
Sebuah portal tiba-tiba muncul di tengah hutan bersalju, Rimuru keluar dari dalam portal, rambut biru keperakan nya bertebangan. Saat ini terjadi badai salju yang pasti akan membuat orang mati kedinginan, tentu saja itu hanya untuk manusia biasa, tidak untuk rimuru yang memiliki ketahanan panas dan dingin.
Rimuru mengamati tempat disekitarnya, mata kuning keemasan nya menelusuri seluruh hutan dalam jangkauan penglihatannya.
"Ciel apa kita sudah sampai? "
[Sudah master]
"Tempat ini penuh dengan salju ya? Apa sedang musim dingin? "
[Benar master]
"Souka... Nee Veldora apa kau nyaman didalam perutku? "
{Khuahaha jangan khawatir padaku Rimuru aku sangat nyaman disini, lagipula aku sedang membaca banyak manga jadi jangan mengganggu ku}
"Dasar naga otaku" ucap Rimuru sweatdrop
"Ciel cari informasi tentang dunia ini"
[Baik master
Pencarian informasi dimulai............................................................................................................................................................... Selesai]
[Dunia ini terdapat iblis, mereka suka memakan manusia pada malam hari dan akan bersembunyi pada pagi hingga siang hari, karena begitu meresahkan terbentuklah sebuah organisasi pemburu iblis. Mereka akan memburu iblis tersebut pada malam hari, untuk membunuh iblis tersebut mereka hanya perlu memenggal kepalanya, pedang yang dipakai untuk memenggal kepala iblis tersebut dibuat secara khusus. Para iblis itu akan mati jika terkena matahari dan pedang pemburu iblis, berbeda dengan dunia master yang dimana iblis terbentuk secara alami, disini iblis terbentuk dari manusia yang telah diberi darah oleh seseorang yang bernama kibutsuji muzan ataupun antek-antek nya. Kibutsuji muzan ini adalah seorang demon lord disini, adapun bawahannya memiliki dua kubu, uppermoon dan 12 iblis rembulan, uppermoon ini bisa dikatakan bawahan terkuat miliknya. Disisi manusia, orang yang bisa melawan uppermoon atau pun 12 iblis rembulan diberi nama Hashira, Hashira ini adalah peringkat pemburu iblis tertinggi dan sangat dihormati karena mereka sangat kuat, adapun pemimpin pemburu iblis didunia ini bernama Ubuyashiki Kagaya, Orang-orang memanggilnya oyakata-sama. Orang yang sangat dihormati bahkan para Hashira tunduk padanya, nama lain dari para Hashira adalah pilar, berikut nama-nama uppermoon dan Hashira yang saat ini saya dapatkan sementara 12 iblis rembulan saya tidak perlu menyebutkan karena mereka adalah iblis yang lemah.
Uppermoon
1.Kokushibo
2.Douma
3.Akaza
4.Hantengu
5.Gyokko
6.Daki & Gyutaro
Nakime
Kaigaku
Hashira
Giyu Tomioka
Mitsuri Kanroji
Obanai Iguro
Sanemi Shinazugawa
Gyomei Himejima
__ADS_1
Kyojuro Rengoku
Tangen Uzui
Muichiro Tokito
Shinobu Kocho
Hanya itu yang dapat saya beritahu pada master jika nanti ada pertanyaan anda bisa menanyakan pada saya master]
Rimuru yang mendengar penjelasan Ciel hanya bisa sweatdrop.
"Ciel kau berubah menjadi pendongeng handal kalau sudah menyangkut yang namanya menjelaskan" batinnya
"Ciel, bisakah lain kali kau meringkas penjelasannya? "
[Tentu master]
"Jaa... Kita telusuri saja tempat ini, Ciel bilang pada malam hari iblis akan muncul, kalau begitu... " Rimuru mendongakan kepalanya menatap langit malam yang indah dipenuhi bintang.
".... Bukankah mereka sudah berkeliaran? " baru saja Rimuru bicara seperti itu, suara semak-semak terdengar, dengan sigap Rimuru memakai topengnya membuat dirinya seakan-akan menjadi manusia biasa.
"Wah~ tidak kusangka ada manusia disini, aku ingin sekali mencicipimu" iblis itu menjilat bibir bawahnya dengan lidahnya, lalu melesat menyerang Rimuru, sementara Rimuru hanya diam, Rimuru mengangkat telunjuknya dan keluarlah api hitam.
