Perjuangan Cinta Lettu Dimas A.P Laksono

Perjuangan Cinta Lettu Dimas A.P Laksono
23


__ADS_3

BAGIAN 23


HALLO PARA PEMBACA SETIAKU.


INI MERUPAKAN NOVEL KETIGA YANG AKU BUAT DAN KETIGA NOVELKU BERKAITAN DENGAN ABDI NEGARA.


NOVEL PERTAMAKU “JODOHKU PAK TARA”


NOVEL KEDUAKU “I LOVE YOU PAK POLISI”


DAN INI YANG KETIGA “PERJUANGAN CINTA KAPTEN DIMAS A.P LAKSONO”


Sebelumnya author minta maaf jika ada yang salah penulisan gelar atau pangkat, karena disini author juga kurang terlalu paham dengan pangkat-pangkat yang ada di dunia militer.


Jika ada kritik dan saran jangan lupa untuk dikomen dibawah karena menurut author komenan dari pembaca semua itu sangat bermanfaat untuk diri author. Terus jangan lupa di klik like dan menambahkan kedalam daftar favorit.


Jika ada kesalahan pengetikan author juga minta maaf ya para pembaca setiaku.


HAPPY READING


Di rumah Lettu Dimas.


Ketika Lettu Dimas masuk di dalam rumah sudah disambut senyum oleh kedua orangtua dan kakaknya.

__ADS_1


"Loh udah disini aja mas? " Tanya Lettu Dimas


"Kan istimewa Dim, hari ini mau ngantar adek mas melamar istrinya" Ucap Kapten Arya.


Aku hanya mengerutkan dahi pertanda bingung.


"Sudah kamu mandi, habis itu ganti baju yang udah ibu siapkan" Ibu.


Aku pun berjalan melangkahkan kaki menuju kamar untuk membersihkan diri.


30 menit sudah akhirnya aku selesai dengan semua ritual ku dan aku turun menghampiri bapak, ibuk dan masku.


"Mau kemana sih pak sebenernya? " Tanyaku lagi.


"Mau lamar calon istri kamu le" Jawab bapak.


"Siap ga siap kudu siap" Ucap Ibu.


"Yang disuruh nikah itu aturan mas Arya dulu pak, bukan Dimas. Masa depan Dimas itu masih panjang. Mas Arya aja ya pak yang dijodohkan, kasian nanti dia kalo jadi bujang lapuk" Ucapku lagi.


"Enak saja bujang lapuk, mas udah ada calon ya dek. Tinggal nunggu waktu yang tepat buat ngajak dia nikah" Ucap Kapten Arya.


"Kalo gitu si Fikri saja pak yang dijodohkan" Ucapku.

__ADS_1


"Wong edan, adimu juga udah ada pacar ngapain pakai acara dijodohkan le" Ibu.


"Udah ayo berangkat, nanti mereka nunggu kita lama" Bapak.


Aku pun berjalan dengan berat menuju mobil, aku duduk disamping kemudi, mobil di supir oleh mas Arya. Bapak dan Ibu duduk di kursi penumpang. Dan diikuti oleh ajudan bapak sebanyak 3 mobil dibelakang. Sepanjang perjalanan aku hanya diam, tak ada satupun aku merespon ucapan mereka. Pikiranku gusar, bagaimana mungkin aku akan dijodohkan dengan orang yang tak aku kenal, sementara aku telah menemukan wanita yang aku cintai.


45 menit perjalanan akhirnya mobil masuk ke kompleks perumahan elit, dapat aku lihat disana penjagaannya sangat ketat oleh tentara. Aku semakin penasaran sebenernya siapa wanita yang akan dijodohkan denganku.


Mobil berhenti, semua turun dan masuk kedalam rumah dengan dekorasi khas Jawa yang sangat kental.


"Ayok le masuk" Ucap bapak.


Terdengar nada dering handphone ku berbunyi.


"Sebentar pak, Dimas angkat telfon dulu. Nanti Dimas nyusul" Ucapku.


Di dalam Kamar Ripika.


Dia mengamati situasi luar dan bersiap untuk kabur, kebetulan kamar Ripika ada dilantai dua.


Ripika mengambil seprai dan selimut untuk tali turun ke bawah.


"Ga sia-sia dulu pas kuliah sering ikut latian panjat tebing. Sekarang akhirnya ada manfaatnya juga" Gumam Ripika.

__ADS_1


Setelah semua dirasa siap, Ripika langsung turun perlahan lahan.


Jangan lupa vote dan komen


__ADS_2