Perjalanan Rimuru Di Kny

Perjalanan Rimuru Di Kny
14. Informasi bak ilusi


__ADS_3

Para hashira berkumpul di dalam rumah Oyakata-sama. Saat ini bulan yang berada di singgasananya. Menampakkan deretan bintang berkelip nan indah.


"Apa kalian dapat informasi? "


"Maafkan kami Oyakata-sama, kami tidak dapat apa-apa, bahkan secuil informasi sedikit pun tidak ada" jawab seorang pria penuh luka dengan nada menyesal


"Benar, saat kami sampai disana, semua terlihat baik-baik saja, tidak ada bekas pertempuran atau apapun disana" timpal seorang pria tinggi besar, dengan tangan membawa tasbih


"Seakan-akan memang tidak terjadi apa-apa" ucap pria dengan dandanan yang meriah


"Tapi jelas-jelas kita mendengar suara pertempuran dan juga suara dentuman yang keras" ucap seorang wanita dengan hairpin kupu-kupunya


"Kami bahkan dapat merasakan hawa panas sebelum dan sesudah dentuman itu terjadi" timpal wanita berambut pink gradasi hijau


"Ini benar-benar aneh" ucap pria dengan ular melingkar di lehernya


"Kalian bicara tentang apa? Aku tidak ingat" ucap seorang laki-laki dengan rambut mintnya


Semua orang disana mulai berisik, menyuarakan semua pendapat yang ada dibenak mereka, membuat mereka berspekulasi sendiri kalau itu adalah perilaku iblis.


Oyakata-sama menempelkan jari telunjuknya ke bibirnya, mengisyaratkan untuk tenang dan diam. Menyimpulkan sesuatu semena-mena bukanlah hal yang baik.


Mereka semua menunduk diam, perasaan menyesal dan penasaran memenuhi diri mereka, entah dari hati maupun dikepala. Membuat mereka berpikir tidak dapat tidur nanti malam karena memikirkan hal ini, terkecuali pria kecil berambut mint.


"Baiklah, kalau begitu kalian boleh kembali ke kediaman kalian sendiri, besok akan ada rapat pilar, saya harap semua orang dapat berkumpul dengan keadaan sehat" ucap Oyakata-sama dengan lembut, meski terselip nada mengusir dalam kata-katanya.


Mereka menundukkan kepala sebelum berlalu pergi meninggalkan pemimpin mereka sendiri. Pintu fusuma itu pun tertutup, cahaya redup dari lilin yang terkena angin membuat suasana disana sedikit tegang.


"Apakah ini perbuatan mu, Rimuru-sama? " gumamnya, lalu berdiri dan beristirahat


Di kediaman kupu-kupu


Seorang kakushi tengah termenung menatap langit, sorot matanya kosong, dibawah kelopak matanya terdapat lingkaran hitam seperti panda, dapat dipastikan bahwa dirinya mengalami insomnia.


Pernahkah dari kalian memikirkan sesuatu hingga tidak dapat tidur? Seperti, ujian mungkin? Itu juga yang dialami gadis tersebut, namun dia tidak memikirkan ujian, dia memikirkan seseorang.


Seseorang yang mengalami jatuh cinta, akan tergila-gila hingga membuat nya melakuan apa pun untuk sang pujaan hati, membuatnya menjadi seperti budak, apapun perintahnya akan dilaksanakan.


"Maafkan aku Diablo-san, aku sudah salah paham tentangmu" dia terisak, menangis dengan ditemani dinginnya malam, menambah kesan kelam dihati sang gadis.


Masih di kediaman kupu-kupu, seorang wanita yang ikut dalam pertemuan tadi tengah melamunkan sesuatu, akibat lamunannya dia tidak sengaja memasukkan sebuah ramuan ke ramuan yang salah.


Akibatnya, botol erlenmenyer tersebut meledak, memporak-porandakan beberapa kertas tulisan tentang ramuan dan beberapa botol lab. Seperti gelas ukur, pengaduk kaca, corong gelas, dan lain-lain.


