
BAGIAN II
HALLO PARA PEMBACA SETIAKU.
INI MERUPAKAN NOVEL KETIGA YANG AKU BUAT DAN KETIGA NOVELKU BERKAITAN DENGAN ABDI NEGARA.
NOVEL PERTAMAKU “JODOHKU PAK TARA”
NOVEL KEDUAKU “I LOVE YOU PAK POLISI”
DAN INI YANG KETIGA “PERJUANGAN CINTA KAPTEN DIMAS A.P LAKSONO”
Sebelumnya author minta maaf jika ada yang salah penulisan gelar atau pangkat, karena disini author juga kurang terlalu paham dengan pangkat-pangkat yang ada di dunia militer.
Jika ada kritik dan saran jangan lupa untuk dikomen dibawah karena menurut author komenan dari pembaca semua itu sangat bermanfaat untuk diri author. Terus janganlupa di klik like dan menambahkan kedalam daftar favorit.
Jika ada kesalahan pengetikan author juga minta maaf ya para pembaca setiaku.
HAPPY READING
Dimas POV
Hidung mancung apakah tidak mengganggu ketika sedang latihan tembak?, wajah manisnya apakah tidak dikerubuti semut jika sedang bertugas di hutan?. Itulah makhluk kacang ijo yang bernama Lettu Dimas Arga Pambudi Laksono.
Memiliki perawakan yang tinggi 175 cm, berhidung mancung, beralis tebal, mta coklat dan berkulit kecoklatan tak ketinggalan pastinya ia memiliki roti sobek.
Yogyakarta.
Yogyakarta adalah daerah dimana aku ditugaskan selama 3 tahun belakangan ini. Menjadi tentara adalah profesi yang aku cita-citakan sedari kecil. Selain itu keluargaku merupakan keluarga militer jadi kami anak-anak bapak semua meneruskan profesi sebagai tentara.
Yonif 403/ Wirasuda Pratista Yogyakarta disinilah aku mengabdi, semua berkaitan dengan warna hijau pupus.
Hari ini kebetulan aku tidak ada kegiatan sehingga aku memutuskan untuk berjaga di pos depan bersama adikku Pratu Fikri.
__ADS_1
“Dek, mas penasaran kali lah sama adeknya Kapten Angga” Ucapku.
“Emang mas selama ini belum pernah ketemu?” tanyanya.
“Ga pernah dek, makanya mas itu penasaran, kata anggota dia itu cantik” Celetukku.
“Emang iya dia cantik mas, dia itu istri idaman banget. Tiap hari dia sering wara-wiri kesini kok mas, kadang ngantar kue kadang juga makanan” Penjelasan Pratu Fikri sambil main game PUBG.
“Mmmm gitu toh” aku.
“Emang kenapa sih mas? Mas suka sama dia to?” Tanya adekku.
“Tau mukanya aja engga kok suka dek, dek” Jawabku.
“Mana tau dia bisa membuat mas berubah dan mambuka hati kembali” Pratu Fikri
Aku hanya tersenyum.
Tak berapa lama datang seorang gadis dengan mengendarai sepeda motor scoopy menuju yonif dan berhenti di depan pos penjagaan.
Namun Fikri tak merespon dan sibuk dengan ponselnya.
“Astaga mas Fikri budeg ya, disuruh bukain pintu malah sibuk sama ponsel. Mas cepet bukain keburu kecantikan hayati meleleh terkontaminasi sama terik matahari. Itu ponsel buang mas jangan main game melulu” Ucapnya kembali.
“Fik, bukain itu palang pintunya” Suruhku.
“Mas tolong bukain ya, nanggung ini nanti kalah aku” Pintanya.
Fikri minta disuruh sikap taubat habis ini, aku malah disuruhnya celetukku dalam hati.
Akupun berjalan untuk membukakan palang gerbang.
“Maaf dengan mbk siapa dan mau nyari siapa?” tanyaku sambil menahan tawa melihat celonengan mukanya yang ga karuan.
__ADS_1
“Masnya yang siapa? Buruan bukain gerbangnya mas keburu panas, nanti adek jadi item dekil tambah ga ada lagi cowo yang mau sama adek” ucapnya.
“Bisa tunjukkan kartu identitasnya mbk” Mintaku.
“Masnya kok nyebelin ya, minta di bogem. Cepetan bukain saya sudah ditunggu di dalam sama kakak saya” Ucapnya ngeyel.
“Saya ga bisa bukain pintu untuk sembarangan orang, bisa jadi mbk adalah pasien rumah sakit jiwa yang kabur terus datang kesini ngaku-ngaku mau ketemu orang di dalam padahal cuma mau tptp” Celetukku.
“Sak karepmu, jane awakmu sopo sih sampe ra reti aku wong seng terkenal seantero yonif dan batalyon (terserah kamu, sebenernya kamu siapa sih sampai engga tau sama aku yang terkenal seantero yonif dan batalyon” Ucapnya.
Fikri melihat kearah kami, “Walah mas kok ga dibukain palangnya dari. Nanti bisa berabe kalau dia ngadu sama yang di abangnya”.
Akupun membukakan gerbang dan dia masuk terus turun dari motornya.
“Gitu dari tadi napa mas, oo iya nah ini kue buat kalian berdua, terus mas ganteng masak ga kenal sama Ripika. Mas selama ini kemana aja sih” Ucap gadis itu.
“Makasih kuenya dek” Fikri.
“Yasudah saya permisi dulu, Assalamualaikum” Ucapnya.
“Mbak sebelum pergi mending ngaca dulu deh, itu mukanya dibenerin. Mbak mau pertunjukan topeng monyet” Ucapku.
Dia langsung menuju motor dan berkaca “Kiyaaaaaaaaaa astagfirullah kenapa begini muka dede pantes sepanjang jalan orang pada liatin ternyata oh ternyata kok begini” Ucapnya sambil menutup mukanya dengan jilbab. “Mas Fikri anterin adek, kerumah. Cepetan mas, malu diliatin orang”
“Yo wes nitip pos ya mas, aku tak nganter adek ini” Fikri.
"Emang itu siapa sih dek" bisikmu pada Fikri.
"Nanti mas juga bakalan tau" Fikri.
Akhirnya Fikri mengantarkan gadis bar-bar itu.
Cantik dan menarik cuman kok sedikit bar-bar dan ajaib tingkahnya batinku dalam hati.
__ADS_1
TERIMA KASIH TELAH MAMPIR DAN MEMBACA, JANGAN LUPA VOTE DAN KOMENNYA ^_^