Perjuangan Cinta Lettu Dimas A.P Laksono

Perjuangan Cinta Lettu Dimas A.P Laksono
6


__ADS_3

BAGIAN VI


HALLO PARA PEMBACA SETIAKU.


INI MERUPAKAN NOVEL KETIGA YANG AKU BUAT DAN KETIGA NOVELKU BERKAITAN DENGAN ABDI NEGARA.


NOVEL PERTAMAKU “JODOHKU PAK TARA”


NOVEL KEDUAKU “I LOVE YOU PAK POLISI”


DAN INI YANG KETIGA “PERJUANGAN CINTA KAPTEN DIMAS A.P LAKSONO”


Sebelumnya author minta maaf jika ada yang salah penulisan gelar atau pangkat, karena disini author juga kurang terlalu paham dengan pangkat-pangkat yang ada di dunia militer.

__ADS_1


Jika ada kritik dan saran jangan lupa untuk dikomen dibawah karena menurut author komenan dari pembaca semua itu sangat bermanfaat untuk diri author. Terus janganlupa di klik like dan menambahkan kedalam daftar favorit.


Jika ada kesalahan pengetikan author juga minta maaf ya para pembaca setiaku.


HAPPY READING


RIFIKA POV


Pagi ini karena aku bangun kesiangan dan mas-masku lupa mencegat tukang sayur untuk membeli sayur makanya aku tidak masak dan memilih sarapan membeli bubur ayam diluar, mereka nampaknya sehabis pulang olahraga pagi bersama teman-teman anggota lainnya dan aku disuruh membeli bubur ayam oleh mas Angga ditempat kemarin aku dan mas-masku membeli.


Setelah sampai di penjual bubur kau langsung memesan bubur dan mendapatkan bubur ternyata ponselku berdering sehingga aku sibuk mencari polseku di dalam saku sambil berjalan tanpa melihat arah depan karena aku fokus mengambil ponsel disaku celana levisku yang sulit untuk diambil.


Bruuuuukkkkk

__ADS_1


Mampuslah aku menabrak sesuatu tepat didepanku, kulihat nampak sepasang sepatu olah raga berawarna hitam abu-abu dan segera aku dongakkan kepalaku untuk melihat siapa orang yang aku tabrak.


Jedder bagai disambar petir di pagi hari, seorang lelaki tampan berbadan kekar dengan alis tebal, bermata coklat menatapku dengan tatapan tajam seperti membunuh ya dia adalah lelaki yang berjaga bersama mas Fikri waktu itu..


“Ya allah ini orang ganteng banget, sayangnya sepertinya galak, kurang 10% ketampanannya, dan ini sepertinya aku sakit jantung, kenapa jantung dedek begitu cepat berdetak, ya allah serangan jantung aku nampaknya”batinku.


Entah mengapa mulutku langsung nyerocos memarahinya, mungkin karena bawaan aku lagi PMS atau bagaimana aku juga tak tau. Kesalnya setiap perkataanku selalu disautnya sehingga semakin membuatku emosi.


Aku terus semakin menggerutu dan nyerocos ketika dia mengatakan bahwa aku adalah gadis bar-bar dan tidak jelas, hello emang dia siapa berani-beraninya ngatain Rifika Candra Adiyaksa Suprapto dengan sebutan bar-bar apakah dia tidak memiliki kaca ddirumahnya jika dia adalah lelaki dingin sedingin kutub utara dan selatan batinku.


Dan ketika Pak Budi tukang bubur ayam mengatakan kami berjodoh dia semakin kesal dan menatap Pak Budi dengan tatapan tajamnya. Sungguh lelaki dingin yang pernah aku temui. Kemudian aku mendengar dia memarahi mas-mas tentara lainnya untuk diam, walah mampus ternyata sepertinya dia mempunyai pangkat yang lumayan sehingga mas-mas tentara langsung diam tanpa suara.


Dan yang pasti kalian harus tau adalahkami telah dilihatin oleh orang banyak karena tingkah kami seperti anak kecil.

__ADS_1


Ponselku berdering kembali dan segera aku angkat telfon dari Mas Angga, setelah mengangkat telfon aku langsung meninggalan pria sedingin es batu itu. Aku langsung mengambil motor dan mengendarainya. Aku langsung tancap gas ngebut tak peduli banyak mas-mas yang menyorakiku.


__ADS_2