"Aku tidak bisa menggunakan pedangku disini, yang ada aku malah menghancurkan dunia ini nantinya" gumam Rimuru
Saat iblis itu mulai mendekat, Rimuru melesatkan api hitam yang berada ditelunjuknya, seketika ledakan terjadi, membakar area sekitar dan menghanguskan segalanya, Rimuru hanya bisa speechless.
"padahal aku hanya menggunakan 0000,0001% kekuatan ku, sudahlah lagipula iblis tadi sudah mati karena jiwanya sudah hancur berkeping-keping, karena sudah malam sebaiknya aku cari penginapan"
Tanpa diketahui Rimuru seekor gagak melihat pertarungan Rimuru tadi lalu terbang pergi dari sana dan hinggap dipundak seseorang.
"Bagitu ya hebat sekali" ucapnya sambil tersenyum penuh dengan wibawa.
Disisi lain
"Bertahanlah"
"Kumohon bertahanlah"
"Kenapa bisa jadi seperti ini? "
"Jangan mati"
"Kumohon.... Kakak mu ini akan menyelamatkan mu Nezuko!! "
Dia terus berlari menerjang badai salju, nafas nya terengah-engah, badannya mulai goyah, tetapi tidak mau berhenti berlari, hanya untuk adiknya, Satu-satunya adik yang tersisa sekarang.
Flashback
Anak laki-laki dengan anting hanafuda tersebut mulai mengangkat keranjang penuh arang dipunggungnya, terlihat pipinya yang kotor tetapi dihiraukan olehnya.
"Tanjiro" sang pemilik nama menoleh
"Wajahmu hitam semua tuh, kesini sebentar" seorang wanita mengelap noda yang berada di wajah Tanjiro.
"Saat salju turun itu berbahaya, jadi kamu tidak perlu memaksakan diri"
"Sebentar lagi akhir tahun semua orang ingin makan banyak, jadi aku ingin menjual sedikit arang" jawabnya
__ADS_1
"Terima kasih"
"Kakak" kedua orang tersebut menoleh
"Hari ini kakak mau pergi ke kota juga? " seorang anak laki-laki lebih muda dari Tanjiro bertanya
" aku juga pengin ikut" timpal anak perempuan yang juga lebih muda dari Tanjiro
"Tidak boleh, kalian tidak bisa berjalan secepat Tanjiro kan? " ucap wanita tersebut
"Ayolah ibu" jawab sang anak laki-laki, wanita itu ternyata ibu dari Tanjiro, Kie kamado
"Tidak boleh, karena hari ini dia tidak membawa kereta, kalau kalian kelelahan dia tidak bisa memberikan tumpangan"
Kedua anak tersebut terdiam dan cemberut, lalu tidak lama menyerbu Tanjiro dan memeluk nya
"Kakak"
"Aku ingin ikut, aku pasti membantu kakak"
"Terimakasih ya hanako. Tapi, hari ini kamu di rumah saja" ucap Tanjiro menepuk halus kepala anak perempuan tersebut, Hanako
"Kamu juga, sebagai gantinya nanti akan kubawakan barang-barang bagus"ucap Tanjiro dengan menyentuh pipi anak laki-laki, shigeru
"Benarkah? "
"Iya"
"Untuk Hanako, nanti kalau kakak sudah pulang akan aku bacakan buku cerita"
"Iya"
"Anak baik! " ucap tanjiro sambil mengelus rambut kedua adiknya
"Terimakasih ya, Tanjiro" ucap ibu Tanjiro
"Baiklah aku berangkat dulu, Takeo" panggil Tanjiro pada anak laki-laki yang lebih tua dari shigeru tetapi lebih muda dari Tanjiro.
"Karena kamu mampu melakukan, bisakah kau tebang beberapa pohon? "Pintanya
" aku sih bisa melakukannya... Kupikir kita akan menebang nya bersama"
"Yosh, yosh"
"Kenapa kau tiba-tiba mengelus kepalaku? " ucap Takeo sambil menepis tangan Tanjiro
"Wajah kak Take memerah" ejek shigeru
"Berisik"
Sementara Tanjiro dan Kie hanya tertawa disusul oleh tawa shigeru dan Hanako. Tanjiro berjalan menjauh dari mereka berniat menjual arang dikota.
"Kakak"
"Oh, Nezuko"
"Aku baru saja menidurkan Rokuta, soalnya dia sedang rewel. Dia hanya kesepian setelah ayah meninggal ya? " Tanjiro mengelus kepala Rokuta didalam gendongan Nezuko
"Sepertinya kami semua bergantung pada kakak" Tanjiro hanya tersenyum menanggapinya
"Selamat jalan" ucap Nezuko tersenyum hangat melihat punggung Tanjiro yang mulai menjauh darinya.
__ADS_1