Perjuangan Cinta Lettu Dimas A.P Laksono

Perjuangan Cinta Lettu Dimas A.P Laksono
7


__ADS_3

BAGIAN VII


HALLO PARA PEMBACA SETIAKU.


INI MERUPAKAN NOVEL KETIGA YANG AKU BUAT DAN KETIGA NOVELKU BERKAITAN DENGAN ABDI NEGARA.


NOVEL PERTAMAKU “JODOHKU PAK TARA”


NOVEL KEDUAKU “I LOVE YOU PAK POLISI”


DAN INI YANG KETIGA “PERJUANGAN CINTA KAPTEN DIMAS A.P LAKSONO”


Sebelumnya author minta maaf jika ada yang salah penulisan gelar atau pangkat, karena disini author juga kurang terlalu paham dengan pangkat-pangkat yang ada di dunia militer.


Jika ada kritik dan saran jangan lupa untuk dikomen dibawah karena menurut author komenan dari pembaca semua itu sangat bermanfaat untuk diri author. Terus janganlupa di klik like dan menambahkan kedalam daftar favorit.


Jika ada kesalahan pengetikan author juga minta maaf ya para pembaca setiaku.


HAPPY READING


Sungguh sial nasibku pagi ini, belem sempat sarapan malah bubur yang aku beli jatuh gara-gara gorilla bersikap sok dingin.

__ADS_1


“Kenapa sih dek, kok kusut amat itu mukanya” Celetuk mas Bimo.


“Laper aku tu mas, belum sempat sarapan” Jawabku.


“Loh tadi bukannya beli bubur ayam” mas Bimo menatapku heran.


“Tadi tu ya mas, pas mau sarapan aku nabrak gorilla mas. Jatuh deh bubur ayamku” Jawabku.


“Gorilla? Siapa lagi yang dapat julukan aneh darimu dek?” saut mas Herman di depan pintu.


“Ga tau aku mas dia itu siapa, aku ketemu dia kedua kali ini. Dan dia selalu memasang muka dingin dan datar” Jawabku.


“Satu bulan lalu mas, sebelum angkut barang. Aku ketemu dia di pos penjagaan. Aku dimintai kartu identitas, terus aku dibilangnya tadi cewe bar-bar, dia itu apa ga tau sih kalau aku itu adeknya Kapten Angga dan mas-mas semua”. Celetukku.


“Mungkin iya, dia ga tau dek. Wes biarin aja. Sekarang kamu mandi, habis itu mas anter beli sarapan sama belanja sayur kita diwarung sembako” Mas Bimo.


Akupun bergegas mandi, tak butuh waktu lama aku mandi, sebab jika lama-lama nanti aku bakal kena semprot sama mas Bimo.


Akupun berjalan menuju mobil mas Bimo, “ngapain bawa mobil sih mas” celetekku.


“uwes ra usah kenyih, lambemu wi ora usah melecur, mas tali karet lo mari-mari. Wes diterne tuku sarapan mbarang panggah ngedumel koe ki dek (udah ga usah cerewet, bibirmu itu ga usah manyun gitu, mas ikat pakai karet nanti. Udah diantar beli sarapan abe kok tetep ngedumel” Mas Bimo.

__ADS_1


“jengkel aku lo mas sama dia, emang sih tak akui dia ganteng, Cuma kesan pertama dan kedua bertemu bikin mood rusak” Aku.


“Mas jadi penasaran sama orang yang kamu maksud itu dek dek” ucap Mas Bimo sungguh-sungguh.


“Besok kalau ketemu tak kasih tahu mas” Jawabku.


“Mau beli sarapan apa kamu dek” Tanya mas Bimo.


“Sate ajalah mas, itu yang deket warung sembako jadi nanti sekalian belanja.” Aku.


“Oke baiklah bos kecil” Mas Bimo sambil tertawa.


Sampai ditukang sate akupun langsung memesan sate dan memakannya disana tentunya dengan ditemani oleh mas gantengku, semua mata orang tertuju kepada aku dan mas Bimo tapi aku tak peduli.


Selesai makan aku langsung menarik tangan mas Bimo ke warung sembako. Aku membeli sayuran, bumbu dapur, minyak goreng dan lain-lain untuk stok memasak.


Setelah selesai memilih sayur aku langsung membayar total belajaan tersebut. Dan menyuruh mas Bimo membawa ke dalam mobil. Mungkin orang mengira aku dan mas Bimo adalah suami istri.. Hahahahahah


Jangan lupa like dan komennya


Terimakasih ^_^

__ADS_1


__ADS_2