilang sesosok lelaki itu berlutut, menghormati Rimuru.
"Saya sudah sampai Rimuru-sama, semoga saja saya tidak telat"
"Kau tidak telat Diablo, justru lebih cepat dari yang aku kira, sekarang lakukan tugasmu"
__ADS_1
"Dimengerti tuanku, fufufu"