Perjuangan Cinta Lettu Dimas A.P Laksono

Perjuangan Cinta Lettu Dimas A.P Laksono
3


__ADS_3

BAGIAN III


HALLO PARA PEMBACA SETIAKU.


INI MERUPAKAN NOVEL KETIGA YANG AKU BUAT DAN KETIGA NOVELKU BERKAITAN DENGAN ABDI NEGARA.


NOVEL PERTAMAKU “JODOHKU PAK TARA”


NOVEL KEDUAKU “I LOVE YOU PAK POLISI”


DAN INI YANG KETIGA “PERJUANGAN CINTA KAPTEN DIMAS A.P LAKSONO”


Sebelumnya author minta maaf jika ada yang salah penulisan gelar atau pangkat, karena disini author juga kurang terlalu paham dengan pangkat-pangkat yang ada di dunia militer.


Jika ada kritik dan saran jangan lupa untuk dikomen dibawah karena menurut author komenan dari pembaca semua itu sangat bermanfaat untuk diri author. Terus janganlupa di klik like dan menambahkan kedalam daftar favorit.


Jika ada kesalahan pengetikan author juga minta maaf ya para pembaca setiaku.


HAPPY READING


Rifika POV


Setahun sudah aku tinggal di Yogyakarta dan mengabdi untuk negeri, SMA Pertiwi disanalah aku mengajar setiap harinya. Hari ini seperti biasanya aku tidak mengajar dan membuat kue dari pagi di kost-an, setelah selesai aku langsung memasukkan kue tersebut kedalam wadah dan aku masukkan kembali kedalam papper bag untuk aku berikan kepada mas-masku dan mbk iparku tak lupa buat mas-mas yang jaga di palang pintu yonif tentunya.


“Mbk Yana aku pergi dulu ya” Pamitku.


“Ga dandan dulu atau ngaca gitu dek” Ucapnya.


“Engga mbk, gini aja udah cantik kok ngapain dandan bage nanti yang ada malah mas-mas kacang ijo di Yonif pada suka sama Ripika” Aku.


“Ya sudah hati-hati kalau gitu, jangan lupa kasih tau mas-masmu kalau kita mau pindah karena kost-an mau direnovasi” Ucapnya.


“Asiappp buk perawat” ucapku.


Mbk Yana adalah seorang perawat, dia satu kost-an denganku, aku sudah menganggapnya seperti mbkku sendiri. Tepatnya sih dia calon mbk iparku soalnya dia pacaran sama mas Bimo.


Aku kendarai scoopy kesayanganku dengan modifikasiku ala motor anak jaman now, dengan pelan aku melewati jalan arah ke Yonif 403/ Wirasuda Pratista, herannya kenapa semua orang menatapku aneh dan tertawa mungkin mereka tidak pernah melihat makhluk cantik sepertiku sehingga mereka sangat heran terhadapku.


15 menit aku lajukan sepeda motorku, akhirnya sampailah aku di depan gerbang yonif 403/ Wirasuda Pratista dan seperti biasanya aku berteriak meminta mas-mas kacang ijo penjaga gerbang pos untuk membukakan gerbang.


“Mas, mas, mas yang piket disana tolong bukain dong palang pintunya” Ucapku.


Namun tak ada respon dari mas-mas tentara yang berjaga, mungkin mereka budeg atau bagaimana sampai tidak mengetahui kedatangan makhluk cantik sepertiku.


Kuperhatikan seksama ternyata yang piket adalah mas Fikri, dan langsung aku teriaki dengan suara tinggiku bak toa.

__ADS_1


“Astaga mas Fikri budeg ya, disuruh bukain pintu malah sibuk sama ponsel. Mas cepet bukain keburu kecantikan hayati meleleh terkontaminasi sama terik matahari” Ucapku kembali.


Kemudian nampak lelaki berjalan kearahku “Maaf siapa dan mau nyari siapa?” tanyanya.


“Masnya yang siapa? Buruan bukain gerbangnya mas keburu panas” ucapku jengkel.


“Bisa tunjukkan kartu identitasnya mbk” Mintanya.


“Masnya kok nyebelin ya, minta di bogem. Cepetan bukain saya sudah ditunggu di kakak saya”Ucapku ngeyel.


“Saya ga bisa bukain pintu untuk sembarangan orang, bisa jadi mbk adalah pasien rumah sakit jiwa yang kabur terus datang kesini ngaku-ngaku mau ketemu orang di dalam padahal cuma mau tptp” Celetuknya.


“Sak karepmu, jane awakmu sopo sih sampe ra reti aku wong seng terkenal seantero yonif dan batalyon (terserah kamu, sebenernya kamu siapa sih sampai engga tau sama aku yang terkenal seantero yonif dan batalyon” Ucapku.


