
BAGIAN XVI
HALLO PARA PEMBACA SETIAKU.
INI MERUPAKAN NOVEL KETIGA YANG AKU BUAT DAN KETIGA NOVELKU BERKAITAN DENGAN ABDI NEGARA.
NOVEL PERTAMAKU “JODOHKU PAK TARA”
NOVEL KEDUAKU “I LOVE YOU PAK POLISI”
DAN INI YANG KETIGA “PERJUANGAN CINTA KAPTEN DIMAS A.P LAKSONO”
Sebelumnya author minta maaf jika ada yang salah penulisan gelar atau pangkat, karena disini author juga kurang terlalu paham dengan pangkat-pangkat yang ada di dunia militer.
Jika ada kritik dan saran jangan lupa untuk dikomen dibawah karena menurut author komenan dari pembaca semua itu sangat bermanfaat untuk diri author. Terus janganlupa di klik like dan menambahkan kedalam daftar favorit.
Jika ada kesalahan pengetikan author juga minta maaf ya para pembaca setiaku.
HAPPY READING
Setelah Lettu Dimas pulang aku langsung masuk kedalam rumah sambil tersenyum membayangkan dia manggil aku sayang.
"Ngapain senyum-senyum dek" Mas Bimo.
"Apaan sih mas, senyum itu ibadah" Jawabku.
"Senyum sendiri gitu mah gila bukan ibadah" Mas Bimo.
"Dimana-mana ga ada orang gila secantik adekmu mas mas" Jawabku sambil masuk kamar untuk ganti baju.
Setelah ganti baju aku langsung menyusun perlengkapan yang akan aku bawa kesekolah besok, karena aku besok harus berangkat pagi pagi dikarenakan aku akan pulang ke Surabaya selama satu minggu. Senangnya hatiku bisa pulang ketemu sama bapak dan ibu.
Setelah selesai menyusun perlengkapan sekolah aku beristirahat.
Jam 04:00 pagi aku terbangun. Aku duduk di tepi ranjang sambil bermenung tentang nanti jika pulang terus ditanya perkara nikah sama bapak dan ibu, akan aku jawab apa. Selama ini bapak dan ibu selalu ingin aku cepat menikah. Aku pun membuang napas kasar lalu berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
20 menit aku didalam kamar mandi, aku keluar kamar mandi kemudian aku mengambil mukena dan Al-qur'an. Aku mengaji sampai menunggu adzan subuh tiba. Setibanya adzan subuh berkumandang aku langsung melaksanakan sholat.
Selesai sholat aku langsung menuju dapur untuk berperang dengan sayur-sayuran. Aku memasak sarapan untuk ketiga masku. Pagi ini aku membuat tumis kangkung dicampur sosis kemudian aku menggoreng tempe mendoan. Makanan - makanan sederhana seperti itu sangatlah disukai oleh kami. Kami memang kecil dan besar di kalangan orang berada tapi sedari kecil ibu tak pernah memanjakan kami dengan makanan yang mahal dan terkesan mewah. Ibu selalu memasak makanan sederhana tapi sangat membuat kami nambah - nambah ketika makan.
Selesai memasak aku langsung menyusun makanan di ruang makan.
Aku berjalan menuju kamarku untuk berganti baju dinas guruku, lalu aku memakai sedikit alas bedak dan bedak yang sangat tipis kemudian aku meloloskan lipstik berwarna merah coklat muda kemudian aku ombre dengan warna merah maroon. Aku memakai jilbab yang sangat sederhana.
Aku kembali berjalan menuju ruang makan dan ternyata ketiga masku sudah standby disana menungguku.
"Tumben dandan maksimal" Mas Bimo.
__ADS_1
"Tau tu " Mas Herman.
"Mentang-mentang mau pulang gitu" Mas Harman.
"Apasih mas, udah buruan makan. Habis itu anterin adek kesekolah" Ucapku.
"Dek, mas ga bisa nganter kamu. Jadi nanti kamu dianter sama Lettu Dimas. Kami ada acara latihan gabungan" Mas Bimo.
"Yo wes ndak papa mas" Ucapku.
"Kamu naik pesawat dek, ini tiketnya. Ga usah banyak nanya kenapa naik pesawat. Mas ga mau kamu naik kereta api sendirian" Mas Bimo.
"Iya ga papa mas" Ucapku.
Setelah makan seperti biasanya aku membawa piring kotor ke wastafel untuk di cuci.
"Biar mas aja yang nyuci, kamu sana berangkat. Udah dijemput sama mas ipar" Mas Herman.
"Mas apaan sih, pagi baru ga usah ngajak ribut. Yo wes adek berangkat ya mas" Ucapku.
"Iya hati-hati. Nanti kalo seumpama udah sampai surabaya kabari mas" Mas Herman.