Alhasil dirinya harus bersusah payah membersihkan semuanya, meski badannya terasa sangat lelah, entah lelah dari tanggung jawabnya atau lelah dari pikirannya. Wajah nya terlihat kusut, seakan-akan tidak ada daya hidup disana.


Pagi mulai menyingsing, matahari sudah menampakkan cahayanya, terbaring lemas dilantai, sang wanita meringkuk tidak berdaya, tangannya menggapai-gapai kasur, dengan sekuat tenaga dirinya merebahkan tubuhnya sebentar, setidaknya selama satu jam sebelum rapat terjadi.


Badannya sudah sangat lemas, baru saja dirinya menjalankan misi, sudah ada misi untuk memeriksa sebuah hutan, lalu menambah beban pikiran. Dia juga baru saja mengobati 3 pemuda yang terluka akibat ikut pertempuran melawan iblis.


Iblis bulan bawah, Rui. Meski begitu mereka sudah sangat hebat, walau banyak luka ditubuh mereka, suara ketukan pintu membuat wanita tersebut mengedarkan pandangannya.


"Masuk" ucapnya

__ADS_1


"Sensei" panggilnya


"Ara~ada apa kanao-chan? "


"Sensei, apa kau baik-baik saja? Sebentar lagi ada rapat pilar, apa anda yakin tidak apa-apa? Perlukah saya meminta izin untuk anda? "


"Tidak, tidak. Aku tidak apa-apa, terimakasih atas kekhawatiranmu. Sebaiknya kau rawat 3 pemuda itu untuk membantu Aoi, dia pasti sangat kesulitan sekarang. Oh! Satu hal lagi, seorang anak dengan rambut merah anggur itu akan ikut denganku dirapat pilar nanti"


"Aku mengerti Sensei"


Pintu shoji itupun tertutup, sekarang wanita dengan hairpin kupu-kupu itu termenung, untuk sekali lagi. Menggeleng kan kepalanya cepat, lalu mengambil handuk, untuk menyegarkan diri.


Di kediaman Rimuru


Sebuah surat yang datang tadi malam, membuat Rimuru tidak dapat tidur, tapi itu berpengaruh pada Rimuru, dia bisa tidak tidur setidaknya selama satu minggu dalam human formnya. Kurasa itu adalah perkembangan yang bagus.


Menatap lekat-lekat surat coklat dengan hiasan itu, sambil meminum teh hangat dari Diablo. Merasa dirinya sudah merasa tenang, lalu mendongak menatap pelayan setianya.


"Teh buatan mu, sangat enak Diablo" pujinya


"Ah~terimakasih Rimuru-sama" ucapnya dengan rona merah di pipinya, dia sangat senang mendapatkan pujian dari Rimuru, seakan-akan dirinya adalah seorang pengusaha restoran yang diberi bintang lima.


Tangan Rimuru terulur mengambil surat tersebut, sementara tangan lainnya menaruh gelas teh tersebut dimeja, pandangannya masih sama, bingung sekaligus curiga.


"Kagaya-kun adalah orang yang akan melakukan segala cara untuk mengalahkan si muzan. Lalu..... Untuk apa dia mengundangku untuk menghadiri rapat pilar? Bukankah itu adalah urusannya sendiri?" gumam Rimuru


"Rimuru-sama sepertinya bawahan baru anda itu ingin solusi dari anda" ucap Diablo


"Solusi? " beo Rimuru


"Huuftt, siapkan keperluan ku, kita akan kesana dan kau temani diriku"


"Dimengerti, Rimuru-sama"


Kata yang tertulis di dalam surat tersebut seperti ini


^^^πŸŒΊπŸƒ^^^


^^^Selamat malam dan semoga anda panjang umur dan diberi kesehatan Rimuru-sama. ^^^


^^^Saya bawahan baru anda, yang tidak tau benar maupun salah, ingin mengundang anda dalam rapat pilar besok. ^^^


