Perjalanan Rimuru Di Kny

Perjalanan Rimuru Di Kny
25. Pemanfaatan


__ADS_3

The master of perseverance, diligence adalah skill yang dimana pengguna melakukan sesuatu yang rajin dan pantang menyerah, beberapa hari yanga lalu Rimuru mendapatkan skill baru ini. Awalnya skill ini terlihat tidak berguna, namun saat Rimuru ingin meneliti sebuah benda kuno, baru menyentuhnya semua penjelasan yang detail terlintas diotaknya. Seperti, siapa pemilik terdahulu, kenapa berpindah tangan, keluarga sang pemilik, kesukaan/tidak suka yang dimiliki pemilik dan lain sebagainya.


Seakan-akan Rimuru telah menekuni(mempelajari) benda ini selama beberapa tahun.


Skill ini membuat Ciel menyesal telah memberi tahu Rimuru, selain itu skill ini dapat melihat masa lalu dengan waktu dan tempat tertentu, Ciel yang merasa 'terbuang' meringkuk disudut dalam diri Rimuru, membutuhkan sekitar 1 minggu untuk membujuknya kembali dengan alasan menyegel skill ini dan akan membukanya dalam waktu tertentu.


Dalam keadaan linglung untuk terus membujuk Ciel, Rimuru dikejutkan dengan suara ketukan pintu. Dia berdiri dan bergegas membuka pintu hanya untuk melihat murid eksentrik miliknya.


Dengan wajah panjang dan gelap, dia bertanya tidak sabar "apa?! "


"Itu... Sensei, Diablo-san datang berkunjung" senyum canggung terpampang diwajah Uzui dan menjawab kaku.


Bagaikan anak kecil yang diberi permen, Rimuru menganggukkan kepalanya dengan senyum puas, setidaknya ini adalah alasan untuk lari dari 'kekasih' yang merajuk didalam dirinya.


Uzui menggeser badan besarnya, memperlihatkan seorang pria berpakaian butler hitam putih yang akrab, setelah beberapa hari tidak bertemu, Diablo menunjukkan senyum berseri-seri. Berlari sekuat tenaga dan dengan kasar mendorong Uzui hingga hampir terjungkal kebelakang.


Tidak mau mengganggu reuni singkat itu, Uzui lebih memilih mencari tiga istrinya, setelah beberapa basa-basi yang membosankan dia pergi dari sana.


Rimuru menyingkir dari pintu, membuat celah untuk Diablo masuk. Sadar akan diri sendiri Diablo langsung mengambil teko teh untuk diminum Rimuru.


"Entah kenapa kau menjadi kurus Diablo"


"Terimakasih atas perhatian anda, tapi saya masih sama seperti dulu"


"Apa kau sudah makan? "


Diablo hanya tersenyum tanpa menjawab, Rimuru langsung mengerti, dia berdiri menuju dapur kecil yang tersedia dikamarnya. Pada dasarnya itu kamar ekslusif miliknya.


"Anda tidak perlu repot-repot Rimuru-sama, biarkan saya membuatkan anda sesuatu"


"Tidak, duduk disana" setelah berfikir lama Rimuru menambahkan "panggil yang lainnya"


"Dimengerti" sebelum Diablo pergi, dia memandang tangan Rimuru yang berusaha untuk membuka toples tepung dengan enggan, lalu pergi keluar memanggil semua orang.


Setelah Diablo pergi Rimuru mulai menyiapkan semua bahan untuk membuat masakan yang ingin dimakannya, kali ini dia ingin spaghetti.


Hanya saja mie itu belum diproduksi massal disini, sekalipun ada mungkin harganya akan sedikit mahal. Jadi, melalui pengalaman hidupnya (yang miskin) dia mulai mencampur adonan untuk membuat spaghetti.


Ini bukan pertama kalinya, karena dulu Rimuru pernah melakukan hal yang sama.


Siapkan semua bahannya:


4 butir telur besar


2 ½ cangkir tepung serbaguna


1 sendok makan minyak zaitun


1 sendok teh garam


Rimuru menyendok dengan hati-hati kedalam beberapa mangkuk kecil, mengeluarkan talenan besar dan menaruhnya dimeja. Selanjutnya, taruh tepung di atas talenan besar atau di tempat datar yang bersih. Buatlah lubang sumur di tengah tepung seperti gunung berapi. Tambahkan telur di tengahnya lalu taburkan garam dan minyak zaitun.


