Perjuangan Cinta Lettu Dimas A.P Laksono

Perjuangan Cinta Lettu Dimas A.P Laksono
26


__ADS_3

BAGIAN 26


HALLO PARA PEMBACA SETIAKU.


INI MERUPAKAN NOVEL KETIGA YANG AKU BUAT DAN KETIGA NOVELKU BERKAITAN DENGAN ABDI NEGARA.


NOVEL PERTAMAKU “JODOHKU PAK TARA”


NOVEL KEDUAKU “I LOVE YOU PAK POLISI”


DAN INI YANG KETIGA “PERJUANGAN CINTA KAPTEN DIMAS A.P LAKSONO”


Sebelumnya author minta maaf jika ada yang salah penulisan gelar atau pangkat, karena disini author juga kurang terlalu paham dengan pangkat-pangkat yang ada di dunia militer.


Jika ada kritik dan saran jangan lupa untuk dikomen dibawah karena menurut author komenan dari pembaca semua itu sangat bermanfaat untuk diri author. Terus jangan lupa di klik like dan menambahkan kedalam daftar favorit.


Jika ada kesalahan pengetikan author juga minta maaf ya para pembaca setiaku.


HAPPY READING


Mereka pun bubar kedalam kamar masing-masing untuk beristirahat.


05:00 am


Lettu Dimas sudah terbangun dan melaksanakan sholat subuh. Setelah itu ia berolahraga kemudian bersiap untuk ke kantor bersama Mayjen Agus. Mereka memang akan berangkat bersama mengingat tempat dinas mereka adalah sama yaitu di Kodam IV Diponegoro. Sebelum berangkat mereka sarapan terlebih dahulu.


Sesampainya di Kodam IV Diponegoro setelah apel pagi Lettu Dimas bergegas menuju rumah Ripika untuk mengurus berbagai surat pengajuan dan memberitahukan jika ia akan berangkat tugas ke Wamena.


SKIP sampai di rumah Ripika.


Ripika sedang menyirami bunga di depan rumah dan nampak Lettu Dimas datang dan menghampirinya.

__ADS_1


"Mas kok ndak bilang kalau mau kesini, mana Pika belum mandi lagi" Ucapku.


"Iya sudah kamu mandi dulu biar mas tunggu disini, kita akan menghadap ke petinggi Kodam IV Diponegoro. Semua tahap 1-4 sudah diurus sama bapak jadi kita tinggal ke tahap terakhir" Ucap Lettu Dimas sambil menyerahkan seragam PSK lengkap dengan atribut lainnya seperti wedges dan tas.


"Iya mas, tunggu sebentar kalau gitu" Ucapku sambil menerima seragam.


"Bi, buat kan minum untuk mas Dimas. Ripika mau mandi dulu" Ucapku pada bi Ani.


"Baik non" Ucapnya.


Aku kemudian bergegas mandi dan berdandan. 30 menit sudah ritual ku dan akhirnya aku selesai. Aku menatap diriku ke cermin didepanku, rasanya apakah aku akan benar-benar menjadi istri perwira itu. Kemudian aku turun dan menghampiri Lettu Dimas.


"Kok pucet gitu sih dek? " Ucap Lettu Dimas.


"Sengaja mas engga pakai lipstik soalnya kata ibu nanti dibilang yang engga - engga sama senior yang disana" Jawabku.


"Pakai sedikit yang warnanya seperti warna bibir. Kaya mayat idup kamu kalau gini" Lettu Dimas.


"Nah kan cantik kalau begini calon istri mas" Ucap Lettu Dimas


Dan sukses kata-kata menohok nya membuat pipiku merah bak tomat busuk.


"Udah ayok kita berangkat mas, jangan menggodaku" Jawabku dan aku berjalan menuju mobil.


Sepanjang perjalanan aku melihat Letnanku hanya diam dan nampak bingung.


"Mas kenapa to? Mas takut kalau Pika ga bisa jawab apa yang ditanyakan nanti. Mas jangan khawatir Pika sudah membaca semuanya mas dan Pika sudah mengingatnya termasuk karir mas dari awal sampai sekarang" Ucapku.


"Bukan itu dek, mas cuma kepikiran aja soal pernikahan kita yang diundur sampai mas pulang tugas dari Wamena" Ucap Lettu Dimas.


"Mas, Pika ndak apa-apa. Pika do'ain semoga mas nanti cepat pulang dan baik-baik ketika bertugas sehingga pas pulang kita langsung bisa menikah. Lagian Pika sudah dengar dari bapak soal tugas mas disana. Tugas mas disana juga untuk karir mas ke depan. Kalau mas sukses tugas kali ini kan mas akan naik pangkat jadi Kapten. Bukankah itu yang mas inginkan selama ini" Ucapku.

__ADS_1


"Iya itu memang mimpi mas, tapi mas ndak rela ninggal kamu. Apalagi kita belum nikah dan ena-ena" Ucap Lettu Dimas.


Spontan aku langsung memukul tangan Lettu Dimas karena pikiran mesumnya.


"Sakit dek, ya Allah ini namanya KDRT kepada calon suami" Ucapnya.


"Makanya mas jangan mesum kaya gitu, Pika jijik dengernya" Ucapku.


Dan mobil sudah memasuki area Kodam IV Diponegoro. Dan aku mulai deg degan.


"Ga usah tegang, santai dek. Santuy gitu kalo kata anak jaman sekarang" Ucap Lettu Dimas.


"Ga usah pakai bahasa gaul gitu, ndak cocok sama muka datarmu mas" Ucapku sambil menguyel wajahnya.


"Lepas dek, malu mas diliat sama anggota mas" Ucapnya.


Aku pun semakin mengodanya dan dia malah tertawa terbahak-bahak sampai diliat oleh beberapa anggota disana.


Aku pun menepuk jidatku "Mas diliatin sama anggota itu, diam mas. Kok malah aku yang malu ya punya suami yang sarafnya putus satu" Ucapku.


Dia malah nampak berhenti tertawa dan tersenyum lebar menatapku. Dalam hatiku berkata sumpah calon suamiku ini sebenarnya orang yang gokil.


"Ndan, kenapa kok senyum - senyum gitu" Tanya salah seorang anggota.


"Gapapa Dit, makanya kamu buruan pengajuan nanti keburu tua" Celoteh Lettu Dimas.


"Do'akan saja ndan, sudah ditunggu sama bapak di dalam" Ucap Letda Adit.


"Makasih ya Dit ya sudah saya masuk dulu" Ucap Lettu Dimas.


Sebagai info Lettu Dimas di Kodam IV Diponegoro menjabat sebagai Pasi1/Intel. Jadi posisinya sedikit disegani.

__ADS_1


__ADS_2