Perjuangan Cinta Lettu Dimas A.P Laksono

Perjuangan Cinta Lettu Dimas A.P Laksono
17


__ADS_3

BAGIAN XVII


HALLO PARA PEMBACA SETIAKU.


INI MERUPAKAN NOVEL KETIGA YANG AKU BUAT DAN KETIGA NOVELKU BERKAITAN DENGAN ABDI NEGARA.


NOVEL PERTAMAKU “JODOHKU PAK TARA”


NOVEL KEDUAKU “I LOVE YOU PAK POLISI”


DAN INI YANG KETIGA “PERJUANGAN CINTA KAPTEN DIMAS A.P LAKSONO”


Sebelumnya author minta maaf jika ada yang salah penulisan gelar atau pangkat, karena disini author juga kurang terlalu paham dengan pangkat-pangkat yang ada di dunia militer.


Jika ada kritik dan saran jangan lupa untuk dikomen dibawah karena menurut author komenan dari pembaca semua itu sangat bermanfaat untuk diri author. Terus janganlupa di klik like dan menambahkan kedalam daftar favorit.


Jika ada kesalahan pengetikan author juga minta maaf ya para pembaca setiaku.


HAPPY READING


Sesampai rumah dinas ibu dan bapak di Surabaya.


Suasana rumah sangat sepi, aku ketok pintu dan mengucapkan salam tapi tak ada sautan dari dalam. Mungkin ibu sama bapak lagi ada acara di kesatuan.


tok.. tok.. tok


"Assalamualaikum buk"


"buk, iki aku loh anak wedokmu (buk ini aku lo anak perempuanmu) "


Aku duduk di kursi teras sambil menunggu kedua orangtuaku pulang. Beberapa kali aku mencoba menghubungi mereka tapi tidak diangkat.

__ADS_1


Aku memutuskan untuk menelfon salah satu ajudan bapak yang bernama Satrio Setyo Aji.


"Hallo Assalamualaikum mas, ini aku Rafika. Bapak sama ibuk lagi dimana ya mas, aku udah di rumah tapi ga ada orang" Ucapku.


"Waalaikumsalam dek, bapak sama ibuk lagi di aula. Kata bapak disuruh nyusul kesini aja" Ucap seseorang diseberang telfon.


"Kan lumayan jauh mas, aku lo pakai pakaian dinas. Masak disuruh jalan kaki kesana" Ucapku.


"Yo wes tunggu sebentar. Nanti dijemput sama Saka" Ucapnya.


"Ditunggu jangan lama-lama. Assalamualaikum" Ucapku.


"Waalaikumsalam" Ucapnya.


Aku pun duduk menunggu kedatangan Saka. Saka nama yang sangat asing buatku, mungkin dia adalah ajudan baru bapak.


5 menit aku menunggu akhirnya orang itu datang dengan motor trail nya.


"Iya, ya udah buruan. Lagian kenapa sih pakai bawa motor ginian, saya gimana naiknya. Pakai rok lagi ini" Ucapku.


"Pegang tangan saya sini mbk, biar saya bantu" Ucapnya.


Aku pun memegang tangannya dan naik keatas motor.


Sesampai di aula aku langsung turun dan mengikuti Saka kedalam ruangan. Semua orang melihat kearahku, mungkin karena sebagian orang sangat asing dengan keberadaanku dan satu lagi aku memakai pakaian guru berwarna hijau pupus. Mungkin mereka pikir aku adalah anggota persit yang nyasar atau bagaimana. Aku memberi hormat kepada bapak dan langsung mengambil duduk di samping Saka dan mas Bayu sambil mendengarkan bapak memberikan arahan kepada bawahannya.


Setelah selesai bapak turun dan berjalan kearahku begitu juga ibu. Mereka memelukku sangat erat.


"Pak buk, ndak bisa napas aku. Engap" Ucapku.


Bapak dan ibu melepaskan pelukannya, "Saling rindunya ndok. Kamu sih ga mau pulang, betah banget di Jogja" Ibu.

__ADS_1


"Kan disana Pika juga kerja buk, jadi sibuk. Libur ya kalau tanggal merah doang" Ucapku.


"Ya udah ayok pulang, tapi kita pulang jalan kaki ya" Bapak.


"Pak yang bener aja lah" Ucapku.


"Iya emang bener, bapak ga bercanda" Bapak.


Aku pun berjalan mengikuti ibu dan bapak. Sepanjang perjalanan ke rumdin, bapak disapa para anggotanya. Sementara mereka sebagian bingung melihatku yang ngelendot di lengan bapak.


"Bapak pakai acara jalan kaki, ini kaki Pika udah lecet" rengekku.


"Kamu itu lo ndok, beli sepatu juga kok tinggi kaya gitu" bapak.


"Namanya juga sepatu guru pak, masak mau disamakan sama sepatu pantofel ibuk " Ucapku.


"Jalan aja nyeker ga usah pakai sepatu" bapak.


"Malu kali pak diliat orang" jawabku.


"Bentar lagi sampe, wes buka sepatumu dari pada tambah lecet kakimu ndok" bapak.


Aku pun mencopot sepatuku dan menentengnya.


Sampai di rumah dinas aku langsung masuk ke dalam kamarku untuk cuci kaki dan kembali duduk di ruang tamu bersama bapak dan ibuk.


"Pak buk, ini Pika belikan baju. Pika cuma bawa oleh-oleh ini tok" Ucapku.


"Makasih ya ndok, ga dibelikan juga gapapa kok" Ibu.


"Kamu istirahat sana, bapak sama ibuk juga mau istirahat" bapak.

__ADS_1


"iya pak, Pika istirahat disini aja sambil nonton TV" ucapku


__ADS_2