"Asiapp" Ucapku dan dibalas oleh sentilan dikeningku.
Aku berjalan kearah kamar untuk mengambil perlengkapan kelas dan mengambil tas kecilku.
"Bawa oleh-oleh ini di papper bag" Jawabku.
"Maksud mas baju ganti" Mas Harman.
"Engga, disana baju adek ada banyak. Adek berangkat dulu ya mas. Bilangin sama mas Angga kalo adek ga sempet pamit. W assalamu'alaikum" Ucapku sambil memeluk kedua masku.
"Waalaikum.salam. Hati-hati ya dek. Kalo udah sampai kabari kami" Ucap Mas Bimo dan Mas Harman.
Akupun tersenyum kearah mereka pertanda mengiyakan, kemudian Lettu Dimas mengangkat barangku ke bagasi mobil.
Sesampai disekolah aku langsung turun dari mobil dan Lettu Dimas membawakan perlengkapan kelas menuju kelas. Setelah selesai aku berjalan menuju ruang kepala sekolah dan dibuntuti oleh kacang ijo tentunya.
Selesai semuanya aku langsung diantar menuju bandara.
"Berapa hari disana dek? " Lettu Dimas
"Seminggu mas, kenapa emang? " Tanyaku balik.
"Gapapa kok" Jawabnya sambil memasang muka melas gitu.
"Yakin gapapa mas? " Jawabku.
__ADS_1
"La kalo emang ada kenapa - kenapa mau ngapain? " Tanyanya
"Kan pengen tau toh" Jawabku
"Yang jelas kamu disana hati-hati. Kalo udah sampe kabari, jangan lama-lama disana kalo bisa ntar mas rindu tapi jauh ga bisa ketemu" Lettu Dimas.
"Ngomong opo sih mas, lagian situ juga siapa aku" Jawabku dan dia langsung mengerem mendadak, ala hasil jidatku menatap dashboard.
"Sakit tau mas, main ngerem dadakan. Untung ga mati anak orang mas bikin" Ucapku sambil mengelus jidat.
"Maaf dek, mas ga sengaja tadi. Lagian kamu nanyanya emang mas siapa adek" Ucapnya.
"Kan emang iya bener to, mas siapa aku coba" Jawabku.
"Mas emang bukan siapa-siapa dek, tapi kamu itu berharga buat mas. Mas nyaman sama kamu dan mas suka sama kamu" Ucapnya.
"Sehat kamu mas? Perasaan yang kejedot aku tapi kok otak mas ya yang geser" Aku.
"Mas waras ya ngomong gini, lagian diajak ngomong romantis malah gitu sautnya. Memanglah kamu dek dek, lain dari yang lain" Lettu Dimas sambil mengusap jidatku.
"Iya lagian aneh pake acara ngomong begitu, kenapa bisa ngomong suka sama aku" Kau.
"Karena cinta itu ga perlu alasan. Mas ga tau kenapa sayang dan cinta sama kamu" Jawabnya penuh kejujuran.
"Mas denger ya, kalo mau ambil aku tu. Takhlukin ketiga masku itu" Ucapku.
"Iya udah, kita liat besok ya. Kamu bakal jadi milik mas" Jawabnya.
Aku hanya tersenyum.
Kami kembali melanjutkan perjalanan menuju bandara, sesampai di bandara Lettu Dimas menunggu aku sampai keberangkatanku. Sambil menunggu keberangkatan ku dia gandeng terus tanganku dan menyenderkan kepalanya dibahuku. Ya Allah ini bikin hati aku seperti maraton.
"Mas malu kali dilihat orang" Ucapku.
"Biarin, bodo amat. Mas ga peduli" Lettu Dimas.
"Lagian mas itu ngelendot aja dari tadi, mas dengerin aku loh. Aku cuma seminggu disana nanti balek lagi kesini. Mas kaya gini berasa aku mau berangkat ke medan tempur selama berbulan-bulan" Ucapku.
Dia tertawa terbahak-bahak "Iya ya dek, biasanya rekanita yang begini ketika di tinggal tugas ini malah kebalik"
"Nah itu tau, mas hati-hati disini. Aku juga sayang mas. Aku berangkat ya mas" Ucapku sambil mencium punggung tangannya.
"Kamu juga hati-hati, jangan nyantol sama angkatan laut bawahan bapakmu dek" Ucapnya.
"Ada-ada aja mas, ga ada kaya gitu" Jawabku.
Aku pun berjalan menuju pesawat meninggalkan Lettu Dimas, tak kusangka dia berani mengungkapkan perasaannya. Lelaki sedingin es dan sedatar triplek itu ternyata mempunyai pribadi yang hangat.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan tambahkan kedalam daftar favorit ❤❤