Perjalanan Rimuru Di Kny

Perjalanan Rimuru Di Kny
19. Mugen Train


__ADS_3

"Rengoku Kyoujurou, Oyakata-sama telah memberi misi kwakk, kwakk pergilah ke stasiun untuk membasmi....... "


"Eh?"


~~


Semua orang disana diam saat gagak itu berbicara, meski cara bicaranya agak aneh namun hewan tetap lah hewan, sekalipun mereka dapat berbicara tetap saja beberapa tidak terserap dengan baik. Mereka semua menghentikan aktivitas sekedar mendengarkan pesan tanpa ada yang terkecuali.


Rimuru memangku kepalanya dengan tangan kanannya sementara tangan yang lain ditekuk, diletakkan dibelakang tangan satunya. Rimuru tidak perlu menajamkan telinga hanya untuk mendengarkan kata-kata yang keluar dari mulut seekor burung. Tidak sama sekali.


Dengan penglihatan masa depannya, dia tau apa yang akan terjadi. Menyipitkan matanya menatap Kyoujurou, mencoba mencari solusi untuk kedepannya.


TAKK


Suara sendok yang membentur piring porselen itu terdengar keras, sang burung terdiam tidak melanjutkan lagi kata-kata nya, meski sejujurnya gagak tersebut jengkel karena perkataannya harus terpotong.


Hewan juga punya perasaan bukan?


"Hei.... Kembali ke sarang mu sekarang"


Meski kata itu terunjuk pada sang gagak. Tapi, matanya menatap lekat Kyoujurou. Sementara, Kyoujurou hanya menunduk menyembunyikan wajah merahnya. Siapa yang tidak gugup jika ditatap begitu intens oleh seorang wanita? Apalagi wanita ini sangat cantik.


Giyuu memandang dengan sedikit cemburu, berdehem sebentar untuk menormalkan suasana. Gagak itu dengan patuh mengikuti perkataan Rimuru, pergi dari sana dengan hati yang sedikit jengkel, keberadaannya seperti tidak dianggap, apa karena dia hewan? Kalau begitu, jika ada sihir untuk mengubah bentuk, dia ingin memiliki bentuk pria tampan hingga membuat Rimuru jatuh hati padanya.


Lupakan cita-cita tidak nyata dalam hati burung gagak itu, lebih baik kita kembali ketempat makan yang dipenuhi suasana tegang dari Rimuru.


"Sensei, kenapa kau mengusirnya? " Obanai memandang bingung Rimuru, bukankah jika ada informasi harus didengarkan dengan seksama, kenapa harus diabaikan?


"Karena aku sudah tau. Jadi, aku akan membicarakan ini dengan Kyoujurou, hanya berdua"


Mereka menganggukkan kepala tanda mengerti, Rimuru bisa dikatakan atasan dari Kagaya, jadi tidak ada salahnya jika dia mengetahui semua misi untuk para pemburu iblis dan tidak ada salahnya jika dia membocorkan hal itu kesesama pemburu iblis.


"Kyoujurou setelah makan siang temui aku ditaman belakang"


"Baik, sensei"


Giyuu hanya mendengus tidak suka, dia yang pertama kali menyukai Rimuru, salahkan dirinya yang tidak cekatan dalam mengambil hati wanita.


Makan siang kembali dilakukan dengan hikmat, setelah selesai mereka langsung pergi ke kegiatan mereka masing-masing, termasuk Veldora.


________


_____________


________


Tap


Kaki Kyoujurou melangkah dijalan setapak, malam hari tidak membuat dirinya takut, minimnya orang tidak membuat dia gentar, menatap sekelilingnya dengan tatapan waspada dan rasa was-was.


"Rengoku-sama"


Seorang laki-laki berseragam kakushi memanggilnya, dia mendekat kearahnya hendak melaporkan sesuatu.


