
Setelah Rimuru mengantarkan nenek tersebut sampai kerumahnya, dia langsung berpamitan untuk undur diri, mencari keberadaan teman pertamanya saat dirinya berada di dunia ini. Rimuru berjalan menjauh, menuju hutan yang sunyi dan senyap. Malam akan tiba, bahaya akan mengintai, tetapi mereka tidak akan bisa menyentuh Rimuru, bahkan 5cm sebelum mengenai badan Rimuru.
Niat Rimuru terhenti saat mendengar rengekan temannya, Veldora. Veldora merengek untuk keluar dari perut Rimuru, Rimuru menghela nafasnya, lalu mengeluarkan Veldora dari perutnya.
"Khuahaha aku naga badai Veldora Tempest, siapa yang melawanku akan ma-" kalimat itu terhenti saat ada jitakan kasih sayang dari Rimuru yang membuat dirinya tersungkur ke tanah.
"Ittai!! Kenapa kau memukul ku Rimuru?! "
"Berisik! Jika ada orang yang mendengarnya, apa kau mau tanggung jawab? Aku sudah bersusah payah untuk menyembunyikan identitas asli kita" ucap Rimuru sedikit sebal dengan teman bodohnya itu.
"Rimuru! Aku ingin jalan-jalan, bolehkah? "
"Hmm terserah"
Veldora yang mendapat jawaban dari Rimuru melihat Rimuru dengan mata yang berbinar-binar, lalu berlari seperti dikejar setan saking bahagia nya. Rimuru tersenyum melihat kelakuan sahabatnya itu, lalu senyum tersebut luntur saat mengingat betapa bodoh dan absurd temannya itu, Rimuru langsung berlari mengejar Veldora, berharap Veldora belum membuat keributan dibeberapa tempat.
"Kau bodoh Rimuru! " rutuk Rimuru dalam hatinya.
Jika disini dipenuhi kasih sayang seorang sahabat. Maka, disisi lain dipenuhi semua emosi. Kemarahan, kesedihan, kegelisahan, kasih sayang antar saudara, menjadi satu dan tidak dapat diungkapkan. Disinilah apa yang dirasakan oleh seorang laki-laki, Kamado Tanjiro yang terus menuruni gunung hanya untuk adik tercintanya, Kamado Nezuko.
Tiba-tiba saja Nezuko bergerak dan memberontak, membuat Tanjiro hilang kendali dan jatuh kejurang, untung nya ada salju dibawah sana. Jadi, Tanjiro tidak terluka sama sekali.
"Aku selamat.. Berkat salju.. Meski tadi terpeleset karena salju sih" batin Tanjiro sambil mengatur nafas.
Tanjiro bangkit dan mengedarkan pandangan, mencari adiknya yang ikut terjatuh bersamanya.
"Nezuko? "
"Nezuko, apa kamu baik-baik saja? " tanya Tanjiro saat matanya menangkap sosok adiknya. Tanjiro berlari kecil, mendekati Nezuko.
"Kamu tidak perlu berjalan"
"Biar aku yang menggendong mu sampai kota"
"Nezuko"
Tiba-tiba saja Nezuko menyerang Tanjiro, Tanjiro menahan mulut Nezuko menggunakan kapak yang dia bawa. Kekuatan Nezuko yang besar membuat Tanjiro terjatuh ke tumpukan salju sambil terus menahan mulut Nezuko menggunakan kapak.
"I-ini... Iblis.. " Tanjiro terkejut saat mengetahui adiknya telah menjadi iblis.
"Sekarang aku ingat perkataan paman Saburo"
"Nezuko jadi iblis pemakan manusia? Tidak, itu tidak benar! Nezuko adalah manusia! "
"Tapi, baunya bukan bau Nezuko yang biasanya! Tapi, itu bukanlah perbuatan Nezuko! Dia terbaring sambil melindungi Rokuta, dan tidak ada jejak darah dimulut dan tangannya. Dan yang lebih penting lagi masih ada satu bau lagi"
Tubuh Nezuko secara tiba-tiba membesar, membuat tenaga yang dikeluarkan olehnya lebih besar dari sebelumnya.
"Tu-tubuhnya membesar?! "
"Dan kekuatannya juga lebih besar! "
"Disaat aku tertidur lelap dirumah paman Saburo, keluarga ku dibantai sekejam itu! Pasti sakit kan? Kalian pasti menderita kan? Maafkan aku yang tidak bisa menyelamatkan kalian, setidaknya aku harus melakukan sesuatu pada Nezuko"
__ADS_1
"Tapi, kekuatannya sangat besar. Aku kesulitan mendorongnya"
"Nezuko" teriak Tanjiro
"Lawanlah, Nezuko. Jangan menyerah! Lawanlah! " teriak Tanjiro dengan air matanya.
"Jangan berubah menjadi iblis! Kamu harus menahannya! Lawanlah! Kumohon lawanlah! "
Tesss
Disaat itu juga Nezuko juga mengeluarkan air matanya.
Zriingg
Sebuah pedang melesat menuju Nezuko, Tanjiro yang berada disamping Nezuko melindunginya, pedang yang awalnya akan menebas leher Nezuko berubah menebas rambut Tanjiro, angin dari pedang membentuk salju yang bertebangan dengan lebat.
Tanjiro terguling-guling hingga membentur pohon sambil merangkul Nezuko. Tubuh Nezuko pun mengecil.
