Perjalanan Rimuru Di Kny

Perjalanan Rimuru Di Kny
8. Misi


__ADS_3

Rimuru berjalan menuju hutan tempat misi pertamanya dengan dipandu oleh elang kesayangannya.


"Helen" panggil Rimuru, elang itu pun hinggap di pundak Rimuru tepat saat Rimuru memanggilnya.


"Apa tempatnya jauh? " tanya Rimuru, Helen hanya menjawab Rimuru dengan suara nyaring nya yang khas burung elang


"Souka? Kurasa kita bisa istirahat sejenak, kutahu kau itu sudah lelah, benarkan Helen? " tanya Rimuru.


Rimuru mendekati pohon besar untuk dirinya beristirahat, mencari ketenangan dan kenyamanan untuknya duduk. Rimuru memejamkan matanya, berkonsentrasi mengatur kekuatannya, karena dirinya sadar bahwasannya dia tidak dapat bergantung terus menerus pada Ciel. Beberapa menit kemudian meditasi Rimuru harus terganggu saat Ciel memanggilnya.


[Master! ]


"Ada apa Ciel? "


[Aku membuat skill baru untukmu ]


"Hmm? "


[Nama skill ini adalah Rule Creation,dapat membuat hukum dan pengetahuan alam yang baru atau mengganti hukum dan pengetahuan yang lama menjadi baru.]


Rimuru hanya tersenyum lembut, lalu dirinya pun berkata.


"Aku terima skill itu, tapi untuk saat ini tolong segel skill itu, bukannya aku tidak senang maupun tidak membutuhkannya, hanya saja saat ini aku tidak ingin menghancurkan dunia manapun, bahkan sebelum kau menciptakan skill itu aku bisa menghancurkan/mengacaukan puluhan dunia dengan kemampuan ku, betapa sulitnya untukku nanti mengatur aura dan kekuatannya jika skill itu tidak disegel, tenang saja aku akan tetap menggunakannya nanti" jawab Rimuru tersenyum lembut.


[Aku mengerti Master! ]


Setelah itu Rimuru melanjutkan meditasinya kembali. Aura berwarna ungu dan hitam menguar keluar dari Rimuru, membuat beberapa binatang buas tidak berani mendekati dirinya, saking sulitnya mengatur kekuatannya Rimuru sampai-sampai berkeringat dingin, nafasnya menderu tak karuan, dan karena Rimuru lah beberapa kali terjadi gempa akibat auranya yang 'sedikit' keluar.


Setelah selesai Rimuru pun melanjutkan misinya.


"Ne, Helen. Apa kau tau musuh kita itu seperti apa? " tanya Rimuru dan dijawab sangat nyaring oleh Helen


"Oh! Jadi kau juga tidak tau? "


(Penulis: Rimuru dapat berbicara dengan Helen berkat skill all language yang dibuat oleh Ciel)


"Sayang sekali... " lanjutnya


Dengan panduan Helen, Rimuru pun sampai ditempat tujuan. Hutan yang lembab dan gelap, banyak binatang malam yang berkeliaran, menambah kesan mengerikan di hutan itu. Rimuru melacak posisi iblis itu. Beberapa menit kemudian Rimuru mengetahui letaknya, Rimuru segera berlari menuju letak iblis itu berada, terlihat seorang gadis remaja dengan rambut coklat panjangnya tengah menyantap beberapa orang dan pemburu iblis.


"Yo, iblis rendahan! " ucap Rimuru, menyapa sambil mengangkat sebelah tangannya


"Wah~ aku mendapatkan makanan baru" ucap iblis itu tersenyum ceria sambil berbalik menghadap Rimuru


Rimuru menatap mata iblis itu dan menemukan angka 7 disana.


"Iblis bulan bawah? " pikir Rimuru


"Dilihat dari seragam mu, sepertinya kau seorang pemburu iblis, hihihi sayang sekali kau bertemu dengan musuh yang salah" tawa iblis itu terkikik


"Bertemu musuh yang salah? Itu dirimu atau diriku? " batin Rimuru sweatdrop.


Iblis itu melesat menyerang Rimuru, kuku-kuku panjang dan runcingnya diarahkan didada Rimuru berniat untuk mencabut jantung Rimuru.


Takk


"Sayang sekali, aku bisa menangkisnya" ucap Rimuru memblokir serangan iblis itu dengan sarung pedangnya. Rimuru mendorong iblis itu kebelakang, membuat jarak diantara mereka.


"Hmph! Jurus darah iblis, kristal beruntun"


Sebuah kristal yang tajam muncul dari dalam tanah, Rimuru melompat kebelakang dan menghindar dari kristal-kristal yang terus saja bermunculan.