"Saya dapat kabar kalau kereta mugen saat ini tidak beroperasi, saat ini kereta itu berada dalam perawatan"


Kyoujurou menyipitkan matanya, pendengarannya difokuskan.


"Saya juga mendengar rumor kalau beberapa hari lagi kereta itu akan kembali dijalankan, benar atau tidaknya saya akan menyelidikinya lagi"


"Oh! Satu lagi, saya mendapatkan informasi jika baru-baru ini ditemukan mayat kondektur di kereta"


Kyoujurou masih diam, dalam hatinya dia merasa senang, semua informasi itu sudah sampai pada dirinya terlebih dahulu melalui gurunya. Tapi, kereta mugen akan beroperasi beberapa hari lagi dan itu bukanlah rumor belaka. Bukan sama sekali.


Kakushi itu memandang punggung Kyoujurou dalam diam lalu matanya beralih pada tas kecil yang dipakai dipinggang Kyoujurou. Kakushi yang penasaran pun ingin bertanya. Namun, itu bukanlah sikap sopan.


Kyoujurou yang peka terhadap keadaan menghentikan langkahnya, diapun berbalik menatap kakushi didepannya. Sang kakushi reflek berhenti melangkahkan kakinya, dirinya menatap bingung pada atasannya.


"Ada apa, Rengoku-sama? "


"Apa ada yang membuatmu penasaran? "


"Itu..... Maaf atas kelancangan saya, saya sangat penasaran dengan apa yang anda bawa" ujarnya serasa menundukkan kepala hormat. Meski takut, namun naluri penasaran manusia tidak dapat dihentikan.


"Ini pemberian dari guruku"


"Guru anda? "


"Ya. Didalam sini terdapat 5 barang dengan 2 jenis yang berbeda, aku tau kegunaan yang satunya. Tapi, untuk yang satunya lagi aku tidak mengerti"


"Begitu rupanya, terimakasih sudah menjawab rasa penasaran saya"


"Um! "


Kyoujurou kembali berbalik dan berjalan kembali. Rumor tentang para Hashira yang dilatih oleh seorang guru yang sangat kuat terdengar diseluruh pemburu iblis.


Nama dan kediaman dari guru tersebut dirahasiakan, tidak ada yang tau rupa dari guru dari para Hashira, bahkan ada rumor kalau dia adalah atasan dari Kagaya.


Membayangkan hal itu sang kakushi bergidik ngeri, orang itu pasti sangat kuat, salah tingkah saja mungkin nyawanya bisa terancam. Sang kakushi menggeleng, membuyarkan lamunan negatifnya, jika suatu hari nanti dia dapat kesempatan untuk bertemu dengannya, itu adalah hari keberuntungannya.


Kyoujurou tersenyum tipis, dia tau apa yang dipikirkan oleh kakushi dibelakangnya, dalam hatinya dia sedikit meringis mengingat betapa kejamnya gurunya memukuli dirinya serta teman-temannya hingga ada yang terluka parah ataupun pingsan.


"Hahh.... Itu adalah hari yang mengerikan" batin kyoujurou berkeringat dingin.


"Mari kita periksa stasiun tempat mayat kondektur itu ditemukan"


"Baik! "


_______


_____________


_______


Langkah kaki Kyoujurou terdengar dengan keras, stasiun yang masih sepi menjadi kesempatan para pedagang untuk memulai menyiapkan barang dagangan mereka.


"Tidak ada iblis! "


Kyoujurou dan kakushi itu menolehkan kepalanya, suara anak kecil terdengar seperti membentak. Merasa penasaran, dirinya menghampiri sepasang perempuan berbeda umur tersebut.


"Lagi-lagi berbicara tentang iblis! Tolong hentikan, karena kita harus menjual bento"


"Karena perut ibu sudah besar, dan penjualan di kafe ayah sedang menurun" lanjutnya


"Kau tidak perlu mengkhawatirkan urusan orang dewasa" Satu-satunya orang yang berumur lebih dari setengah abad itu berkata dengan lembut.

