
BAGIAN X
HALLO PARA PEMBACA SETIAKU.
INI MERUPAKAN NOVEL KETIGA YANG AKU BUAT DAN KETIGA NOVELKU BERKAITAN DENGAN ABDI NEGARA.
NOVEL PERTAMAKU “JODOHKU PAK TARA”
NOVEL KEDUAKU “I LOVE YOU PAK POLISI”
DAN INI YANG KETIGA “PERJUANGAN CINTA KAPTEN DIMAS A.P LAKSONO”
Sebelumnya author minta maaf jika ada yang salah penulisan gelar atau pangkat, karena disini author juga kurang terlalu paham dengan pangkat-pangkat yang ada di dunia militer.
Jika ada kritik dan saran jangan lupa untuk dikomen dibawah karena menurut author komenan dari pembaca semua itu sangat bermanfaat untuk diri author. Terus janganlupa di klik like dan menambahkan kedalam daftar favorit.
Jika ada kesalahan pengetikan author juga minta maaf ya para pembaca setiaku.
HAPPY READING
Gadis itu kembali keluar, “Mas-mas ganteng semuanya ayok masuk. Kita makan di dalam”.
Akupun tak sengaja memandang dia sambil membatin ya allah memang cantik ini perempuan, unik punya ciri khas sendiri cocok dijadien istri.
“Hallo mas Dimas, kenapa liat saya sampai ga kedip itu mata, aku tau kalau aku cantik” Ucapnya.
“Maaf” Ucapku sambil tersenyum.
Ripika POV
Kami semua berjalan ke ruang makan dan duduk dikursi masing-masing.
"Ini makanan ga kamu racun kan dek" Mas Angga.
"Astagfirullahaladzim, kalau aku racun emang kenapa? " Tanyaku.
"Kasian ini anggota mas belum pada married udah mati duluan, tentara mati karena makanan diracun ntar judulnya masuk artikel berita" Mas Angga.
"Tenang semuanya, ini ga ada racunnya. Percaya deh sama dedek cantik" Ucapku dengan manja.
__ADS_1
"Ya Allah kok jadi ga napsu makan mas ya, denger kamu ngomong gitu" Mas Bimo.
Aku langsung melotot kearah mas Bimo.
"Adek mas yang cantik, duduk kamu. Ingat pesan mas satu, kurangi sikap menjajahmu itu dek, pantes aja kamu ga laku selama ini. Orang sikap kamu melebihi kidrat seorang wanita" Mas Herman.
"Enak saja bilang adeknya ga laku" Aku sambil mencibirkan bibirku.
"Itu mulut Bebek tolong dikondisikan" Mas Angga.
"Kalau ga laku terus apa namanya? " Saut Mas Harman
"Namanya aku belum menemukan orang yang tepat mas, ada sih orang yang bikin hati aku seperti disengat 1000 volt arus listrik. Tapi ya gitu deh" Aku.
"Gitu apa? " Mas Bimo.
"Aku ga percaya sama cinta" Jawabku singkat.
Yang membuat Dimas terbatuk ketika minum.
"Kenapa sih bang Dimas? " Tanyaku heran.
Dia hanya menggelengkan kepalanya.
"Apa sih mas Bimo ini lah, ayoklah makan udah laper adek" Ajakku.
Kamipun makan dengan suasana yang hening, hanya terdengar suara dentingan antara sendok dan piring beradu.
Tiba-tiba mas Angga buka suara "Dim, nanti kamu anterin Pika beli perlengkapan anak-anak sekolah ya? "
"Siap laksanakan kapten" Dimas.
"Kok sama lemari es sih perginya mas, mending adek pergi sendiri" Ucapku.
"Kamu pergi mau pake apa ha? Mobilnya mau mas bawa jemput mbkmu, scoopy kesayangan kamu juga lagi rusak" Mas Angga.
"Kan ada motor trail nya mereka bertiga" Ucapku.
"Enak saja, engga-engga. Malam minggu ini, kami mau pergi sama pacar kami" Elak mereka bertiga.
__ADS_1
"Heleh sok laku punya pacar mas mas, kuntilanak juga ogah sama mas bertiga" Ucapku.
"Kaleng rombeng, jangan nyepelekan mas-mas ini" Mas Bimo.
"Halah pret" Ucapku.
"Ya udah kami mau nonton TV, adek silahkan cuci piring" Mas Bimo.
"Yo lah, sana pergi" Usir ku.
Aku membawa gelas terlebih dahulu ke wastafel pencucian, karena mendengar ada orang membuka lemari es maka aku suruh angkat piring kotor dimeja akan ke wastafel, aku kira mas-masku ternyata eh ternyata si lemari es.
"Mas tolong angkatan piring kotor kesini" Perintahku.
"Mau dibantu nyuci sekalian" Ucap mas Dimas.
"Astagfirullah, tak kira mas Bimo tadi. Ternyata lemari es" Ucapku.
Mas Dimas berjalan duduk di kursi dekat aku mencuci piring.
"Mas naga lain malah duduk disini, udah sana ke depan" Ucapku.
"Gapapa kali ya kan nungguin kamu nyuci piring" Ucapnya.
"Apa sih mas, malah ga jelas gitu. Keseringan ngumpul sama mas-masku ya sampeyan makanya otaknya terkontaminasi " Ucapku.
"Mas mau nanya sama kamu" Tanyanya.
"Tanya apaan"? " Jawabku
"Kamu marah sama mas atau kek mana sih? " Dimas
"Engga kok, aku tu cuma jengkel aja sama mas" Jawab ku
"Lah kenapa? " Tanyanya kembali.
"Mas itu jadi orang terlalu datar, ga ada ekspresinya. Lempeng terus dingin kaya lemari es" Ucapku.
"Terus aku kudu piye to? " Tanyanya dengan logat Jawa medok.
__ADS_1
"Iya harus berubah jangan gitu, udah selesai aku cuci piring. Ayok ke depan" Ucapku.
Dan lelaki sedingin es itu berjalan mengikutiku ke arah ruang tamu.