"Ada apa ini? " batin Tanjiro bertanya
"Siapa itu? Pedang? " lanjutnya
"Kenapa kau melindunginya? " tanya pria misterius tersebut
"Dia adikku! " ucap Tanjiro lantang
"Kau sebut makhluk itu adikmu? "
Belum sempat Tanjiro menjawab, pria tersebut melesat dan Tanjiro langsung melindungi adiknya, tapi saat Tanjiro merunduk untuk melindungi Nezuko dia terkejut bahwa Nezuko tidak dalam pelukannya lagi.
"Nezuko! "
"Jangan bergerak"
"Tugasku adalah membasmi iblis. Karena itulah aku akan memenggal adikmu"
"Tunggu dulu! Nezuko belum pernah membunuh siapapun. Dirumahku ada bau lain yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Mungkin itu berasal dari orang yang membunuh keluarga ku"
"Itu bukan ulah Nezuko, aku tidak tau kenapa Nezuko bisa berubah menjadi seperti ini. Tapi... " lanjut Tanjiro tetapi terpotong oleh ucapan pria itu
"Itu sederhana, dia menjadi iblis karena lukanya tercampur dengan darah iblis. Seperti itulah cara iblis pemakan manusia memperbanyak keturunannya"
"Nezuko tidak akan pernah memakan manusia"
"Yang benar saja, padahal kau hampir dimakan olehnya barusan"
"Jangan rebut siapapun lagi dariku, tolong hentikan! " mohon Tanjiro sampai berlutut saat pedang pria tersebut sudah bertengger di leher adiknya.
"Berhentilah bersujud seperti itu! Jika cara itu berguna, keluarga mu mungkin belum mati sekarang! Orang lemah yang tidak berkutik saat menghadapi sosok yang merenggut keluarga nya, mana mungkin bisa menyembuhkan adiknya?! Mencari musuh yang melakukannya?! Jangan bercanda! " teriak pria tersebut lalu kembali menghunuskan pedang nya kearah Nezuko tepat di jantungnya.
Zrasshh
"Arrgghh" teriak Nezuko
__ADS_1
"Hentikan! "
Takk
Sebuah batu kecil melesat dan mengenai pedang pria tersebut sampai terlempar hingga 1 meter, pelaku nya adalah rambut pirang dengan kulit coklat nya.
"Siapa kau? " tanya pria itu
"Namaku Veldora" ucap Veldora santai sambil mengorek hidungnya menggunakan jari, mencari harta karun tersembunyi.
Kesempatan itu digunakan oleh Tanjiro untuk melawan balik pria itu, dia melempar batu dari pohon ke pohon, dan diakhiri dengan berlari menuju pria misterius tersebut.
"Serangan langsung yang dipicu emosi... Dasar bodoh! " teriak pria itu dan menghantam punggung Tanjiro dengan sikunya hingga pingsan. Nezuko terdiam memandangi kakaknya, sementara pria itu keheranan karena tidak menemukan kapak Tanjiro.
"Dimana kapaknya? " batin nya
Dugh
Sebuah kapak melesat dari atas kebawah dan hampir mengenai kepala pria tersebut jika saja pria itu tidak menggeser kepalanya. Nezuko memberontak dalam genggaman pria itu lalu memukul perut pria itu.
"Sial! " ucap pria itu kala Nezuko menghampiri Tanjiro, pria tersebut berpikir kalau Nezuko akan memakan Tanjiro, tetapi dugaan nya salah. Nezuko malah melindungi Tanjiro yang terkapar.
Nezuko melesat kearah pria tersebut dan menyerangnya, sementara pria itu fokus menghindar dari serangan yang dilancarkan Nezuko. Disaat Nezuko lengah, pria itu memukul leher Nezuko hingga pingsan.
"Kurasa, dia memang berbeda dari iblis yang lain" gumamnya
Beberapa menit kemudian
Tanjiro tersadar dari pingsannya dan langsung merangkul Nezuko yang ada disamping dirinya, Nezuko memakai bambu di mulutnya. Veldora? Dia cosplay jadi patung sejak tadi.
"Kau sudah sadar? " tanya pria itu
"Temuilah seorang kakek bernama Sankoji Urokodoki yang tinggal dikaki gunung Sagiri, katakan padanya Tomioka giyu mengirim mu. Kelihatannya dia baik-baik saja, karena saat ini sedang turun salju"
"Tapi, jangan pernah membuat dia terkena sinar matahari"
"Veldora! " ucap Rimuru yang berlari, di saat dia sampai. Rimuru terkejut bahwa banyak orang disini.
"Sial! Aku lupa memakai topeng" batin Rimuru
Giyuu memandang Rimuru sangat lama, kedua pipinya memerah lalu mengalihkan wajahnya dan menghilang, melarikan diri. Sementara Rimuru beralih memandang Veldora dan Veldora hanya cengengesan tidak jelas.
"Rimuru-san? "
"Oh Tanjiro-san, senang bertemu denganmu kembali dan Veldora jika kau tidak turun dari pohon itu akan kubuat kau turun... " ucap Rimuru tersenyum mengerikan.
"Baik" Veldora langsung melompat turun dari atas pohon
"Anu.. Kau kenal dia Rimuru-san? "
"Oh dia adalah-"
"Aku kakaknya Veldora Tempest, salam kenal"
__ADS_1
"Drama apa lagi yang kau buat Veldora" batin nya pasrah.