__ADS_1


"Selamat malam! Ini adalah malam yang indah bukan? Aku kesini sedang mencari iblis" ucap Kyoujurou yang tiba-tiba muncul dihadapan anak kecil tersebut.


Anak perempuan itu berdiri, merentangkan tangannya melindungi wanita tua dibelakangnya. Tubuhnya sedikit gemetar, tapi dia tidak gentar untuk maju jika pria dihadapannya ini melakukan hal yang aneh.


"Iblis? Kenapa kau tiba-tiba mengatakan hal itu? " anak kecil itu bertanya masih dengan posisinya


Saat Kyoujurou mendekat, gadis itu melemparkan roti yang ada ditangannya kemuka Kyoujurou. Dengan senang hati Kyoujurou memakan roti itu sambil berseri-seri. Makanan tidak boleh dibuang secara cuma-cuma.


"Tenanglah Fuku, dia pasti bukan orang jahat" sang nenek menenangkan anak kecil yang bernama Fuku tersebut.


"Maafkan aku" Fuku menunduk, menunjukkan raut wajah bersalah.


"Tidak apa-apa, aku tidak akan membiarkan orang seperti kalian terluka, terimakasih atas kerja keras kalian" ucap Kyoujurou berlalu pergi dari sana


Belum sempat dia melangkahkan kaki yang keempat, Fuku memanggilnya sambil membawa sebuah nampan yang berisi bento dan beberapa makanan lain. Dia menawarkan bentonya pada Kyoujurou.


"Kalau begitu aku akan membeli semuanya! "


______


_________


______


TUTT....


Suara kereta api yang berangkat membunyikan klaksonnya. Kyoujurou memilih gerbong untuk dirinya duduk. Kereta yang masih sepi membuat dirinya leluasa untuk memikirkan strategi.


Menatap tas kecil pemberian gurunya, lalu mengambilnya. Dia tahu apa yang ada didalamnya tapi tetap saja dia selalu ingin melihatnya. Setiap kali dia membuka tas itu, dia selalu disuguhkan dengan warna pelangi yang terpancar sebentar lalu menghilang.


Awalnya dia terkejut hingga membuang tas itu, hingga lama kelamaan rasa terkejut berubah menjadi kekaguman yang mendalam. Pelangi itu begitu indah walau hanya sebentar. Bentuk tasnya juga sedikit berbeda, dia tidak perlu membungkus tas kain pada umumnya, kau bisa membukanya hanya dengan menarik resleting atau apalah itu, dia tidak tau penyebutannya.


Dia menutup kembali tas itu, dan memasangnya kembali ke pinggangnya. Menatap jendela yang menampilkan indahnya malam dan suasana hutan. Dari arah yang berlawanan seorang kondektur yang bertugas memeriksa setiap gerbong kereta.


Sang kondektur memeriksa semuanya tidak ada yang terlewatkan, namun tiba-tiba dia melihat seorang pria dengan rambut meraknya yang berkibar cerah. Sang kondektur berpikir jika dia adalah iblis. Meneguk ludahnya dalam, dia berlari dan membuka gerbong dengan kasar.


"Siapa?! "


Kyoujurou hanya tersenyum, dia membuka kain yang berada didepannya menampilkan jejeran bento yang tidak terhitung banyaknya.


"Seperti yang kamu lihat, aku adalah penjual bento" ucap Kyoujurou dengan santai, dia membuat seolah dirinya adalah pedagang.


"Begitu ya, maaf aku hampir salah paham padamu"


"Tidak masalah! Aku juga ingin bertanya, kereta Mugen ada dimana? "


"Mugen Ressha? "


"Um! "


"Kereta Mugen saat ini berada dibengkel, ah! Itu bengkelnya" ucap sang kondektur sambil menunjuk sebuah bengkel di kanan kereta.