"Hahaha! Kau tidak akan bisa lari, setiap kaki mu menyentuh tanah, itu akan merangsang kristal itu untuk menyerang" ucap iblis itu tersenyum sombong


"Dia adalah iblis terbodoh yang pernah kutemui. Karena dia, membocorkan serangannya sendiri" batin Rimuru

__ADS_1


"Nisshoku no kokyū ni no kata: Mikadzuki" seperti jurusnya, Rimuru meliuk-liukan badannya dan menebas semua kristal-kristal yang menyebalkan itu.


"I-itu ti-tidak mungkin! Tidak ada yang bisa lolos dari jurusku itu! Apa kau hashira?! " pekik iblis itu


"Aku? Aku bukan hashira, hanya seseorang yang bosan dan mencari hiburan" jawab Rimuru


"Oh aku lupa! Siapa namamu? " tanya Rimuru


"Hmph! Manusia rendahan tidak perlu tau siapa namaku! Dan apa-apaan itu?! Hanya untuk mencari hiburan?! Jangan sombong hanya karena berhasil lolos dari salah satu jurusku! "


"Jurus darah iblis, embun kristal beracun!"


Kristal-kristal kecil dan sangat lembut bermunculan membentuk embun, kristal-kristal ini memiliki racun didalamnya, siapapun yang menghirupnya akan keracunan atau organ dalamnya akan membeku menjadi kristal.


"Ck! Kupikir aku mendapatkan musuh yang kuat, ternyata hanya semut yang suka berkata besar" ucap Rimuru


"Hahaha! Kau akan mati! Kau akan mati jika menghirupnya! "


"Benarkah? "


"Tu-tunggu! Seharusnya kau sudah menampakkan efek dari jurusku! Tapi kenapa tidak terjadi apa-apa denganmu! "


"Karena aku tidak bernafas"


"Sialan! Beraninya kau mempermainkan ku! "


"Apa kau masih belum tau siapa musuh yang kau hadapi ini? "


"Ha? Memangnya kau si- " ucapan iblis itu terhenti


"Dia tidak bernafas, tidak ada manusia yang dapat tetap hidup tanpa bernafas, tidak! bukan hanya manusia saja apapun itu makhluknya mereka pasti akan tetap bernafas. Siapa dia..? " batin iblis itu


"Kau bukan manusia! " teriaknya


"Hahaha! Kau baru menyadarinya sekarang ya! " Rimuru tertawa menggelegar, burung-burung berterbangan karena suara Rimuru, menjauh sebisa mungkin saat mengetahui seseorang yang berbahaya tengah berada didekat mereka. Rimuru melesat dihadapan iblis itu.


"Kau berurusan dengan orang yang salah, kau ini sedang berurusan dengan Raja Iblis loh" ucap Rimuru tersenyum hangat.


Crassh


Kepala iblis itu hancur dan mati, jiwa iblis itu diambil oleh Rimuru.


"Jiwa yang malang" ucap Rimuru lalu berbalik pergi.


"Tidak ada raja iblis selain diriku! " ucap seseorang dibalik pohon, matanya merah menyala.


"Fufufu, benarkah itu Muzan-kun? " tanya Rimuru tanpa menghadap lawan bicaranya lalu menghilang dengan skill teleportasi miliknya.


"Aku akan menemukanmu lalu membunuh mu! " ucap bayangan itu lalu pergi menghilang.


"Iblis disini benar-benar bodoh" gumam Rimuru


"Huahh(menguap) sebaiknya aku liburan sebentar. Ne, Helen bisa kau carikan tempat hiburan, tenang saja aku akan mencari elang jantan untukmu" ucap Rimuru dengan berbisik diakhir dan tertawa jahil.


Helen hanya mematuk-matuk Rimuru dan Rimuru yang tertawa.


Disisi Tanjiro


Tanjiro sedang berjalan menuju sebuah kota kecil, melihat-lihat sekitar untuk mendapatkan petunjuk.


"Kazumi-san sangat syok"


"Itu benar, dia berada di dekatnya saat Satoko diculik"


Bisik-bisik warga terdengar di pendengaran Tanjiro. Tanjiro beralih melihat seorang pemuda yang berjalan dengan langkah gontai, dimatanya seperti tidak ada kehidupan, kosong tanpa adanya warna.

__ADS_1


"Ini sangat mengkhawatirkan semenjak ini terjadi setiap malam"


"Yah, aku benci ini"


"Selalu saat malam datang, gadis muda akan diculik lagi"


Tanjiro segera berlari menyusul pemuda itu.