Mas Fikri melihat kearah kami dan menyuruh si kacang ijo didepanku untuk membuka gerbang.


Lelaki itupun membukakan gerbang dan aku masuk terus turun dari motorku.


Segera aku berikan papper bag berisi kue buatanku untuk mereka berdua


“Makasih kuenya dek” Fikri.


“Yasudah saya permisi dulu, Assalamulaikum” Ucapku sambil aku lirik name tag di seragam loreng nya Dimas A.P Laksono batinku.


Aku langsung segera menuju motor dan berkaca “Kiyaaaaaaaaaa astagfirullah kenapa begini muka dede pantes sepanjang jalan orang pada liatin” Ucapku sambil menutup muka dengan jilbab.


“Mas Fikri anterin adek, kerumah. Cepetan mas, malu diliatin orang”


“Yo wes nitip pos ya mas, aku tak nganter adek ini” Pamit mas Fikri kepada Mas Dimas.


Akhirnya aku diantarkan mas Fikri sampai depan rumah dinas Mas Angga dan Mbk Ica.


“Makasih ya mas, udah diantar” ucapku sambil nyengir ala Ripika.


“Sama-sama dek, ya sudah mas langsung ke pos lagikalau gitu”


“Iya mas, hati-hati” Ucapku.


Aku langsung masuk kedalam rumah, “Mbk Ica. Assalamualaikum” Ucapku.


“Waalaikumsalam, mbk masih mandi dek” Saut mbk Ica.


“Dek Dara kemana ya mbk?” Tanyaku


“Bobok dia dek” .

__ADS_1


10 menit kemudian keempat mas-masku pulang kerumah Mas Angga, tentunya buat makan siang gratis dong ya kan.


“Mukamu kenapa dek, astagfirullah” tanya mas Hamdan.


“Ga tau mas, mana belum mandi lagi. Ini mungkin tadi kerjaan mbk Yana pacar mas Bimo” Ucapku.


“Makanya dek, kalau mau pergi-pergi itu dandan terus berkaca dulu” Ucap mas Bimo.


“Heleh, bilang aja mas mau belain pacar” Ucapku.


“Ini pakai pembersih muka mbk, bersihin muka kamu dek. Mirip kaya monyet mau mentas kamu itu” Ucap mbk Ica.


“Biarin mbk, yang penting tetep cantik dong ya kan” Ucapku.


“Cantik, iya cantik lantaran kamu adek kami perempuan satu-satunya dek” Ucap Mas Angga.


“Ooohh iya, ini kuenya. Tadi aku bereksperimen di dapur kost-an” ucapku sambil membersihkan lipstik yang belepotan sampai pipi dan jidat.


“Ayok kita makan siang kalau gitu” Ajak Mbk Ica.


Kamipun makan siang bersama, dan setelah makan siang kami duduk di ruang televisi menonton acara berita.


“Eh mbk, minggu depan kan kost-an mau direnovasi jadi boleh ya Pika untuk sementara di rumah kalian” Ucapku.


“Dengan senang hati tentu dek, tapi kamu ikut kami bertiga. Kebetulan kami ga ada yang masakin dan kami selalu makan disini, jadi kalau ada kamu mbk Ica ga repot masak banyak. Kami makan dirumah sendiri” Pendapat Mas Herman.


“Lagian dek, kan udah mas bilang dari awal disini, tinggal sama kami aja. Kamunya aja yang ngotot mau ngekos” Mas Angga.


“Iya-iya mas, jadi nanti sore bantuin adek angkat barang di kost. Tingal sama masku selamanya aku” Ucapku.


“Tentu dengan senang hati, bapak sama ibu juga pasti seneng kalau tahu kamu tinggal sama kami dek” Ucap mas Hamdan.


“Yo wes kalau gitu, adek pulang dulu mau beres-beres barang. Nanti jam 3 ke kost-an ga boleh telat titik, kalau telat ada konsekuesinya. Ingat ini perintah” Ucapku.


“Siap laksanakan” jawab mereka berempat.


“Adek pulang dulu kalau gitu, assalamulaikum mas-masku dan mbkku” Ucapku.


“Waalaikumsalam, hati-hati ya dek” ucap mereka serempak.


Aku langsung pulang ke kost untuk membersihkan kost dan membereskan barang-barang yang mau diangkut nanti sore.


TERIMA KASIH TELAH MAMPIR DAN MEMBACA, JANGAN LUPA VOTE DAN KOMENNYA


^_^ ^_^ ^_^ ^_^

__ADS_1


__ADS_2