"Kalau begitu aku akan turun disini! "


"Eh? Disini? Tidak tunggu! " sang kondektur berusaha memanggilnya tapi hanya angin yang menjawab suaranya


_______


___________


_______


Suara palu yang dipertemukan dengan besi adalah hal pertama yang didengar Kyoujurou dari luar. Menenteng 2 kain besar berisi bento, dia melangkahkan kakinya kedalam. Terlihat kereta api Mugen berdiri dengan megahnya di tengah ruangan.


"Hey kamu"


Kyoujurou menolehkan kepalanya ke kanan, terlihat seorang pria yang berumur kepala tiga tengah mengelap tangannya dengan kain bersih. Sepertinya dia adalah seorang pekerja disini.


"Orang lain dilarang masuk ke tempat ini"


Dia berkata dengan tegas, raut wajahnya juga sangat tegas.


"Ya, kau benar. Tapi, aku diutus oleh bagian administrasi untuk membawakan bento untuk kalian" ucap Kyoujurou beralasan


"Hei, dia bilang dia bawa bento" ucapnya berteriak, memanggil rekan-rekannya untuk mendekat dan mengambil Masing-masing satu kotak yang berisi bento.


"Aku akan membawakan satu untuk Tatsubo yang sedang beristirahat di stasiun pengisian" ujar salah satu orang disana sambil membawa sekotak bento dan berlari ke ruangan lain.


"Apa kereta ini akan beroperasi kembali? "


"Ya! Padahal tidak ada yang aneh dengan keretanya, tapi banyak sekali rumor kalau kereta ini memakan manusia, itu benar-benar membuat kami frustasi. Tapi, sekarang tidak lagi, kereta ini akan beroperasi besok malam"


Kyoujurou sedikit terkejut, gurunya hanya bilang kereta itu akan beroperasi sebentar lagi, namun kapan pastinya dia tidak diberitahu.


Tiba-tiba Kyoujurou merasakan suatu keberadaan yang berhasil memancing dirinya mengangkat pedang dengan tinggi, siapa lagi jika bukan iblis?.


"UWAA!! "


Suara teriakan dari sebuah ruangan terdengar nyaring, Kyoujurou berlari, tangannya sudah siap di gagang pedangnya.


"Lepaskan anak itu! "


"Pemburu iblis ya? Banyak gaya"


"Kau membuatku kesal" ucap Kyoujurou saat bento yang terjatuh itu diinjak dan cemooh


"Jika kau kesal padaku... " iblis itu berlari dengan cepat, hanya menampakkan sekelebat bayangan berwarna biru.


".... Coba penggal kepalaku" ucapnya yang sudah berada di belakang Kyoujurou.


"Aku ini yang tercepat" lanjutnya dan beralih kedepan Kyoujurou


SRINGG...


Kyoujurou berusaha menebasnya, namun hanya angin yang kena. Iblis itu melompat kebelakang menjaga jarak dengan kyoujurou dan menampakkan wajah meremehkan.


"Jika kau ingin menjadi pahlawan dan menolong orang-orang, bagaimana jika kau berlomba untuk sampai ke stasiun lebih dulu? Dia yang cepat yang akan menentukan kematian dari si penjual bento itu"


"Kau benar-benar pandai membuat orang kesal"


"Sebelum itu aku akan membunuh an-"


CRASHH....


Daging dan darah segar berceceran dimana-mana, sebuah tangan melayang diikuti suara pedang yang tengah menebas, didetik berikutnya sandera iblis itu terjatuh ketanah terlepas dari cengkraman sang iblis.

__ADS_1


Iblis itu mendecih, lalu dengan kekuatannya dia pergi dari sana menuju stasiun tempat sang penjual bento itu berada. Siluet berwarna biru terang terlihat disepanjang rel kereta. Kyoujurou hanya menatap iblis tengah berlari itu dalam diam.