"Kazumi-san! " panggil Tanjiro


"Aku ingin tahu rincian situasi yang terjadi, apakah boleh? " tanya Tanjiro, Kazumi hanya memandang kosong Tanjiro.


"Tidak ada kehidupan disana, aku mengerti itu, karena aku juga kehilangan wanita yang kucintai" batin Tanjiro berusaha tersenyum dan tidak meneteskan air mata


Mereka berdua menuju tempat kejadian itu terjadi, tentu saja dengan panduan Kazumi.


"Satoko disini saat menghilang, kamu pasti tak percaya itu" ucap Kazumi tanpa ada tenaga


"Aku percaya padamu! " tegas Tanjiro


"Aku percaya apa yang kau katakan! Aku percaya" lanjutnya lalu menciu- tidak! Lebih tepatnya mengendus tanah


"Meskipun masih tersisa bau iblis yang tertinggal, ada bau lain yang tercampur didalamnya, sepertinya aneh sekali.. "


"Apa-apaan orang ini? Apa yang sebenarnya dilakukannya? " batin Kazumi, tiba-tiba terlintas ingatan dimana Kazumi dihakimi oleh ayah Satoko.


"Apa yang kau bicarakan!! Katamu dia menghilang secara tiba-tiba? Dasar bodoh.. "


"Suamiku tolong hentikan ini... " ibu Satoko berusaha menghentikan suaminya, sementara ayah Satoko terus mencaci maki Kazumi. Kazumi yang mengingat kejadian malam itu, malam dimana dia kehilangan kekasihnya dan dihakimi oleh keluarganya itu hanya menunduk tidak berani menatap lurus kedepan.


Sementara di sebuah rumah, seorang gadis yang bersiap untuk tidur.


"Bagaimana ya yang terjadi dengan korban penculikan itu? Semoga mereka aman disana" ucapnya lalu terlelap dalam buaian mimpi indah, tanpa menyadari sepasang tangan telah menyergapnya dan membawanya menembus tanah, menghilang tanpa jejak. Insting Tanjiro pun membuat alarm untuk kakinya berlari.


"Kenapa tiba-tiba sekali?! "Ucap Kazumi saat Tanjiro tiba-tiba berlari meninggalkan dirinya, dirinya pun mengikuti Tanjiro dibelakang.


"Ce-cepat sekali.. " batin Kazumi


"Baunya sangat kuat iblis telah muncul!! "Ucap Tanjiro lalu melompat ke atas rumah warga dan terus berlari.


"Terbang.. Dia terbang.. Apa iblis dan pemburu iblis itu benar adanya? " batin Kazumi, sambil ternganga.


Tanjiro melompat turun saat dirinya merasakan bau iblis yang dicium sangat pekat, di sebuah gang sepi.


"Disini!! Iblisnya ada disini sekarang! Ada dua bau, iblis dan seorang gadis manusia. Tapi aku tak bisa mencari mereka dimanapun. Tempat yang baunya paling kuat... Disini!! " ujarnya seraya menusukkan pedangnya ke tanah.


Tiba-tiba saja gumpalam berwarna hitam muncul, disusul dengan tubuh gadis muda yang tak sadarkan diri.


Tanjiro segera menarik tubuh gadis itu, saat sebuah tangan ingin menarik gadis itu kembali masuk kedalam tanah, meskipun yang didapat oleh iblis itu hanya sepotong kain dari baju sang gadis.


" Iblis caster? "Batin Tanjiro mengingat percakapan singkat dirinya dan Urokodoki


"Iblis caster adalah iblis yang menggunakan sihir, sihir itu diberi nama jurus darah iblis. Kemungkinan kamu akan menemuinya nanti" ucap Urokodoki.


"Dimana para gadis yang kamu culik berada?!! " tanya Tanjiro, iblis itu hanya terdiam dan menggertakkan giginya.


"Kazumi-san! Tolong jaga dia sebentar, selama kalian ada didekatku, aku bisa melindungi kalian" ucap Tanjiro


"Iblis itu pasti akan mucul dari dalam tanah maupun tembok, kemungkinan juga dapat muncul dari udara tipis dilangit. Tetapi, saat si iblis ini sembunyi, baunya tidak hilang! Ini dia! " gumam Tanjiro sambil mengangkat pedangnya


"Pernapasan air.. " sebelum Tanjiro merapalkan jurusnya, tiga iblis dengan wajah yang sama muncul dari dalam tanah.


"Mereka ada tiga?! " batin Tanjiro terkejut


"Jangan panik! Aku bisa menghadapi mereka! "

__ADS_1


"Pernapasan air jurus kedelapan: Guci air terjun"


__ADS_2