Setelah selesai Rimuru mengambil sumpit yang tersedia disana untuk mulai mengocok telur yang berada di tempatnya. Kemudian mulai secara perlahan menggabungkan beberapa tepung di sekitarnya ke dalam kocokkan telur tersebut, campurkan semua bahan terigu dan telur sampai menjadi adonan yang bagus,dan gunakan tangan untuk merapikan kembali adonannya hingga bisa berbentuk.


Uleni adonan selama 10 menit atau sampai adonan halus dan elastis, taburkan sedikit tepung tambahan pada talenan jika diperlukan untuk mencegah lengket. Bentuklah adonan menjadi bola dengan tangan, simpan dalam wadah dan bungkus rapat dengan bungkus plastik. Biarkan adonan beristirahat pada suhu kamar selama 30 menit.


Selama menunggu 30 menit ini Rimuru, menyiapkan bahan untuk sausnya. Rimuru ingin menambahkan jamur, sayangnya tidak ada jamur sama sekali disini, jadi dia hanya membuat bahan seadanya, dia berharap rasanya tidak akan terlalu buruk.


Untuk saus bahannya adalah:

__ADS_1



3 sdm mentega


1 bawang bombay, cincang halus


3 siung bawang putih, cincang kasar


300 g daging sapi cincang, jika kurang silahkan tambahkan sesuai kebutuhan


2 sdm pasta tomat


3 buah tomat merah, parut


½ sdt merica hitam


1 sdt gula pasir


2 sdt garam


250 ml air



Beberapa bahan yang dibutuhkan tidak tersedia, dan itu membuat tertekan. Ciel menghiburnya dan memanfaatkan skill Rimuru untuk membuat bahan untuk memasak. Antara lain:



1 sdt organo kering


2 sdt basil kering


2 lembar bayleaf



"Rimuru-sensei bisa memasak? Kenapa aku tidak mengetahuinya? Bukankah dia tuan muda, pasti semua kebutuhan makanan disiapkan oleh para pelayan, sial aku menjadi cemas akan rasanya! "


"Ini semua salahku hingga menyebabkan Rimuru-sama memasak, aku tidak tau apa yang terjadi, aku melamun sambil melihat wajah Rimuru-sama yang luar biasa, tapi kenapa berakhir seperti ini?! Aku ingin menjedotkan kepalaku ketembok"


Uzui dan Diablo diam-diam menggigit tangan mereka, menyalurkan perasaan takut dan cemas.


Menuangkan minyak dalam wajan panas, Rimuru bertanya pada uzui.


"Kemana kau akan mengirimkan mereka? "


Uzui memandang sekilas ketiga badut di sampingnya, lalu memandang kedepan dan menjawab.


"Sebenarnya saya akan berkeliling dari rumah satu ke rumah lainnya, siapa tau ada yang ingin memungutnya"


Sekilas semua orang bisa sarkasmenya, mulut Zenitsu dan Inousuke berkedut tak terkendali, siap menghantam dan menghancurkan wajah sok tampan itu.


"Oh? Aku bisa merekomendasikan 3 rumah untuk mereka, rumah itu sudah aku awasi beberapa hari ini dan paling sering mengalami gangguan iblis, kita bisa mengirim mereka untuk melihat anomali dalam rumah itu"


Uzui berpikir lalu mengangguk paham.


"Saya mengerti"


Rimuru menunggu minyak dalam wajan hingga panas, tumis bawang bombay dan bawang Putih. Aduk hingga layu dan wangi.

__ADS_1


Dalam proses tersebut, 30 menit sudah berlalu. Rimuru mengambil adonan tersebut, menggulung panjang adonan dan memotong kecil adonan itu, ambil pisau dan gunakan ujung pisau untuk membentuk kerang. Rimuru menyisihkan beberapa adonan lalu memipihkan adonan tersebut, potong tipis agar menjadi mie.