^^^Maafkan atas undangan yang tiba-tiba ini, sejujurnya saya ingin mengundang anda kemarin lusa tetapi tubuh saya melemah dan tidak dapat melakukan apa-apa. ^^^


^^^Sekali lagi maafkan saya, semoga anda bersedia datang dalam rapat kecil ini. ^^^


^^^Dengan segala hormat, dari bawahan baru dan rendahan anda, Ubuyashiki Kagaya. ^^^


^^^πŸŒΊπŸƒ^^^


Rimuru sudah siap dengan pakaian demon lord nya, menatap kaca sekali lagi memastikan semuanya sudah siap.


"Aku benar-benar tampan" seru Rimuru

__ADS_1


[Anda sangat cantik, Master]


Rimuru tertohok, hatinya terasa sakit saat mendengar perkataan Ciel. Sementara Ciel hanya tertawa, dirinya sangat menyukai menggoda masternya itu.


"Hufftt..... Sudahlah, sebaiknya kita segera bergegas" ucap Rimuru lalu melenggang pergi dari kamarnya


Diablo sudah siap dengan pakaiannya, saat mengetahui Rimuru keluar dirinya bergegas menghampiri tuannya.


"Semuanya sudah siap Rimuru-sama"


"Terimakasih atas kerja kerasnya Diablo"


"Haik" jawabnya singkat, namun wajahnya berseri-seri kembali


Dengan teleportasi Rimuru sampai di halaman rumah kagaya, dirinya segera disambut oleh istri kagaya, Amane.


"Maafkan atas kelakuan saya tempo hari yang lalu, Rimuru-sama"


"Tidak apa-apa Amane-san, dan satu hal lagi yang perlu kau ketahui. Aku ini laki-laki"


Amane terkejut, wajahnya menampakkan ketidakpercayaan, membuat Rimuru memandang speechless.


"Aku tau kau akan terkejut, tapi itulah kenyataannya, kenyataan bahwa aku ini laki-laki"


"Hahh, anda membuat saya selalu jantungan"


Rimuru tertawa renyah menanggapi perkataan Amane. Pandangan Amane bergulir melihat Diablo dari atas hingga bawah. Saat memandang mata Diablo, tubuhnya bergetar ketakutan.


Rimuru tersenyum, reaksi membuat dirinya dejavu akan kejadian tempo hari. Melihat Diablo sekilas mengisyaratkan untuk memperkenalkan diri.


"Perkenalkan nama saya Diablo, saya adalah sekretaris kedua Rimuru-sama, dan saya adalah demon god"


Mata Amane membulat, bibirnya bergetar, kakinya tidak dapat menahan berat badannya, membuatnya hampir saja terjatuh jika Rimuru tidak menahan punggungnya.


Amane dapat merasakan nafas hangat Rimuru. Lagi, Amane merasa terpesona akan pesona Rimuru. Suara Rimuru masuk kedalam pendengaran Amane.


"Kau tidak apa-apa Amane-san? "


"Aku tidak apa-apa, terimakasih Rimuru-sama" ucap Amane seraya mendorong pelan tubuh Rimuru darinya.


"Syukurlah"


"Kalau begitu mari ikuti saya"


"Hmm, tentu"


Amane, Diablo dan Rimuru berjalan ke sebuah ruangan, mengetuk pintu ruangan sebanyak tiga kali, suara lembut menginterupsi untuk masuk.


"Selamat datang dikediaman kecil ini Rimuru-sama" ucap Kagaya


"Sebentar lagi rapat akan segera dimulai, saya sangat senang anda datang dalam rapat kali ini" lanjutnya


"Kali ini aku hanya akan melihat, jika ada sesuatu yang ingin aku sampaikan aku akan bersuara"

__ADS_1


"Saya merasa terhormat untuk itu"


"Aku ingin lihat, kejutan apa lagi yang tengah menanti diriku, entah kenapa aku merasa sangat bersemangat untuk menantikan nya" batin Rimuru


__ADS_2