
BAGIAN V
HALLO PARA PEMBACA SETIAKU.
INI MERUPAKAN NOVEL KETIGA YANG AKU BUAT DAN KETIGA NOVELKU BERKAITAN DENGAN ABDI NEGARA.
NOVEL PERTAMAKU “JODOHKU PAK TARA”
NOVEL KEDUAKU “I LOVE YOU PAK POLISI”
DAN INI YANG KETIGA “PERJUANGAN CINTA KAPTEN DIMAS A.P LAKSONO”
Sebelumnya author minta maaf jika ada yang salah penulisan gelar atau pangkat, karena disini author juga kurang terlalu paham dengan pangkat-pangkat yang ada di dunia militer.
Jika ada kritik dan saran jangan lupa untuk dikomen dibawah karena menurut author komenan dari pembaca semua itu sangat bermanfaat untuk diri author. Terus janganlupa di klik like dan menambahkan kedalam daftar favorit.
Jika ada kesalahan pengetikan author juga minta maaf ya para pembaca setiaku.
__ADS_1
HAPPY READING
Minggu pagi seperti biasanya setelah berolahraga bersama anggota, aku selalu mempir di tukang bubur ayam yang mangkal tidak jauh dari Yonif.
Pagi ini nampak pembeli begitu ramai sehingga harus mengantri terlebih dahulu.
“Pak bubur ayamnya satu, makan disini ya pak” Aku.
“Siap Lettu, tunggu sebentar. Monggo lingguh disek (Mari duduk dahulu” Pak Budi.
10 menit menunggu akhirnya bubur ayamku sudah jadi, segera aku memakannya karena perutku sangat lapar. Setelah selesai makan akupun langsung bergegas membayar.baru beberapa langkah berjalan aku melihat seorang gadis yang berjalan kearahku namun tak memperhatikan jalan, dia sibuk mencari ponselnya di saku celananya. Yap dia adalah gadis bar-bar yang di pos penjagaan waktu itu.
Aku langsung melihatnya dengan tatapan tajamku dan dia menyadari telah menabrakku maka langsung mengdongakkan kepalanya kearahku, nampak sekali wajah kekesalan dia namun aku tak peduli akan hal itu dan aku menatapnya dengan tajam, dia balek menatapku tajam dan marah-marah.
“Kalau jalan lihat-lihat dong, buburku jatuhkan jadinya” ucap gadis itu dengan nada kesal.
“Maaf tapi kamu yang salah bukan aku” aku.
__ADS_1
“Dimana-mana wanita itu selalu benar, jadi kamu harus minta maaf” ucapnya dengan mata melotot bak mau copot.
“Teori siapakah wanita selalu benar? “ tanyaku.
“Teori kaum KAMI tentunya” ucapnya dengan menekankan tinggi kata KAMI.
“Dasar cewe bar-bar, aneh. Udah salah malah marah-marah ga jelas” Ucapku.
“Enak saja ngomongin saya bar-bar ga jelas, situ kali yang manusia es” Umpatnya.
Gadis aneh, tapi lumayan lah, melihatnya marah-marah membuatku gemas batinku dalam hati.
“Sudah berantemnya, kalian apa ndak malu dilihatin orang banyak, Pak tentara bu guru nanti kalau jodoh baru tau kalian” Pak Budi.
Aku langsung menatap Pak Budi dengan tatapan tajamku dan melirik gadis bar-bar yang sedang mendengus kesal didepanku. Para anggotaku yang lewat sehabis olah raga tertawa melihatku dan gadis bar-bar.
“KALIAN YANG TERTAWA, MAU SAYA SURUH SIKAP TAUBAT SEHARIAN” Celetukku dan membuat para anggotaku kicep langsung diam.
__ADS_1
Kemudian tak lama ia mengangkat telfon dari seseorang dan pergi mengendarai motor trail yang sepertinya aku mengenali motor tersebut namun aku lupa. Gila itu gadis bar-bar naik motor trail batinku dalam hati.
TERIMA KASIH TELAH MAMPIR DAN MEMBACA, JANGAN LUPA VOTE DAN KOMENNYA ^_^