Kini dirinya beralih menatap sang sandera, luka didadanya tidak terlalu dalam, tapi luka tetaplah luka. Kyoujurou mendekat mengambil salah satu dari 2 jenis ditas pemberian gurunya.


Dia mengambil satu botol kecil berisi cairan biru yang memancarkan warna biru yang indah. Tangannya terulur mengambil kepala sang sandera lalu mendekatkan ujung botol ke mulutnya, meminumkan nya.


Botol itu telah kosong dari isinya, dengan ajaib luka dari sandera itu perlahan tertutup, tidak ada bekas luka disana, bahkan stamina sang sandera terisi penuh seakan dirinya baru saja bangun tidur.


Kyoujurou tersenyum lalu kembali menatap luar, kakinya berancang-ancang untuk berlari, lalu didetik berikutnya hanya angin yang berhembus kuat sebagai jejaknya.


"Pernapasan konsentrasi penuh" ucapnya lirih disela larinya.


"Aku merasa tubuhku lebih ringan, dan kecepatan miliku bertambah 2 kali lipat, apa ini karena latihan yang diberikan oleh Rimuru-sensei? " batinnya terus berlari, kobaran api menerangi setiap jalur kereta api yang dilaluinya.


_______


__________


_______


Sebuah gerobak berjalan di jalan yang senggang, gerobak itu ditarik oleh seorang nenek, dibelakangnya seorang anak kecil membantu dari belakang.


Dari kejauhan siluet biru dengan cepat melompat ke tepi stasiun, hidungnya mengendus-ngendus bau, setelah itu menyeringai lebar setelah menemukan apa yang dicarinya.


"Ketemu"


Disisi lain, gadis kecil itu mulai menyiapkan barang dagangannya, membuka penutup kedainya. Dia tersenyum bangga dengan pekerjaannya.


"Tercium... Tercium"


Sebuah suara mengalihkan perhatiannya, pandangannya tidak terlalu baik karena tempat yang masih sedikit gelap.


Saatiblis itu mendekat, gadis itu mulai mundur. Namun sayangnya sebuah kotak makan mendarat tepat disamping kiri iblis itu. Isi dari kotak itu berceceran dilantai.


"Larilah, Fuku" seorang nenek berteriak pada Fuku, menyuruh gadis itu untuk melarikan diri selama dia mengalihkan perhatiannya.


Gadis itu berlari menuju sebuah pintu, kakinya memanjat sebuah pagar kayu yang tidak terlalu tinggi, saat dia hendak melompat sebuah tangan mencengkram lengannya.


Iblis itu mendorong gadis itu hingga ke rel kereta, setelah itu dia mendarat diatas gadis itu, mencekiknya. Setetes air mata sedikit mengalir keluar, pupil matanya mengecil ketakutan.


Kuku runcing nya sudah siap untuk mencabik-cabik gadis kecil tersebut. Lagi-lagi usahanya gagal, sebuah kobaran api menggagalkan rencananya. Kakinya terluka karena menyelamatkan diri, tapi dia tidak mempermasalahkan hal itu, sebab iblis itu dapat beregenerasi.


"Anda... "


"Kamu tidak apa-apa? "


"Kenapa? Bagaimana bisa kau mengejarku? " ucap iblis itu gemetar, butiran keringat dingin mengalir di pelipisnya.


"Sudah kubilang untuk jangan terlalu percaya diri"


"Bagaimana kalau kita coba? Mana yang lebih cepat, kau yang menyelamatkan nenek ini sekaligus memenggal kepalaku atau aku yang memenggal kepala nenek kolot ini"


"Itu tidak perlu karena kau..... "Ucap Kyoujurou menghilang dari sana dan memenggal kepala iblis itu.


".... Lambat" lanjutnya kala leher iblis itu sudah terpisah dari tubuhnya.


"Anda.... " nenek itu ingin mengatakan sesuatu, Namun suaranya tercekat di tenggorokan.