Rebus adonan pasta di air mendidih yang sudah diberi garam secukupnya. Masak selama 1-5 menit tergantung ketebalan pasta (jangan terlalu lama) . Angkat dan tiriskan.


Rimuru berpindah kewajan, tambahkan daging sapi, aduk hingga kecokelatan dan matang. Masukkan tomat Pasta, tomat halus, organo, basil, bayleaf, merica, gula pasir dan garam. Tuang air rebusan Pasta dan tambahkan Spaghetti, aduk-aduk hingga agak kering.


Setelah makan malam yang hangat, Rimuru memulai percakapan dengan Diablo.


"Bagaimana kabar perempuan itu? "


"Hmph, dia baik-baik saja"


"Huh, Diablo apa kau yakin dengan apa yang kau lakukan? "


"Tentu, iblis tidak pernah merasakan cinta, bagi saya dia hanyalah alat untuk perkembangbiakkan, saya bisa membuat keturunan saya sendiri tapi resiko ketahuan bahwa keturunan saya iblis sangat tinggi oleh karena itu saya memilih ras lain untuk perantara agar tersamar. Termasuk wanita itu"


"Begitu ya, kupikir kau sangat mencintainya ternyata semua salah"


Diablo hanya diam tanpa berbicara, setelah percakapan basa-basi, Diablo keluar dan beristirahat.


Sementara di tempat lain.


'Prank'


Teko dan nampan teh itu berserakan di lantai, didalamnya bukan teh melainkan darah merah segar. Wanita yang membawa biwa, bergetar tak terkendali, menghadapi amarah tuannya yang tiada henti.


"Bawa semua iblis tingkat rendah dihadapan ku sekarang!! "


Dengan petikan biwa, seorang pria bermata enam segera tertelan dibawah lantai yang terbuka.


Pria yang memberi perintah menggertakan giginya, lalu menuju kamar terdalam. Dengan suara gesekan pintu, hal mengerikan didalam segera terungkap.


Beberapa iblis tingkat rendah tergantung di tiang dilantai atas (atap). Beberapa memiliki sobekan di mulutnya, dan beberapa tidak sadarkan diri.


Satu diantaranya masih memiliki kesadaran yang tersedia, mengangkat kepalanya, wajahnya sangat kuyu dengan rambut berantakan.


"Apa yang sebenarnya kau lakukan? "


"Hmm? Akan kuberitahu, kamu akan menjadi satu dengan diriku, apa kau pikir selama ini semua iblis yang ada didunia ini hanya sebagai pasukan ku, maka kau salah! "


Iblis kecil itu tidak mengerti, dia mengerutkan kening bingung, tubuhnya yang tidak berdaya membuat wajahnya tidak sedap dipandang.


"Kau masih tidak mengerti? Kau hanya ada untukku, pada dasarnya aku menanamkan semua benih, jika benih itu tumbuh subur maka petani akan sangat gembira dan senang hati untuk mengambil hasilnya, pada akhirnya hasil itu akan kembali ke petani itu, sama seperti kalian semua, demi kekuatan yang tak tertandingi, aku akan jadikan kalian menjadi satu dalam diriku. Hanya untuk mengalahkan orang itu"


Belum sempat iblis kecil itu memproses sebuah sulur berduri tertancap diulu hatinya, detik berikutnya semua daging, tulang, organ dalam, dan kulit menghilang terhisap. Pria itu belum puas dan melakukan hal yang sama kepada yang lainnya hingga 10 orang menghilang dimakan.


Sementara orang baru saja dipikirkan oleh pria itu mengangkat selimut, dan bersiap untuk tidur. Saat dia menyipitkan matanya untuk bersiap tidur, suara Ciel terdengar dalam kepalanya.


"Dia serius untuk menghadapi anda master"


"Hmm? Siapa? "


"Muzan"


"Oh beritahu detailnya"


Ciel menceritakan semua informasi yang didapat nya. Rimuru hanya tersenyum dan menutup matanya.


"Biarkan saja, cacing identik dengan tanah, karena dia cacing itu, maka aku harus mengembalikan dia kedalam tanah (artinya membunuhnya) "

__ADS_1


"Anda benar, selamat malam master"


"Hmm selamat malam Ciel"


__ADS_2