"Anda sudah menyelamatkan saya dan orang tua Fuku 20 tahun yang lalu, saya tidak bisa melupakan wajah dan jubah itu, terimakasih, terimakasih menyelamatkan kami sekali lagi"


"Itu pasti ayahku, aku mengikuti jejak ayahku menjadi pemburu iblis"


"Kalau begitu, sampai jumpa" ujarnya seraya berlalu pergi dari sana


_______


___________


_______


"Apa... Makhluk apa ini?! " suara teriakan menggelegar di stasiun, suara seraknya bisa mengganggu orang yang lewat disana. Orang itu memakai topeng babi dikepalanya.


"Badannya tampak keras" ujarnya lagi seraya membenturkan kepalanya ke besi kereta.


"Hentikan bodoh! Itu benar-benar memalukan! " seorang lagi yang berambut kuning menarik badan seseorang yang menggunakan topeng babi itu, berusaha menghentikan aksi bodohnya.


"Benda ini pasti tuan dari daratan. Benar! Dari panjang serta aura yang mengintimidasi dia adalah tuan dari daratan! "


"Bukan! Ini adalah mesin uap, kau tidak tau itu? "


"Ini mungkin adalah roh penjaga di sini, tidak baik menyerangnya secara tiba-tiba seperti itu" ucap seorang lagi dengan rambut merah anggurnya


"Sudah kubilang ini mesin uap, kau tahu kereta tidak? Kereta adalah alat transportasi yang bisa membawa banyak orang, dasar anak desa"


"Hei! Mereka membawa pedang! " seorang pekerja disana berteriak memanggil temannya untuk menangkap 3 pemuda yang seumuran tersebut.


"Sial! Sial! Ayo kabur! " si rambut kuning menarik badan si topeng babi, memaksanya untuk berlari.


Mereka berlari ke ujung kereta, lalu melompat ke kereta tersebut. Bocah kuning itu diketahui bernama Agatsuma Zenitsu, dia mulai menjelaskan bahwa organisasi pemburu iblia adalah oraganisasi yang tidak diakui pemerintah.


Wajar jika ada yang akan melaporkan mereka jika membawa pedang tanpa ada izin. Seorang pemuda berambut merah anggur Kamado tanjiro sedikit kebingungan dengan situasi ini.


Sementara pemuda yang tersisa, yang memakai topeng aneh untuk menyembunyikan wajah cantiknya, cukup kagum dengan kecepatan dari monster yang ditumpanginya. Dia adalah Hashibira Inousuke


"Bagaimana kalau kita menyembunyikan pedang kita dibalik punggung? "


"Seperti ini? " ujar Inousuke menunjukkan pedang yang ditaruh nya dipunggung, dengan aura bling-bling.


"Itu masih kelihatan bodoh! Pakai baju sana! " ucap Zenitsu.


"Kita akan masuk, aku akan membeli tiketnya" ucap Zenitsu berlalu pergi, sepertinya dalam kondisi seperti ini dia adalah yang paling waras diantara mereka bertiga.


"Oh... Ya... Terimakasih"


"Arghh... Sulit berjalan jika pedang disembunyikan dipunggung" ujar Inousuke berjalan sambil menggerutu.


Mereka bertiga membuka pintu untuk masuk kedalam kereta, didalamnya beberapa pengunjung tengah duduk, ada yang mengobrol dan ada yang tidur. Lagi-lagi Inousuke berteriak heboh, suaranya yang melengking mengganggu penumpang yang tidur.


"Kita didalam perutnya! Ini adalah pertempuran! "


"Diam! "


"Umai!! "


(penulis: chapter depan adalah pertempuran antara akaza sama rengoku, author tidak terlalu bisa membuat scen pertarungan jadi maaf jika nanti cukup membosankan, chapter kali ini sampai disini, semoga chapter kali ini menarik. Sayonara 🖐)

__ADS_1


__ADS_2